1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

teori lagi, membatalkan dan merevisi order transaksi … 091209 9 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum,Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 6:43 am

Antara Withdraw dan Ammend
Senin, 7 Desember 2009 – 09:28 wib

Kegiatan jual beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selalu dilakukan melalui order transaksi oleh investor, baik untuk beli maupun jual. Mengenai order transaksi tersebut pernah pula ditulis dalam rubrik ini pada edisi Senin (16/11) lalu. Dalam bahasan itu disebutkan ada istilah time priority dan price priority. Tulisan ini akan melengkapi pemahaman order transaksi saham di BEI.

Dalam mengajukan order transaksi baik beli maupun jual ada beberapa hal yang harus dipahami. Kadang-kadang order itu dilakukan dengan terburu-buru tanpa perhitungan panjang dan hanya didasarkan pengamatan sesaat atau ikut-ikutan pasar. Ketika harga saham tampak menunjukkan trend naik, investor tanpa pikir panjang ikut pasang order jual. Begitu pula ketika pasar menunjukkan trend turun, investor banyak yang berduyun-duyun mengajukan order jual.

Sebuah keputusan investasi yang bersifat sesaat, lebih dikarenakan oleh sentimen pasar yang terjadi saat itu selalu mengandung potensi kesalahan. Misalnya, volume order beli terlalu besar atau terlalu kecil. Bisa saja kesalahan itu berupa harga saat order diajukan terlalu tinggi atau terlalu rendah. Dalam kondisi seperti itu ada dua hal yang bisa dilakukan oleh seorang pemodal, yakni melakukan langkah pembatalan atau pencabutan order (withdraw) dan atau melakukan perubahan – bisa pengurangan atau penambahan, volume order transaksi (ammend).

Masing-masing tindakan memiliki konsekwensi. Langkah withdraw, akan menghilangkan sekaligus dua hal baik time priority maupun price priority karena withdraw berarti mencabut seluruh order yang dilakukan sebelumnya dan mengganti dengan order yang baru. Order baru bisa dilakukan dengan volume yang sama dan harga berbeda ataupun volume maupun harga yang berbeda. Sedangkan ammend, tidak merubah time maupun price priority karena tindakan ini hanya sebatas merubah volume order, baik untuk order beli maupun jual.

Sebagai ilustrasi perhatikan tabel berikut. Kolom satu (1) adalah volume atau jumlah order beli dengan satuan lot dimana 1 lot berisi 500 lembar saham. Kolom dua (2) harga pembelian yang dikehendaki investor. Kolom tiga (3) adalah harga penawaran yang diajukan investor, dan kolom empat (4) merupakan jumlah atau volume penawaran yang masuk.



Dengan menyimak tabel tersebut di atas, jelas sekali bahwa setiap order beli belum tentu dapat saham dan setiap order jual belum tentu terjual atau laku. Semuanya tergantung pada harga yang diajukan dalam order transaksi tersebut. Kembali pada tabel di atas. Jumlah order yang tertulis di papan perdagangan merupakan akumulasi atau jumlah total order yang masuk. Kalau tertera order beli saham XYZ di harga Rp 2.475 sebanyak 2.987 lot maka jumlah lot itu merupakan jumlah total dari seluruh order yang masuk di harga Rp 2.475.

Jika order beli investor X pada harga Rp 2.475 berada di urutan pertama sebanyak 50 lot misalnya, maka investor X akan mendapatkan saham yang dibelinya jika ada investor yang melepas saham XYZ di harga Rp 2.475. Ini yang disebut dengan istilah time priority, siapa yang order beli lebih dulu maka ia mendapatkan urutan lebih awal untuk mendapatkan saham yang akan dibeli. Dengan begitu, apabila order investor X pada harga Rp 2.475 berada di urutan terakhir maka kendati terjadi transaksi di Rp 2.475, investor X belum mendapatkan saham yang hendak dibelinya.

Namun, jika investor X tidak sabar menunggu di harga Rp 2.475 karena urutan ordernya paling akhir, maka untuk mendapatkan saham XYZ, investor X harus berani menaikkan order belinya ke Rp 2.500. Dengan menaikkan harga order beli, investor X pasti dapat saham XYZ yang diinginkan. Ini yang disebut dengan price priority, jika investor berani mengajukan order beli pada harga yang lebih baik maka ia pasti akan memperoleh saham yang diinginkan. Gambaran yang sama juga berlaku untuk order jual.

Dalam aktifitas transaksi, investor bisa mengubah order transaksi yang diajukan. Jika investor ingin membatalkan order, maka ia bisa melakukan perintah withdraw, dan jika investor ingin berubah volume order, maka ia bisa memberikan perintah ammend kepada dealernya. Misalnya, semula investor order beli 100 lot saham XYZ di harga Rp 2.475. Lantas ia berubah pikiran untuk mengurangi ordernya menjadi hanya 50 lot saja. Investor X bisa melakukan amend tanpa merubah time priority-nya. Begitu seterusnya.

Jika investor merasa order beli di Rp 2.475 terlalu tinggi karena diperkirakan harga saham bisa turun hingga ke level Rp 2.425, maka investor bisa mencabut ordernya (withdraw) dan memasang kembali di Rp 2.425. Jika Anda ingin mencoba silahkan datang ke galeri tempat Anda membuka rekening Efek dan lakukan transaksi di sana. (Tim BEI) okezone

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s