1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

windows dressing knocking @ investors’ pockets … 041213 4 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 1:49 am

Trik Main Window Dressing

Oleh: Bastaman
pasarmodal – Selasa, 3 Desember 2013 | 13:32 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Investor bisa memanen rezeki nomplok dari aksi window dressing. Berikut petunjuk bagi investor yang ikut main window dressing.

Ini kelaziman yang terjadi di setiap akhir tahun. Beberapa hari menjelang tutup tahun, sejumlah emiten dan fund manager biasanya mengerek harga sahamnya. Tujuannya untuk memoles kinerja keuangannya. Dalam aksi window dressing ini, emiten yang akan meminta jasa beberapa pialang untuk mengangkat harga sahamnya setinggi mungkin.

Makanya, aksi window dressing sangat dinanti-nanti oleh para investor karena mereka bisa numpang berkah dengan mendapatkan keuntungan yang lumayan besar. Masalahnya, aksi ini hanya terjadi satu hari yang sudah ditetapkan sebelumnya. Nah, jika investor ingin mendapatkan untung besar, maka rajin-rajinlah pasang kuping.

Seorang analis mengatakan, biasanya hari yang dipilih untuk melakukan aksi window dressing adalah hari terakhir pedagangan dan waktunya berdekatan dengan akhir tahun. Berbeda dengan kiat “mengoreng” saham yang dilakukan para bandar untuk kurun waktu yang cukup lama. Aksi window dressing hanya dilakukan satu hari itu saja.

Karena serba rahasia, makanya investor tetap dihadapkan pada sebuah spekulasi. Sebab, resiko rugi masih membayangi para investor ketika mengikuti pergelaran window dressing. Salah satu resiko kerugian itu, misalnya, jika investor salah membeli saham. Maksudnya, ia membeli saham yang justru tidak dimainkan emiten dan fund menager.

Jadi, jelas, investor membutuhkan radar yang kuat untuk memantau saham-saham yang akan di-windo dressing-kan. Dalam hal ini ada beberapa petunjuk yang bisa menjadi pegangan bagi investor yang mencoba ikut pentas genit-genitan ini. Karena window dressing tak terjadi pada semua saham, maka investor sudah memilih saham-saham yang memiliki fundamental baik di kuartal III.

Lalu, sebaiknya, pilihlah saham yang memiliki harga di bawah nilai bukunya. Itu wajar. Soalanya, hanya emiten yang sedang buruk rupalah yang paling berkepentingan memulas wajahnya menjadi cantik. Saham-saham yang tidak terlalu banyak beredar di lantai bursa (sekitar 25% dari saham yang tercatat) biasanya paling bersemangat bersolek.

Jangan lupa juga, saham yang dipilih sebaiknya saham yang tidak likuid. Bila perlu, pilih saham yang suka ngorok di pasar modal. Namun itu bukan berarti tidak ada saham unggulan yang mengalami window dressing. Sebab, semuanya tergantung pada kepentingan si emiten atau fund manager. Jadi, kalau dianggap perlu, mengapa tidak?

Selesai? Belum. Sebab, masih ada lagi yang bisa dicermati. Caranya, pelajari harga-harga pada akhir tahun lalu. Kalau ada saham yang tahun lalu memiliki harga lebih tinggi dari banderolnya sekarang, besar kemungkinan emiten yang bersangkutan akan menaikan harga sahamnya. Saham-saham model begini layak untuk dipertimbangkan.

Nah, kalau saham-saham itu sudah Anda kenali, dengar dans eraplah berita yang berkembang di pasar. Awas, jangan terjebak kabar burung. Kalau sudah Anda yakin, belilah dari sekarang, sedikit demi sedikit. Lalu mainkan dengan sabar. Jangan cepat panik. Soalnya, emiten dan fund menager kadang-kadang suka melakukan aksi beli pada saat perdaganagan tinggal tersisa beberapa menit saja.

Kalau kemudian terbukti saham yang Anda beli itu memang sudah di-window dressing-kan, lekas tawarkan kembali saham itu dengan harga tingga. Jangan kurang dari 25% di atas harga pembukaan perdagangan. Selamat mencoba.[Bas]
Laporan Keuangan Kuartal III Bakal Dongkrak Indeks
Sabtu, 31 Oktober 2009 – 17:38 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Laporan keuangan kuartal III 2009 emiten yang telah keluar sejauh ini dinilai cukup bagus dan diperkirakan akan dapat mendongkak indeks harga saham gabungan yang sempat jatuh beberapa waktu lalu.

“Laporan keuangan sejauh ini cukup bagus untuk indeks,” kata analis pasar modal dari Reliance Securities Gina Novrina Nasution saat dihubungi okezone di Jakarta, Sabtu (31/10/2009).

Dia menilai laporan keuangan yang keluar tersebut lebih baik daripada yang diekspetasikan oleh para pelaku pasar. Menurutnya, pelaku pasar juga masih akan menunggu laporan keuangan dari tujuh emiten yang berada di bawah grup Bakrie. “Pasti ada pengaruhnya,” ucapnya.

Walau demikian, Gina menuturkan jika indeks nantinya tidak hanya akan tergantung dengan laporan dari grup Bakrie saja. Gina mengatakan jika laporan dari beberapa emiten besar semisal PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang labanya tumbuh 33 persen akan dapat meredam dampak negatif jika hasil laporan keuangan tersebut tidak sesuai dengan harapan investor.

Dimana beberapa emiten pada kuartal III mencatatkan hasil yang positif. Misalnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang tumbuh menjadi sebesar Rp4,62 triliun, laba PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang tumbuh menjadi Rp5,1 Triliun, laba PT bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 25,08 persen serta laba bersih PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang tumbuh 68,6 persen.

Sementara itu, grup Bakrie & Brother Tbk (BNBR) menjelaskan jika pihaknya akan terlambat menyerahkan laporan keuangan. tujuh perusahaan tersebut akan memublikasikan laporan keuangannya paling lambat pada akhir November 2009. Hal ini dikarenakan mereka melakukan penelaahan terbatas atas laporan keuangan internnya per 30 September 2009. (wdi)

(rhs)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s