1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

sistematisasi order transaksi saat imbas dubai asistemik … 301109 30 November 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 7:10 am

order jual trub:
133
135
order beli trub:
127
order beli trub:
127 full matched
order jual trub:
133 full matched
order jual trub revisi:
132
———————————— saham lain
order jual indy:
2175
2200
order jual indy:
2150
order jual indy:
2150 full matched
2175 full matched
———————————— saham lain
order jual elsa:
310
315
320
order beli elsa:
295
order jual elsa tambahan dan revisi:
305
order beli elsa:
295 full matched
———————————— saham lain
order jual antm:
2275
2300
order jual antm:
2275 full matched
order jual antm revisi:
2250
2275
order jual antm:
2250 full matched
2275 full matched
———————————— saham lain
order jual adro:
1680
1690
1700
order jual adro:
1680 full matched
1690 full matched
1700 full matched
order jual adro tambahan:
1760
order jual adro revisi:
1750
———————————— saham lain
order beli bumi:
2325
order beli bumi:
2325 full matched
order jual bumi:
2450
order jual bumi:
2450 full matched
order jual bumi tambahan:
2525
2550
order jual bumi:
2525 full matched
———————————— saham lain
order beli bbri:
7550
order beli bbri:
7500 full matched
———————————— saham lain
ihsg 30 Oktober 09: 2367
ihsg 30 November 09: 2415
Gain: +2,02%
bumi 30 Oktober 09: 2375
bumi 30 November 09: 2350
Gain : -1,05%
antm 30 Oktober 09: 2275
antm 30 November 09: 2200
Gain: -3,29%
adro 30 Oktober 09: 1540
adro 30 November 09: 1740
Gain: +12,98%
bbri 30 Oktober 09: 7100
bbri 30 November 09: 7400
Gain: +4,22%
bnii 30 Oktober 09: 360
bnii 30 November 09: 345
Gain: -4,16%
elsa 30 Oktober 09: 320
elsa 30 November 09: 295
Gain: -7,81%
trub 30 Oktober 09: 126
trub 30 November 09: 126
Gain : 0%
indy 30 Oktober 09: 2250
indy 30 November 09: 2225
Gain : -1,11%
… kesimpulan : N(yaman)ovember 09 terbukti untuk ihsg … tapi bwat indy, trub, elsa, bnii, bumi JELAS TIDAK NYAMAN, karena loss … sedang bwat BBRI JELAS TERTOLONG aksi korporasi CUM DIVIDEN, sementara ADRO TERTOLONG AKSI KORPORASI CUM DIVIDEN DAN BUYBACK OLEH PEMILIK ADRO … jelas sekali PASAR MENANGGAPI POSITIF JIKA DIVIDEN SESUAI EKSPEKTASI, apalagi ada buybacks …
———————————— saham lain
———————————— saham lain
Senin, 30/11/2009 12:08 WIB

IHSG naik 1% di tengah keresahan Dubai World

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): Sesi I perdagangan saham hari ini mengantarkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 23,03 basis poin (1%) menjadi 2.416,55 di tengah keresahan atas gagal bayar Dubai World.

Sebanyak 48 saham naik, 71 saham turun dan 288 saham tidak berubah. Saham-saham yang mengalami kenaikana dalah ASII naik Rp750 menjadi Rp32.750, TLKM naik Rp150 menjadi Rp8.900, BBCA naik Rp100 menjadi Rp4.775, BUMI naik Rp100 menjadi Rp2.475, ITMG naik Rp1.400 menjadi Rp28.600.

Selain itu, ADRO naik Rp40 menjadi Rp1.710, UNTR naik Rp350 menjadi Rp14.950, BMRI naik Rp50 menjadi Rp4.425, PTBA naik Rp400 menjadi Rp16.200 dan INTP naik Rp250 menjadi Rp10.950.

Saham-saham yang mengalami penurunan adalah saham BBRI turun Rp200 menjadi Rp7.450, UNVR turun Rp100 menjadi Rp10.850, INCO turun Rp50 menjadi Rp3.475, HMSP turun Rp100 menjadi Rp10.200, ELTY turun Rp20 menjadi Rp225, ENRG turun Rp10 menjadi Rp210 dan INDY turun Rp25 menjadi Rp2.125 dan ISAT turun Rp50 menjadi Rp4.950.

Kekhawatiran gagal bayar Dubai World memicu sikap hati-hati pemodal memposisikan portofolionya di bursa pekan ini, setelah sentimen negatif tersebut menghajar bursa regional pekan lalu.

Sentimen negatif dari BUMN investasi Timur Tengah itu memicu koreksi bursa regional pekan lalu, menyusul kekhawatiran emiten di Asia akan merugi akibat rencana Dubai menunda pembayaran utangnya.

bisnis.com
———————————— saham lain
30/11/2009 – 13:45
Sikapi Kondisi Bursa Global
Lebih Aman ‘Wait and See’
Jagad Ananda

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Berbahagialah investor yang telah mengamankan kekayaannya menjelang long week end pekan lalu. Sebab, setelah gagal bayar Dubai World, jagad persahaman dunia kembali diguncang ketidakpastian.

Memang, yang diumumkan Rabu (25/11) pekan lalu, bukanlah pernyataan ketidak-mampuan membayar. Pemerintah Dubai, sebagai pemilik Dubai World, hanya mengatakan, pihaknya memerlukan waktu untuk mengelola utang yang besarnya mencapai US$59 miliar.

Seraya menunggu restrukturisasi yang akan dibantu Konsultan Deloitte, pemerintah dari salah satu negara penghasil minyak terbesar di dunia itu meminta agar kreditur mau menunda pembayaran hingga 30 Mei.

Namun, apapun kilah yang dikemukakan, para pelaku pasar dunia menganggap Dubai telah kehilangan kemampuannya untuk membayar kewajiban-kewajiban mereka. Ini otomatis akan mengganggu likuiditas sejumlah bank di negara-negara maju yang memiliki tagihan kepada Dubai World.

Akibat berikutnya, seperti kita saksikan bersama, setelah bursa di Eropa, bursa Wall Street terkena gelombang berikutnya. Mungkin, itu sebabnya sejumlah analis yang dihubungi INILAH.COM meramalkan akan terjadinya longsor susulan di perdagangan saham yang berlangsung hari ini.

“Setelah Wall Street ikut tergelincir, tak banyak lagi yang bisa kita harapkan,” kata seorang kepala riset. Ia memprediksikan, indeks harga saham gabungan masih tetap berkutat di level 2.300. “Tadinya saya berharap indeks bisa dengan segera kembali ke level 2.400. Tapi kalau keadaannya seperti ini, berat,” lanjutnya.

Apalagi, dari dalam negeri nyaris tak ada sentimen positif yang bisa mendorong perdagangan. Betul, di pekan ini Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan tingkat inflasi yang rendah. BI pun diperkirakan masih akan mempertahankan tingkat bunganya.

Namun, semua itu sudah masuk dalam perkiraan para pelaku pasar. Sementara, kisruh Kasus Bank Century makin memanas dan ditengarai akan mengguncang keras dunia perpolitikan Indonesia dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Walhasil, tak ada lagi sentimen positif. Ditambah lagi, harga minyak dunia juga menunjukkan kecenderungan menurun. “Kami tak bisa merekomendasikan apa-apa. Dalam kondisi seperti ini, sebaiknya investor bersikap wait and see hingga ada kepastian yang jelas,” saran seorang analis. [mdr]
EKONOMI
30/11/2009 – 05:52
Investor Diminta Tetap Hati-hati
Demam Dubai World Mereda
Ahmad Munjin

INILAH.COM, Jakarta – Sentimen buruk dari Dubai yang terlilit utang diperkirakan susut pada perdagangan saham pekan ini. Pasalnya, Indonesia tidak memiliki eksposur struktural dengan Dubai.

Pengamat pasar modal, David Cornelis mengatakan, sentimen Dubai hanya sebatas contagious effect (efek yang menular) ke market domestik. Namun, secara exposure struktural, Indonesia tidak memiliki eksposure terhadap mereka.

Karena itu, sentimen dari dari Dubai hanya sentimen terhadap momentum pergerakan harga saham semata. Pekan depan, diekspektasikan market sudah memfaktorkan hal tersebut.

“Pekan depan sentimen negatifnya sudah mulai menurun sebagai akselerasi penurunan dari efek dari Dubai tersebut,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin. Menurut David sentimen Dubai ter-blow-up karena secara teknis bertepatan dengan terjadinya pelemahan momentum di pasar setelah mengalami penguatan sebelumnya.

Sebelumnya, bursa Asia seperti indeks Shangai merosot 3,6% dan merupakan penurunan terbesar sejak Agustus 2009. Kemerosotan indeks meluas hingga ke Jepang, indeks Nikkei 225 turun lebih dari 2% pada awal perdagangan.

Kondisi ini disinyalir akibat investor panik atas pengumuman Dubai World yang akan menunda pembayaran utang sebesar US$60 miliar hingga Mei 2010. Pengumuman itu menimbulkan pertanyaan mengenai reputasi Persian Gulf.

Pasalnya, perusahaan memiliki magnet terhadap berbagai perusahaan investasi internasional. Bila termasuk bunga, beban yang harus ditanggung grup perusahaan dukungan pemerintah itu menjadi sekitar US$ 80 miliar.

Sedangkan Kepala Riset PT Financorpindo Nusa, Edwin Sebayang menilai, kasus Dubai World memang memberikan dampak negatif ke bursa saham Indonesia, namun tidak secara langsung.

Jatuhnya bursa akhir pekan lalu dinilai akibat sektor finansial yang sedang konsolidasi. “Secara langsung bursa Indonesia tidak terpengaruh. Kalaupun IHSG terkoreksi, itu karena aspek psikologi karena Asia yang turun,” katanya.

Edwin menilai, saat ini kondisi perekonomian domestik memang sudah berangsur-angsur pulih. Namun, pelaku pasar harus tetap waspada. “Kita sudah melewati masa terparah dari krisis tapi karena kasus Dubai pasar tetap hati-hati saat ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia memprediksikan, kepanikan kasus Dubai di pasar internasional tidak akan berlangsung lama. “Bursa saham Eropa sudah turun cukup parah, sedangkan bursa AS tidak terlalu terimbas karena penundaan utang Dubai World itu,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Andrew Siahaan, Research Analyst Reliance Securities memprediksikan, bursa saham Indonesia pekan ini akan terkoreksi. Pasar menilai kasus Dubai World sebagai risiko pasar yang cukup tinggi.

“Hal ini akan memicu investor untuk mencari investasi yang lebih aman selain di emerging market, seperti mata uang yen, dolar AS, dan obligasi pemerintah,” jelasnya.

Meski kasus Dubai World tidak akan berimbas lama terhadap bursa dunia, kondisi ini dianggap memberikan kesadaran kepada investor bahwa pasar masih beresiko. “Kondisi perekonomian global memang sudah pulih namun masih risk recovery,” ujar Andrew. [ast/mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s