1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

saat pemulihan global dipertanyakan, maseh, light @ the end of tunnel seen… 11 Desember 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 7:39 am

order jual antm:
2350
order beli antm:
2175
———————————- saham lain
order jual bumi:
2700
order beli bumi:
2425
order beli bumi tambahan:
2500
———————————- saham lain
order jual adro:
1770
order beli adro:
1700
order beli adro tambahan:
1720
order jual adro tambahan:
1750
order beli adro tambahan:
1730
order jual adro revisi:
1780
———————————- saham lain
order jual bbri:
7900
order beli bbri:
7600
———————————- saham lain
order jual bnii:
360
order beli bnii:
345
———————————- saham lain
order jual elsa:
320
order beli elsa:
305
order jual elsa:
320 full matched
———————————- saham lain
order jual trub:
139
order beli trub:
132
———————————- saham lain
order jual indy:
2200
order beli indy:
2025
order beli indy revisi:
2075
———————————- saham lain
———————————- saham lain
Jumat, 11 Desember 2009 | 12:11

PASAR SAHAM

IHSG Kembali ke Level Psikologis di 2.500

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali ke zona psikologisnya di level 2.500. Sentimen dari global dan regional yang positif dan aksi beli di saham-saham unggulan menjadi pemicu. IHSG pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (11/12), naik 0,74% ke level 2.504,781.

Setelah bahan bakar baru dari perdagangan perdana saham PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhenti, karena BCIP mengalami auto rejection. Bahan bakar lain muncul dari aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Perdagangan membukukan 82 saham harganya naik, 37saham harganya turun, dan 82 saham harganya tidak mengalami perubahan. Volume transaksi perdagangan sebesar 1,848 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,2 triliun.

Selain itu, membaiknya data perekonomian Amerika Serikat (AS) ikut mendongkrak Wall Street. Angka klaim pengangguran rata-rata yang masih sesuai ekspektasi dan menyusutnya defisit neraca perdagangan AS sebesar 7,6% membuat indeks Dow Jones naik 0,67% ke level 10.405,83.

Mayoritas bursa utama Asia juga masih melanjutkan menguat. Indeks Nikkei 225 naik 1,71% ke level 10.031,39, indeks Hang Seng naik 1,68% ke level 22.063,81, indeks Shanghai naik 0,19% ke level 3.260,413, indeks Kospi naik 0,36% ke level 1.658,66, dan indeks Strait Times naik 0,55% ke level 2.797,23.

Saham-saham yang harganya naik dan berhasil masuk daftar saham top gainers dalam rupiah adalah; PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 3,11% menjadi Rp 19.900, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 24,44% menjadi Rp 2.800, PT Astra International Tbk (ASII) naik 1,5% menjadi Rp 33.750, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 0,7% menjadi Rp 28.900, dan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) naik 1,95% menjadi Rp 10.450.

Sedang saham-saham yang harganya turun paling besar dan masuk jajaran top losers dalam rupiah adalah; PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun 4,49% menjadi Rp 3.850, PT Intikeramik Alamsari Industri Tbk (IKAI) turun 17,17% menjadi Rp 820, PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) turun 5,83% menjadi Rp 2.425, PT PP London Sumatera Tbk (LSIP) turun 1,18% menjadi Rp 8.400, dan PT Bank Tabungan Pensiun Negara Tbk (BTPN) turun 1,95% menjadi Rp 3.775.

Sopia Siregar
11/12/2009 – 13:27
Regional Dongkrak Bursa Tembus 2.500
Ahmad Munjin

(inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) menjelang akhir pekan ini terus menunjukkan penguatan, menembus level 2.500. Hal ini didukung sentimen positif dari bursa regional dan global.

Pada perdagangan Jumat (11/12) sesi pertama, IHSG menguat hingga 18,344 poin (0,74%) ke level 2.504,781. Indeks LQ 45 naik 3,896 poin (0,79%) ke level 495,313. Perdagangan masih sepi dengan volume transaksi 1,847 miliar lembar, senilai Rp 1,198 triliun dan frekuensi 37.048 kali. Sebanyak 82 saham naik, 37 turun dan 82 stagnan.

Hampir semua sektor menguat, kecuali perkebunan yang masih memerah. Sedangkan sektor aneka industri terpantau naik 1,5%, disusul sektor infrastruktur menguat 1,1%, konsumsi dan manufaktur 0,9%, finansial dan properti 0,8%, perdagangan 0,4%, tambang 0,3% dan industri dasar 0,25%.

Gina Novrina Nasution, riset analis dari Reliance Securities memperkirakan pergerakan indeks pada sesi siang akan menguat lebih tinggi, ketimbang sesi pertama. Positifnya sentimen dari market regional dan global menjadi penopangnya. “IHSG akan berada di level resistance 2.518 dan 2.488 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (11/12).

Penguatan indeks regional Asia dipicu data-data perekonomian global yang positif. Salah satunya adalah respon terhadap Menteri Keuangan AS, Timothy Geithner yang memperpanjang program dana talangan US$700 miliar hingga Oktober 2010. “Meski hanya menggunakan US$550 miliar dari total dana tersebut, pasar merespons positif,” ujarnya.

Perpanjangan program tersebut adalah Troubled Asset Relief Program (TARP) hingga 3 Oktober 2010. Geithner mengatakan, Pemerintahan Obama akan menggunakan dana tersebut untuk memerangi penyitaan rumah dan meningkatkan penyaluran kredit ke pelaku usaha kecil.

Perpanjangan program dapat membantu keluarga Amerika dan menstabilkan pasar keuangan. Selain melanjutkan kebijakan yang bertujuan memulihkan pasar perumahan, membantu pelaku usaha, dan antisipasi menghadapi ancaman yang mungkin datang.

Selain itu, lanjut Gina, indeks global juga mendapat angin segar dari data kepercayaan konsumen di Inggris yang tetap mendekati level tertinggi 1,5 tahun pada November terkait pembeli yang sangat mengharapkan prospek ekonomi di 2010. “Nationwide Building Society merilis indeks sentimen konsumen di level 73 atau sama seperti Oktober,” imbuhnya.

Sedangkan di pasar domestik, IHSG mendapat topangan dari penguatan nilai tukar rupiah yang saat ini berada di level 9.430. “Artinya, capital inflow ke pasar domestik sedang berlangsung dan sangat positif bagi pasar,” tandasnya.

Saham-saham yang menjadi penggerak indeks siang ini berasal dari sektor pertambangan dan infrastruktur. Sedangkan saham-saham pilihannya adalah PT Adaro Energy (ADRO), PT Bank Mandiri (BMRI), PT Astra Internasional (ASII), PT United Tractors (UNTR), PT Bumi Resources (BUMI), dan PT International Nickel (INCO). “Saya rekomendasikan akumulasi buy untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya.
Siang ini, emiten-emiten yang menguat antara lain PT Gudang Garam (GGRM) naik Rp600 menjadi Rp19.900, PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menguat Rp550 ke Rp2.800, PT Astra International (ASII) terangkat Rp500 menjadi Rp 33.750, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp200 ke Rp28.900, PT Telkom (TLKM) naik Rp150 menjadi Rp9.600, PT Semen Gresik (SMGR) menguat Rp100 menjadi Rp7.350, dan PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp100 menjadi Rp4.850.

Sedangkan bursa-bursa regional mayoritas juga bergerak menguat. Indeks Nikkei-225 naik 73,59 poin ke level 9.936,4, indeks Hang Seng menguat 96,791 poin ke level 21.796,83 dan indeks Straits Times menguat 7,22 poin ke level 2.789,08. [ast/mdr]
———————————- saham lain
Jumat, 11/12/2009 08:05 WIB
Istana Bantah Ada Perpecahan di Kabinet
Rachmadin Ismail – detikNews

Jakarta – Tekanan bertubi-tubi kepada Sri Mulyani dan Boediono dalam kasus Bank Century dikabarkan membuat sebagian menteri yang mendukung keduanya gerah. Bahkan sempat beredar isu ada yang anggota Kabinet Indonesia Bersatu II (KIB II) yang akan mundur. Benarkah?

“Nggak ada, itu isu liar. Kabinet masih kompak,” kata juru bicara Presiden SBY, Julian Aldrin Pasha, saat dikonfirmasi lewat telepon, Jumat (11/12/2009).

Isu perpecahan tersebut beredar lewat pesan singkat pada wartawan tentang adanya perpecahan serius di kalangan para menteri. Mereka yang pro terhadap Sri Mulyani dan Boediono mengancam akan mengundurkan diri. Sementara, terkait isu ini, Presiden SBY dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa mulai panik. Belum jelas darimana pesan singkat tersebut berhembus.

Julian menegaskan, kondisi terakhir kabinet tetap solid. Dalam pembicaraannya dengan Presiden SBY dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa Kamis malam, tidak ada pembahasan soal kabar perpecahan tersebut.

“Saya tadi malam ngobrol-ngobrol biasa saja. Tidak ada apa-apa,” tegasnya.

(mad/nrl)

———————————- saham lain
Jumat, 11/12/2009 07:27 WIB
IHSG Tak Mau Banyak Gerak
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup menguat setelah sempat terjatuh-jatuh ke teritori negatif. Penguatan saham Telkom dan Astra memberi kontribusi besar bagi penguatan IHSG.

Pada perdagangan Kamis (10/12/2009), IHSG ditutup menguat 5,140 poin (0,21%) ke level 2.486,437. Penguatan IHSG hanya didorong transaksi yang sangat tipis yakni senilai Rp 2,743 triliun.

Pola pergerakan IHSG yang tipis diprediksi akan kembali terulang pada perdagangan akhir pekan ini. IHSG pada perdagangan Jumat (11/12/2009) diprediksi bergerak sempit dengan kecenderungan menguat tipis.

Investor memilih untuk wait and see menjelang akhir tahun di tengah kabar pasar yang tidak signifikan. Namun potensi penguatan IHSG masih ada dari sentimen penguatan bursa-bursa utama dunia. Bursa Wall Street kemarin ditutup menguat berkat angka pengangguran yang membaik dan menyempitnya defisit neraca perdagangan AS.

Pada perdagangan Kamis (10/12/2009), indeks Dow Jones naik 68,78 poin (0,67%) ke level 10.405,83. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat tipis 6,40 poin (0,58%) ke level 1.102,35 dan Nasdaq menguat 7,13 poin (0,33%) ke level 2.190,86.

Bursa Tokyo juga membuka perdagangan akhir pekan ini dengan menguat, setelah kemarin terpuruk akibat menguatnya yen. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 95,18 poin (0,97%) ke level 9.958.

Wall Street Berpacu Mengejar Ketertinggalan
Jum’at, 11 Desember 2009 – 07:16 wib

Rani Hardjanti – Okezone
NEW YORK – Indeks saham di Bursa Wall Street menapaki rebound dengan rasa percaya diri. Kepercayaan itu timbul menyusul baiknya data ketenagakerjaan dan birunya rapor neraca perdagangan.

Berdasarakan data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja Amerika, jumlah pengangguran memang mengalami kenaikan. Namun, kenaikan itu tidak signifikan dan secara keseluruhan masih dalam tren membaik. Di mana pada bulan sebelumnya mengalami kejatuhan terburuk sejak September 2009.

Secara terpisah, defisit neraca perdagangan Amerika tercatat mengalami penurunan 7,6 persen. Penurunan ini disebabkan hikmah dari pelemahan dolar Amerika. Pasalnya, dengan murahnya harga dolar justru mampu mendongkrak nilai ekspor. Dengan demikian, mampu menggenjot permintaan produk Amerika di pasar dunia.

“Klaim data pengangguran yang pasti mampu mendorong pasar bergerak menguat dan saham konsumer. Sentimen ini benar-benar mengatur arah pasar hari ini,” kata Pialang Senior Wedbush Morgan Michael James, di Los Angeles, seperti dikutip Reuters, Jumat (11/12/2009).

Akibatnya, Indeks Dow Jones pada perdagangan Kamis 10 Desember waktu setempat mengalami penguatan 68,78 poin atau 0,67 persen ke posisi 10.405,83. Penguatan yang cukup tajam ini mendorong bursa Wall Street untuk mengejar ketertinggalan, setelah pada awal pekan ini sempat terpuruk. Sementara Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 6,4 persen atau 0,58 persen ke posisi 1.102,35. Sedangkan Nasdaq naik 7,13 poin atau 0,33 persen ke 2.190,86.(rhs)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s