1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

keras berdarah-darah, itu ciri taon MACAN 2010 … 101209 10 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:36 pm

… gw cuma mikir, apa ada bisnis yang ga usah kompetisi sama sekali … ada seh, maen saham … lha wong ini khan namanya juga maen saham, walau pun ada labanya lho 😛

Rhenald Kasali
Tahun Hiperkompetisi
Kamis, 10 Desember 2009 – 07:23 wib

BANYAK ahli meramal tahun 2010 akan lebih baik dibanding 2009. Ekonomi diharapkan berkembang lebih baik, tumbuh di atas 5 persen.

Di luar dugaan,para ekonom pun mengatakan krisis ternyata berakhir lebih cepat dari perkiraan semula. Dengan kata lain,pemulihan ekonomi dunia akan sangat menggairahkan. Namun ada satu hal yang luput diperhatikan, 2010 adalah tahun hiperkompetisi. Tahun di mana persaingan akan menunjukkan giginya, keras, bahkan berdarahdarah. Inilah tahun seleksi alam. Seleksi di antara pelaku-pelaku usaha terjadi di mana-mana, baik di atas,di antara pelaku-pelaku usaha besar – maupun di bawah, di antara 50,7 juta pelaku usaha mikro.

Seleksi Alam

Paparan-paparan yang diberikan oleh lebih dari 100 eksekutif puncak yang saya temui dalam tiga bulan belakangan menyadarkan saya bahwa kekuatan yang mereka miliki di akhir tahun ini sungguh luar biasa.Sebuah bank besar yang baru saja selesai melakukan merger kini telah berhasil menyatukan sistemnya.

Di luar dugaan,mereka berhasil menggabungkan proses teknologi informasi (TI) yang rumit menjadi strategic weapon yang unggul. Proses itu terbentuk lebih cepat dari jadwal yang diduga banyak orang. Sebuah bank yang lain,berhasil membentuk bisnis di sektor pembiayaan dengan dana murah, yang sistem penjemputan pasarnya telah berhasil disempurnakan. Kalau usaha mereka dieksekusi pada awal 2010, gerakan mereka akan sangat mengancam para penyalur kredit dan perbankan. Perubahan besar-besaran juga tengah terjadi di bisnis perumahan, automotif,makanan dan minuman, obat-obatan (farmasi), dan minuman kesehatan, tekstil, alas kaki (footwear),sampai permesinan,dan asuransi.

Mereka telah selesai melakukan konsolidasi internal, peningkatan pelayanan dan database, penerapan teknologi-teknologi baru,dan tentu saja pengembangan produk-produk baru. Selain pembenahan internal, proses seleksi alam antara lain juga dibentuk oleh membanjirnya produk-produk impor dari negaranegara tetangga, dan masuknya usaha-usaha jasa tanpa halangan sama sekali. Di berbagai bandar udara (bandara) dewasa ini, misalnya, mulai sering kita saksikan serbuan armada-armada udara komersial asing yang mengangkut penumpang dari kota-kota besar dan kecil di hampir seluruh kota di Indonesia. Armada-armada dari Malaysia, Singapura, Australia, Taiwan, dan Hong Kong, hadir mulai dari Medan, Balikpapan, Pontianak, Bali, sampai Makassar.

Selain mengangkut penumpang kita,mereka juga mengambil konsumen Indonesia untuk jasa rumah sakit, pendidikan, dan belanja ke kantong-kantong wisata di negeri mereka. Sebaliknya, armada komersial Indonesia masih dipersulit mengangkut penumpang dari berbagai kota di negeri tetangga ke sini. Selain mendapat kemudahan dari jajaran birokrasi di sini untuk menggarap pasar Indonesia, ternyata mereka juga memberikan batasan-batasan yang kuat pada pelaku-pelaku usaha domestik. Dapatkah Anda bayangkan Departemen Perhubungan (Dephub) bukan saja mengatur tentang masalah keselamatan (safety), melainkan juga aspek komersial.

Dephub mengatur berapa jumlah pesawat yang harus dimiliki, agar sebuah armada penerbangan dapat beroperasi.Menurut Undang- Undang No 1/2009 tentang Penerbangan, setiap perusahaan penerbangan baru harus memiliki lima pesawat sendiri dan lima pesawat yang dikuasai. Dengan pertimbangan satu pesawat berbadan lebar memerlukan investasi antara USD50 juta – 100 juta, maka setiap usaha baru penerbangan domestik memerlukan investasi di atas Rp4 triliun. Padahal, saat Lion Air memulai usaha, ketentuan yang berlaku cukup memiliki satu pesawat saja, walau pesawat itu menyawa dari luar (outsourcing).

Tentu saja saat undang-undang itu keluar, konteks persaingan bisnis penerbangan tampak kurang sehat dan banyak pejabat Dephub yang tertangkap menyalahgunakan wewenang dan korupsi.Wajar kalau negeri ini meningkatkan kewaspadaan. Tetapi benarkah suasana persaingan mengendur? Mengendur di dalam negeri ternyata tidak di luar negeri.Angkasa dan bandara-bandara kita ternyata sudah sangat terbuka dikuasai asing. Pada 2010 persaingan yang sangatsengitdariarmadaasingyang menawarkan harga supermurah tak akan berbeda dengan tekstil-tekstil murah dan batik asal China.

Interaksi yang saya terima sepanjang semester kedua tahun 2009 menunjukkan, semangat yang begitu tinggi di kalangan para eksekutif didukung konsolidasi internal yang sudah lebih siap untuk memenangkan pasar. Mereka akan saling berhadap-hadapan dan tentu saja menciptakan pasarpasar baru.

Growth Pressure

Apakah yang dapat dilakukan para eksekutif Indonesia dalam menghadapi pasar yang demikian? Ada empat hal yang perlu diperhatikan. Pertama, waspada. Ramalan-ramalan ekonomi adalah sebuah gambaran yang berisi tentang kondisi ekonomi di masa depan secara makro. Medan yang dihadapi para pelaku usaha adalah medan spesifik yang terkait dengan kondisi mikro. Medan persaingan adalah kondisi mikro yang berbeda antara satu industri dengan industri lainnya, antara market leader dengan para pengikut pasar dan para pengisi ceruk-ceruk pasar.

Ramalan-ramalan ekonomi tidak menjelaskan kondisi persaingan yang secara riil Anda alami, pelaku-pelaku dalam masing-masing industri. Jadi lebih berwaspadalah. Kedua, bagi Anda yang sudah menjadi pemimpin pasar, jangan terperangkap dalam strategi defensif dengan memproteksi pangsa pasar secara reaktif. Lakukanlah langkah-langkah memasuki pasarpasar yang dikuasai lawan-lawan Anda.Eksekutif yang sedang asyik mengepung pasar biasanya lupa membentengi pasarnya sendiri. Ketiga, ciptakanlah produkproduk pecundang untuk mengalihkan kompetitor Anda dan perkuatlah semangat juang ujung tombak usaha agar stamina mereka tetap kuat menghadapi iklim usaha yang tumbuh, namun bergejolak dan penuh intrik.

Keempat, untuk pelaku-pelaku usaha yang sudah merasa nyaman dan bentengnya cukup kuat,segera lakukanlah perubahan-perubahan secara signifikan. Jadikanlah usaha Anda sebagai adaptive company dan ubahlah karyawan menjadi entrepreneur. Lakukanlah growth pressure, dengan cara memaksa mereka untuk alert dan berorientasi pada pertumbuhan. Apa pun yang Anda lakukan, hendaknya selalu ingat, 2010 bukanlah tahun yang menyenangkan seperti kata banyak orang.

Ini adalah tahun penuh ketegangan dengan medan usahanya yang agresif dan inovatif. Buatlah para eksekutif dan karyawan Anda terbiasa menghadapi persaingan. Selamat bertarung. (*)

Rhenald Kasali
Ketua Program MM UI (Koran SI/Koran SI/rhs)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s