1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

keras berdarah-darah, itu ciri taon MACAN 2010 … 101209 10 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:36 pm

… gw cuma mikir, apa ada bisnis yang ga usah kompetisi sama sekali … ada seh, maen saham … lha wong ini khan namanya juga maen saham, walau pun ada labanya lho 😛

Rhenald Kasali
Tahun Hiperkompetisi
Kamis, 10 Desember 2009 – 07:23 wib

BANYAK ahli meramal tahun 2010 akan lebih baik dibanding 2009. Ekonomi diharapkan berkembang lebih baik, tumbuh di atas 5 persen.

Di luar dugaan,para ekonom pun mengatakan krisis ternyata berakhir lebih cepat dari perkiraan semula. Dengan kata lain,pemulihan ekonomi dunia akan sangat menggairahkan. Namun ada satu hal yang luput diperhatikan, 2010 adalah tahun hiperkompetisi. Tahun di mana persaingan akan menunjukkan giginya, keras, bahkan berdarahdarah. Inilah tahun seleksi alam. Seleksi di antara pelaku-pelaku usaha terjadi di mana-mana, baik di atas,di antara pelaku-pelaku usaha besar – maupun di bawah, di antara 50,7 juta pelaku usaha mikro.

Seleksi Alam

Paparan-paparan yang diberikan oleh lebih dari 100 eksekutif puncak yang saya temui dalam tiga bulan belakangan menyadarkan saya bahwa kekuatan yang mereka miliki di akhir tahun ini sungguh luar biasa.Sebuah bank besar yang baru saja selesai melakukan merger kini telah berhasil menyatukan sistemnya.

Di luar dugaan,mereka berhasil menggabungkan proses teknologi informasi (TI) yang rumit menjadi strategic weapon yang unggul. Proses itu terbentuk lebih cepat dari jadwal yang diduga banyak orang. Sebuah bank yang lain,berhasil membentuk bisnis di sektor pembiayaan dengan dana murah, yang sistem penjemputan pasarnya telah berhasil disempurnakan. Kalau usaha mereka dieksekusi pada awal 2010, gerakan mereka akan sangat mengancam para penyalur kredit dan perbankan. Perubahan besar-besaran juga tengah terjadi di bisnis perumahan, automotif,makanan dan minuman, obat-obatan (farmasi), dan minuman kesehatan, tekstil, alas kaki (footwear),sampai permesinan,dan asuransi.

Mereka telah selesai melakukan konsolidasi internal, peningkatan pelayanan dan database, penerapan teknologi-teknologi baru,dan tentu saja pengembangan produk-produk baru. Selain pembenahan internal, proses seleksi alam antara lain juga dibentuk oleh membanjirnya produk-produk impor dari negaranegara tetangga, dan masuknya usaha-usaha jasa tanpa halangan sama sekali. Di berbagai bandar udara (bandara) dewasa ini, misalnya, mulai sering kita saksikan serbuan armada-armada udara komersial asing yang mengangkut penumpang dari kota-kota besar dan kecil di hampir seluruh kota di Indonesia. Armada-armada dari Malaysia, Singapura, Australia, Taiwan, dan Hong Kong, hadir mulai dari Medan, Balikpapan, Pontianak, Bali, sampai Makassar.

Selain mengangkut penumpang kita,mereka juga mengambil konsumen Indonesia untuk jasa rumah sakit, pendidikan, dan belanja ke kantong-kantong wisata di negeri mereka. Sebaliknya, armada komersial Indonesia masih dipersulit mengangkut penumpang dari berbagai kota di negeri tetangga ke sini. Selain mendapat kemudahan dari jajaran birokrasi di sini untuk menggarap pasar Indonesia, ternyata mereka juga memberikan batasan-batasan yang kuat pada pelaku-pelaku usaha domestik. Dapatkah Anda bayangkan Departemen Perhubungan (Dephub) bukan saja mengatur tentang masalah keselamatan (safety), melainkan juga aspek komersial.

Dephub mengatur berapa jumlah pesawat yang harus dimiliki, agar sebuah armada penerbangan dapat beroperasi.Menurut Undang- Undang No 1/2009 tentang Penerbangan, setiap perusahaan penerbangan baru harus memiliki lima pesawat sendiri dan lima pesawat yang dikuasai. Dengan pertimbangan satu pesawat berbadan lebar memerlukan investasi antara USD50 juta – 100 juta, maka setiap usaha baru penerbangan domestik memerlukan investasi di atas Rp4 triliun. Padahal, saat Lion Air memulai usaha, ketentuan yang berlaku cukup memiliki satu pesawat saja, walau pesawat itu menyawa dari luar (outsourcing).

Tentu saja saat undang-undang itu keluar, konteks persaingan bisnis penerbangan tampak kurang sehat dan banyak pejabat Dephub yang tertangkap menyalahgunakan wewenang dan korupsi.Wajar kalau negeri ini meningkatkan kewaspadaan. Tetapi benarkah suasana persaingan mengendur? Mengendur di dalam negeri ternyata tidak di luar negeri.Angkasa dan bandara-bandara kita ternyata sudah sangat terbuka dikuasai asing. Pada 2010 persaingan yang sangatsengitdariarmadaasingyang menawarkan harga supermurah tak akan berbeda dengan tekstil-tekstil murah dan batik asal China.

Interaksi yang saya terima sepanjang semester kedua tahun 2009 menunjukkan, semangat yang begitu tinggi di kalangan para eksekutif didukung konsolidasi internal yang sudah lebih siap untuk memenangkan pasar. Mereka akan saling berhadap-hadapan dan tentu saja menciptakan pasarpasar baru.

Growth Pressure

Apakah yang dapat dilakukan para eksekutif Indonesia dalam menghadapi pasar yang demikian? Ada empat hal yang perlu diperhatikan. Pertama, waspada. Ramalan-ramalan ekonomi adalah sebuah gambaran yang berisi tentang kondisi ekonomi di masa depan secara makro. Medan yang dihadapi para pelaku usaha adalah medan spesifik yang terkait dengan kondisi mikro. Medan persaingan adalah kondisi mikro yang berbeda antara satu industri dengan industri lainnya, antara market leader dengan para pengikut pasar dan para pengisi ceruk-ceruk pasar.

Ramalan-ramalan ekonomi tidak menjelaskan kondisi persaingan yang secara riil Anda alami, pelaku-pelaku dalam masing-masing industri. Jadi lebih berwaspadalah. Kedua, bagi Anda yang sudah menjadi pemimpin pasar, jangan terperangkap dalam strategi defensif dengan memproteksi pangsa pasar secara reaktif. Lakukanlah langkah-langkah memasuki pasarpasar yang dikuasai lawan-lawan Anda.Eksekutif yang sedang asyik mengepung pasar biasanya lupa membentengi pasarnya sendiri. Ketiga, ciptakanlah produkproduk pecundang untuk mengalihkan kompetitor Anda dan perkuatlah semangat juang ujung tombak usaha agar stamina mereka tetap kuat menghadapi iklim usaha yang tumbuh, namun bergejolak dan penuh intrik.

Keempat, untuk pelaku-pelaku usaha yang sudah merasa nyaman dan bentengnya cukup kuat,segera lakukanlah perubahan-perubahan secara signifikan. Jadikanlah usaha Anda sebagai adaptive company dan ubahlah karyawan menjadi entrepreneur. Lakukanlah growth pressure, dengan cara memaksa mereka untuk alert dan berorientasi pada pertumbuhan. Apa pun yang Anda lakukan, hendaknya selalu ingat, 2010 bukanlah tahun yang menyenangkan seperti kata banyak orang.

Ini adalah tahun penuh ketegangan dengan medan usahanya yang agresif dan inovatif. Buatlah para eksekutif dan karyawan Anda terbiasa menghadapi persaingan. Selamat bertarung. (*)

Rhenald Kasali
Ketua Program MM UI (Koran SI/Koran SI/rhs)

Iklan
 

pemulihan ekonomi global maseh rawan, menurut analis … 101209

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 11:18 pm

… seandainya benar bahwa ihsg akan tertekan gara2 pemulihan ekonomi global TERGANGGU DAHSYAT lage : maka gw mah uda selalu memperingatkan bahwa diversifikasi investasi itu penting, dan sekaligus gw khan uda share metode fokus laba dalam tren turun dan rumus strategi trading harian … sekedar perbandingan METODE T3B sama sekali TIDAK BERTRADING SAAT TREN PENGUATAN HARGA SAHAM yang bersangkutan TIDAK TERJADI … metode yang gencar beriklan di salah satu radio swasta Jakarta ini mengakui bahwa tingkat efektifitas sistemnya yaitu 70-80% … artinya ada saat sistem ini TIDAK EFEKTIF SAMA SEKALI YAITU SAAT TERJADI PENURUNAN KEKUATAN HARGA SAHAM ybs … well, up2u lah

10/12/2009 – 14:38
Pemulihan Dunia Bisa Meleset
Ekonomi RI Jangan Senang Dulu
Yusuf Karim

Syeikh Rashid Al Maktoum
(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Ramalan mengenai segera berakhirnya permasalahan finansial global yang terjadi mulai akhir 2007 hingga pertengahan 2008 bisa jadi meleset. Hal ini disebabkan berbagai kondisi yang dialami negara-negara maju dalam mengelola keuangan negara.

Kondisi finansial yang mulai pulih akibat proses recovery yang dilakukan secara bertahap oleh negara-negara utama berpotensi kembali dilanda oleh guncangan fiskal. Beberapa negara yang diperkirakan berpotensi ikut mempengaruhi kondisi tersebut adalah Dubai dan Jepang.

Dubai yang dikenal sebagai salah satu negara yang menjadi kiblat pasar finansial di kawasan Timur Tengah ini mengalami problem yang cukup serius dalam pembiayaan pembangunannya. Melejitnya pembangunan di negara burj tersebut ditopang oleh pembiayaan yang didominasi oleh berbagai investor yang menanamkan modalnya dalam surat berharga.

Ketika laju perputaran duit di dunia melambat, dana yang mengalir ke Dubai juga sedikit terhambat, akibatnya beberapa perusahaan utama seperti Dubai World harus melakukan penjadwalan ulang terhadap pembayaran utang-utangnya.,

Penguasa Dubai Syeikh Rashid Al Maktoum dalam koran lokal berkali-kali menegaskan bahwa problem finansial di Dubai World terlalu dibesar-besarkan. Menurutnya, setiap kebijakan utang yang dilakukan masih dalam proses terkendali dan wajar.

Oleh karena itu, dirinya tetap positif bahwa secara keseluruhan proses pembangunan di Dubai tidak akan banyak terganggu. Perusahaan global milik pemerintah Dubai itu meminta moratorium (menunda mbayar utangnya) sebesar US$ 60 miliar. Utang itu di antaranya obligasi syariah sebesar US$ 3,52 miliar.

Obligasi itu diterbitkan anak perusahaan Dubai World, Nakheel yang merupakan pengembang proyek permukiman prestisius The Palm Islands serta obligasi syariah terbitan Limitless sebesar US$ 1,2 miliar.

Di lain pihak, pemerintah Jepang mengumumkan rencana untuk mengucurkan stimulus fiskal sebesar JPY 7.200 milliar atau sekitar US$ 81 miliar. Jumlah ini dibutuhkan untuk mendukung kebijakan-kebijakan ekonomi negeri sakura tersebut.

Perdana Menteri dan Kabinet Yukio Hatoyama baru saja menyetujui dana stimulus fiskal 7,2 triliun yen atau setara dengan USD80,6 miliar. Dana sebesar itu akan digulirkan setelah adanya negosiasi dengan mitra koalisi. Dengan adanya mega stimulus itu, maka akan menimbulkan risiko penyusutan penerimaan pajak.

Termasuk di antaranya untuk menahan perlambatan ekonomi yang terjadi semenjak krisis finansial global melanda. Dubai dan Jepang memang dua negara yang memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat, negara yang menjadi episentrum (pusat) krisis finansial global dengan fenomena subprime mortgage.

AS sendiri melalui Presiden Barack Obama juga sedang bersiap menggunakan sisa uang dari dana talangan perbankan US$200 miliar, untuk membiayai skema penciptaan lapangan kerja.

Di kawasan Eropa, pemerintah Inggris telah mengeluarkan dana bailout penyelamatan sistem perbankan sebesar 850 miliar pound (933 miliar euro/US$1,4 triliun). Ini adalah jumlah penyelamatan terbesar yang pernah dikeluarkan Inggris.

Bagaimana dengan Indonesia? Sebelumnya Indonesia bisa bangga karena mengalami blessing disguise dan terlepas dari jerat krisis subprime mortgage karena tidak memiliki hubungan yang cukup kuat dengan negara-negara utama seperti AS dan Eropa.

Namun, bila kemudian Jepang dan Dubai harus terseret dampak dari gelombang baru krisis finansial, kali ini diperkirakan Indonesia tidak akan seberuntung sebelumnya.

Apalagi di dalam negeri berbagai persoalan internal seperti kredilitas perbankan mulai banyak disoroti, terutama terkait dengan kasus bail out Bank Century yang belum juga menemukan solusi.

Oleh karena itu, pemerintah idealnya mawas diri dan segera melakukan berbagai langkah pasti guna menanggulangi kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi menyusul kondisi terkini perekonomian global.

Kebijakan-kebijakan ekonomi tidak bisa lagi taken for granted dan dibiarkan business as usual. Pemerintah idealnya bisa terus melakukan evaluasi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sehingga kebijakan ekonomi bisa semakin efisien dan efektif. [mdr]

 

RUMUS2 ANEH strategi TRADING HARIAN demi LABA …

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 3:54 pm

… gw kutak kutik berbagai variabel yang terkait dengan TRADING HARIAN saham2 gw … ternyata RUMIT ABIS … tapi akhirnya gw ketemu rumus sederhana yang aneh tapi bisa gw jadikan patokan maen saham gw sbb (coba masukkan dalam file EXCEL data2 contoh berikut dan rumus2nya; kalo ga bisa, pake kalkulator aja dan coret2 di kertas):
X = Variabel 1 : Target/6 bulan
Y = Variabel 2 : Jumlah hari kerja/bulan
Diketahui : 1 bulan kerja bursa antara 17 dan 22 hari
Z = Variabel 3 : Nilai 1 poin transaksi
A,B,C = Variabel 4 : Harga real-time/saham
P,Q,R = Variabel 5 : Jumlah Lot saham tertentu
Diketahui 1 lot = 500 saham
T = Variabel 6 : Target/1 bulan
A (harga saham bumi real time) = 2500
P (tentukan sendiri jumlah lot saham bumi) = 40
B (harga saham bbri real time) = 8000
Q (tentukan sendiri jumlah lot saham bbri) = 10
C (harga saham trub real time) = 130
R (tentukan sendiri jumlah lot saham trub) = 120
X (tentukan sendiri target laba 6 bulan maen saham) = 100,000,000
T (target/ 1 bulan) = 16,666,666
Berapa modal setiap bulan? Berapa gain yang harus diperoleh setiap bulan?
M (Modal multi/bulan) pake rumus ini :
M=(A*P*500)+(B*Q*500)+(C*R*500)
M=(2500X40X500)+(8000X10X500)+(130X120X500)=
M=97,800,000.00

… nah gimana cara mendapatkan gainnya supaya LABA 6 BULAN BISA TERCAPAI? jelas harus dicapai dulu target laba perbulannya dulu : Rp.16,666,666,- ( LABA PER HARI jika 22 hari kerja bursa/bulan = Rp.757,575,-)
G (% gain/margin per bulan) = T/M X 100%
G = 16,666,666/97,800,000 = 17,04%

BAGAIMANA CARA MENCAPAI TARGET 17% ITU LHO?
YAITU DENGAN MERAIH LABA 1 POIN PADA SETIAP SAHAM DI ATAS SETIAP HARI KERJA BURSA:
Saham bumi harus terjadi gain 1 poin = Rp.25,- yaitu Rp.2525,-
Saham bbri harus terjadi gain 1 poin = Rp.50,- yaitu Rp.8050,-
Saham trub harus terjadi gain 1 poin = Rp1,- yaitu Rp.131,-
… sederhana khan ya … nah gw harus melakukan setiap hari kerja selama 1 bulan hari kerja bursa (17-22 hari) dan 6 bulan berturut-turut …. namun gw bisa modifikasi dengan merubah banyak variabel misalnya:
– target 6 bulan
– jumlah lot setiap saham
– harga saham yang berubah-ubah (real time)
– selisih harga jual dan beli yang LEBIH DARI 1 POIN
– hari maen saham disesuaikan dengan waktu yang tersedia untuk maen saham
well, TETAP HARUS PAKE CARA2 FOKUS LABA DALAM TREN TURUN JUGA dan analisis teknikal sederhana serta analisis fundamental serta analisis ekonomi makro dan global sekaligus … mumet ga? YA, tapi jauh lebih sederhana daripada KERJA SERIUS PROFESIONAL KHAN YA 😛

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/09/analisis-teknikal-sederhana-saham2-yang-gw-transaksikan-everyday/

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/11/fokus-pada-laba-dalam-tren-turun-3/; https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/05/fokus-laba-dalam-tren-turun-2/; https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/01/fokus-laba-dalam-tren-turun/; https://transaksisaham.wordpress.com/2009/10/29/fokus-pada-laba-dalam-tren/

… neh gw link ke FOKUS LABA DALAM TREN TURUN : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/11/fokus-pada-laba-dalam-tren-turun-3/; https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/05/fokus-laba-dalam-tren-turun-2/; https://transaksisaham.wordpress.com/2009/11/01/fokus-laba-dalam-tren-turun/; https://transaksisaham.wordpress.com/2009/10/29/fokus-pada-laba-dalam-tren/

… neh gw kasi link ke analisis teknikal sederhana : https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/09/analisis-teknikal-sederhana-saham2-yang-gw-transaksikan-everyday/

… ternyata posting ini meningkatkan traffic pengunjung blog ini mendekati rekor tertinggi sejak peluncuran blog ini (tertinggi yaitu pada awal Desember 2009) … well, semoga posting ini memberi manfaat lebe banyak daripada kerugiannya … SELAMAT BERLABA BESAR dah

gw ga janji ya, apalagi yang muluk2, tapi posting gw ini berhasil memecahkan rekor traffic bahkan di google search engine uda langsung mendarat di posisi 5 besar yang mencari TOOL MAEN SAHAM … well, gw maseh kutak kutik terus cara maen saham gw, semoga nante gw ketemu yang baru dan lebe dahsyat labanya … keep reading the blog 🙂

… silakan klik link berikut untuk mendownload file2 excel kalkulasi strategi trading di atas : http://investorindonesiajaya.yolasite.com/
… GW TERUS MENYEDERHANAKAN RUMUS ANEH STRATEGI TRADING HARIAN di atas, tetap di link yang sama dengan nama file ditambah kata REVISI : http://investorindonesiajaya.yolasite.com/

 

saham yang mungkin mantul naek … 101209

Filed under: Investasi Umum,JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 6:49 am

order jual antm:
2350
order beli antm:
2250
order beli antm:
2250 full matched
———————————— saham lain
order jual adro:
1780
order beli adro:
1710
———————————— saham lain
order jual bbri:
7950
order beli bbri:
7650
order beli bbri:
7650 full matched
order jual bbri tambahan :
7700
order jual bbri:
7700 full matched
———————————— saham lain
order jual bnii:
360
order beli bnii:
345
———————————— saham lain
order jual bumi:
2700
order beli bumi:
2475
———————————— saham lain
order jual indy:
2200
order beli indy:
2075
order beli indy:
2075 full matched
———————————— saham lain
order jual trub:
140
139
order beli trub:
132
order jual trub:
139 full matched
———————————— saham lain
order jual elsa:
325
order beli elsa:
305
order jual elsa tambahan:
310
315
order jual elsa:
310 full matched
———————————— saham lain
Kamis, 10/12/2009 16:07 WIB

Saham TLKM dan BBCA topang indeks naik 0,2%

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup naik 5,14 basis poin (0,2%) menjadi 2.486,44 ditopang oleh saham TLKM, BBCA dan GGRM.

Sebanyak 85 saham naik, 80 turun dan 228 saham tidak berubah pada penutupan perdagangan hari ini. Saham TLKM naik Rp250 menjadi Rp9.450, BBCA naik Rp50 menjadi Rp4.750, GGRM naik Rp600 menjadi Rp19.300, BMRI naik Rp50 menjadi Rp4.625, ASII naik Rp150 menjadi Rp33.250.

Selanjutnya, INTP naik Rp150 menjadi Rp12.350, DOID naik Rp50 menjadi Rp1.500, BDMN naik Rp25 menjadi Rp4.375, BTPN naik Rp250 menjadi Rp3.850 dan TRAM naik Rp20 menjadi Rp275.

Adapun, saham yang mengalami penurunan adalah UNVR turun Rp200 menjadi Rp11.000, PTBA turun Rp50 menjadi Rp3.900, BBRI turun Rp50 menjadi Rp7.750 dan SMGR turun Rp100 menjadi Rp7.250.

bisnis.com

———————————— saham lain
———————————— saham lain
UPDATE 2-Indonesian says coal sale rule no bar to exports
Mon Dec 7, 2009 6:12pm EST
Related News
UPDATE 2-Indonesia’s Antam sees higher 2010 ferronickel sales
Mon, Dec 7 2009
CORRECTED – CORRECTED-UPDATE 1-Antam sees higher 2010 ferronickel sales
Mon, Dec 7 2009
Indonesian producers allowed to export coal
Mon, Dec 7 2009
UPDATE 1-Indonesia, Newmont agree further 14 pct stake sale
Mon, Nov 23 2009
UPDATE 2-Indonesia urges Antam to buy shares in Newmont unit
Tue, Nov 17 2009
Stocks

PT Bumi Resources Tbk
BUMI.JK
Rp. 2,575.00
+100.00+4.04%
12:00am GMT+0700

PT Adaro Energy Tbk
ADRO.JK
Rp. 1,740.00
+40.00+2.35%
12:00am GMT+0700

Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc.
FCX.N
$78.37
+2.10+2.75%
3:00am GMT+0700
BASIC MATERIALS | ENERGY

* Coal miners can export even if they miss local sales volume

* Processing requirement won’t apply if mineral output too low (Adds quotes on metal mining)

By Fitri Wulandari

NUSA DUA, Indonesia, Dec 7 (Reuters) – Indonesia will let coal producers keep exporting, despite missing domestic sales requirements as smaller firms undercut them, a senior mining official said on Monday, in an apparent delay to a 2008 rule.

The official also said that in the metal mining sector, the goverment would not push miners to set up their own smelters to process minerals locally, particularly if production was low.

The policy change is likely to be welcomed by mining firms, many of which had complained that the requirement to process all mining products into metals locally, either by setting up their own smelters or using another smelter for processing, could inflate costs and deter investment.

Indonesia’s new coal and mining law passed in December 2008 require coal producers to sell a certain portion of their output to the domestic market since demand at home is expected to surge in coming years as new power projects are completed.

The requirement to process all mining products locally is also part of the new coal and mining law that aims to squeeze more revenue from the sector.

A draft of implementing rules attached to the new mining and coal law said coal miners could only export production as long as they met domestic demand for coal or minerals.

But many big coal producers holding coal works contracts have not been able to meet the domestic sales obligation as local buyers, including state electricity firm PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), prefer to buy cheap coal from smaller rivals, Bambang Setiawan, Director General of Mineral, Coal and Geothermal at the Energy Ministry said.

“Coal contractors can continue exports of their coal even if their domestic sales doesn’t reach requirement. It’s not their fault if they don’t have local buyers for their coal,” Setiawan said on the sidelines of the Indonesia Mining World 2009 Conference on the resort island of Bali.

Holders of a coal contract of works — a long-term agreement between both foreign and domestic firms and the central government — normally sell coal at higher prices, as the pact gives the government a 13.5 percent cut of coal revenue.

This contrasts with smaller rivals, who hold a mining authorisation or KP — available only to domestic firms and signed with local governments — who pay a lower coal royalty of between 3-7 percent, depending on the coal varieties.

Producers holding coal contracts of work, such as PT Bumi Resources Tbk (BUMI.JK) and PT Adaro Energy Tbk (ADRO.JK), account for 80 percent of total output in the world’s top exporter of thermal coal, which is seen at around 230 million tonnes this year.

The domestic market obligations will be implemented once new implementing mining regulations attached to the new mining law are completed. The government expects to issue the new regulations in January 2010, Setiawan said.

The government has said it plans to cap coal exports at 150 million tonnes a year, as soon as 2010, to help supply new power stations coming on stream as part of a crash programme to boost generating capacity and ease power shortages.

But analysts said it was unlikely to crimp global supplies for as long as five years, when the new power plants finally fire up domestic demand.

Setiawan said the goverment will not push miners to set up their own smelters to process minerals locally, particularly if production is low.

The requirement will only apply for minerals where concentrate production has exceeded the capacity of local smelters, such as copper and nickel, Setiawan said.

“But it won’t apply for other minerals where production is still low, such as lead and zinc. We won’t force it if it’s not economical,” he said.

Indonesia is the world’s top exporter of tin and thermal coal and one of the key producers of zinc, copper, nickel and gold.

International resource firms such as Freeport-McMoran Copper&Gold (FCX.N) and Newmont Mining Corp. (NEM.N) have operations here, but the country has seen little new foreign investment in metal mining in recent years and the new mining law appeared likely to dampen enthusiasm among potential investors
———————————— saham lain
10/12/2009 – 06:14
Yes! Wall Street Hijau
Mosi Retnani Fajarwati

INILAH.COM, New York – Para investor kembali bergairah melantai di Wall Street dan mengesampingkan kekawatiran akan utang-utang bermasalah.

Indeks kembali menguat pada perdagangan Rabu (9/12), para investor mengesampingkan semua kekawatiran akan meningkatnya utang pemerintah di Spanyol, Yunani, dan negara lainnya.

Agen pemberi rating S&P 500 menurunkan ratingnya terhadap utang Spanyol. Sebelumnya, lembaga tersebut juga menurunkan rating terhadap utang pemerintah Yunani. Selain itu, Dubai juga sempat membayangi para investor dalam bertransaksi.

Sementara itu, indeks kembali mengikuti pergerakan dolar AS. Saat melemah, indeks pun melemah dan sebaliknya, namun harga komoditas menjadi tertekan.

Dengan semakin dekatnya akhir tahun, para investor mulai mengalihkan investasinya pada instrumen investasi defensif sepertu surat utang. Di sisi lain, keadaan pasar berfluktuasi dan para analis memprediksikan ha tersebut akan terus berlangsung hingga akhir tahun.

Pada penutupan perdagangan Rabu, Dow Jones naik 51,08 poin (0,5%) ke 10.337,05, S&P 500 naik 4,01 poin (0,4%) ke 1.095,95, dan Nasdaq naik 10,74 poin (0,5%) ke 2.183,73. [mre]