1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pesta kecil tercicil sudah … 211209 21 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:19 am

Senin, 21/12/2009 00:00 WIB

Window dressing meredup

oleh :

JAKARTA: Ekspektasi terjadinya lonjakan bursa saham menjelang akhir 2009 akibat sentimen window dressing, yang secara historis mendongkrak kenaikan bursa saham dunia diperkirakan surut menjelang liburan.

Window dressing adalah strategi manajer investasi pasar modal memoles laporan kinerja atau nilai portofolio yang dikelola dengan mendongkrak harganya di pasar. Aksi tersebut biasa dilakukan pengelola reksa dana saham, sekuritas, ataupun emiten.

Window dressing adalah strategi manajer investasi pasar modal memoles laporan kinerja atau nilai portofolio yang dikelola dengan mendongkrak harganya di pasar. Aksi tersebut biasa dilakukan pengelola reksa dana saham, sekuritas, ataupun emiten.

Kecenderungan pemodal merealisasikan keuntungan menjelang libur panjang Natal diduga membuat sentimen tahunan tersebut tidak cukup melejitkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini.

Analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi mengatakan momen akhir tahun mendekati liburan mulai menurunkan intensitas transaksi bursa, terutama di tengah ketegangan politik terkait dengan Panitia Khusus (Pansus) Bank Century versus Departemen Keuangan (Depkeu).

“Saya menduga energi window dressing sudah habis. Ini terlihat dari kecenderungan pasar bergerak menyamping [sideways] sepanjang Desember dengan nilai transaksi menipis,” tuturnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Sepanjang akhir pekan lalu, IHSG bergerak menyamping dan hanya membukukan kenaikan akumulatif sebesar 0,3% atau sekitar 8,5 poin ke level 2.509,58. Pada perdangan akhir pekan lalu, IHSG terkoreksi 0,51% (12,97 poin) ke level 2.509,576.

Hang Seng (-1,22%), Nikkei-225 (-0,13%), dan Kospi (-0,99%). Di tengah koreksi bursa Asia pekan lalu, indeks Dow Jones menutup perdagangan Jumat malam dengan kenaikan 0,2% ke level 10.329.

Analis riset PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono menyebutkan kegagalan IHSG melanjutkan kenaikan pada akhir pekan lalu dipicu aksi jual terhadap saham PT Bumi Resources Tbk, menjelang momentum libur panjang. (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

Senin, 21/12/2009 08:06 WIB
IHSG Semangat Sambut Akhir Tahun
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Kehadiran emiten baru PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang sempat menggairahkan pasar tetap gagal membawah IHSG ke teritori positif.

IHSG terus menerus dilanda kelesuan dan bergerak melemah dalam volume perdagangan yang tipis. Konflik penyelesaian kasus Bank Century yang berlarut-larut membuat investor memilih wait and see pada pekan-pekan terakhir di tahun 2009.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

Senin (14/12/2009), IHSG melemah 12,713 poin (0,50%) ke level 2.506,386.
Selasa (15/12/2009), IHSG turun 11,649 poin (0,46%) ke level 2.494,737.
Rabu (16/12/2009), IHSG ditutup naik 27,808 poin (1,11%) ke level 2.522,545.
Kamis (17/12/2009), IHSG melemah 12,969 poin (0,51%) ke level 2.509,576.

Sementara bursa Wall Street menutup akhir pekan lalu dengan rebound tipis setelah sebelumnya sempat merosot tajam. Indeks Dow Jones pada perdagangan Jumat (18/12/2009) tercatat naik tipis 20,63 poin (0,20%) ke level 10.328,89.

Bursa Jepang mengawali perdagangan Senin (21/12/2009) dibuka menguat. Indeks Nikkei-225 langsung menguat 62,61 poin (0,62%) ke level 10.204,66.

Gerak IHSG pada pekan ini diprediksi masih fluktuatif namun dengan kecenderungan menguat. Investor akan terus mempercantik portofolionya menjelang tutup tahun sehingga membuat IHSG hingga akhir tahun akan bertahan menguat.

Kasus Bank Century yang sempat berpengaruh pada awal-awal bulan Desember diharapkan akan semakin tidak memberikan pengaruh yang signifikan.

Pansus Bank Century memang sempat mengeluarkan imbauan non-aktif bagi Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Namun ketegasan presiden untuk tidak ada non-aktif bagi kedua pejabat tersebut membuat investor sedikit berlega hati.

“Pernyataan presiden yang mengatakan kalau Menkeu dan Wapres tidak perlu mundur, saya kira cukup untuk membuat pasar bersikap lebih rasional. Kelihatannya pasar saham akan aman-aman saja,” ujar Ekonom Standard Chartered Bank, Fauzi Ichsan.

bisnis.com

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s