1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

cemas seret indeks saham amrik positif dan terbatas … 051209 5 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:12 pm

Dow Jones Tembus Level Tertinggi 2009 di 10.516,7
Sabtu, 5 Desember 2009 – 08:45 wib

Rani Hardjanti – Okezone

NEW YORK – Indeks saham Wall Street mampu ditutup mengesankan pada akhir pekan ini. Penyebabnya adalah investor menjadi lebih percaya diri dalam melakukan transaksi, menyusul perbaikan gambaran tenaga kerja Amerika. Tetapi laporan itu sekaligus menyulut kekhawatiran jika Federal Reserve menaikkan tingkat suku bunga atau menghapus kemudahan dalam perekonomian.

Seperti dikutip Reuters, Sabtu (6/12/2009), pelaku pasar pada akhir pekan ini bermain saham dengan aktif. Begitu ada kesempatan gain, maka mereka langsung mengambil keuntungan dengan cepat sesaat sebelum pasar saham ditutup.

Indeks saham pun menyentuh level tertinggi baru selama setahun pada perdagangan Jumat 4 Desember kemarin pagi, setelah berita bahwa PHK turun tajam pada bulan November.

Sayangnya ketakutan tentang suku bunga membuat Dow Jones Industrial Average hanya ditutup sebanyak 22,75 poin atau 0,2 persen ke posisi 10.388,9, di mana sebelumnya telah naik sebanyak 151 poin hingga mencapai posisi tertinggi pada 2009 di level 10.516,7 pada awal perdagangan.

Standard & Poor’s 500 indeks naik 6,06 poin atau 0,6 persen, ke level 1,105.98, setelah menetapkan posisi tertingginya pada 2009 di level 1,119.13.

Indeks komposit Nasdaq naik 21,21 poin atau satu persen, ke level 2,194.35, mencapai tinggi untuk tahun ini di level 2,214.39.(rhs)

 

analis pro CEMAS SEKALE, gw sante aja, trading & diversifikasi : 051209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:00 pm

Fluktuasi Pasar Saham Sudah Diramalkan
Sabtu, 5 Desember 2009 – 12:12 wib

Rani Hardjanti – Okezone

JAKARTA – Fluktuatifnya pasar saham dinilai bukan karena terseretnya nama Sri Mulyani dan Boediono dalam kasus Bank Century. Pasalnya, sebelum kasus ini mencuat kepermukaan, pasar sudah berfluktuatif.

“Tidak berpengaruh, karena mulai September sudah fluktuatif. Coba buka deh di analis-analis asing. Merka sudah bilang kalau pasar saham di negara berkembang akan fluktuatif tajam. Karena persitiwa November 2008 kembali berulang,” jelas pengamat pasar modal Yunuar Rizky, dalam diskusi Polemik Radio Trijaya bertajuk Prospek Ekonomi 2010 Pascakasus Century, di Warung Daun, Pakubowono, Jakarta, Sabtu (5/12/2009).

Menurutnya, peristiwa kala itu adalah di mana pasar saham di Amerika tengah bergejolak akibat kekhawatiran pelaku ekonomi atas situasi krisis ekonomi pada 2007. Kemudian, pada November 2009 situasi pasar kembali terjadi, menyusul surat utang pemerintah Amerika tidak terserap pasar.

“Kemudian The Fed menahan suku bunganya di level 0-0,25. Sikap ini pun direspons oleh Bank Sentral Eropa dan Bank Sentral Inggris dengan menahan tingkat suku bunganya,” jelas dia, sambil menambahkan imbas kebijakan itu berbuntut banjirnya dana di pasar saham negara berkembang.(rhs)

 

iming-iming doank… (3)

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 3:41 pm

2009, IHSG Bakal Sentuh Level 2.600
Namun, dia juga mengingatkan adanya potensi krisis fiskal pada kuartal I-2010.
SABTU, 5 DESEMBER 2009, 15:23 WIB
Arinto Tri Wibowo, Purborini

BERITA TERKAIT
Bapepam: Pasar Modal Indonesia Rentan
2010, IHSG Berpeluang Tembus Level 3.000
Raih 2 Juta Investor Lewat Online Trading
2010, IHSG Berpotensi Tembus Level 3.000
Tren IHSG Naik Jika Tembus Resistance 2.560
Web Tools

VIVAnews – Pengamat pasar modal Yanuar Rizky memprediksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir 2009 menembus level 2.500-2.600. Namun, dia juga mengingatkan adanya potensi krisis fiskal pada kuartal I-2010.

“Yang akan dihadapi adalah krisis fiskal bukan lagi finansial seperti 2008,”
kata Yanuar di Jakarta, Sabtu 5 Desember 2009.

Sebab pada Maret 2010, di Amerika Serikat (AS) semua rekening fiskal harus tutup.

Menurut dia, pergerakan IHSG di kisaran level 2.500-2.600 hingga akhir 2009 dipengaruhi oleh kebijakan moneter bank sentral negara maju.

“Inflow yang masuk untuk menaikkan indeks guna mencari gain,” kata Yanuar.

Ia menuturkan, bank sentral di Amerika Serikat saat ini tengah mencari laba melalui portofolio yang dimilikinya. Hal yang sama direspons bank sentral Inggris.

“Bank sentral Inggris merespons dengan mengguyurkan dana £200 miliar,” kata dia.

Kesempatan mencari gain tersebut, dia menjelaskan, tidak hanya dimanfaatkan oleh negara-negara maju. “China juga mulai bermain di sini,” kata dia.

Masalahnya, dia melanjutkan, setiap mencari gain, China membeli emas.

“Hal ini kemudian diikuti oleh India dan Mauritius,” tutur Yanuar. Hal
ini pula yang menyebabkan harga emas naik.

Sedangkan untuk pergerakan saham-saham Grup Bakrie, menurut dia, masih akan menopang pergerakan indeks.

“Grup Bakrie mengontribusi 50-60 persen pergerakan indeks, dengan saham Bumi Resources akan mempengaruhi pasar 30 persen,” kata dia.

Pergerakan indeks juga masih akan ditopang oleh saham perbankan terutama pelat merah.

“Saham BRI (Bank Rakyat Indonesia) dan BNI (Bank Negara Indonesia) juga akan menopang dengan pasar 30 persen,” kata dia.

Sementara itu, sisanya digerakkan oleh saham lain seperti PT Astra International Tbk (ASII).

Meski demikian, kisruh PT Bank Century Tbk tidak akan mempengaruhi indeks di pasar saham Indonesia.

Yanuar meminta agar permasalahan Century diselesaikan melalui jalur hukum. “Ini sudah ranahnya hukum,” kata Yanuar.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Pasar Modal Indonesia Masih Menjanjikan
Rabu, 02 Desember 2009 15:09 WIB 286 Dibaca | 0 Komentar
JAKARTA–MI: Pasar modal Indonesia masih tetap menjanjikan bagi investor. Kendati di tengah krisis keuangan yang terjadi beberapa waktu lalu, namun indeks Bursa Efek Indonesia tetap menunjukan tajinya.

Indeks saham Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai merupakan indeks terbaik di dunia, karena itu kedepannya indeks BEI masih tetap dilirik investor. Pasar finansial di Indonesia dinilai masih menjanjikan dengan masuknya Indonesia dalam jajaran pasar keuangan yang tangguh di dunia.

Demikian diungkapkan Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany dalam sambutannya pada pembukaan Investor Summit and Capital Market Expo 2009, di Jakarta Rabu (2/12). Fuad mengatakan, di saat bursa global ambruk, rata-rata transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu berada di atas Rp4 triliun per hari. “Kinerja tersebut berasal dari kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI),” ujarnya.

Kendati demikian, Fuad juga mengkritisi sejumlah pelaku pasar yang mencoreng nama pasar modal Indonesia. “Penyalahgunaan aset nasabah oleh segelintir perusahaan efek cukup mencoreng pasar modal dalam negeri pada tahun ini,” katanya.

Fuad mengatakan di tengah badai krisis, indeks BEI meningkat 80 persen dengan rata-rata nilai transaksi Rp 4 triliun per hari. “Tahun ini, indeks mampu pulih (recovery) dengan cepat, akibat adanya kepercayaan pasar,” jelasnya.

Sementara itu nilai kapitalisasi pasar BEI hingga 1 Desember 2009 mencapai Rp1.991 triliun. Angka itu berarti melonjak hingga 86 persen dibandingkan kapitalisasi pasar tahun 2008 yang mencapai Rp1.070 triliun. Sedangkan untuk transaksi harian rata-rata sepanjang 2009 sekitar Rp4 triliun. Sedangkan IHSG tercatat berada di posisi 2.452 poin per 1 Desember 2008, dibandingkan periode yang sama sebelumnya di level 1.355 poin. (Ant/OL-06)