1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

seharusnya imbas koreksi ihsg sudah tidak terlalu dalam lagi (2)… 291109 29 November 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 10:22 pm

Dampak Dubai World Bakal Mereda
Minggu, 29 November 2009 | 17:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Gagal bayar (default) yang dialami perusahaan properti Dubai World dari Uni Emairat Arab memicu kepanikan investor sehingga merontokkan bursa saham global pekan lalu. Bursa lokal masih terselamatkan karena pada Jumat lalu transaksi libur seiring perayaan Idul Adha saat bursa regional kembali diterpa tekanan jual.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada Kamis pekan lalu anjlok 68,01 poin atau 2,76 persen. Secara akumulasi sepekan indeks terkoreksi cukup dalam 93,846 poin atau 3,77 persen ke level 2.393,519 dari posisi pekan sebelumnya di 2.487,365. Untuk pertama kali indeks ditutup di bawah level 2.400 sejak 11 November lalu.

Wakil kepala Riset dari PT Valbury Asia Securitie, Nico Omer Jonckeere, mengemukakan dampak kasus Dubai World pekan ini akan mereda dan tidak setajam pekan lalu. Hal ini bisa dilihat dari bursa Eropa yang ditutup positif akhir pekan lalu. Yang menjadi pertanyaan adalah bursa Wall Street masih akan melanjutkan kejatuhannya pekan ini.

Indeks akan cenderung konsolidasi di awal pekan ini. Pada sesi pembukaan Senin (30/11) indeks diprediksikan masih mengalami tekanan namun berpeluang naik di sesi kedua. Jatuhnya indeks yang cukup dalam ini justru membuka peluang untuk membeli saham saat harganya sudah terdiskon. “Dan peluang indeks untuk berbalik naikpun kembali terbuka,” ucapnya.

Inflasi yang diperkirakan lebih rendah dan bahkan berpeluang terjadi deflasi pada bulan November tidak banyak berpengaruh terhadap indeks. “Suku bunga yang diperkirakan tetap bertahan di posisi 6,5 persen juga tidak akan banyak direspons investor pekan ini,” kata Nico yang memprediksi sepanjang pekan ini indeks bergerak dalam kisaran antara 2.300 hingga 2.445.

Menurut Nico, masalah gagal bayar yang dialami Dubai World hanyalah ajang pemanasan menuju 2010. Karena pada semester kedua tahun depan, ekonomi global diperkirakan memasuki fase depresi ketika banyak perusahaan properti Amerika Serikat yang mengalami masalah serupa. Penyitaan rumah juga akan berlanjut dan cenderung meningkat. Angka pengangguran juga masih tinggi.

Banyaknya korporasi yang bermasalah pada 2010 tentunya berimbas pula terhadap pendapatan. “Dan efeknya juga akan dirasakan ke bursa,” tuturnya. Bahkan, indeks diproyeksikan bisa anjlok hingga 50 persen dari level tertingginya tahun ini. “Jadi, langkah yang paling bijaksana adalah jual semua portofolio saham di semester pertama tahun ini,” tutur Nico.

VIVA B. KUSNANDAR

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s