1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

indikator-indikator kemahalan @ ihsg, kok gitu seh … 061209 6 Desember 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 9:31 am

Nanda Sitepu
Associate Analyst Vibiz Research Center
Saham-Saham di BEI Sudah Kemahalan? Ayo Kita Lihat Bersama !
Kamis, 03 Desember 2009 18:55 WIB

(Vibiznews- Stocks) Sepanjang tahun 2009 ini, sebagian besar harga saham-saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah sukses meloncat tinggi sehingga menimbulkan wacana “apakah sudah kemahalan?”. Beberapa saham memang kian sulit untuk diakumulasi, terutama oleh investor kecil (ritel). Jadi apakah hal ini menandakan saham-saham di BEI sudah mulai kemahalan? Ataukah memang masih layak untuk dikoleksi?

Sedikit gambaran, seorang Investor jika ingin membuat account trading saham di sebuah perusahaan sekuritas minimal membutuhkan dana sebesar Rp 5.000.000,-. Sedangkan di BEI saat ini sudah semakin banyak saham-saham yang harganya semakin “premium” sehingga untuk membeli 1 lot saham (500 lembar), seorang investor membutuhkan dana > Rp 5.000.000,-.

Berikut ini saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ 45 yang harganya sudah terbilang “premium” karena untuk memilikinya Anda minimal harus mengeluarkan > Rp 5.000.000

Note :
• Semakin rendah nilai PER suatu emiten dibandingkan rata-rata PER sektoral/industri, maka “semakin murah” harga saham tersebut di mata para investor secara investor, begitu pula sebaliknya
• Sedangkan nilai PBV semakin rendah menunjukkan saham tersebut “murah”, namun biasanya juga perlu memperhatikan nilai ROE

“Murah vs Mahal” – Dilihat Dari PER

Secara sederhana cara menghitung PER saham adalah market price dibagi EPS. EPS merupakan nilai dari besaran laba yang diwakili oleh satu lembar saham, semakin tinggi nilainya maka saham tersebut semakin bagus karena tingginya kemampuan perusahaan dalam mencetak laba. PER bisa dibandingkan secara langsung antara 2 saham yang sejenis ataupun dibandingkan dengan PER rata-rata suatu Industry.

Pada tabel diatas kita bisa melihat PT Indo Tambangraya Megah tbk (ITMG) sebagai salah satu saham berharga “premium” memiliki PER paling rendah, yaitu hanya sebesar 9,71x. nilai PER tersebut harus dibandingkan dengan PER emiten sejenis, misalnya saja PTBA yang memiliki PER sebesar 13,03%. Jika keduanya dibandingkan, dilihat dari PER-nya saham ITMG masih lebih “murah” jika dibandingkan dengan saham PTBA, meskipun secara nilai market price harga 1 lembar saham ITMG (Rp 29500) memang lebih mahal dibandingkan harga 1 lembar saham PTBA (Rp 16800).

“Murah vs Mahal” – Secara PBV

Secara sederhana cara menghitung PBV saham adalah market price dibagi Nilai Buku (book value) perusahaan. Semakin rendah nilai PBV menunjukkan bahwa harga sahamnya “murah” (undervalued). Selain itu ratio PBV juga mampu membantu menentukan apa yang tersisa jika suatu perusahaan tiba-tiba bangkrut, karena nilai book value menunjukkan nilai asset yang sebenarnya dari sebuah perusahaan.

PBV sendiri biasanya disandingkan dengan ROE, karena percuma saja perusahaan memiliki banyak asset apabila tidak mampu mencetak return. Investor biasanya mau membeli saham perusahaan dengan PBV 2x apabila nilai ROE perusahaan tersebut minimal 15% atau membeli saham perusahaan dengan PBV 3x apabila memiliki nilai ROE minimal 20%.

Pada tabel diatas PT Gudang Garam tbk (GGRM) memiliki PBV terendah, yaitu 1,97x. Hal ini menunjukkan GGRM masih “murah” atau undervalued, karena memiliki nilai book value yang cenderung cukup besar jika dibandingkan market price-nya saat ini. Sedangkan ROE GGRM tercatat sekitar 17,57% sehingga masih cukup menarik untuk dikoleksi para investor.

“Murah vs Mahal” – Itu Relatif

Saham murah atau mahal memang relative, dan masih banyak metode lain yang bisa menentukan hal tersebut bahkan antara metode yang satu dengan yang lain bisa jadi bertolak belakang. Beberapa metode lain yang bisa digunakan antara lain Price to Pre-provision profit (PPP), market cap to deposit, Dividen Yield dibandingkan risk free rate return, dan masih banyak lagi.

Namun jika melihat dari sisi “modal”, bermain saham-saham premium memang terbilang “mahal” karena membutuhkan uang yang tidak sedikit. Meskipun begitu daya tarik saham”premium” memang masih cukup kuat, dan hal tersebut sepertinya sedikit teringankan dengan disediakannya “fasilitas margin” bagi Anda yang tidak memiliki cukup dana. Namun apapun saham yang Anda pilih tetap pertimbangkan baik-baik segala “risk and return” yang didapat, dan Selamat Berinvestasi.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s