1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

sebaiknya waspada, gw mah selalu always dah … 031209 3 Desember 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 11:57 pm

Menteri Keuangan Himbau Waspadai Gelembung Ekonomi
Rabu, 02 Desember 2009 | 15:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta pelaku ekonomi mewaspadai adanya gelembung (bubble) ekonomi. Meletusnya bubble ekonomi merupakan konsekuensi sistem ekonomi yang tumbuh dengan tidak alami.

“Perekonomian dunia akan mulai disesuaikan pada 2010-2011,” ujar Sri Mulyani dalam pembukaan Investor Summit and Capital Market Expo 2009 di Jakarta, Rabu (2/12). Dia menjelaskan, munculnya bubble saat ini disebabkan kebijakan otoritas moneter dan fiskal dunia dalam menolong ekonom melewati masa krisis.

Kebijakan tersebut diwujudkan dalam stimulus fiskal dan stimulus moneter. Misalnya, menurunkan suku bunga dan mencetak uang untuk mencukupi likuiditas. Akibatnya, likuiditas dunia saat ini melimpah. “Hal itu bukan kebijakan normal sehingga perlu disesuaikan lagi,” kata Sri Mulyani.

Akibat penyesuaian itu pada pelaku ekonomi antara lain perubahan suku bunga, nilai tukar dan inflasi. “Konsolidasi kebijakan tersebut akan dilakukan mulai tahun depan,” ujar Sri.

Untuk menghadapinya, Sri meminta investor menerapkan empat prinsip dalam mengelola perusahaan. Prinsip tersebut adalah kehati-hatian, akuntabel, good governance dan transparan. Adapun pelaku pasar meminta pemerintah menjadikan hal ini sebagai perhatian utama.

“Pasar harus bersiap menghadapi benturan kedua akibat bubble,” ujar Direktur Finan Securities Edwin Sinaga. Sebagai pelaku pasar uang, dia menilai bahwa kondisi pasar saat ini baik. Namun bursa juga masih memiliki kekurangan, antara lain risk manajemen yang masih kurang.

FAMEGA SYAVIRA/AGOENG WIJAYA
Menteri Keuangan Imbau Investor Tetap Waspadai Globalisasi
Rabu, 02 Desember 2009 | 12:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati meminta investor tetap berhati-hati mengikuti perekonomian global. Pasalnya, konsolidasi perekonomian global sebenarnnya baru akan dimulai tahun depan hingga 2011. “Jadi hati-hati melangkah,” katanya ketika membuka acara Investor Summit and Capital Market Expo 2009 di Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (2/12).

Sri mengatakan krisis keuangan global 2008 memaksa setiap negara untuk melakukan upaya penyelamatan lewat berbagai kebijakan fiskal dan moneter. Pada kebijakan fiskal, setiap pemerintah menggelontorkan dana stimulus seperti yang dilakukan pemerintah tahun ini sebesar Rp 73,3 triliun untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan.

Adapun pada kebijakan moneter, bank sentral mengendalikan inflasi rendah, mengendorkan kebijakan suku bunga mereka, dan mencetak uang untuk mengisi likuiditas sistem keuangan yang mengalami krisis likuiditas.

Dia mencontohkan bank sentral Amerika Serikat, the Federal Reserve, yang mencetak dolar hingga sebesar Rp 2.400 triliun untuk mengisi likuiditas sistem keuangan yang mengering.

Nah, negara G20 sepakat bahwa berbagai kebijakan yang dilakukan setiap Negara dalam menangani krisis 2008 itu bukanlah kebijakan yang normal.

Oleh sebab itu, ketika krisis keuangan kini mulai mereda dengan munculnya gejala pemulihan ekonomi global, berbagai negara diyakini bakal menyesuaikan lagi berbagai kebijakannya. “Penyesuaian itulah yang harus juga disesuaikan oleh para investor,” ujarnya.

Apalagi, negara G20 akan sangat berhati-hati untuk memutuskan exit policy yang diperkirakan akan sangat tergantung kesiapan masing-masing negara. Pelaku usaha pasti akan kembali melakukan penyesuaian terhadap kondisi kesehatan keuangan mereka setelah sebelumnya mereka terus terhimpit krisis.

“Jadi jangan berharap kondisi nyaman saat ini, dana berlimpah, suku bunga rendah, inflasi rendah, akan berlangsung selamanya. pelaku usaha harus tetap membuat berbagai skenario,” katanya.

Sri pun berharap para investor dan pelaku usaha tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent), transparan, dan konsisten dalam menjalankan bisnisnya. Dia mempersilahkan pelaku pasar berupaya mengambil keuntungan sebesar-besarnya sepanjang tak menimbulkan gangguan terhadap keseluruhan sistem.

Meski demikian, dia berharap investor juga tetap optimis melihat potensi perekonomian Indonesia yang berpeluang tumbuh lebih besar pada masa mendatang.

Pemerintah, kata dia, akan tetap berupaya untuk menjaga kepercayaan publik dan investor. Dia mengibaratkan pemerintah dan investor sebagai mitra kerja. “Bedanya saya regulator, anda pelaku pasar. Tujuan kita sama, anda mendapat keuntungan maksimum, saya bisa menjamin wibawa dengan menjaga kepentingan public,” kata Sri.

AGOENG WIJAYA | FAMEGA SAVIRA

 

hari gw coba2 berekspektasi beli … 031209

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 1:15 pm

order beli trub:
132
order beli trub tambahan:
134
order jual trub:
135
136
order jual trub:
135 full matched
136 full matched
order jual trub tambahan:
140
139
order jual trub revisi:
138
————————- saham lain
order beli elsa:
300
order beli elsa tambahan:
305
order beli elsa:
305 full matched
order jual elsa:
310
————————- saham lain
order beli bnii:
350

————————- saham lain
order jual bbri:
8050
order jual bbri:
8050 full matched
————————- saham lain
order beli indy:
2125
2150
order jual indy:
2200
2175
————————- saham lain
03/12/2009 – 16:20
IHSG Ditutup Naik 28,48 Poin ke 2.500
Wahid Ma’ruf

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis (3/12) ditutup naik 28,48 poin (1,15%) di level 2.500,04 yang mendapat sentimen positif dari pembukaan bursa Eropa yang dibuka naik.

Hal itu dikatakan analis saham BNI Securities Muhammad Alfatih kepada INILAH.COM Kamis (3/12). “Indeks bergerak menguat dipengaruhi bursa Eropa yang dibuka naik hingga 1% dan bursa regional yang juga masih berada di area positif,” katanya.

Sentimen positif ini berbarengan dengan data yang dikeluarkan BI soal BI rate yang tetap dipertahankan di level 6,5%. Kebijakan BI ini sesuai dengan ekspektasi pasar sehingga menjadi sentimen yang membuat indeks menembus level 2.500.

Volume perdagangan mencapai 5,2 miliar unit saham senilai Rp3,2 triliun, dengan 113 saham naik, 77 saham turun dan 61 saham stagnan. Untuk LQ45 naik 6,6 poin ke 495,64 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 6,3 poin ke 413,09.

Untuk saham-saham yang naik antara lain Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp4.450 ke Rp174.500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp950 ke Rp30.000, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp4550 ke Rp17.750, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp550 ke Rp11.850, Mandom Indonesia ((TCID) naik Rp400 ke Rp7.500, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp200 ke Rp9.200, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp200 ke Rp8.050.

Sedangkan untuk saham-saham yang turun antara lain Bank Ekonomi Raharja (BAEK) turun Rp300 ke Rp2.700, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp100 ke Rp10.100. [hid/cms]
————————- saham lain

————————- saham lain
… 50 menit jelang tutup, ihsg tertahan oleh sinyal parabolic sar yang mengarah jual … jenuh beli pun sudah tampak di teknikal slow stochastic… ihsg berada di atas medium bollinger bands 2489 … tapi juga semakin dekat pada pada batas atas bollinger bands di 2500 … analis pro ada yang bilang bahwa ujian ihsg hari ini adalah tembus 2500 …
… 14 menit jelang tutup, ihsg mulai mantul naek setelah keluar dari area jenuh beli dan golden cross mulai terjadi lage ke beli kuat di 2494 …
… ihsg bener juga ditutup di 2500, sesuai ekspektasi analis pro … namun gw agak bingung liat bumi yang flat di 2550, kayanya ini doji, padahal bumi tetap maseh berperan sebagai index mover … mungkin kah ini pertanda koreksi bwat bumi dan sekaligus ihsg esok … well, liat aja dah
————————- saham lain
Kamis, 03/12/2009 12:09 WIB

Sesi I ditutup cerah, PGAS dan TLKM merajai

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 12,22 basis poin (0,5%) menjadi 2.483,78 pada penutupan perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia hari ini. Saham PGAS, TLKM dan UNVR menjadi top gainer.

Pada perdagangan saham sesi I, sebanyak 64 saham naik, 61 saham turun dan 269 saham tidak berubah. Saham PGAS naik Rp100 menjadi Rp3.900, TLKM naik Rp100 menjadi Rp9.100, UNVR naik Rp250 menjadi Rp11.550, PTBA naik Rp400 menjadi Rp17.600, BBRI naik Rp50 menjadi Rp7.900, INTP naik Rp150 menjadi Rp11.750.

Selanjutnya, BYAN naik Rp150 menjadi Rp5.650, ASII naik Rp100 menjadi Rp32.650, UNTR naik Rp100 menjadi Rp15.200 dan CPIN naik Rp100 menjadi Rp2.150.

Adapun, saham-saham yang mengalami penurunan adalah BMRI turun Rp50 menjadi Rp4.575, BUMI turun Rp50 menjadi Rp2.500, GGRM turun Rp350 menjadi Rp18.150, BNBR turun Rp4 menjadi Rp97, dan ISAT turun Rp50 menjadi Rp4.950.

bisnis.com

03/12/2009 – 12:03
IHSG Sesi I Ditutup Naik 12,2 Poin
Wahid Ma’ruf

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG  pada sesi I perdagangan Kamis (3/12) ditutup naik 12,2 poin (0,49%) di level 2.483,78 yang cenderung mixed mengikuti pergerakan bursa regional.

Hal itu dikatakan analis saham First Asia Capital Bayu Aji kepadaINILAH.COM Kamis (3/12). “Indeks bergerak cenderung mixed mengikuti bursa regional walaupun bursa Jepang dan Singapura naik cukup lumayan,” katanya.

Investor saat ini masih wait and see terhadap kebijakan BI terhadap BI Rate. Walaupun sudah diprediski akan dipertahankan 6,5%. Pada sesi I saham-saham blue chip terlihat bertahan di zona positif. Walaupun sesi II ada potensi koreksi dari saham sektor perbankan setelah ada pengumuman BI rate. Selain itu tergantung perkembangan bursa Hongkong kalau turun maka akan memicu koreksi.

Volume perdagangan mencapai 2,6 miliar unit saham senilai Rp1,5 triliun, dengan 70 saham naik,63 saham turun dan 75 saham stagnan. Untuk LQ45  naik 2,7 poin ke 491,75 dan Jakarta Islamic Index (JII)  naik 2,8 poin ke 409,67.

Untuk saham-saham yang naik antara lain Multi Bintang Indonesia (MLBI) naik Rp4.450 ke Rp174.500, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp400 ke Rp17.600, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp250 ke Rp11.550, United Tractors (UNTR) naik Rp200 ke Rp15.300, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp200 ke Rp11.800, Bayan Resources (BYAN) naik Rp150 ke Rp5.650, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp125 ke Rp3.925.

Sedangkan untuk saham-saham yang turun antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp300 ke Rp18.200, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) turun RP75 ke Rp3.300. [hid/cms]