1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

daripada maen saham, mending inves di asuransi … 061209 6 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:28 pm

Asuransi Perisai Ketidakpastian, Bencana, dan Krisis
Selasa, 1 Desember 2009 – 08:24 wib

Dari waktu ke waktu, kita menyaksikan terjadinya ragam bencana alam di negeri ini, yang notabene hampir tidak mungkin bisa diduga kemunculannya.

Ketika kejadian tak terduga tersebut muncul dalam sekejap mata, ratusan bahkan ribuan jiwa melayang dan kerusakan berbagai fasilitas pun terjadi di sanasini. Tangisan pilu dan perasaan duka mendalam dirasakan tidak hanya oleh keluarga korban tetapi segenap masyarakat Indonesia. Rasa simpati dan empati terus bermunculan manakala bencana terus bermunculan di negeri ini.

Secara geografis, posisi sebagian besar wilayah kepulauan Indonesia dikelilingi cincin api Pasifik yang notabene menjadi pusat potensi gempa berskala besar.Struktur geologis pesisir Indonesia merupakan pertemuan dari tiga lempeng besar dunia, yakni Lempeng Pasifik, Lempeng Filipina, dan Lempeng Australia-Lautan India. Kondisi ini menjadikan sebagian besar wilayah Indonesia menjadi area yang tidak pernah sepi dari bencana gempa bumi.

Salah satu gempa amat dahsyat terjadi pada Desember 2004 dan menimbulkan gelombang tsunami yang menyapu sebagian besar wilayah Aceh.Gempa tersebut menelan korban tewas tidak kurang dari 280.000 jiwa, sekitar 1,5 juta orang kehilangan tempat tinggal, dan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp140 triliun. Dua tahun berikutnya (27 Mei 2006), gempa Yogyakarta (berkekuatan 6,2 Skala Richter) meluluhlantakkan wilayah Bantul.

Gempa dahsyat tersebut mengakibatkan 5.800 jiwa meninggal dunia, 200.000 keluarga kehilangan rumah tinggal, 280 ribu gedung dan sarana rusak, dan kerugian materiil mencapai Rp30 triliun. Gelombang gempa berkekuatan besar pun kembali terjadi di Padang (13 September 2009 berkekuatan 8,4 Skala Richter),dan Jambi (14 September 2009 berkekuatan 7,8 Skala Richter).Hati kita pun miris manakala kita menyaksikan ratapan saudara-saudara kita yang penuh duka di Tanah Minang.

Selain rawan gempa berkekuatan besar, gunung-gunung berapi pun tersebar di seantero Pulau Sumatera, Jawa, hingga ke bagian atas Sulawesi. Di antara gugusan kepulauan besar di Indonesia, hanya pulau Kalimantan yang bebas dari bentangan gunung berapi tersebut. Sejak zaman nenek moyang kita ratusan tahun lalu, puluhan gunung berapi di negeri ini mengakibatkan bencana gunung meletus dan limpahan lahar panas.

Literatur mencatat, Gunung Krakatau meletus pada 1850 dan menelan korban jiwa sebanyak 35.000 orang. Letusan Krakatau mengguncang Selat Sunda dan menimbulkan gelombang tsunami berketinggian puluhan meter dan meluluhlantakkan tak kurang dari 165 desa.

Beberapa tahun sebelumnya (1815), Gunung Tambora memuntahkan lahar panas dan menimbulkan letusan teramat dahsyat dan menewaskan 12.000 orang. Konon, debu vulkaniknya menyebar sampai ujung Sumbawa. Serangkaian musibah atau bencana menjadi satu keniscayaan yang sering terjadi di sekitar kita dan itu menjadikan kita harus waspada dan semakin mendekat kepada Tuhan Sang Pencipta.

Asuransi Jiwa Solusi Berbagai Ketidakpastian

Kondisi yang acap kali menyertai terjadinya bencana ialah jatuhnya korban jiwa secara mengenaskan. Meninggalnya orang-orang tercinta di antara para korban musibah bencana menambah pedihnya perjalanan hidup keluarga yang ditinggalkan. Apalagi, ketika pencari nafkah utama dalam keluarga yang menjadi korban, perjalanan hidup selanjutnya acap kali merupakan beban keuangan yang berat bagi keluarga yang ditinggalkan.

Keberlangsungan pasangan hidup dan anak-anak tanpa pencari utama nafkah menyisakan rentetan beban finansial yang pelik. Mereka berhadapan dengan biaya hidup sehari-hari, biaya pendidikan untuk anak-anak tercinta dari jenjang terendah hingga ke perguruan tinggi, dan biaya hidup lainnya. Ancaman kemalangan merupakan rahasia Yang Kuasa,dan semua itu bisa datang setiap saat kepada siapa pun.

Tidak ada waktu yang tidak tepat dan tidak ada kata tidak siap manakala kemalangan itu terjadi. Tanpa gempa, tanpa bencana banjir, kematian pun bisa terjadi manakala kita mengalami kecelakaan tak terduga atau kita menderita penyakit berat. Misteri datangnya kemalangan merupakan ancaman ketidakpastian dalam perjalanan hidup kita.

Selain fenomena ragam bencana dan kemalangan tak terduga yang bisa terjadi setiap saat, berbagai guncangan sosial ekonomi juga menyumbang risiko ketidakpastian perihal kehidupan sosial serta keuangan kita dan keluarga di masa depan.Krisis finansial global yang sudah berlangsung selama satu tahun pun masih menyisakan ragam dampak negatif bagi kehidupan kita! Melemahnya denyut ekonomi serta transaksi barang dan jasa telah melahirkan gelombang PHK di kalangan perusahaan di seantero Tanah Air.

Puluhan ribu orang bahkan ratusan ribu tenaga kerja di negeri ini harus menerima konsekuensi PHK karena perusahaan tidak kuat menahan derasnya pengaruh negatif dari krisis finansial global. Di tengah ragam bencana dan guncangan kehidupan yang memicu ketidakpastian dalam hidup, termasuk di dalamnya ancaman terhadap kesempatan kerja dan berprofesi, ada berita baik bagi Anda.

Anda bisa memanfaatkan satu mekanisme untuk mengantisipasi dan mengalihkan beban risiko buruk yang muncul manakala ragam kemalangan dan krisis menimpa Anda di waktu mendatang. Dalam konteks ini, asuransi jiwa merupakan jawaban aktual untuk bisa menghindarkan Anda dan keluarga dari beban finansial yang pelik manakala risiko kemalangan terjadi dalam perjalanan hidup Anda.

Skema asuransi jiwa memberikan sebuah proteksi keuangan yang amat berharga dan tak ternilai bagi Anda dan keluarga terhadap kesulitan keuangan yang mungkin timbul saat kemalangan datang menjemput,misalnya Anda meninggal dunia,terkena penyakit krisis, atau mengalami cacat berat. Ragam keuntungan dan manfaat akan Anda dapatkan ketika polis asuransi jiwa sudah menjadi bagian dari diri Anda dan keluarga.

Ketika Anda sudah memperlengkapi diri dan keluarga dengan program asuransi jiwa yang dirancang dengan baik, polis yang Anda miliki akan menyediakan dana siaga bila suatu kemalangan menimpa Anda dan itu berakibat pada pengeluaran dana yang tidak sedikit. Skema asuransi jiwa juga bisa melindungi Anda dari besarnya biaya perawatan kesehatan akibat penyakit yang Anda derita.

Polis asuransi jiwa pun bisa dirancang untuk memberikan manfaat asuransi dalam bentuk pendapatan bulanan yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi jiwa manakala Anda memasuki usia pensiun nantinya. Pada edisi minggu depan, saya mengajak Anda untuk mengikuti uraian lebih lanjut tentang produk asuransi jiwa sebagai sebuah kebutuhan yang esensial bagi Anda pada era modern saat ini. (*)

Eddy KA Berutu
Praktisi Asuransi dan
Ketua Departemen Pendidikan,
Pelatihan, dan Pengembangan AAJI
(Koran SI/Koran SI/rhs)

Iklan
 

daripada MAEN SAHAM, mendingan (4) … 061209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:20 pm

Sukses di Usia Muda dengan Marketing yang Dahsyat
Minggu, 6 Desember 2009 – 13:34 wib
TEXT SIZE :

Tung Desem Waringin (Foto: dahsyat.com)
BERAPA besar modal yang Anda butuhkan untuk memulai dan membangun bisnis yang dahsyat? Kira-kira berapa usia yang ideal untuk bisa mulai membangun bisnis tersebut? Banyak orang masih ragu-ragu dan tidak segera beraksi untuk memulai sebuah bisnis antara lain karena dua hal terebut.

Merasa tidak memiliki modal yang cukup besar dan merasa usia masih terlalu muda atau sebaliknya, merasa terlalu tua. Untuk memulai suatu bisnis yang dahsyat, kita bisa memulainya dari modal yang kecil terlebih dahulu, bahkan di usia muda sekalipun.

Yang penting, kita harus benar-benar bertindak (action) untuk mewujudkannya, kemudian dalam perkembangannya kita bisa melakukan perbaikan dan pengembangan yang lebih dahsyat untuk jangka panjang yang lebih sukses. Hal ini telah dibuktikan oleh salah satu murid saya yang dahsyat, Hendy Setiono.

Di usia yang masih muda, 20 tahun, dia memulai untuk membangun bisnisnya dengan hanya bermodal Rp4 juta. Itu pun uang pinjaman. Namun, Hendy adalah pemuda yang sangat ulet, tangguh, dan berkomitmen (suka duka dijalani). Dengan modal yang seadanya, dia memulai real action dan membuka bisnisnya, baru kemudian melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan untuk meningkatkan bisnisnya.

Yang tak kalah penting, dia senantiasa melakukan suatu kombinasi strategi marketingyang dahsyat. Pada akhirnya, seiring berjalannya waktu, dia bisa memperoleh perkembangan dan prestasi yang sangat dahsyat dalam bisnisnya.

Seperti yang pernah diutarakannya, “Saya Hendy Setiono, presiden direktur dari PT Babarafi Indonesia sekaligus pemilik kebab Turki Babarafi. Dengan belajar langsung dari motivator terheboh dan terbaik di Indonesia Bapak Tung Desem Waringin, saya juga ketularan virus menjadi dahsyat. Saya terpilih sebagai People of The Year 2006 versi majalah Tempo, mendapat liputan eksklusif dari BBC World sebagai 5 Entrepreneur Muda Sukses dari seluruh dunia dan Asia Best Entrepreneur under 25 Year old –majalah Business Week. Kalau saya bisa, Anda pun pasti bisa.”

Dari tahun ke tahun, semakin banyak prestasi yang diraih Hendy karena dia senang untuk belajar dari yang terbaik dan segera mempraktikkan ilmu yang didapatkannya, termasuk ilmu marketing. Salah satu aktivitas marketing yang dilakukan Hendy adalah membuat tagline yang dahsyat, “tak cukup hanya sekali”, sehingga orang/pelanggan akan mudah mengingatnya dan memberikan respons yang lebih positif bagi peningkatan penjualannya.

Kalau kita perhatikan hingga kini, tidak banyak pengusaha yang memperhatikan dengan serius mengenai hal tersebut. Perlu diketahui, untuk membuat tagline yang dahsyat memang bukan pekerjaan mudah.

Tentu saja, untuk meningkatkan pemasarannya, Hendy Setiono juga melakukan suatu totalitas yang dahsyat dalam menjalankan bisnisnya. Meskipun bukan keputusan yang mudah untuk memulai suatu bisnis dengan modal yang kecil di usia yang masih muda, Hendy sangat tangguh untuk berusaha membuka cabang selanjutnya dari keuntungan yang didapatkannya dari gerainya yang pertama.

Ini penting untuk kita ATM (amati, tiru, dan modifikasi) karena masih banyak orang ketika mendapatkan hasil dari bisnisnya yang pertama, hasilnya habis untuk keperluan yang mungkin sebenarnya tidak penting atau bahkan konsumtif, tidak disisihkan terlebih dahulu untuk pengembangan bisnis selanjutnya.

Filosofi “Berbuat untuk Berbagi” dari Hendy Setiono merupakan filosofi yang memungkinkan bisnisnya untuk bisa berkembang dengan lebih dahsyat. Keberhasilan suatu bisnis bukan hanya karena kerja keras dari owner-nya, tetapi juga karena kontribusi dari tim, karyawan, dan seluruh manajemen. Dengan filosofi seperti ini, kebab Turki Babarafi bisa berkembang lebih solid dan dahsyat. Oleh karena itu, di usia yang masih muda pun seseorang bisa memulai bisnisnya dan meraih kesuksesan. Anda harus yakin dan berkomitmen dengan apa yang ingin Anda lakukan.

Ketika Anda sudah action, perbaikan bisa dilakukan seiring berjalannya bisnis Anda. Praktikkan ilmu yang ada dalam Marketing Revolution secara detail dan dengan penuh komitmen. Niscaya, meski Anda masih muda, Anda bisa mendapatkan kesuksesan yang Anda impikan seperti yang telah banyak dialami peserta-peserta seminar saya. Ingat, “Learn from the best, do the best, miracle happens.”(*)

TUNG DESEM WARINGIN
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005(Koran SI/Koran SI/jri)

Mahasiswa Enggan Geluti Bidang Usaha Mikro
Selasa, 01 Desember 2009 | 15:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Pusat Pengembangan Wirausaha Universitas Hasanuddin menyayangkan keengganan mahasiswa dan sarjana di Sulawesi Selatan untuk menggeluti usaha mikro.

Jumlah mereka yang serius terjun ke dunia usaha modal kecil ini tidak lebih dari satu persen setiap tahun. Ketua Pusat Pengembangan Wirausaha Unhas, M Asdar menjelaskan keengganan mengelola usaha mikro akan memperlambat pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Sulawesi Selatan.

Asdar memaparkan dari delapan ribu wisudawan setiap tahun, hanya satu persen yang menjadi wirausaha. Sisanya memilih mencari menjadi pegawai negeri dan swasta, atau lebih senang bersaing dengan 35 ribu pengangguran setiap tahun.

“Mahasiswa dan sarjana hanya bercita-cita menjadi pegawai ketimbang terjun di usaha mikro. Ini sangat disayangkan ketika potensi daerah lagi giat-giatnya digali,” kata Asdar kepada Tempo, Selasa (1/12).

Dari data 2005 – 2008 di Pusat Pengembangan Wirausaha Unhas, terlihat jumlah mahasiswa, sarjana dan masyarakat umum yang terjun di usaha mikro hanya mencapai 500 orang.

Kondisi ironis itu akan membuat potensi daerah yang kaya dengan hasil bumi tidak terkelola dengan baik. Bahkan dikhawatirkan daerah penghasil semen itu, akan diserbu pengusaha mikro dari Pulau Jawa dan Jakarta yang terbukti ulet dalam mengelola sumber alam dan limbah industri.

Melorotnya keinginan menjadi pengusaha mikro, jelas dia, karena faktor budaya dan mental yang dibenamkan sejak di bangku sekolah. Para pelajar dan mahasiswa diarahkan menjadi pekerja di lembaga pemerintah dan swasta.

“Tidak heran kalau setiap tahun banyak penggangguran potensial harus berlomba menjadi PNS atau pegawai swasta,” ungkap dia. Keengganan mahasiswa dan sarjana di Sulawesi Selatan itu, juga disebabkan tidak ada skema pembentukan usaha mikro dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah masing-masing.

Padahal skema usaha sangat dibutuhkan untuk menciptakan wiraswasta yang akan menyerap dan membuka lapangan kerja. Pembentukan skema usaha, tutur dia, harus mendapatkan stimulus dari anggaran negara atau APBN, Departemen Koperasi, dan perguruan tinggi dalam bentuk pelatihan dan pembinaan.

Saat ini ada beberapa komoditi unggulan Sulawesi Selatan yang menunggu sentuhan dari pengusaha mikro, yakni beras, jagung, kakao, rumput laut, tambak, peternakan, dan udang. Termasuk sektor pertambangan marmer, semen, dan batu bara.

Mahasiswa dan sarjana, sambung dia, juga dihadapkan pada masalah modal awal untuk memulai usaha mikro yang sulit diperoleh melalui perbankan. Dikatakannya, rata-rata pengusaha mikro pemula membutuhkan modal kerja antara Rp10 juta – Rp25 juta.

Termasuk belum ada lembaga penjamin khusus menangani pengusaha mikro pemula yang belum visible dan bankabel. Padahal sudah ada aturan dari Keppres Nomor 2/2008 dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 222/2008, tentang pembentukan lembaga penjaminan dengan modal minimal Rp50 miliar.

“Kalau dari 23 kabupaten di daerah ini mengucurkan sedikitnya Rp2 miliar per daerah maka sudah bisa dibentuk lembaga penjamin dibawah kontrol pemerintah provinsi,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, untuk menanggulangi kelangkaan wirausaha baru maka dibentuk Lembaga Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang bekerjasama dengan Bank Indonesia Cabang Makassar.

Lembaga dan bank akan bekerja untuk menjalankan program satu juta pengusaha 2010 – 2013. Program yang dikordinir Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah itu, untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha menjadi dua persen dari total penduduk 7,2 juta jiwa setiap tahun.

SULFAEDAR PAY

 

emang kinclong, gw mah uda enjoy lah … 061209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:07 pm

06/12/2009 – 14:34
Ha! IHSG Beri Return Hingga 83 Persen
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia memberikan return terbaik di dunia sekitar 83% yang ditopang investor domestik walaupun harus short term.

Hal itu disampaikan Senior Research Analiyst PT Anugerah Securindo Indah Viviet S. Putri kepada INILAH.COM, Rabu (2/12) lalu. “IHSG di Indonesia ditopang oleh optimisme investor lokal, mereka tetap melakukan trading meskipun short term,” ujar Viviet.

Viviet mengatakan, perekonomian global dan regional diprediksikan akan membaik pada 2010. Pasar modal masih akan ditunjang oleh investor asing. “Ada 3 hal yang dilihat oleh investor asing di Indonesia antara lain iklim investasi sehingga kepastian hukum menjadi penting, kedua stabilitas sosial dan politik serta iklim sosial ekonomi,” tutur Viviet.

Ia menambahkan, pemerintah berencana akan menggenjot infrastruktur pada 2010 juga akan memberikan sentimen positif pada emiten. “Pemerintah harus benar-benar berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur,” kata Viviet.

Meskipun pada 2009, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi dan return IHSG yang baik. Viviet memperkirakan, Indonesia memiliki tantangan antara lain inflasi lebih tinggi karena kenaikan harga dan rencana kenaikan tarif listrik akan mempengaruhi daya beli masyarakat.

Viviet mengharapkan, emiten dapat lebih tranparan, memiliki akuntabilitas dan fairness. Menurut Viviet, ada beberapa emiten yang tidak transparan dengan aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten. Untuk sektor saham yang memiliki prospek pada 2010 antara lain sektor perbankan dan perkebunan. “Ada wacana di Eropa karena global warming akan mempengaruhi penggunaan batubara sehingga memaksa manufaktur mengurangi penggunanaan batubara pada pertengahan 2010, dan penggunaan CPO akan lebih bagus,” ujar Viviet.

Sektor saham perkebunan pun memiliki prospek baik demikian juga dengan saham perbankan. Menurut Viviet, perbankan akan menyasar ke sektor ritel sehingga kredit konsumsi lebih bagus. [hid]

 

diversifikasi mencegah musibah … seharusnya: 061209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:35 pm

Menghindari Kecelakaan Finansial

shutterstock
Isi dompet Anda juga memiliki pengaruh terhadap jalannya roda ekonomi dunia.
MINGGU, 6 DESEMBER 2009 | 06:45 WIB

Elvyn G Masassya

KOMPAS.com – Kecelakaan bisa terkait dengan aktivitas keuangan. Kecelakaan keuangan yang paling banyak dialami orang adalah ketika penghasilan dirasa tidak pernah cukup untuk membiayai pengeluaran. Selalu merasa kurang kendati jika mau mengurangi konsumsi, penghasilan yang diperoleh masih mampu untuk membiayai hidup.

Tragisnya, ketidakmampuan mengekang diri mengakibatkan konsumsi jalan terus dengan pembiayaan dilakukan dengan kartu kredit. Alhasil, pengeluaran menjadi lebih besar ketimbang penghasilan. Inilah awal dari kecelakaan finansial yang akan berlanjut dengan kecelakaan-kecelakaan lain.

Contoh konkret, penggunaan kartu kredit akan semakin meningkat, sementara penghasilan relatif tetap. Yang terjadi kemudian bukan lagi aksi gali lubang tutup lubang, melainkan terperangkap di lubang utang yang semakin dalam. Kehidupan pun menjadi tidak tenang.

Orang selalu dikejar-kejar debt collector atau stres berkepanjangan karena masih banyak keinginan yang belum terpenuhi. Bukan tidak mungkin, karena permasalahan semakin kompleks, pekerjaan pun bisa hilang.

Itu baru kecelakaan finansial yang diakibatkan ketidakmampuan ”menginjak rem” konsumsi. Ada lagi kecelakaan finansial lain yang juga menerpa jutaan orang, yaitu ketidakmampuan menyediakan dana untuk membiayai sekolah anak. Dana untuk sekolah anak yang tidak disiapkan bisa mengakibatkan sang anak tidak sekolah.

Kalaupun bersekolah, akhirnya anak hanya bisa di sekolah yang kurang berkualitas. Atau sebenarnya, dana untuk anak sekolah sudah tersedia, tetapi karena dipengaruhi lingkungan sekitar, anak dipaksakan masuk ke sekolah yang super mahal. Demi menjaga gengsi, orangtua terpaksa berutang untuk membiayai sekolah anak.

Kecelakaan finansial bukan hanya dialami orang-orang berusia produktif. Tidak sedikit kecelakaan yang menerpa kalangan yang mestinya sudah dalam usia mapan. Seorang karyawan yang sudah terbiasa diberi fasilitas oleh perusahaan, seperti kendaraan dan rumah dinas, kerap kali lupa membeli rumah sendiri.

Ketika usia pensiun tiba, dia akan mengalami masalah besar karena tidak memiliki rumah ataupun kendaraan. Sebab, sepanjang karier, dia sudah terbiasa menggunakan fasilitas perusahaan. Masa pensiun yang seharusnya dinikmati justru memaksanya tetap bekerja guna memperoleh uang untuk membeli rumah dan kendaraan.

Jurus-jurus

Apa yang mesti dilakukan agar kecelakaan finansial tidak menghampiri diri Anda?

Pertama, jangan pernah berutang kalau tujuannya hanya untuk membiayai nafsu konsumtif. Utang hanya layak dilakukan untuk kegiatan produktif yang bisa memberikan penghasilan. Utang untuk hal konsumtif, seperti kredit rumah dan kredit kendaraan, dapat dipertimbangkan jika angsuran masih terpenuhi dari penghasilan bulanan.

Penggunaan kartu kredit sekalipun bukanlah untuk berutang, melainkan hanya untuk kemudahan transaksi pembayaran. Jadi, bukan karena tidak memiliki uang, tetapi lebih karena faktor kepraktisan belaka.

Kedua, melakukan investasi dan proteksi secara bersamaan. Banyak kalangan beranggapan bahwa kalau sudah berinvestasi, persoalan selesai. Pada kenyataannya tidaklah seperti itu. Dalam berinvestasi pun, banyak kemungkinan terjadi kecelakaan finansial.

Itulah sebab ada istilah ”jangan menempatkan investasi dalam satu keranjang”. Prinsipnya sederhana, kalau seluruh investasi Anda dalam bentuk saham, misalnya, ketika pasar saham anjlok, bukan tidak mungkin seluruh investasi Anda akan menguap.

Oleh karena itu, investasi mesti diproteksi. Bagaimana caranya? Sebarkan investasi pada berbagai jenis, mulai dari yang berisiko rendah, sedang, dan tinggi. Dengan cara ini, sebenarnya investasi Anda sudah terproteksi. Konkretnya, kalau investasi Anda yang berisiko tinggi mengalami masalah, Anda masih memiliki ”cadangan” investasi di jenis yang berisiko rendah.

Itu adalah proteksi dalam konteks investasi. Di luar itu, proteksi untuk mencegah dampak negatif dari kecelakaan finansial bisa juga dilakukan dengan membeli produk asuransi. Sebagaimana contoh di atas, orang kerap kali mengalami masalah dalam memenuhi biaya anak.

Nah, salah satu cara mudah menghindari kecelakaan finansial yang terkait dengan biaya sekolah anak adalah dengan membeli polis asuransi pendidikan. Selain itu, berbagai produk asuransi lainnya, termasuk asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan kerja, dan asuransi kematian, merupakan ”jurus” mengatasi risiko kecelakaan finansial.

Sebenarnya cukup banyak cara menghindari terjadinya kecelakaan finansial. Seperti kalau mengendarai kendaraan bermotor, sebelum dikendarai, tentu sebaiknya dilakukan pengecekan apakah segala sesuatu masih berfungsi dengan baik . Begitu juga dengan kegiatan finansial. Sebelum melakukan berbagai tindakan, tentunya mesti dipikirkan risiko dan kemungkinan terjadinya kecelakaan finansial.

Elvyn G Masassya, Praktisi Keuangan

Editor: jimbon

Sumber : Kompas Cetak

 

asienk semakin mengambil laba ihsg … 061209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:56 am

Nilai Beli Saham oleh Asing Turun
Sabtu, 05 Desember 2009 18:03 MAM

Nilai beli saham oleh investor asing mengalami penurunan sebesar Rp8,58 triliun menjadi Rp10,07 triliun pada triwulan IV 2009 akibat aksi profit taking pada pada awal triwulan tersebut. Namun, perdagangan saham meraih kenaikan dari Rp4,41 triliun pada 2008 menjadi Rp4,06 triliun sepanjang 2009.

Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV yang diterbitkan Bank Indonesia menyebutkan nilai beli saham yang dilakukan investor asing sebesar Rp10,07 triliun sepanjang 2009. Jika dibandingkan 2008 turun sebesar Rp8,58 triliun dari Rp18,65 triliun.

Penurunan pembelian saham oleh asing akibat aksi profit taking pada awal trwiulan IV 2009. Hal ini didorong kenaikan tinggi sejak awal 2009 berakibat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam overbought secara teknikal.

Sementara itu volume perdagangan saham diraih sebesar Rp4,06 triliun per hari sepanjang 2009. Angka ini naik dibandingkan 2008 dari Rp4,41 triliun. Mochamad Ade Maulidin
we

 

pemuda @ saham, wajar … 061209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:33 am

Instrumen Investasi
Kamis, 22 Oktober 2009 18:10 WIB

Banyak para pemuda yg mengandalkan penghasilan sehari-harinya dengan jual beli saham, bagaimana menurut pendapat bapak apakah jual beli saham adalah salah satu peluang bisnis yg mempunyai cukup peluang dalam menghidupi keluarga mengingat saat ini cari kerja susah. Bagaimana mengasah ketrampilan dalam membaca situasi pasar, kapan harus beli dan kapan harus jual.

Terima kasih

Cahyo, Bandung.

Pak Cahyo di Bandung,

Saham merupakan salah satu “instrumen investasi” dimana dana yang digunakan untuk investasi sudah semestinya merupakan “dana berlebih” karena investasi itu mengandung risk and return. Dengan semakin rendahnya besaran minimal syarat membuka account (5-10 juta) untuk melakukan trading saham memang akan semakin menambah daya tarik saham bagi para investor ritel (berdana kecil), namun tetap saja untuk melakukan trading saham anda harus memiliki “dana terlebih dahulu”

Sedangkan saham bisa memang dibilang “peluang bisnis” karena mungkin Anda melihat dari sisi laba (return) yang ditawarkan, namun dalam bisnis Anda juga harus mempelajari risiko (risk) yang mungkin dihadapi. Salah satu risikonya adalah tidak konsistennya anda memperoleh keuntungan, bahkan rugi

Jika sudah siap menghadapi itu semua Anda tetap harus banyak belajar bagaimana membaca situasi pasar, kapan harus beli dan kapan jual baik itu. Anda bisa mempelajari itu semua dengan mengikuti training mengenai pasar modal, workshop-workshop, bahkan dengan sekedar membaca buku ataupun browsing di Internet.

Terima kasih

Alfred Pakasi.
vibiznews

 

indikator-indikator kemahalan @ ihsg, kok gitu seh … 061209

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 9:31 am

Nanda Sitepu
Associate Analyst Vibiz Research Center
Saham-Saham di BEI Sudah Kemahalan? Ayo Kita Lihat Bersama !
Kamis, 03 Desember 2009 18:55 WIB

(Vibiznews- Stocks) Sepanjang tahun 2009 ini, sebagian besar harga saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah sukses meloncat tinggi sehingga menimbulkan wacana “apakah sudah kemahalan?”. Beberapa saham memang kian sulit untuk diakumulasi, terutama oleh investor kecil (ritel). Jadi apakah hal ini menandakan saham-saham di BEI sudah mulai kemahalan? Ataukah memang masih layak untuk dikoleksi?

Sedikit gambaran, seorang Investor jika ingin membuat account trading saham di sebuah perusahaan sekuritas minimal membutuhkan dana sebesar Rp 5.000.000,-. Sedangkan di BEI saat ini sudah semakin banyak saham-saham yang harganya semakin “premium” sehingga untuk membeli 1 lot saham (500 lembar), seorang investor membutuhkan dana > Rp 5.000.000,-.

Berikut ini saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ 45 yang harganya sudah terbilang “premium” karena untuk memilikinya Anda minimal harus mengeluarkan > Rp 5.000.000

Note :
• Semakin rendah nilai PER suatu emiten dibandingkan rata-rata PER sektoral/industri, maka “semakin murah” harga saham tersebut di mata para investor secara investor, begitu pula sebaliknya
• Sedangkan nilai PBV semakin rendah menunjukkan saham tersebut “murah”, namun biasanya juga perlu memperhatikan nilai ROE

“Murah vs Mahal” – Dilihat Dari PER

Secara sederhana cara menghitung PER saham adalah market price dibagi EPS. EPS merupakan nilai dari besaran laba yang diwakili oleh satu lembar saham, semakin tinggi nilainya maka saham tersebut semakin bagus karena tingginya kemampuan perusahaan dalam mencetak laba. PER bisa dibandingkan secara langsung antara 2 saham yang sejenis ataupun dibandingkan dengan PER rata-rata suatu Industry.

Pada tabel diatas kita bisa melihat PT Indo Tambangraya Megah tbk (ITMG) sebagai salah satu saham berharga “premium” memiliki PER paling rendah, yaitu hanya sebesar 9,71x. nilai PER tersebut harus dibandingkan dengan PER emiten sejenis, misalnya saja PTBA yang memiliki PER sebesar 13,03%. Jika keduanya dibandingkan, dilihat dari PER-nya saham ITMG masih lebih “murah” jika dibandingkan dengan saham PTBA, meskipun secara nilai market price harga 1 lembar saham ITMG (Rp 29500) memang lebih mahal dibandingkan harga 1 lembar saham PTBA (Rp 16800).

“Murah vs Mahal” – Secara PBV

Secara sederhana cara menghitung PBV saham adalah market price dibagi Nilai Buku (book value) perusahaan. Semakin rendah nilai PBV menunjukkan bahwa harga sahamnya “murah” (undervalued). Selain itu ratio PBV juga mampu membantu menentukan apa yang tersisa jika suatu perusahaan tiba-tiba bangkrut, karena nilai book value menunjukkan nilai asset yang sebenarnya dari sebuah perusahaan.

PBV sendiri biasanya disandingkan dengan ROE, karena percuma saja perusahaan memiliki banyak asset apabila tidak mampu mencetak return. Investor biasanya mau membeli saham perusahaan dengan PBV 2x apabila nilai ROE perusahaan tersebut minimal 15% atau membeli saham perusahaan dengan PBV 3x apabila memiliki nilai ROE minimal 20%.

Pada tabel diatas PT Gudang Garam tbk (GGRM) memiliki PBV terendah, yaitu 1,97x. Hal ini menunjukkan GGRM masih “murah” atau undervalued, karena memiliki nilai book value yang cenderung cukup besar jika dibandingkan market price-nya saat ini. Sedangkan ROE GGRM tercatat sekitar 17,57% sehingga masih cukup menarik untuk dikoleksi para investor.

“Murah vs Mahal” – Itu Relatif

Saham murah atau mahal memang relative, dan masih banyak metode lain yang bisa menentukan hal tersebut bahkan antara metode yang satu dengan yang lain bisa jadi bertolak belakang. Beberapa metode lain yang bisa digunakan antara lain Price to Pre-provision profit (PPP), market cap to deposit, Dividen Yield dibandingkan risk free rate return, dan masih banyak lagi.

Namun jika melihat dari sisi “modal”, bermain saham-saham premium memang terbilang “mahal” karena membutuhkan uang yang tidak sedikit. Meskipun begitu daya tarik saham”premium” memang masih cukup kuat, dan hal tersebut sepertinya sedikit teringankan dengan disediakannya “fasilitas margin” bagi Anda yang tidak memiliki cukup dana. Namun apapun saham yang Anda pilih tetap pertimbangkan baik-baik segala “risk and return” yang didapat, dan Selamat Berinvestasi.