1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

teknikalitas ihsg sesuatu yang bermanfaat (2) 28 November 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 11:44 am

Optimalisasi Penggunaan Periode Simple Moving Average (2)

Mon, 11/16/2009 – 06:05 — dunkz
Sebenarnya artikel ini adalah lanjutan dari artikel-artikel sebelumnya. Pada tulisan kali ini saya akan mencoba menyusun kepingan-kepingan puzzle yang berceceran.

Mengoptimalkan Shorter SMA Period

Ada beberapa fondasi yang digunakan untuk penulisan artikel kali ini, yaitu:

Artikel saya mengenai outlook IHSG selama 24 tahun terakhir di sini: “Apakah Investasi Anda Menguntungkan? coba cek lebih cermat”. Kesimpulan: IHSG berkinerja kurang baik apabila dinyatakan dalam US dollar ataupun jika disesuaikan dengan inflasi.
Berdasarkan kesimpulan poin 1, maka ada baiknya kita bertindak agar nilai investasi kita bisa berkinerja lebih baik lagi. Hal tersebut saya tuliskan pada artikel berikut: “Apakah Investasi Anda Menguntungkan? (2) – Apakah Technical Analysis Bisa Diandalkan?” . Kesimpulan: Penggunaan metode Simple Moving Average (SMA) dengan periode 37 hari memberikan kinerja yang lebih baik daripada metode Buy n Hold. Penggunaan SMA 37 sendiri adalah berdasarkan tulisan: “Optimalisasi Penggunaan Periode Simple Moving Average” di mana periode optimal didapatkan pada SMA 37.
Poin 2 memberikan rasa penasaran tersendiri. Ada satu kelemahan pada artikel mengenai optimalisasi SMA yang juga telah disampaikan oleh bro Passion4U, yaitu mengenai jumlah SMA yang diperlukan. Pada artikel tersebut saya hanya mensimulasikan SMA 37. Jika harga closing memotong garis SMA 37 ke atas, maka kita melakukan pembelian. Demikian pula sebaliknya. Garis harga merupakan SMA 1.

Berdasarkan hal tersebut, maka apa yang terjadi jika kita mengkombinasikan 2 garis SMA? Kita coba mengganti garis harga (SMA 1) dengan nilai periode SMA yang lebih optimal.

Hasilnya adalah sbb:


Terlihat bahwa SMA 37 akan lebih optimal jika digabungkan dengan SMA 6. Jika dibandingkan dengan metode Buy n Hold & SMA 37 (sendiri), hasilnya adalah sbb:

 

Terlihat bahwamengkombinasikan SMA 37 dengan SMA 6 didapatkan perbaikan yang signifikan. Annualized return naik dari 205% ke 883% atau lebih dari 8 kali lipat. Hal penting lainnya adalah jumlah transaksi. Dengan kombinasi SMA 37 dengan SMA 6, maka jumlah transaksi turun dari 158 menjadi hanya 78 transaksi.Artinya kita hanya perlu melakukan transaksi 3 kali per tahun.

Hal menarik lainnya adalah perbandingan jumlah transaksi yang untung terhadap keseluruhan transaksi naik dari 30% menjadi 49%.

Capture pada beberapa “event” IHSG

Krisis Moneter 1997

Krismon 1997 mau tidak diakui merupakan salah satu peristiwa bersejarah di Indonesia. IHSG jatuh dari titik tertingginya di 700 menuju 260.


Terlihat bahwa MA memberikan sinyal jual sesaat sebelum IHSG jatuh dalam pada bulan Juli 1997. Sinyal ini sangat penting karena dengan adanya sinyal tersebut kita dapat terhindar dari potensi loss sebesar 50%.

Gonjang-ganjing politik 2000 – 2003

Pada periode ini suasana politik serba tidak jelas dan hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kinerja IHSG.


Tampak bahwa MA berulangkali memberikan warning jika IHSG akan turun lebih dalam.

IHSG Great Bull 2003 – 2007

Inilah mungkin salah satu periode yang bisa disebut dengan “IHSG Great Bull”. IHSG terbang dari 300 an pada tahun 2003 mencapai puncak tertingginya di 2840 pada tahun 2007 (naik hampir sekitar 10 kali lipat).


Terlihat bahwa MA tidak hanya memberikan sinyal beli secara konsisten seiring dengan kenaikan IHSG namun juga peringatan akan adanya kejatuhan. Contohnya adalah sinyal jual yang diberikan pada bulan Agustus 2007 yang dapat menghindarkan kita dari kejatuhan IHSG sebesar 300 poin.

Global Crisis 2008

Tidak dinyana setelah IHSg naik secara fantastis sampai dengan tahun 2007, krisis global mengahdang di depan mata yang diawali oleh krisis perumahan di AS. IHSG terjun dari puncak tertingginya di 2800 menuju 1100 hanya dalam waktu kurang dari satu tahun.

MA telah memberikan sinyal jual pada bulan Juni 2008 saat IHSG berada di level 2400 sebelum akhirnya jatuh terpuruk ke level 1000 hanya dalam 4 bulan setelahnya.

Hal mencolok lainnya adalah keluarnya sinyal beli pada bulan Maret 2008 saat IHSG berada di level 1300 yang akhirnya naik terus sampai dengan level 2450.

Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda lalu, MA kembali memberikan sinyal jual. Apakah ini akurat atau hanyalah false signal?

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s