1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

doyan ngelanggar, demi laba seh … 311209 31 Desember 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 10:50 am

Melanggar Pasar Modal, 538 Pihak Kena Denda
Rabu, 30 Desember 2009 – 15:57 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencatat baru menangani 22 kasus yang selesai diproses dari 121 kasus. Selain itu, sebanyak 538 pihak telah dikenakan sanksi terkait pelanggaran peraturan pasar modal.

“Sebanyak 538 pihak sudah dikenakan sanksi denda,” kata Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany saat konferensi pers akhir 2009, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (30/12/2009).

Beberapa di antaranya adalah 278 emiten dengan total nilai Rp9,87 miliar, 42 manajer investasi dengan total nilai Rp354 juta, serta 127 perusahaan efek dengan total nilai Rp579 juta.

Selain itu, 27 pihak dikenakan sanksi tertulis, tiga wakil manajer investasi dikenakan sanksi pencabutan izin, serta sangksi pembekuan tiga akuntan publik dan tiga penilai.

Adapun dari 22 kasus yang telah selesai, sebanyak 17 kasus dikenakan sanksi dan lima kasus ditutup. “Lima kasus ditutup karena tidak ditemukan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ucapnya.

Sementara itu, sebanyak 99 kasus masih dalam proses pengenaan sanksi maupun dalam proses pemeriksaan.
(ade)

Bapepam Masih Periksa 99 Kasus Pasar Modal
31/12/2009 16:03:00 WIB
JAKARTA, INVESTOR DAILY
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) selama  2009 menangani  121 kasus terindikasi pelanggaran di pasar modal. Dari jumlah itu,  22 kasus telah diselesaikan dan 99 lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pengenaan sanksi.
“Kasus-kasus itu meliputi kasus  lama dan  baru. Kami  fokuskan dulu pada kasus yang baru. Untuk kasus-kasus  lama sudah ditangani  komite khusus,” ujar Ketua Bapepam-LK Fuad A Rahmany dalam konferensi pers penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (30/12).
Fuad menuturkan, dari 22 kasus yang telah dituntaskan,   17 di antaranya  telah dikenai sanksi administratif.  Bapepam-LK juga  telah memerintahkan   pelaku pelanggaran  melakukan  perbaikan. Lima kasus lain dihentikan pemeriksaannya karena otoritas pasar modal kami tidak menemukan  pelanggaran terhadap UU Pasar Modal.
“Kami  harap masyarakat dan pelaku pasar  memahami bahwa  kami  terus berupaya menegakkan hukum pasar modal. Kami pun menjalin  kerja sama yang intensif dengan aparat penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan Agung dan Kepolisian demi terciptanya kepastian di pasar modal,” paparnya.
Menurut Fuad Rahmany,   sanksi administratif yang dijatuhkan kepada para pelanggar peraturan pasar modal  cenderung beragam, dari peringatan tertulis, sanksi denda, pembekuan izin usaha, sampai pencabutan izin usaha institusi  dan perorangan.
Selama 2009, kata dia, Bapepam-LK  juga menjatuhkan sanksi denda  senilai  total Rp 11,04 miliar, meliputi  denda kepada 278 emiten senilai  Rp 9,87 miliar, Rp 354,6 juta kepada 42 manajer investasi (MI), Rp 579,2 juta kepada  127 perusahaan efek (PE), Rp 113,5 juta kepada perusahaan  penilai,  Rp 109,7 juta  kapad  akuntan publik,  Rp 7,8 juta  kepada Biro Administrasi Efek (BAE), dan Rp10,7 juta kepada bank kustodian.
Fuad menambahkan, kasus pelanggaran pasar modal yang ditangani Bapepam-LK adalah kasus-kasus yang berkaitan dengan keterbukaan emiten dan perusahaan publik, perdagangan efek, serta  pengelolaan investasi. “Jenis pelanggarannya  ntara lain dugaan  enturan kepentingan dan  transaksi material,” ucapnya.

Selain itu, menurut Fuad Rahmany, otoritas pasar modal  melayangkan  peringatan tertulis kepada satu komisaris MI, dua PE, 12 emiten, satu bank kustodian, dan satu manager investasi. Sanksi pencabutan izin dijatuhkan  kepada tiga wakil MI. Sanksi pembekuan surat tanda terdaftar (STTD) dijatuhkan  kepada tiga akuntan publik atau  kantor akuntan publik dan tiga penilai. (c134)

Iklan
 

ihsg, the global idol … 311209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:31 am

Kamis, 31/12/2009 10:20 WIB
Perbandingan IHSG di Asia Pasifik
Nurul Qomariyah – detikFinance

Kemeriahan Penutupan Perdagangan Saham
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup pada titik tertingginya sepanjang tahun 2009. IHSG juga mencatat kenaikan tertinggi kedua di kawasan Asia Pasifik.

Pada perdagangan Rabu (30/12/2009), IHSG ditutup menguat 15,362 poin (0,61%) ke level 2.534,356. Indeks LQ 45 juga menguat 2,743 poin (0,55%) ke level 498,288. Menurut Menkeu Sri Mulyani, IHSG menjadi salah satu indeks yang terbaik di dunia.

Level tertinggi IHSG tahun ini terjadi 6 Oktober 2009 ketika IHSG ditutup di level 2.528,146. Titik intraday tertinggi dicapai pada 7 Oktober 2009 ketika IHSG sempat menyentuh level 2.559.

Sementara titik terendah penutupan IHSG di 2009, terjadi pada 2 Maret 2009 di level 1.256,109, sedangkan untuk titik terendah intraday terjadi pada angka 1.252,871 pada hari yang sama.

Menurut siaran pers dari Bapepam-LK yang dikutip detikFinance, Kamis (31/12/2009), IHSG hingga 29 Desember 2009 mencatat kenaikan 85,85%. IHSG per 25 Desember ditutup pada level 2.518,99, dibandingkan posisi akhir tahun 2008 di 1.355,40.

Peningkatan serupa juga dialami oleh bursa efek di kawasan Asia Pasifik. Berikut rinciannya. (Catatan: Untuk Indonesia, Thailand dan Jepang data penutupan per 30 Desember 2008, Filipina tutup per 24 Desember 2008).

Bursa Efek 31 Desember 2008 29 Desember 2009 % Kenaikan
Shenzhen 553,30 1.191,07 115,27
Indonesia 1.355,40 2.518,99 85,85
Mumbai 9.647,31 17.401,56 80,38
Shanghai 1.820,80 3.211,76 76,39
Taiwan 4.591,22 8.053,83 75,42
Thailand 449,96 742.16 64.94
Filipina 1.872,85 3.052,68 62,99
Singapura 1.761,56 2.869,76 62,91
Hong Kong 14.387,48 21.499,44 49,43
Malaysia 876,75 1.275,22 45,45
Dow Jones 8.776,39 10.547,08 20,18
Jepang 8.859,56 10.638,06 20,07

(qom/qom)
Tutup Tahun, IHSG Mentok di 2.534
Rabu, 30 Desember 2009 – 16:14 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso – Okezone

Foto: Koran SI
JAKARTA – Penutupan indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir 2009, hanya berhasil naik 15,362 poin atau setara 0,61 persen ke posisi 2.534,356. Penguatan indeks dimotori oleh saham unggulan tertentu ini menjadi indikator pendukung rebound-nya indeks saham sore ini.

Selain itu, penguatan juga didukung oleh menghijaunya sejumlah sektor yang dipimpin oleh sektor manufaktur yang menguat hanya sebesar 6,26 poin, sedangkan saham sektor pertambangan dan perkebunan terkoreksi masing-masing 18 poin dan 4,72 poin. Sedangkan, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik tipis 0,718 poin ke posisi 417,182 dan indeks LQ45 naik 2,743 poin ke posisi 498,288.

Volume perdagangan saham Rabu (30/12/2009) sore tercatat sebanyak 2,803 miliar lembar saham senilai Rp2,111 triliun, dengan total transaksi mencapai 63.996 kali. Saham yang ditutup menguat 102 jenis saham, melemah 80 jenis saham, dan stagnan 84 jenis saham.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp850 ke posisi Rp21.550, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp750 menjadi Rp34.700, PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) naik Rp500 ke level Rp2.500, serta PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp300 ke posisi Rp13.700.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TMBS) turun Rp800 ke posisi Rp3.250, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp150 ke posisi Rp31.800, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp100 ke posisi Rp22.750, dan PT Tri Polyta Indonesai Tbk (TPIA) turun Rp100 ke posisi Rp2.200.

Sementara itu bursa regional terpantau bergerak melemah, antara lain indeks Nikkei 255 anjlok 91,62 poin atau setara 0,86 persen ke posisi 10.546,44, indeks Shanghai Composite di China berhasil naik 50,84 poin ke posisi 3.262,60, dan indeks Hang Seng turun tipis 2,82 poin ke posisi 21.496,62. Namun, indeks Seoul Composite menguat 10,29 poin ke level 1.682,77.
(css)

 

lumayan dah … 311209 (catatan INVES JANGKA PANJANG gw)

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:35 am

kenapa gw bilang lumayan dah … karena gw uda itung-itungan ternyata IMBAL HASIL (realized gain) SEHARUSNYA DI ATAS 60% UNTUK MENGALAHKAN INFLASI INDONESIA PERTAHUNNYA … baca di link ini dah :

http://ekonomitakserius.blogspot.com/2010/01/blog-post.html

… lalu catatan investasi gw maseh gw tambah lage neh :

http://sahambumi.wordpress.com/2009/04/27/setelah-8-taon-gw-mulai-beli-peluang-saham-lage/ … link di atas merupakan CATATAN SEJARAH PENTING dalam hidup investasi gw : bumi gw beli di 1300 :

Date Open High Low Close Volume Adj Close*
27-Apr-09 1,330.00 1,330.00 1,270.00 1,290.00 332,479,000 1,260.33

…. hasil investasi jangka menengah s/d 30 Desember 2009 :

Last Trade: 2,425
Trade Time: 4:00AM ET
Change: Down 75 (3.00%)
Prev Close: 2,500
Open: 2,500
Bid: 2,400
Ask: 2,425

… GAIN = +86,53% (profits and potential profits)  dalam waktu 8 bulan : closely averaged at 10% per month … not so bad, I think 🙂

… padahal bumi sempat bertengger di rekor tertinggi 2009:

Day’s Range: 2,400 – 2,525
52wk Range: 385 – 3,475

… berarti pada saat rekor, gain gw saat itu = +167,30% (potential profits) … gw masuk setelah analisis fundamental, teknikal, dan ekonomi global secara intens selama 1 bulan, sejak Maret 2009, ternyata lumayan dah … tapi pengalaman investasi gw mah udah berjalan sejak gw maseh di SMA, karena gw punya hobi membaca koran lokal, dan majalah asing, terutama bagian ekonomi, bisnis, dan finansial … jadi cukup panjang persiapannya bo 🙂 … jejak rekam dan catatan pengalaman investasi gw bisa juga disimak dari 2 blog terdahulu gw : http://ekonomitakserius.blogspot.com/ dan http://ekonomitakseriuslagi.blogspot.com/
31/12/2009 – 16:01
Catatan Saham Setahun
BUMI Sempat Sentuh Rp3.475
Ahmad Munjin

(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Sepanjang 2009, PT Bumi Resources (BUMI) berhasil mencatatkan penguatan 157,9%. BUMI sempat mencapai posisi tertinggi di level Rp3.475 setelah mendapat suntikan dana CIC.

Pada awal perdagangan 2009, saham BUMI dibuka di level Rp960 dan ditutup di level Rp940 atau naik Rp30 (3,296%) dibandingkan penutupan 2008 di level Rp910. Harga tertingginya mencapai Rp1.000 dan terendahnya Rp890.

Kenaikan saham BUMI ditopang rencana pembelian secara langsung di pasar yang dilakukan PT Indonesia Heavy Equipment (IHE), sebuah perusahaan alat berat. IHE mengakuisisi hingga 45% saham BUMI di pasar.

Pembelian ini merupakan langkah cerdas. Sebab, dalam jangka panjang prospek saham ini sangat baik. Selain itu, karena harga di pasar lebih murah jika dibandingkan dengan harga negoisasi langsung dengan Grup Bakrie.

Sayangnya penguatan BUMI tidak berjalan lancar. Pada 16 Januari 2009, BUMI mengalami titik terendah di level Rp385. Ini merupakan angka terendah bukan hanya di 2009 tapi selama lima tahun terakhir sejak Januari 2004.

Saham sejuta umat ini mendapat pertolongan dari kenaikan harga komoditas dunia. Harga CPO di pasar derivatif Malaysia untuk perdagangan Februari-Maret menguat RM34 dan diperdagangkan di level RM1.840. Sedangkan harga emas terpantau naik 0,5% dan harga perak naik 0,8%. Di pasar Asia, saat itu, harga kontrak minyak mentah Nymex untuk Februari mengalami peningkatan tipis 15 sen menjadi US$35,55 per barel.

Setelah itu, harga saham emiten ini perlahan tapi pasti berada dalam trend penguatan hingga mencapai level Rp770 per lembar pada 3 Maret 2009. Pada 13 Mei BUMI sudah bertengger di level Rp2.200. Semester I 2009, BUMI mengalami kenaikan 104,4% dan pada Juni membagikan dividen sebesar Rp50,6 per lembar.

Setelah itu, BUMI berhasil mencapai harga tertinggi 2009 di level Rp3.475 pada 24 September. Kenaikan dipicu kabar anak usaha Bakrie ini mendapat suntikan dana dari China Investment Corporation (CIC) senilai US$1,9 miliar atau setara Rp19 triliun. Pasar memberi respon positif, mengingat dana itu akan digunakan untuk restrukturisasi utang dan belanja modal.

CIC merupakan raksasa bisnis China dalam bentuk instrumen utang jangka panjang. Komitmen suntikan modal ini terbagi dalam tiga termin. Masing-masing sekitar US$600 juta jatuh tempo selama 4 tahun, US$ 600 juta dalam 5 tahun, dan US$ 700 juta selama 6 tahun. Instrumen itu menggunakan kupon tahunan 12% dengan tingkat pengembalian investasi (internal rate return/IRR) 19% yang dibayar saat jatuh tempo.

Setelah itu, harga BUMI terus berada dalam tren pelemahan. Pada 10 November 2009, emiten ini ditutup di level Rp2.150. Koreksi ini merupakan pembalikan arah dari penguatan September dan Oktober.

Apalagi, utang dari CIC dinilai pasar justru akan membebani keuangan BUMI. Hingga 16 Desember 2009, saham BUMI ditutup di level 2.350 dengan penguatan year to date alias kenaikan sejak awal tahun sebesar 163,63%.

Pada hari terakhir perdagangan 2009, Rabu (30/12) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (3%) menjadi Rp2.425 dibandingkan hari sebelumnya di level Rp2.500. Namun sepanjang 2009 ini, BUMI menguat Rp1.485 (157,9%) dibandingkan awal tahun di level Rp940. [mdr]

… nah di REKSA DANA SAHAM gw JUGA BERHASIL MENELORKAN GAIN YANG TINGGI DALAM JANGKA PANJANG LIAT DI LINK INI : http://investasireksadanaindonesia09.blogspot.com/2009/12/data-nab-reksa-dana-gw-jelang-tutup.html

 

manis di saat berduka … 301209 30 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:33 pm

Indeks Saham Torehkan Catatan Manis di Akhir Tahun
Rabu, 30 Desember 2009 | 17:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Di tengah sepinya perdagangan serta pergerakan bursa regional yang beragam, indeks harga saham domestik di akhir tahun ditutup manis ke level tertingginya tahun ini. Sebelumnya, indeks saham sudah naik empat hari berturut-turut.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada perdagangan Rabu ini kembali menguat 15,362 poin atau 0,61 persen ke level 2.534,356 dari posisi sehari sebelumnya yang berada di 2.518,994. Sebelumnya rekor tertinggi indeks yang pernah dicapai pada level 2.528,146 pada 6 Oktober lalu.

Transaksi berlangsung sepi dengan saham yang berpindah tangan mencapai 2,8 miliar unit senilai Rp 2,11 triliun, serta frekuensi kurang dari 64 ribu kali. Sebanyak 93 saham berhasil naik, 70 saham turun, serta 82 saham tidak mengalami perubahan harga. Investor asing mencatat pembelian bersih senilai Rp 201 miliar.

Analis dari BNI Securities, Maxi Liesyaputra, menjelaskan di tengah turunnya sebagian bursa regional. Sentimen positif dari menguatnya harga komoditas logam seperti nikel dan timah menjadi penopang pergerakan sejak pagi tadi.

Optimisme investor akan ekonomi global maupun domestik tahun depan, serta keyakinan kinerja emiten triwulan keempat tahun ini juga akan membaik sehingga mampu memicu invetor berani memburu bursa diakhir perdagangan tahun. “Alhasil, indeks pun berhasil mencetak level tertingginya sepanjang tahun ini,” ujar dia.

Saham-saham yang mendorong pergerakan indeks hari ini adalah: Astra International melesat Rp 750 menjadi Rp 34.700, Gudang Garam melonjak Rp 850 menjadi Rp 21.550, Indocement naik Rp 300 menjadi Rp 13.700, Bank Mandiri naik Rp 100 menjadi Rp 4.700, Bank BCA naik Rp 125 menjadi Rp 4.850, United Tractor naik Rp 150 menjadi Rp 15.500, Bank BRI menguat Rp 50 menjadi Rp 7.650, dan PTBA juga menguat Rp 50 menjadi Rp 17.250 per saham.

Sepanjang tahun ini indeks harga saham mencatat kenaikan yang sangat spektakuler sebesar 1.178,948 poin atau 86,98 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu di posisi 1.355,408. Kenaikan indeks lokal tahun ini merupakan yang tertinggi di kawasan regional.

Bursa Cina yang pada 2009 hanya naik 79,18 persen, India 74,25 persen, bursa Thailand 64,94 persen, bursa Korea Selatan naik 45,39, bursa Hong Kong naik 42,9 persen, bursa Malaysia menguat 42,13 persen, bursa Jepang hanya naik 19,04 persen, serta bursa New York juga hanya naik 16,72 persen.

VIVA B. KUSNANDAR

 

… rehat dah, nyaman … 301209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:29 am

Rabu, 30/12/2009 09:45 WIB

Indeks dibuka naik 6,96 basis poin jadi 2.525,95

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 6,96 basis poin (0,28%) menjadi 2.525,95 dipimpin oleh kenaikan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sebanyak 29 saham naik, 10 saham turun dan 357 saham tidak berubah. Saham TLKM naik Rp100 menjadi Rp9.600. Selanjutnya, saham BUMI tidak berubah dari posisi kemarin, yaitu Rp2.500 dan TINS tetap Rp1.970.

Analis saham PT BNI Securities Maxi Liesyaputra mengatakan indeks berpotensi ditutup menguat akhir tahun ini. Kemarin, indeks kembali mengalami penguatan meskipun tidak signifikan.

Sementara untuk hari ini BNI Securities memperkirakan indeks masih berpotensi untuk bergerak fluktuatif dan dapat ditutup kembali menguat, meskipun semalam Dow Jones mencatat penurunan yang sangat tipis sebesar 1,7 poin (0,02%).

Keyakinan konsumen AS pada Desember mengalami kenaikan dan menunjukkan bahwa ekonomi akan terus mengalami pertumbuhan pada tahun 2010. Sentimen positif lainnya adalah pergerakan harga logam dunia di LME yang menunjukkan penguatan signifikan, terutama yang dicatat oleh komoditas nikel dan timah.

Namun, di sisi lain pergerakan bursa regional Asia Pasifik pada pagi ini kurang menggembirakan. Beberapa bursa regional mengalami penurunan tipis sementara Nikkei hanya mencatat kenaikan yang tidak signifikan.

Kurs rupiah terus melanjutkan tren penguatannya yang pada saat ini berada di posisi Rp9.430 per US$. Kami perkirakan pada hari ini indeks akan bergerak di kisaran 2500 sampai 2550.

bisnis.com

30/12/2009 – 09:35
Jelang Tutup Bursa, IHSG Naik 8,41 Poin
Mosi Retnawi Fajarwati

INILAH.COM, Jakarta – Jelang penutupan bursa, IHSG masih menguat kendati hanya naik 8,41 poin (0,33%) ke 2.527,4.

Sementara jumlah saham naik 28, jumlah turun 10, dan jumlah saham stagnan 46. Dengan nilai transaksi Rp45.032.629.500 diiringi volume perdagangan yang masih minim sebesar 43.978.000.

Dua indeks lainnya yaitu LQ45 dan JII juga berada di zona hijau dengan naik masing-masing 1,99 poin ke 497,54 dan 1,67 poin ke 418,13. Secara sektoral pun, semua sektor menghijau.

Beberapa saham yang mengalami kenaikan pada pembukaan hari ini adalah saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp250 ke Rp20.950, saham PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp150 ke Rp34.100, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp150 ke Rp32.100, saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp150 ke Rp17.350, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp75 ke Rp4.675, dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp100 ke Rp9.600.

Dan beberapa saham yang mengalami penurunan adalah saham PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp100 ke Rp15.250, saham PT International Nickel Ind Tbk (INCO) turun Rp75 ke Rp3.625, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp50 ke Rp2.450, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp25 ke Rp2.225, dan saham PT Charoen Phokpand Tbk (CPIN) turun Rp25 ke Rp2.250 [mre/hid]
IHSG Dekati 2.550
Rabu, 30 Desember 2009 10:35 WIB
JAKARTA–MI: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/12), pada pembukaan pasar naik 0,47 persen mendekati angka 2.550 poin, karena pelaku pasar masih aktif bermain dengan membeli saham-saham murah.

Indeks BEI naik 11,894 poin menjadi 2.530,841 dan indeks LQ-45 menjadi 498,178 bertambah 2,633 poin atau 0,59 persen. Analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Rabu, mengatakan, indeks BEI diperkirakan akan dapat mencapai angka 2.550 poin pada Rabu sore, karena aksi beli pelaku makin besar.

Pelaku pasar menjelang akhir tahun ini membeli saham-saham murah yang masih dapat memberikan keuntungan. Indeks BEI yang terus menguat karena mendapat dukungan dari pelaku asing yang membeli saham di BEI menyusul membaiknya saham-saham Wall Street. Kenaikan indeks BEI itu karena masih ada emiten yang melakukan aksi window dressing agar kinerja perusahaan makin membaik.

Pengamat pasar Farial Anwar mengatakan, kegiatan pasar masih terjadi karena ada pelaku yang masih melakukan pembelian saham. Pembelian saham dilakukan oleh pelaku asing, karena mereka optimistis BEI masih akan dapat memberikan gain yang cukup tinggi. Karena itu, pasar saham Indonesia ke depan akan semakin diminati pelaku asing, meski saat ini mereka masih bermain dalam jangka pendek. (Ant/OL-04)

 

imink-iming doank (19) … 301209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:26 am

Wajah Pasar Modal 2010
Senin, 28 Desember 2009 – 11:52 wib

Setahun lalu, masih ingatkah Anda bagaimana membayangkan pasar modal Indonesia di 2009? Sebagian besar pelaku pasar, analis dan investor menatap 2009 dengan sikap was-was, penuh keraguan, bahkan ada yang pesimis dan menatap tanpa gairah.

Maklum, memasuki 2009 lalu, semua pelaku pasar baru saja menghadapi dampak psikologis yang amat dasyat akibat pasar tertekan sangat hebat oleh krisis keuangan yang menjalar seantero dunia. Bayangan suram, bukan hanya menghinggapi pelaku pasar, tetapi pelaku ekonomi pada umumnya. Tahun 2009 dipandang sebagai tahun yang penuh ketidakpastian.

Fakta rupanya bicara lain. Bayangan suram yang ditakutkan hanya berlangsung pada tiga pertama 2009. Indikator pasar pada tiga bulan pertama sesuai dengan bayangan suram yang menggelayuti benak pelaku pasar. Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) minim. Nilai rata-rata transaksi harian selalu di bawah Rp 2 Triliun. Januari tercatat Rp 1,65 Triliun, Februari Rp 1,23 Triliun dan Maret sedikit bergerak naik menjadi Rp 1,85 Triliun. Rata-rata saham yang berpindah tangan juga kecil, tidak lebih dari 2 miliar saham sehari. Begitupun dengan frekwensi transaksi, ada di kisaran 40.000-an per hari. IHSG pada Januari dan Februari tercatat terus terkoreksi. Pendek kata, kondisi pasar tiga bulan pertama mewakili perasaan pelaku pasar yang pesimis.

Bulan ke empat, April dan seterusnya, tanpa diduga pasar seperti mendapat suntikan energi besar, tiba-tiba bergerak kencang dan melaju cepat. Semua indikator perdagangan mengalami peningkatan yang tidak disangka-sangka. Hingga tulisan ini dibuat, pasar masih memperlihatkan kegairahannya, meskipun sesekali agak terganggu oleh faktor-faktor di luar pasar yang mendatangkan sentiment negatif. Catatan BEI, sampai 11 Desember lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah bertengger di level 2.519,10 atau tumbuh 85,86% dibandingkan penutupan 2008 di titik 1.355,41.

Pertumbuhan IHSG sebesar itu sekaligus menempatkan BEI di peringkat pertama sebagai Bursa Efek yang mencatat prestasi atau return tertinggi di dunia. Posisi kedua dan ketiga ditempat bursa Shanghai (78,34%) dan Bursa Mumbai India (77,45%). Nilai rata-rata transaksi harian mencapai Rp 4,1 Triliun dan volume rata-rata 6,33 Miliar lembar saham dengan frekwensi rata-rata mencapai 88.000 kali transaksi per hari.

Pendek kata, nuangsa pasar di 2009 sama sekali berbeda 180 derajat dibandingkan dengan suasana pasar 2008. Pada 2008, investor diliputi suasana ‘berkabung’, sedangkan pada 2009 perasaan investor berbunga-bunga ibarat menikmati angin surga.

2010

Bagaimana dengan 2010, Tahun Macan yang sebentar lagi datang? Tahun 2008 dan 2009 memberikan pelajaran berharga bagi investor untuk menghadapi 2010. Apakah 2010 akan diwarnai aksi profit taking besar-besaran setelah sepanjang 2009 investor menangguk untung 85,86%? Ataukah pencapaian selama 2009 masih akan terus berlanjut hingga 2010?

Harus diingat pada awal 2008, IHSG pernah mencapai puncaknya di level 2.830-an. Jika ini dijadikan sebagai tolok ukur puncak prestasi, maka sebenarnya pertumbuhan IHSG 2009 yang amat gemilang tadi belum mengembalikan pasar modal pada posisi puncak yang pernah dicapai. Artinya masih ada peluang untuk meneruskan pertumbuhan nilai portofolio. Apalagi faktor untuk mencapai pertumbuhan itu amat mendukung.

Dari sisi makro ekonomi, diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai kisaran 5,3% hingga 5,5%. Bahkan ada yang berani menaksir hingga 6%. Untuk mencapai pertumbuhan sebesar itu tentu saja dibutuhkan investasi yang juga besar. Ekonom dari Universitas Indonesia Chatib Basri dalam sebuah presentasinya mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 1% dibutuhkan investasi sebesar 4,5% APBN. Bisa dihitung berapa dana investasi yang dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan 5,3%. Dari mana sumbernya? Salah satu andalannya adalah sektor swasta dan pasar modal.

Maka jangan heran jika pada 2010 akan banyak Emiten baru dan akan banyak Emiten yang akan menambah modalnya melalui penerbitan saham baru atau obligasi. BEI sendiri menargetkan Emiten baru sebanyak 25 perusahaan. Jumlah perusahaan yang akan mencatat emisi saham tambahan sebanyak 35 perusahaan.

Dari sisi moneter, posisi nilai tukar Rupiah juga diramal akan semakin kuat di kisaran Rp 9.300 per dolar AS hingga Rp 9.500 per dolar AS. Tingkat suku bunga acuan diperkirakan sekitar 7% dan laju inflasi ditaksir berkisar 6,5%.

Dengan indikator makro yang lebih baik, pemodal boleh menaruh asa pada 2010. Hilangkan sikap putus asa akibat runtuhnya pasar pada 2008. Jika Anda belum merasakan nikmatnya pertumbuhan saham pada 2009, maka masih ada peluang untuk merasakannya di 2010. (Tim BEI)(//rhs)
Menkeu: Waspadai Ekonomi 2010
Kamis, 31 Desember 2009 – 08:09 wib

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan para investor untuk mewaspadai pergerakan ekonomi nasional dan global, meski tren pertumbuhan 2010 diperkirakan lebih baik.

Dia juga meminta investor tidak terhanyut dalam sentimen positif tersebut. “Kami tidak boleh mengalami euforia berlebihan pada semester II 2009 ini. Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai dan diantisipasi,” ujar Sri Mulyani Indrawati saat acara penutupan perdagangan saham 2009 di Jakarta kemarin.

Menkeu menuturkan, sinyal pembalikan tren pertumbuhan ekonomi ke arah lebih positif ini mulai terlihat pada semester II-2009.Perekonomian nasional dinilai sudah berhasil melewati masa terburuk akibat krisis keuangan global pada akhir 2008 yang berlanjut hingga dua kuartal pertama di tahun ini.

Melihat itu, Menkeu mengingatkan, semua relaksasi kebijakan yang dibuat pemerintah sehingga bisa menjaga pertumbuhan ekonomi tidak bisa berlangsung selamanya. Perubahan kebijakan pemerintah inilah yang harus diwaspadai dan diantisipasi oleh pelaku pasar.

Relaksasi kebijakan yang juga mewabah di negara-negara lain ini, di antaranya menambah anggaran belanja negara,membuat berbagai fasilitas pajak. Lalu dari sisi moneter, Bank Indonesia bersama bank sentral lainnya memotong secara agresif suku bunga acuan. Namun, Sri Mulyani melanjutkan, kebijakan seperti ini tidak mungkin berlangsung selamanya.

Begitu perekonomian membaik, setiap negara,juga Indonesia pasti akan kembali menerapkan kebijakan normal. Persoalannya di sini, kata dia, menormalkan kembali kebijakan luar biasa tersebut berisiko mengganggu pemulihan perekonomian. Apalagi pemulihan perekonomian global tahun depan masih rentan. “Kalau semuanya menerapkan exit strategy lalu tiba-tiba ekonomi terpelanting lagi.

Maka dari itu,kami perlu koordinasi,”paparnya. Terkait hal ini, negara-negara anggota G-20 sepakat untuk saling berkoordinasi sebelum menetapkan exit strategy. “Exit strategy itu artinya pendapatan negara harus naik, belanja dari sisi APBN dipotong,” kata Menkeu. Jika pendapatan negara harus naik, ujarnya, berarti keringanan pajak tidak akan ada lagi.

Lalu seiring menyusutnya belanja negara, proyek-proyek infrastruktur juga tidak akan segencar tahun ini. Lebih lanjut Sri Mulyani menuturkan, tahun ini bukan periode yang mudah bagi pelaku pasar. Meski demikian, di tengah itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu mencapai hasil terbaik.Penguatan IHSG tahun ini tercatat terbaik di kawasan Asia Tenggara.

“Di Asia Pasifik yang bisa mengalahkan kami hanya Shen Zen. Prestasi yang sangat baik ini merupakan hasil dari teman-teman di Bursa Efek Indonesia,” paparnya. Pada tahun depan,Menkeu berharap kinerja IHSG bisa lebih dan para pelaku bursa lebih fokus dalam menjaga kinerja.“Kalau kami tujuannya baik,Insya Allah,Tuhan memberikan jalan yang baik,” katanya.

Menanggapi peringatan dari Menkeu tersebut, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mengatakan, optimisme pasar dalam negeri sangat ditentukan oleh situasi pasar internasional.“Pasar kita di dalam negeri sebenarnya masih sangat tergantung pada isu yang ada di luar.Misalnya jika Wall Street bergolak, baru pasar dalam negeri kita bergolak,” katanya.

Adapun situasi di dalam negeri, Nina menambahkan, tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi pasar.Kecuali,kata dia,jika terjadi pergantian kabinet (reshuffle kabinet) ataupun pergantian pemerintah.“ Seperti tahun 1998, pasar sangat bergolak karena kondisi internal dalam negeri tidak kondusif. Kalau situasi sekarang kondisi politik sudah mulai terpisah dari kebijakan makro ekonomi,” tambahnya.

Pasar dalam negeri, kata Nina, akan menjadi lebih optimistis,jika pemerintah tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL), bahan bakar minyak (BBM), dan harga bahan pokok lainnya. “Saya pikir pasar dalam negeri masih bisa optimistis menghadapi kejadian dalam dan luar negeri yang tidak terlalu mengkhawatirkan,”ujarnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Econit Hendri Saparini mengatakan, Indonesia pada 2010 harus mencermati perekonomian 2010. Ini karena negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Indonesia seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang masih sangat labil. Meski AS dan Jepang sudah membaik, tapi bukan jaminan bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Indonesia sebenarnya tidak siap menghadapi era keterbukaan yang lebih kompetitif saat ini.Meski Indonesia merupakan satu dari tiga negara di dunia yang memiliki pertumbuhan ekonomi positif saat ini,namun kualitas pertumbuhannya tidak bisa diharapkan dan itu berbeda dengan China dan India,” katanya.Menurutnya, pada tahun depan, potensi perbaikan perekonomian bukan terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara seperti China dan India.
(Meutia Rahmi /Koran SI/css)
30/12/2009 – 08:52
Wow, 2010 IHSG Bisa di Level 3.000
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – IHSG pada 2010 bisa mencapai level 3.000. Investor asing akan melihat valuasi secara keseluruhan mulai dari macro hingga mikro ekonomi.

Hal itu dikatakan pengamat pasar modal David Cornelis di Jakarta kemarin. “Pasar kita masih sangat menarik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat baik dibandingkan Negara lain dan tawaran imbal hasil di pasar kita masih prospektif untuk mendapat aliran dana yang masuk,” jelas David.

Bursa saham 2009 ditutup pada Rabu (30/12). Bursa saham Indonesia pun salah satu bursa saham di Asia yang cukup menguat pada 2009 sekitar 85%.

Lebih lanjut David mengatakan, IHSG pada 2009 merupakan tahun pemulihan buat pasar modal global. Hal ini dilihat dari level indeks saham Indonesia menuju level 2.500 dan indeks Dow Jones sekitar 10.500. “Sepertinya agak relatif terlalu cepat untuk bergerak positif dan melakukan technical rebound dengan rapid movement, memang kenaikkan sudah diproyeksikan tetapi kenaikannya tidak sebesar yang terjadi,” tutur David, pada Selasa (29/12).

Menurut David, pada awal 2009 sebagai fase equity recovery dan akhir tahun 2009 sebagai fase transisi menuju kenaikan indeks. “Penurunan yang sangat ‘rapid n radical’ membuat market ‘touch’ level bawah sehingga teradi juga pembalikan arah yg begitu cepat momentumnya yang sama dengan reaksi ketika terjadi crash 2008,” kata David.

Kenaikan IHSG ini juga didukung dari factor macro dan fundamental ekonomi yang berjalan baik sehingga valuasi bursa saham pun kembali menarik. Pengamat pasar modal Felix Sindhunata mengatakan, kenaikan IHSG pada 2009 juga didukung oleh masuknya dana asing ke emerging market termasuk Indonesia dan kenaikan harga komoditas juga mempengaruhi kinerja emiten di Indonesia.

Menurut David, indeks saham mencapai level 2.500 juga telah sangat cukup untuk valuasi market sepanjang tahun 2009. Banyak bad news telah terjadi di pasar sehingga fase equity recovery yang dimulai pada 2009 dan mendorong kenaikan di 2010,” jelas David.

David pun optimis dengan IHSG pada 2010. “Biasanya dana akan lebih banyak masuk pada awal tahun dan kita harus melihat tahun baru dengan optimis demikian juga IHSG meski pun persentase kenaikannya tidak sebesar 2009,” kata David. [hid]

 

ga tau beneran, tapi ada orang amrik doyan blog gw … 301209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:54 am

http://www.alabamawomen.org/ ternyata nge-link LANGSUNG ke blog gw ini … well, gpp asal bagus niatnya aja 🙂 … neh blog gw terpampang di :  http://www.alabamawomen.org/link.php?url=—-://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/17/akhirnya-formulir-itu-datang-juga-171209/ … kalo ga salah tujuan blog itu adalah supaya CEWE ALABAMA, amrik, BISA DIBERDAYAKAN MENJADI CEWE2 JAGOAN DAN KAYA … well, memang maen saham adalah salah satu cara seh bwat jadi kaya, asal tau caranya 🙂