1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

order transaksi, TEORIIIIIIII : 281109 28 November 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 11:23 pm

Order Transaksi
Senin, 23 November 2009 – 10:48 wib

Rani Hardjanti – Okezone
Order atau pesanan adalah bagian yang harus dilakukan dalam proses transaksi saham di bursa Efek. Investor yang ingin membeli saham harus order beli terlebih dulu dan investor yang mau menjual saham pun juga harus mengajukan order jual terlebih dulu.

Karena sifatnya order atau pesanan maka dengan sendirinya tidak setiap order yang disampaikan oleh investor pasti akan terjadi atau done atau matching di pasar. Matching tidaknya sebuah order transaksi tergantung pada harga order yang ditetapkan oleh investor.

Harus diingat bahwa mekanisme perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka yang berkesinambungan dengan menggunakan dua system sekaligus yakni system berdasarkan prioritas waktu (time priority) dan system yang berdasarkan pada prioritas harga (price priority). Dengan mekanisme seperti ini setiap order transaksi yang matching terjadi pada harga terbaik saat itu.

Apa yang dimaksud dengan time priority dan apa yang dimaksud dengan price priority? Time prioriy berarti order transaksi yang masuk lebih dahulu akan mendapatkan prioritas lebih baik dibandingan order yang datang belakangan. Ini merupakan bentuk apresiasi system terhadap keberanian investor dalam mengambil keputusan investasi.
Gambarannya begini. Ada tiga investor A, B dan C. Mereka memiliki minat yang sama yakni ingin membeli saham XYZ di harga yang sama, misalnya harga Rp2.500. Investor A mengajukan order 20 lot, investor B memasang order beli 200 lot dan investor C mengajukan order beli cuma 300 lot.

Besarnya volume order disini sama sekali tidak mempengaruhi prioritas order. Karena investor A memasang order terlebih dulu maka ia ada di urutan pertama, disusul order investor B yang mengajukan order setelah investor A. Di urutan terakhir investor C yang mengajukan order beli 300 lot. Praktis total order beli dari tiga investor mencapai 520 lot. Anggap saja tidak ada order beli lain kecuali dari tiga investor tersebut.

Dengan priotitas waktu tersebut, maka jika ada investor yang menjual saham XYZ di harga Rp2.500 sebanyak 10 lot maka order yang matching adalah order investor A sebanyak 10 lot. Jika ada investor yang menjual lagi di harga Rp2.500 sebanyak 15 lot, maka seluruh order investor A done. Artinya, investor A berhasil membeli saham XYZ sebanyak 20 lot di harga Rp2.500. Sedangkan investor B baru mendapatkan saham XYZ sebanyak 5 lot. Begitu seterusnya, jika ada investor yang hendak menjual saham XYZ di harga Rp2.500 maka yang mendapat prioritas lebih dulu adalah investor B. Jika seluruh order investor B terpenuhi, maka prioritas berikutnya investor C. Begitu seterusnya. Hal yang sama berlaku juga untuk order jual.

Bagaimana dengan price priority? Untuk memudahkan, kita kembali ke contoh di atas. Andai saja investor C yang mengajukan order beli saham XYZ sebanyak 300 lot, tidak sabar menunggu adanya investor yang menjual di harga Rp2.500, maka agar investor dapat saham XYZ, ia harus berani menaikkan harga order belinya tidak lagi menunggu di harga Rp2.500, tetapi langsung menerobos ke harga Rp2.525. Inilah bentuk apresiasi system terhadap keberanian investor dalam mengambil keputusan. Pada saat yang sama ada banyak order jual yang memasang di harga Rp2.525, sebut saja totalnya mencapai 750 lot. Nah, karena ada order jual sebanyak 750 lot di Rp2.525 dan investor C berani menaikkan order belinya ke harga Rp2.525, maka order investor A langsung done, tidak perlu menunggu lagi. Artinya, investor C berhasil membeli saham XYZ sebanyak 300 lot di harga Rp2.525.

Begitulah pemasangan order dalam transaksi saham di Bursa Efek. Menentukan harga dan volume order bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan pemahaman terhadap kondisi pasar secara keseluruhan. Tidak jarang investor yang telah menganggap berhasil membeli saham di harga murah ternyata harganya masih turun lagi. Begitu sebaliknya, ada banyak kejadian investor yang merasa berhasil menjual saham di harga tinggi ternyata harga sahamnya malah naik lebih tinggi lagi. Itulah pasar modal, dinamika selalu menjadi pemandangan sehari-hari. (Tim BEI)
(rhs)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s