1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

2010 truz diteroponk, optimistik seh … 201209 20 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:47 am

Membaca Arah yang Semakin Jelas
Kamis, 10 Desember 2009
Oleh : Harmanto Edy Djatmiko
Meski kondisi sosial politik terus berkecamuk, perekonomian dan bisnis negeri ini berjalan normal-normal saja. Bahkan, tahun depan diperkirakan lebih bagus lagi. Gejala apa ini?

Sepanjang tahun 2009 ini, kita disuguhi beragam tontonan yang mengaduk-aduk emosi. Mulai dari kasus Bibit-Chandra, skandal Bank Century, hingga kisah Nenek Minah, pencuri tiga butir kakao seharga Rp 2.000 yang sempat diancam hukuman 6 bulan penjara. Kejadian-kejadian “kecil” ini sebetulnya hanyalah gunung es yang mengindikasikan betapa masih memilukannya institusi pengawal penegakan hukum di negeri ini, khususnya lembaga kepolisian dan kejaksaan.

Tak terlalu istimewa sebetulnya. Sejak dulu (zaman kolonial Belanda, penjajahan Jepang, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi dan Pasca Reformasi), masyarakat Indonesia sudah sedemikian akrab dengan praktik-praktik tak terpuji di ranah hukum dan keadilan. Namun, karena kekerasan model begini sudah sedemikian terlembaga, sebagian besar anggota masyarakat tampaknya telah sampai pada tahap frustrasi dan akhirnya – tak ada pilihan lain – menerima saja, sebagian yang lain malah ikut arus. Johann Galtung, ahli perdamaian, menyebutnya sebagai proses berlangsungnya kekerasan struktural.

Melihat maraknya gejolak sosial akhir-akhir ini, sejumlah pakar (hukum, politik, sosial dan pakar lain yang relevan) sempat khawatir dan ramai angkat bicara. Intinya, kalau keadaan seperti sekarang dibiarkan terus, Indonesia bisa porak-poranda. Perekonomian hancur, pengangguran merebak, kemiskinan merajalela, dan rakyat hidup di bawah rezim penindasan. Singkat cerita, Indonesia bukan saja bisa bangkrut, lebih parah lagi berpotensi menjadi negara yang gagal.

Gambaran superseram itu ada benarnya juga, tentu saja jika di negeri ini sudah tidak ada satu pun lembaga lain yang berfungsi sebagaimana mestinya. Nyatanya, dengan segala kekurangannya, negeri ini masih memiliki sejumlah lembaga penting sebagai pilar demokratisasi seperti DPR, pemerintahan yang legitimated lewat pemilu, lembaga swadaya masyarakat, pers, organisasi keagamaan, berbagai organisasi profesi, hingga ratusan atau bahkan ribuan jenis komunitas yang terkoneksi lewat beragam media sosial. Energi, dinamika, tawar-menawar, proses perimbangan kekuatan, serta arah pergerakan pilar-pilar demokrasi ini sebetulnya sudah teramat jelas, yakni membangun masyarakat madani atau civil society.

Arah yang semakin jelas itulah, sangat boleh jadi, yang membuat para pelaku ekonomi tak risau akan masa depan negeri ini. Buktinya, meski situasi sosial dan politik tampak hiruk pikuk, kehidupan ekonomi dan bisnis di negeri ini berjalan normal-normal saja. Tahun ini ekonomi Indonesia mampu tumbuh sekitar 4,5% sementara negara-negara lain – kecuali Cina dan India – justru minus. Tahun depan (2010), ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5,3%. Angka ini lebih rendah dibanding Cina dan India yang masing-masing diperkirakan mencapai 10% dan 7,5%, tetapi masih di atas pertumbuhan ekonomi global yang tahun depan diprediksi paling tinggi 2,7% – 2010 memang diprediksi sebagai tahun pemulihan ekonomi global

Bahkan, Standard Chartered Bank, melalui Fokus Global bulanan yang dipublikasi 1 Desember 2009, berani menyimpulkan, bersama Cina dan India, Indonesia akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi global pada 2010. Argumennya, ekonomi yang berbasis kebutuhan domestik seperti Cina, India dan Indonesia akan berada di garis terdepan dalam proses pemulihan ekonomi global.

Memang, bara optimisme tetap menyala di dada para pelaku bisnis negeri ini. Sebanyak 87 responden (terdiri dari pengusaha dan pemimpin perusahaan di Indonesia) yang disurvei SWA bekerja sama dengan lembaga riset independen Deka Research, semua (100%) menyatakan bahwa kondisi usaha Indonesia tahun depan (2010) akan lebih baik dibanding tahun ini. Sementara untuk kondisi perekonomian, 97,47% responden menyatakan 2010 bakal lebih baik, tetapi tak ada satu pun responden yang menyatakan bahwa kondisinya akan lebih buruk.

Demikian pula kondisi sosial politik, 83,54% responden menyatakan kondisinya bakal lebih baik. Untuk kondisi penegakan hukum, 63,29% responden menyatakan kondisinya juga bakal lebih baik. Lagi-lagi, untuk kedua variabel ini (sosial politik dan penegakan hukum), tak ada satu pun responden yang mengatakan kondisinya akan lebih buruk.

Berangkat dari optimisme seperti itulah para pelaku bisnis kita menyusun agenda dan strategi bisnis menyongsong 2010. Nah, jika sebesar itu optimisme yang melekat di dada mereka, bisa dipastikan 2010 bakal menjadi tahun penuh gairah bagi dunia ekonomi dan bisnis negeri ini. Apalagi, Pemerintah RI dengan kabinet barunya telah mencanangkan 6 sektor strategis yang akan segera dibenahi: infrastruktur, transportasi, energi, pangan, usaha kecil dan koperasi, serta industri jasa. Keenam sektor ini diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi sedikitnya 7% pada akhir 2014.

Di balik pembenahan keenam sektor vital tersebut, pastilah terhampar beragam peluang bisnis yang menggiurkan. Anda siap menubruknya?

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s