1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pemulihan ekonomi global maseh rawan, menurut analis … 101209 10 Desember 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 11:18 pm

… seandainya benar bahwa ihsg akan tertekan gara2 pemulihan ekonomi global TERGANGGU DAHSYAT lage : maka gw mah uda selalu memperingatkan bahwa diversifikasi investasi itu penting, dan sekaligus gw khan uda share metode fokus laba dalam tren turun dan rumus strategi trading harian … sekedar perbandingan METODE T3B sama sekali TIDAK BERTRADING SAAT TREN PENGUATAN HARGA SAHAM yang bersangkutan TIDAK TERJADI … metode yang gencar beriklan di salah satu radio swasta Jakarta ini mengakui bahwa tingkat efektifitas sistemnya yaitu 70-80% … artinya ada saat sistem ini TIDAK EFEKTIF SAMA SEKALI YAITU SAAT TERJADI PENURUNAN KEKUATAN HARGA SAHAM ybs … well, up2u lah

10/12/2009 – 14:38
Pemulihan Dunia Bisa Meleset
Ekonomi RI Jangan Senang Dulu
Yusuf Karim

Syeikh Rashid Al Maktoum
(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Ramalan mengenai segera berakhirnya permasalahan finansial global yang terjadi mulai akhir 2007 hingga pertengahan 2008 bisa jadi meleset. Hal ini disebabkan berbagai kondisi yang dialami negara-negara maju dalam mengelola keuangan negara.

Kondisi finansial yang mulai pulih akibat proses recovery yang dilakukan secara bertahap oleh negara-negara utama berpotensi kembali dilanda oleh guncangan fiskal. Beberapa negara yang diperkirakan berpotensi ikut mempengaruhi kondisi tersebut adalah Dubai dan Jepang.

Dubai yang dikenal sebagai salah satu negara yang menjadi kiblat pasar finansial di kawasan Timur Tengah ini mengalami problem yang cukup serius dalam pembiayaan pembangunannya. Melejitnya pembangunan di negara burj tersebut ditopang oleh pembiayaan yang didominasi oleh berbagai investor yang menanamkan modalnya dalam surat berharga.

Ketika laju perputaran duit di dunia melambat, dana yang mengalir ke Dubai juga sedikit terhambat, akibatnya beberapa perusahaan utama seperti Dubai World harus melakukan penjadwalan ulang terhadap pembayaran utang-utangnya.,

Penguasa Dubai Syeikh Rashid Al Maktoum dalam koran lokal berkali-kali menegaskan bahwa problem finansial di Dubai World terlalu dibesar-besarkan. Menurutnya, setiap kebijakan utang yang dilakukan masih dalam proses terkendali dan wajar.

Oleh karena itu, dirinya tetap positif bahwa secara keseluruhan proses pembangunan di Dubai tidak akan banyak terganggu. Perusahaan global milik pemerintah Dubai itu meminta moratorium (menunda mbayar utangnya) sebesar US$ 60 miliar. Utang itu di antaranya obligasi syariah sebesar US$ 3,52 miliar.

Obligasi itu diterbitkan anak perusahaan Dubai World, Nakheel yang merupakan pengembang proyek permukiman prestisius The Palm Islands serta obligasi syariah terbitan Limitless sebesar US$ 1,2 miliar.

Di lain pihak, pemerintah Jepang mengumumkan rencana untuk mengucurkan stimulus fiskal sebesar JPY 7.200 milliar atau sekitar US$ 81 miliar. Jumlah ini dibutuhkan untuk mendukung kebijakan-kebijakan ekonomi negeri sakura tersebut.

Perdana Menteri dan Kabinet Yukio Hatoyama baru saja menyetujui dana stimulus fiskal 7,2 triliun yen atau setara dengan USD80,6 miliar. Dana sebesar itu akan digulirkan setelah adanya negosiasi dengan mitra koalisi. Dengan adanya mega stimulus itu, maka akan menimbulkan risiko penyusutan penerimaan pajak.

Termasuk di antaranya untuk menahan perlambatan ekonomi yang terjadi semenjak krisis finansial global melanda. Dubai dan Jepang memang dua negara yang memiliki hubungan erat dengan Amerika Serikat, negara yang menjadi episentrum (pusat) krisis finansial global dengan fenomena subprime mortgage.

AS sendiri melalui Presiden Barack Obama juga sedang bersiap menggunakan sisa uang dari dana talangan perbankan US$200 miliar, untuk membiayai skema penciptaan lapangan kerja.

Di kawasan Eropa, pemerintah Inggris telah mengeluarkan dana bailout penyelamatan sistem perbankan sebesar 850 miliar pound (933 miliar euro/US$1,4 triliun). Ini adalah jumlah penyelamatan terbesar yang pernah dikeluarkan Inggris.

Bagaimana dengan Indonesia? Sebelumnya Indonesia bisa bangga karena mengalami blessing disguise dan terlepas dari jerat krisis subprime mortgage karena tidak memiliki hubungan yang cukup kuat dengan negara-negara utama seperti AS dan Eropa.

Namun, bila kemudian Jepang dan Dubai harus terseret dampak dari gelombang baru krisis finansial, kali ini diperkirakan Indonesia tidak akan seberuntung sebelumnya.

Apalagi di dalam negeri berbagai persoalan internal seperti kredilitas perbankan mulai banyak disoroti, terutama terkait dengan kasus bail out Bank Century yang belum juga menemukan solusi.

Oleh karena itu, pemerintah idealnya mawas diri dan segera melakukan berbagai langkah pasti guna menanggulangi kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi menyusul kondisi terkini perekonomian global.

Kebijakan-kebijakan ekonomi tidak bisa lagi taken for granted dan dibiarkan business as usual. Pemerintah idealnya bisa terus melakukan evaluasi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan sehingga kebijakan ekonomi bisa semakin efisien dan efektif. [mdr]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s