1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

order transaksi gw : 151209 15 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:52 am

… baca order transaksi saham2 gw di link ini :  http://investorindonesiajaya.yolasite.com/order-transaksi-saham-harian-gw.php; http://investorindonesiajaya.yolasite.com/order-transaksi-saham-lain.php
Selasa, 15/12/2009 16:10 WIB
IHSG Cuma Terpangkas 11 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lantaran masih menerima tekanan jual cukup besar selama perdagangan sesi II. Tidak tampak dorongan beli yang signifikan pada perdagangan hari ini.

Menjelang libur akhir tahun, tampaknya pasar sudah mulai tidak bergairah. Ikan-ikan besar berbendera asing tampaknya sudah menarik sebagian besar dananya yang membuat ikan-ikan kecil pun tak mampu menahan tekanan profit taking yang terjadi sejak kemarin.

Sebagian besar saham-saham unggulan berjejer di barisan saham turun lantaran menjadi pukulan aksi profit taking. Ini kemudian memberikan sentimen negatif pada pasar yang mendorong IHSG sempat minus 25 poin ke level 2.481,696.

Namun seperti biasa, dorongan beli selalu memberikan perlawanan di menit-menit terakhir menjelang penutupan. Pada perdagangan Selasa (15/12/2009), IHSG hanya ditutup turun 11,649 poin (0,46%) ke level 2.494,737. Indeks LQ 45 melemah 2,464 poin (0,49%) ke level 493,544.

Bursa-bursa regional Asia sebagian besar semakin terjebak di teritori negatif sepanjang perdagangan. Bursa-bursa Eropa dibuka variatif dan bergerak ragu-ragu antara batas positif dan negatif.
Indeks Komposit Shanghai turun 28,44 poin (0,86%) ke level 3.274,46.
Indeks Hang Seng turun tajam 271,83 poin (1,23%) ke level 21.813,92.
Indeks Nikkei-225 melemah tipis 22,2 poin (0,22%) ke level 10.083,48.
Indeks Straits Times naik tipis 4,15 poin (0,15%) ke level 2.803,69.
Indeks KOSPI naik tipis 1,08 poin (0,06%) ke level 1.665,85.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 93.669 kali dengan volume 4,722 miliar saham senilai Rp 2,454 triliun. Sebanyak 61 saham naik, 129 saham turun dan 68 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang mengalami kenaikan harga antara lain Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 875 ke Rp 4.375, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 30.000, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 150 ke Rp 5.850, Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 34.100, Indocement (INTP) naik Rp 100 ke Rp 12.600, Telkom (TLKM) naik Rp 100 ke Rp 9.600.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 20.400, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 7.600, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 ke Rp 15.050, Bakrie Sumatera (UNSP) turun Rp 120 ke Rp 560, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 4.575. (dro/dnl)
Selasa, 15/12/2009 00:00 WIB

Pengusutan kasus pajak tekan saham Bumi

oleh :

JAKARTA: Harga saham PT Bumi Resources Tbk terkoreksi 5,83% ke posisi Rp2.425 kemarin setelah dihujani aksi jual akibat sentimen negatif dari pengusutan dugaan tindak pidana pajak PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia.

Penurunan harga saham perusahaan batu bara milik Grup Bakrie itu menjadikan nilai kapitalisasi pasarnya tergerus Rp2,9 triliun menjadi Rp47,05 triliun dari posisi akhir pekan lalu. Harga saham Bumi sempat jatuh hampir 8% ke posisi Rp2.375 kemarin.

Head of Research PT Syailendra Capital Lanang Trihardian mengatakan persoalan dugaan tunggakan pajak untuk tahun buku 2007 itu merupakan faktor terbesar yang menyebabkan harga saham Bumi tertekan.

Dia menilai kasus dugaan tunggakan pajak ini bukan yang pertama kalinya dialami oleh produsen dan eksportir batu bara terbesar nasional itu. Sudah berkali-kali pemerintah menggugat hal tersebut.

“Kalau dilihat dari laporan keuangannya memang agak abnormal. Bila dihitung rasio pajak terhadap pendapatan perseroan hanya sekitar 5%, jauh lebih kecil dibandingkan dengan nilai pajak yang dibayarkan produsen batu bara lainnya yang sebesar 40%,” tuturnya.

Dengan adanya kasus ini, dia mengatakan akan bersikap konservatif terhadap saham Bumi, terutama terhadap potensi penurunan laba bersih perseroan sebagai akibat pembayaran tunggakan pajak yang kemungkinan dilimpahkan pada laporan keuangan 2010.

Dirjen Pajak Mochamad Tjiptardjo pekan lalu mengungkapkan Direktorat Jenderal Pajak tengah mengusut dugaan tindak pidana pajak senilai Rp2 triliun yang dilakukan oleh KPC, Arutmin, dan PT BR.

Pernyataan itu muncul setelah perselisihan antara Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizal Bakrie terbuka ke publik, dipicu oleh pernyataan Sri Mulyani di The Wall Street Journal edisi Kamis pekan lalu.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Ito Warsito mempertanyakan pengusutan dugaan tindak pidana pajak KPC dan Arutmin kepada manajemen Bumi, induk perusahaan dua perusahaan tambang batu bara tersebut.

“Secara resmi kami perlu mempertanyakan, tetapi hal itu tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa karena ada prosesnya sendiri di bursa,” ujarnya.

Corporate Secretary Bumi Dileep Srivastava mengatakan perseroan menunggu penjelasan lebih lanjut dari otoritas pajak untuk menyamakan persepsi. (21) (pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari

Bisnis Indonesia

bisnis.com