1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

transaksi saham jelang “egp” mo libur panjaaaaaaaank … 161209 16 Desember 2009

Filed under: JUAL beli HARIAN — bumi2009fans @ 7:52 am

Rabu, 16/12/2009 12:09 WIB
Transaksi Tipis, IHSG Merah Lagi
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terjebak di zona merah selama 3 hari perdagangan berturut-turut pekan ini, seiring dengan tipisnya nilai transaksi serta minim sentimen positif di bursa-bursa regional Asia.

Pergerakan IHSG hari ini cukup atraktif, sempat masuk zona positif di level 2.498 dan sempat jatuh ke 2.482.

Pada perdagangan sesi I Rabu (16/12/2009), IHSG ditutup melemah 2,303 poin (0,09%) ke level 2.492,434. Indeks LQ 45 melemah 0,562 poin (0,11%) ke level 492,982.

Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif.

Indeks Komposit Shanghai turun 3,43 poin (0,10%) ke level 3.271,03.
Indeks Hang Seng melemah 190,36 poin (0,87%) ke level 21.623,56.
Indeks Nikkei-225 naik 66,51 poin (0,66%) ke level 10.149,99.
Indeks Straits Times naik 5,22 poin (0,19%) ke level 2.803,92.

Perdagangan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 48.756 kali dengan volume 2,131 miliar saham senilai Rp 1,197 triliun. Sebanyak 64 saham naik, 105 saham turun dan 52 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang mengalami kenaikan harga antara lain Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.075 ke Rp 5.450, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 800 ke Rp 30.800, United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 15.250, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 12.800, Telkom (TLKM) naik Rp 150 ke Rp 9.750, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 100 ke Rp 10.300.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 20.050, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 250 ke Rp 5.600, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 11.100, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 ke Rp 7.350, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 ke Rp 2.300. (dro/qom)

Indeks Turun Tipis
Rabu, 16 Desember 2009 | 12:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Berlanjutnya tekanan jual pada saham Bumi Resources, serta saham unggulan lainnya seperti Bank Mandiri, Bank BRI, serta Perusahaan Gas Negara membuat indeks kembali mengalami koreksi.

Pada perdagangan sesi pertama Rabu (16/12) siang ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia turun tipis 2,303 poin (0,09 persen) ke level 2.492,434 dari posisi kemarin di 2.494,737.

Sebanyak 94 saham mengalami penurunan, dan 58 saham yang naik, serta 52 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Volume perdagangan mencapai 2,13 miliar saham, dengan nilai transaksi hanya Rp 1,2 triliun, serta frekwensi 49 ribu kali. Investor asing kembali melepas sahamnya dengan mencatat penjualan bersih senilai Rp 84 miliar.

Analis dari PT BNI Securities, Maxi Liesyaputra menjelaskan sentimen bursa hari ini sangat beragam. Indeks Dow Jones kemarin ditutup melemah 49,05 poin, namun harga minyak berhasil menguat ke level US$ 70 per barel dan diikuti oleh menguatnya harga komoditas lainnya seperti timah dan nikel. Bursa regional siang ini bergerak beragam. “Nilai tukar rupiah juga masih stabil dan hanya melemah tipis 10 poin ke level 9.480 per dolar AS membuat pergerakan indeks juga masih cenderung sempit,” paparnya.

Saham – saham yang membebani pergerakan indeks antara lain: Bumi Resources turun Rp 75 menjadi Rp 2.300, Bank Mandiri melemah Rp 50 menjadi Rp 4.525, PGAS turun Rp 75 menjadi Rp 3.900, Astra International terkoreksi Rp 50 menjadi Rp 34.050, Bank BRI merosot Rp 50 menjadi Rp 7.550, Antam jatuh Rp 25 menjadi Rp 2.175, serta Semen Gresik juga tergelincir Rp 100 menjaid Rp 7.350 per saham.

Indeks dalam dua hari cenderung turun, namun masih dalam pola tren naik sejak 3 Desember lalu. Indeks kemungkinan masih akan fluktuatif dan ada peluang untuk naik dengan kisaran pergerakan antara 2.462 – 2.520. “Batas bawah kuat ada di 2.462 sebagai batas perubahan arah tren indeks,” ujar Maxi.

VIVA B. KUSNANDAR

Rabu, 16 Desember 2009 | 10:49

PASAR SAHAM

IHSG Masih Tertekan

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Rabu (16/12) sempat menguat 0,09% ke level 2.497,07. Tapi, penguatan itu tidak bertahan lama dan IHSG terus terkoreksi. Pada pukul 10.30 WIB, IHSG sudah terkoreksi 0,17% ke level 2.490,457.

Nampaknya sentimen pelemahan Wall Street mengekor ke IHSG. Indeks Dow Jones pada perdagangan tadi malam turun 0,47% ke level 10.452. Bursa saham Asia sendiri bervariasi. Indeks Nikkei 225 naik 1% ke level 10.184,05, indeks Hang Seng turun 0,86% ke level 21.626,80, indeks Shanghai turun 0,13% ke level 3.270,12, indeks Kospi turun 0,16% ke level 1.663,21, dan indeks Strait Times naik 0,15% ke level 2.802,83.

Pasar sendiri berjalan cukup sepi. Dengan 45 saham harganya naik, 83 saham harganya turun, dan 49 saham tidak mengalami pergerakan harga.

Saham-saham yang harganya naik dan berhasil masuk daftar top gainers dalam rupiah adalah; PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik 24,57% menjadi Rp 5.450, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 1,33% menjadi Rp 30.400, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik 1,04% menjadi Rp 9.700, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,56% menjadi Rp 4.875, dan PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) naik 12,05% menjadi Rp 465.

Sedang saham-saham yang masuk dalam daftar top losers dalam rupiah adalah; PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 0,98% menjadi Rp 20.200, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 0,84% menjadi Rp 23.700, PT PP London Sumatera Tbk (LSIP) turun 1,17% menjadi Rp 8.450, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 0,89% menjadi Rp 11.100, dan PT Astra Intenational Tbk (ASII) turun 0,29% menjadi Rp 34.000.

Sopia Siregar

Para pelaku industri keuangan akan mengeluarkan pernyatakan sikap terkait polemik kasus PT Bank Century Tbk (Sekarang Bank Mutiara). Berlarut-larut kasus tersebut dikhawatirkan mengganggu kestabilan ekonomi dan pasar modal.

“Besok (Rabu) akan ada pernyataan sikap dari segenap pelaku industri keuangan, baik dari perbankan pasar modal dan seluruh elemen yang bergerak di sektor industri keuangan terkait polemik Bank Century,” ujar sumber detikFinance di Jakarta, Selasa malam (15/12/2009).

Rencananya, pelaku industri keuangan akan mengeluarkan pernyataan sikapnya di gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ) Rabu 16 Desember 2009 pukul 13.00 WIB.

Menteri Perekonomian Hatta Radjasa ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut dirinya membenarkan adanya peryataan sikap dari para pelaku industri keuangan tersebut.

“Ya, itu (pernyataan sikap) nanti ya, kita ngomong,” ujar Hatta ketika ditemui usai menjadi pembicara kunci dalam BUMN Executive Breakfast Meeting di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (16/12/2009).

Namun dirinya enggan mengomentari lebih lanjut mengenai pernyataan sikap para pelaku industri keuangan tersebut.

Sumber: detikcom
16/12/2009 – 06:44
Prediksi IHSG
Bursa Sepi, Pilih Saham Bank
Natascha & Vina Ramitha

(inilah.com/Dokumen)

http://investorindonesiajaya.yolasite.com/order-transaksi-saham-lain; http://investorindonesiajaya.yolasite.com/order-transaksi-saham-harian-gw
INILAH.COM, Jakarta – Transaksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Rabu (16/12) diperkirakan masih sepi. Saham perbankan, seperti BMRI dan BDMN bisa menjadi pilihan di tengah situasi ini.

Hingga akhir tahun, analis pasar modal Poltak Hotradero memprediksikan kondisi pasar masih akan tetap sepi. Fund manager banyak yang memilih keluar dan pasar menjadi tipis. Menurutnya, membeli atau menaikkan indeks, bukan perkara sulit.

“Namun dengan aksi profit taking, hal ini makin sulit dilakukan,” katanya ketika dikonfirmasi via telepon INILAH.COM, Selasa (15/12) petang. Ia pun menyarankan untuk tidak terlalu percaya dengan window dressing.

Saat ini transaksi di pasar relatif terbatas. Sehingga investor mudah untuk masuk, namun susah keluar. “Sebaiknya pasar menunggu ramai dulu, baru mulai transaksi lagi, karena pasar Indonesia sangat lebar,” ujarnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, tahun depan ada risiko besar yang membayangi bursa, seiring banyaknya negara yang akan menerbitkan obligasi. Hal itu bertujuan untuk mendanai stimulus mereka di pasar obligasi. “Akibatnya, pasar surat utang menarik karena banyak perang imbal hasil. Sedangkan bursa saham lebih dibayangi risiko ambil untung pada akhir tahun,”ulasnya.

Tak heran, jika fund manager mulai mengurangi porsi mereka di saham. Mereka lebih banyak menempatkan di pasar obligasi. “Ini menunjukkan ada periode konsolidasi panjang tahun depam,” paparnya.

Di tengah situasi ini, Poltak tidak banyak memberikan rekomendasi, ia hanya menyarankan untuk memilih pasar surat utang. “Terutama jangka panjang, karena saat ini memang orientasinya jauh ke depan,” lanjutnya.

Namun jika masih ingin bermain di bursa saham, ia menyarankan investor memilih saham perbankan, yang dinilai merupakan pemimpin pemulihan ekonomi. Selama saham perbankan belum banyak bergerak, jangan harap ada reli panjang di bursa dalam negeri.

“Saham yang bisa menjadi pilihan adalah PT Bank Mandiri (BMRI) dan PT Bank Danamon (BDMN),” pungkasnya.

Pada perdagangan Selasa (15/12), IHSG ditutup turun 11,649 poin (0,46%) ke level 2.494,737. Perdagangan berjalan cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 4,722 miliar saham, senilai Rp 2,454 triliun dan frekuensi 93.669 kali. Sebanyak 61 saham naik, 129 saham turun dan 68 stagnan.

Beberapa emiten yang terpantau melemah antara lain PT Gudang Garam (GGRM) turun Rp350 ke Rp20.400, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) melemah Rp200 ke Rp7.600, PT HM Sampoerna (HMSP) terkoreksi Rp150 ke Rp15.050, PT Bank Mandiri (BMRI) anjlok Rp100 ke Rp4.575 dan PT United Tractors (UNTR) turun Rp150 menjadi Rp15.050.

Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Dian Swastatika (DSSA) naik Rp875 ke Rp4.375, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) menguat Rp500 ke Rp30.000, PT Astra Otoparts (AUTO) terangkat Rp150 ke Rp5.850, PT Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 34.100, PT Indocement (INTP) terapresiasi Rp100 ke Rp12.600, dan PT Telkom (TLKM) naik Rp 100 ke Rp 9.600. [ast/mdr]
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bergerak pada kisaran terbatas hari ini. Transaksi saham akan dipengaruhi sentimen dari dalam maupun luar negeri.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, indeks akan mencoba bertahan pada level support 2.476 setelah terkoreksi 11,67 poin menjadi 2.494,72 pada perdagangan saham kemarin. “Penurunan indeks dipicu pelemahan harga saham sektor pertambangan serta aksi jual investor asing terhadap saham bluechips,” ujarnya kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (15/12).

Penurunan indeks juga dipicu berlarut-larutnya penyelesaian kasus Bank Century. Menurut Purwoko, investor sedang melakukan aksi wait and see atas penyelesaian kasus bank tersebut. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap transaksi saham di lantai bursa.

Meski demikian, menurut dia, apabila ada sentimen positif kuat masuk pasar, indeks berpotensi berbalik arah menguji batas resistance 2.509. Perdagangan saham akan ditopang pergerakan saham INTP, ASII, dan INKP.

Pada perdagangan saham di bursa kemarin, indeks terkoreksi 11,65 poin (0,46%) menjadi 2.494,74. Adapun nilai transaksi saham sebanyak Rp 2,45 triliun dengan volume sebanyak 9,44 juta lot. Investor asing membukukan pembelian bersih saham (net buying) senilai Rp 14,88 miliar.

Indeks bursa Asia juga ditutup bervariasi, indeks Hang Seng melemah 271,83 (1,23%) menjadi 21.813,92, Nikkei 225 turun 22,20 (0,22%) menjadi 10.083,48, dan Straits Times terkoreksi 0,84 poin (0,03%) menuju 2.798,70

Sumber : INVESTORINDONESIA
Rabu, 16/12/2009 08:10 WIB Aksi jual berlanjut, IHSG bakal meneruskan pelemahan oleh : Sylviana Pravita R.K.N. JAKARTA (bisnis.com): Aksi jual tampaknya masih akan berlanjut pada hari ini menjelang akhir tahun ini, meski demikian pengumuman The Fed mendorong bursa bergerak mix. Perdagangan hari ini diproyeksikan bergerak pada level 2.460-2.520. Trimegah Securities menilai divergensi harga dan volume membuat pelaku pasar menjadi terlihat berhati-hati dilihat dari nilai perdagangan yang lebih rendah dibandingkan rata-rata harian dalam minggu ini. Tekanan jual pada saham unggulan mengakibatkan IHSG kembali berkonsolidasi. Dari regional, pengumuman The Fed mengenai kondisi ekonomi di AS mengakibatkan bursa asia bergerak mix. Untuk hari ini, IHSG diperkirakan masih bergerak mix di kisaran 2.460-2.520. Erdikha Sekuritas menyoroti IHSG kemarin ditutup melemah hingga 11,65 poin (-0,47%). Indeks hari ini secara teknis berpotensi meneruskan pelemahan. Investor agar lebih berhati-hati dalam memilih saham. Pergerakannya berkisar 2.463-2.529. Saham-saham rekomendasi Erdikha adalah SGRO dan KLBF. bisnis.com


Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s