1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pada manusia selalu ada selisih kepercayaan … 221209 22 Desember 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 6:38 pm

… gw selalu bertemu dengan kata INVESTASI dalam banyak dimensi kehidupan … nah salah satunya adalah soal KEPERCAYAAN … kalo elo percaya pada X, maka X akan menghargai kepercayaan elo … rumus matematika seperti ini kayanya cuma ada di AGAMA …
Selasa, 22/12/2009 17:59 WIB
Markus Berkedok Dukun
Kuras Eks Pejabat BI Rp 3 M, SY Beli Rumah & Mobil
E Mei Amelia R – detikNews
Jakarta – Eks pejabat Bank Indonesia (BI), HB, bagai mesin ATM untuk SY. Alih-alih membantu menyelesaikan perkara, SY yang merupakan makelar kasus berkedok dukun ini, menguras uang HB sebesar Rp 3 miliar. Uang itu dibelikan tanah, rumah, dan mobil.

“Uang itu saya belikan tanah dan rumah di Solo. Sebagian dibelikan mobil,” kata SY di dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (22/12/2009).

SY mengaku memeras HB terakhir pada November 2009. “Terakhir korban menyetor uang Rp 400 juta pada akhir November 2009. Saya hanya bilang, ada yang akan datang bawa bom ke rumahnya kalau tidak ditransfer,” ujar SY.

Ancaman ledakan itulah yang kemudian membuat HB melaporkan kelakuan SY ke polisi.

Salah satu penipuan yang dilakukan SY adalah dia mengaku pada HB sedang bertapa di Aceh untuk membantu korban. Di sana SY mengarang cerita ditangkap bekas anggota GAM dan meminta tebusan Rp 400 juta. “Dan bila tidak diberikan, maka rumah korban (HB) akan diledakkan,” ujar Kasat Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta. Saat itu HB langsung menyetor uang Rp 50 juta.

(aan/nrl)

Iklan
 

iming-imink doank … (13) : 221209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:00 pm

Selasa, 22 Desember 2009 | 16:42

PASAR SAHAM

IHSG Bisa Tembus Level 2.800 Pada 2010

JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) yakin kalau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal terus mencetak pertumbuhan yang gemilang di tahun 2010 nanti. Catatan BEI menunjukkan, pada tahun 2002, IHSG ditutup di level 424,945 dan terus naik hingga di tahun 2007 mampu ditutup di level 2.745,826. Meski krisis sempat menghantam perekonomian global pada 2008 dan membuat IHSG anjlok ke level 1,355.408. IHSG berhasil bangkit dan per 17 Desember 2009 berada di posisi 2,509.576.

BEI juga menandai level tertinggi IHSG sepanjang sejarah terjadi pada 9 Januari 2008 yang mencapai level 2.830,263. sedangkan, level terendahnya tercatat pada 28 Oktober 2008, di mana IHSG hanya ada di level 1.111,39.

Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan melihat, pada 2010 nanti IHSG berpeluang menembus kisaran 2.800 lagi, alias mendekati level tertingginya selama ini. Dia mengatakan, peluang kenaikan IHSG mendapat dukungan dari pemulihan ekonomi global dan pertumbuhan ekonomi domestik yang masih positif.
“Apa lagi emerging market masih menjadi sasaran para manager investasi,” katanya.

Menurutnya, sepanjang 2009 ini saja, IHSG telah naik sebesar 83%. Kenaikan IHSG yang masuk dalam bursa dengan kenaikan tertinggi di dunia ini, terpicu terutama oleh saham saham-saham sektor industri dan pertambangan. Masing-masing sektor ini mengalami penguatan 167% dan 150%. Ini, tambah Haryajid, juga menunjukan kalau investasi di pasar modal masih sangat menjanjikan.

Namun, investor di pasar modal juga mesti mewaspadai beberapa sentimen negatif. Seperti kisruh politik terkait dana bailout Bank Century yang tak kunjung usai hingga saat ini. Isu politik ini bahkan menjadi sentimen dominan yang perlu diwaspadai, karena pelaku pasar mencari rasa aman dalam investasinya.

“Inflasi dan tingkat suku bunga di 2010 juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai,” imbuhnya.

Irma Yani
IHSG 2010 Masih Penuh Harapan
Kamis, 24 Desember 2009 – 11:14 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun depan masih dinilai penuh harapan. Kendati kerikil tajam, masih bisa membuat IHSG kembali tersungkur.

Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat investor untuk berlomba-lomba dalam berinvestasi. Mereka dinilai optimistis karena ada beberapa hal yang mendukung untuk menanamkan investasinya di Indonesia.

“Terdapat beberapa hal yang bisa membuat investor optimistis di 2010,” ujar analis Bhakti Securities Budi Ruseno, saat paparan Outlook 2010, di MNC Tower, Jakarta, Rabu (23/12/2009) sore.

Pertama, perekonomian Indonesia akan membaik, diprediksi perekonomian Indonesia akan tumbuh sedikitnya 5,5 persen (prediksi pemerintah).

“Analis yang optimistis yakin pertumbuhan bisa mencapai enam persen. Jika pemerintah tidak berbuat apa pun, ekonomi masih bisa tumbuh empat persen,” paparnya.

Kedua, perkonomian global akan membaik. Perekonomian global diproyeksikan akan tumbuh 3,1 persen, serta ekonomi AS akan mulai tumbuh kuartal I-2010.

“Eropa membaik perekonomiannya di kuartal kedua 2010. Membaiknya ekonomi akan mendorong permintaan, ekspor Indonesia akan pulih. Termasuk permintaan barang komoditas (kecuali emas) dan energi,” katanya.

Saat ini, jelasnya, memang komoditas masih tertekan akibat menguatnya dolar, tetapi diprediksi harga minyak seiring pertumbuhan ekonomi akan kembali (real demand) ke kisaran USD80-100 per barel. “Hal ini berita baik bagi IHSG yang sangat ditopang komoditas,” ujarnya.

Ketiga, capital inflow. Saat ini banyak dana-dana yang siap masuk ke negara berkembang termasuk Indonesia. Fund manager akan melakukan diversifikasi dari China, negara teluk yang risikonya meningkat. Dana ini termasuk dana yang kabur dari safe haven komoditas.

“Syaratnya politik Indonesia tidak bergejolak, baru mereka mau memarkir dananya,” ujarnya.
(ade)

 

well, SELAMAT MINGGIR dah … 221209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:13 pm

22/12/2009 – 16:02
Investor Pilih Minggir Dulu
Ketika Pasar Kesetrum Century
Bastaman

INILAH.COM, Jakarta – Skandal Century telah membuat bursa dilanda penuh ketidakpastian. Sejumlah saham sempat mengalami koreksi yang cukup dalam. Padahal fundamental mereka cukup baik.

Keterangan mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dan mantan Ketua KPK Anwar Nasution di depan Pansus Bank Century, Senin (21/12), cukup mengejutkan. Mereka menyatakan bahwa Bank Century tidak termasuk dalam kelompok 15 bank yang berdampak sistemik.

Keterangan ini bertolak belakang dengan alasan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pengucuran dana talangan Rp6,7 triliun. Tak pelak lagi, keterangan dua mantan pejabat tinggi itu membuat sejumlah investor mencoba mengambil aksi untung untuk mengantisipasi situasi yang lebih buruk.

Tidak mengejutkan bila kemudian indeks langsung melemah 78 poin (3%) dan ditutup di level 2.415,3, kemarin. “Investor mencoba menghindar dan mengambil posisi minggir,” kata seorang analis dari Kresna Securities.

Bagi sebagian investor atau institusi, kondisi ini sebenarnya merupakan peluang. Mereka bisa mengoleksi saham-saham top ketika harga terkoreksi dan melepasnya di saat sentimen positif beredar di lantai bursa.

Sebaliknya, bagi investor pemula, situasi tersebut boleh jadi mengandung risiko besar. Sebab, jika mereka tidak mengikuti dinamika pasar, ancaman kerugian sudah di depan mata. Makanya, dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, sejumlah analis di bursa menyarankan pemodal menaruh sebagian investasinya. “Banyak saham berfundamental baik ikut jatuh,” papar seorang analis.

Saham PT Telkom (TLKM), contohnya. Pekan lalu, saham ini masih diperdagangkan di harga Rp 10.100 per saham. Tapi Senin kemarin saham ini ditutup di level Rp 9.500. Artinya, dalam sehari Telkom telah terkoreksi 5,9%. Padahal fundamental BUMN ini cukup kokoh. Saham TLKM, pada perdagangan hari ini mulai terangkat Rp 200 ke level Rp9.700 per lembar.

Di luar Telkom, saham yang layak dikoleksi adalah PT Astra Internasional (ASII), PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Unilever (UNVR), PT Kalbe Farma (KLBF), dan PT Indofood (INDF). [mdr]
Selasa, 22/12/2009 16:10 WIB
IHSG Cetak 36 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses bertahan di zona positif dan ditutup naik 36 poin setelah jatuh 78 poin pada perdagangan kemarin. Sentimen positif bursa-bursa regional menjelang tutup tahun ikutan memberi angin segar pada pergerakan IHSG.

Pergerakan IHSG hari ini didominasi oleh dorongan beli secara masif pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama saham-saham tambang. Sentimen positif bursa Wall Street yang menutup diri di zona positif kemarin memberikan sentimen positif pada pergerakan IHSG hari ini. Bursa Eropa pun dibuka siang tadi dengan melanjutkan penguatan, meski tidak sebesar kemarin.

Pada perdagangan Selasa (22/12/2009), IHSG ditutup menguat 36,248 poin (1,49%) ke level 2.467,637. Indeks LQ 45 menguat 7,923 poin (1,65%) ke level 486,348. Indeks saham tambang naik tertinggi mencapai 34,559 poin.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan.

Indeks Komposit Shanghai turun 72,45 poin (2,32%) ke level 3.050,52.
Indeks Hang Seng naik 143,94 poin (0,69%) ke level 21.092,04.
Indeks Nikkei-225 naik 194,56 poin (1,91%) ke level 10.378,03.
Indeks Straits Times naik 34,17 poin (1,23%) ke level 2.820,98.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 70.573 kali dengan volume 3,388 miliar saham senilai Rp 2,620 triliun. Sebanyak 142 saham naik, 48 saham turun dan 59 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang mengalami kenaikan harga antara lain Indocement (INTP) naik Rp 800 ke Rp 12.900, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 11.000, Telkom (TLKM) naik Rp 200 ke Rp 9.700, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 ke Rp 20.250, Tri Polyta (TPIA) naik Rp 225 ke Rp 2.550, Astra International (ASII) naik Rp 200 ke Rp 34.100, United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 15.250, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 175 ke Rp 2.275.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 500 ke Rp 22.200, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 30.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 16.950, Medco (MEDC) turun Rp 50 ke Rp 2.450, Jaya Konstruksi (JKON) turun Rp 50 ke Rp 650.
(dro/qom)

 

nocenggo is no nonsense level … 221209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:04 am

[ Senin, 21 Desember 2009 ]
Indeks Dijaga di 2.500
SURABAYA – Menjelang tutup tahun, pelaku pasar modal Indonesia sepertinya sepakat menjaga level Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di atas level 2.500. Demikian pula posisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di jaga pada posisi Rp 9.500 per USD.

Pengamat pasar modal Leo Herlambang mengatakan bahwa saat ini pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) relatif sepi. Kondisi itu wajar terjadi setiap menjelang akhir tahun dikarenakan banyak investor dan fund manager yang libur sehingga tidak ada transaksi. ”Di Indonesia sendiri, selalu ada beberapa pihak yang menjaga level indeks dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Salah satunya dengan melakukan transaksi di saham-saham berkapitalisasi besar guna mengurangi tekanan yang terjadi di pasar modal maupun pasar uang,” papar dia saat dihubungi kemarin.

Sehingga pada saat adanya beberapa isu negatif seperti permintaan agar jabatan Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani dinonaktifkan, kondisi pasar masih stabil. ”Saya perkirakan dalam beberapa hari mendatang, indeks dan nilai tukar rupiah tidak akan naik atau pun turun terlalu banyak. Ini sudah disadari oleh investor,”ujarnya.

Transaksi selama Desember 2009 memang sepi. Nilai transaksi tertinggi Desember 2009 hanya sebesar Rp 4,031 triliun pada 2 Desember 2009. Transaksi terendah terjadi pada 11 Desember 2009 sebesar Rp 2,454 triliun. (aan/kim)
Selasa, 22/12/2009 12:11 WIB
IHSG Rebound, Tertinggi di Asia
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses melakukan berbalik arah dan menutup perdagangan sesi I hari ini dengan kenaikan 36 poin. IHSG naik tertinggi di Asia.

Pergerakan IHSG hari ini didominasi oleh dorongan beli secara masif pada saham-saham berkapitalisasi besar. Sentimen positif bursa Wall Street dan Eropa yang menutup diri di zona positif kemarin memberikan sentimen positif pada pergerakan IHSG hari ini yang tak sempat menyambangi zona negatif sama sekali.

Pada perdagangan sesi I Selasa (22/12/2009), IHSG ditutup menguat 36,370 poin (1,49%) ke level 2.467,759. Indeks LQ 45 menguat 8,305 poin (1,73%) ke level 486,730. Indeks saham tambang naik tertinggi mencapai 31,833 poin.

Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan, meskipun tidak sebesar penguatan IHSG.

Indeks Komposit Shanghai turun 18,52 poin (0,59%) ke level 3.104,45.
Indeks Hang Seng naik 243,38 poin (1,16%) ke level 21.191,48.
Indeks Nikkei-225 naik 139,90 poin (1,37%) ke level 10.323,37.
Indeks Straits Times naik 33,33 poin (1,20%) ke level 2.820,14,96,92.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 37.725 kali dengan volume 1,666 miliar saham senilai Rp 1,432 triliun. Sebanyak 130 saham naik, 32 saham turun dan 50 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang mengalami kenaikan harga antara lain Indocement (INTP) naik Rp 950 ke Rp 13.050, Unilever (UNVR) naik Rp 400 ke Rp 11.000, Telkom (TLKM) naik Rp 250 ke Rp 9.750, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 20.100, Tri Polyta (TPIA) naik Rp 225 ke Rp 2.550, Astra Agro (AALI) naik Rp 200 ke Rp 22.900, Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 34.050, United Tractor (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 7.500, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 100 ke Rp 2.200.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain Bayan Resources (BYAN) turun Rp 50 ke Rp 5.650, Jaya Konstruksi (JKON) turun Rp 50 ke Rp 650, Citra Marga (CMNP) turun Rp 50 ke Rp 910, AKR Corporindo (AKRA) turun Rp 50 ke Rp 1.080, Indofood (INDF) turun Rp 25 ke Rp 3.375, Medco (MEDC) turun Rp 25 ke Rp 2.475.

(dro/qom)

 

saat investor lupa krisis, padahal baru SETAON … 221209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:37 am

Antusiasme di Investor Summit 2009
21/12/2009 23:37:22 WIB
MAJALAH INVESTOR 198
Lebih dari 2.000 peserta hadir dalam Investor Summit and Capital Market Expo 2009. Ajang ini juga jadi forum komunikasi antara 28 emiten dengan para pelaku pasar modal.
OLEH: MASHUD TOARIK

RIBUAN ORANG DENGAN pakaian perlente ala eksekutif, pagi itu terlihat antre untuk registrasi di Ball Room Pacific Place, Jakarta (2/12). Semua kursi ruang pertemuan terbesar di kawasan Asia Tenggara itu pun dengan cepat terisi penuh para peserta seminar yang tak lain para investor, calon investor, penggiat pasar modal maupun para wartawan. Tidak sedikit dari mereka yang harus rela berdiri karena tak kebagian tempat duduk.

Lebih dari 2.000 peserta ikut andil dalam seminar yang diselenggarkan pada tanggal 2 – 3 Desember 2009. Untuk kegiatan pameran, seluruh stand yang disediakan terisi penuh oleh 60 peserta yang terdiri atas emiten, perusahaan efek, lembaga rating, dan asosiasi industri. Tak mau ketinggalan Bapepam-LK, Dirjen Pajak, dan Bank Indonesia ikut mendirikan stand pameran.

Selain seminar dan pameran, Investor Summit 2009 juga memfasilitasi forum konsultasi dan presentasi 28 emiten dengan pelaku pasar modal. Mengingat keterbatasan tempat dan waktu, panitia terpaksa membatasi maksimal 250 peserta tiap sesi.

Ketua Bapepam-LK dalam laporannya kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang hadir membuka acara tersebut mengatakan, Investor Summit merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Bapepam-LK, Self Regulatory Organization (SRO) dan media partner nasional memiliki dua tujuan. Pertama, mempromosikan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal sebagai alternatif investasi dan sebagai sumber pembiayaan bagi dunia usaha.

Kedua, memberikan kesempatan kepada investor maupun calon investor untuk berkomunikasi secara aktif dengan para emiten dan regulator serta pers nasional. Tak kurang 30 media nasional ikut ambil bagian dalam kerjasama tersebut.

Dalam sambutannya, Sri Mulyani mengingatkan para investor untuk tetap prudence dalam berinvestasi. “Kalau Anda mengambil risiko tanpa melakukan kalkulasi, di situ prudence sudah mulai dikorbankan,” ujarnya. Meski begitu, menurutnya, risiko bisa datang tanpa diundang. Yang terpenting tahu prinsip yang harus diadopsi dalam kondisi risiko tinggi.

Sri Mulyani juga mengingatkan bahwa krisis dunia belum berakhir. Karenanya, para Menkeu pada G20 sepakat untuk melakukan konsolidasi kebijakan makro dunia yang telah disusun dan akan diimpelemtasikan pada 2010-2011. 

 

wall street maseh melenggang, ihsg terjengkank akan mantul naek lah : 221209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:09 am

2/12/2009 – 16:03
IHSG Berakhir Cerah Lompat 36,25 Poin
Susan Silaban
Selasa, 22/12/2009 12:18 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG hari kedua berhasil ditutup merekah dibanding penutupan kemarin. IHSG  pun lompat 36,25 poin (1,49%) ke level 2.467,64.
Analis pasar modal Surya Wijaya menguraikan, bergairahnya indeks hari ini lantaran perdagangan Selasa IHSG terjun bebas sehingga psikologis market terjadi hari ini. “Kalau dilihat untuk invest kayanya belum. Investor tampaknya masih hati-hati,” kata Surya kepada INILAH.COM hari ini.

Satu hari perdagangan berhasil meraih nilai transaksi mencapai Rp 2,006 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2,719 miliar lembar saham yang ditopang dengan 142 saham berhasil menguat, 48 saham koreksi dan 59 saham masih stagnan.

Indeks saham dan sebagian besar sektor di lantai bursa pun berhasil merekah kembali. Indeks saham JII ditutup naik 7,47 ke level 410,08, indeks saham LQ45  pun naik 7,92 ke level 486,35, sektor pertambangan naik signifikan 34,56 poin ke level 2.117,5, sayang sektor perkebunan anjlok 15,82 poin ke level 1.707,37.

Adapun saham-saham yang berhasil naik signifikan antara lain, Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp800 ke Rp12.900, Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp400 ke Rp20.250, Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp400 ke Rp11.000, Astra International Tbk (ASII) naik Rp200 ke Rp34.100, Bumi Resources Tbk (BUMI) naik Rp175 ke Rp2.275.

Namun, saham-saham yang rontok, yakni Astra Agro Lestari Tbk (AALI) koreksi Rp500 ke Rp22.200, Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) koreksi Rp200 ke Rp16.950, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) koreksi Rp200 ke Rp30.200. [san/cms]
IHSG Ditutup Melonjak 36 Poin
Selasa, 22 Desember 2009 – 16:06 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Penutupan indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi kedua sore ini berhasil mempertahankan penguatannya sejak sesi pertama siang tadi. Sejumlah saham di seluruh sektor berhasil menguat, namun saham di sektor perkebunan malah terpangkas cukup dalam.

IHSG pada penutupan perdagangan Selasa (22/12/2009) tercatat bullish 36,248 poin atau naik 1,49 persen ke level 2.467,637. Tak jauh beda dengan IHSG, indeks LQ45 melonjak 7,923 poin ke posisi 486,348, begitu pula Jakarta Islamic Indeks (JII) yang melonjak 7,483 poin ke posisi 410,084.

Nilai perdagangan ditutup sebanyak 3,388 miliar lembar saham senilai Rp2,2620 triliun. Sedangkan total frekuensi mencapai 70.573 kali transaksi. Terdapat 142 saham yang menguat, 48 saham melemah, dan 59 saham terpantau stagnan.

Sore ini, pergerakan bursa regional seluruhnya bergerak bullish seperti indeks Nikkei 255 naik 194,56 poin atau setara 1,91 persen ke posisi 10.378,03, indeks Shanghai Composite di China malah terkoreksi 72,453 poin ke posisi 3.050,52. Sementara itu indeks Hang Seng melonjak 143,94 poin ke posisi 21.092,04 dan indeks Straits Times Singapura naik 36,94 poin ke level 2.823,75.

Terpantau, saham sektor konsumer naik 12,47 poin, saham sektor perbankan ikut naik 3,69 poin, saham sektor manufaktur melonjak 10,25 poin, sedangkan sektor pertambangan hanya naik signifikan mencapai 34,56 poin ikut meringankan langkah IHSG hari ini. Hingga menyentuh ke 2.467,637. Namun, saham sektor perkebunan terpangkas 15,829 poin.

Saham-saham yang ditutup menguat, antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp800 menjadi Rp12.900, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp400 ke posisi Rp20.250, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) rebound Rp400 ke Rp11.000, dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) naik Rp225 ke posisi Rp2.550.

Sementara saham-saham yang ditutup melemah, antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp500 ke posisi Rp22.200, PT Perusahaan Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp200 ke Rp16.950, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah Rp200 ke Rp30.200, dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun Rp200 ke posisi Rp3.700.(css)

Selasa, 22 Desember 2009 | 16:27

PASAR SAHAM

IHSG Perkasa di Zona Hijau

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (22/12) sukses bertahan di zona hijau. IHSG pada penutupan perdagangan hari ini naik 1,49% ke level 2.467,637. Level ini tidak berubah banyak ketimbang perdagangan sesi I.

Pergerakan bursa regional yang positif jelang akhir tahun ini memicu aksi beli besar-besaran investor di lantai bursa. Apalagi indeks bursa saham Eropa juga berhasil melanjutkan penguatan pada pembukaan perdagangan siang ini. Saham-saham berkapitalisasi besar terutama saham komoditas pertambangan jadi sasaran aksi beli pemodal.

Indeks bursa saham Asia selain Shangai juga bertahan di teritori positif. Indeks Nikkei 225 naik 1,91% ke level 10.378,03, indeks Hang Seng naik 0,69% ke level 21.092,04, indeks Shanghai turun 2,32% ke level 3.050,52, indeks Kospi naik 0,69% ke level 1.655,54, dan indeks Strait Times naik 1,33% ke level 2.823,75.

Perdagangan di bursa berlangsung moderat. Sebanyak 132 saham mengalami kenaikan harga, 46 saham harganya turun, dan 54 saham tidak mengalmai perubahan harga. Volume transaksi mencapai 3,39 miliar saham dengan nilai transaksi sebanyak Rp 2,62 triliun.

Saham-saham yang harganya naik dan menempati daftar top gainers dalam rupiah adalah; PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik 6,61% menjadi Rp 12.900, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 2,02% menjadi Rp 20.250, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 3,77% menjadi Rp 11.000, PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) naik 9,68% menjadi Rp 2.550, dan PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) naik 10,55% menjadi Rp 2.200.

Sedangkan saham-saham yang harganya turun dan masuk daftar top losers adalah; PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun 2,2% menjadi Rp 22.200, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun 0,66% menjadi Rp 30.200, PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 1,17% menjadi Rp 16.950, PT samudera Indonesia Tbk (SMDR) turun 3,9% menjadi Rp 3.700, dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) turun 5,31% menjadi Rp 1.070.

Sopia Siregar
Wajah tenang Pak Boed cerahkan pasar sesi I

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): Pasar menyambut baik penjelasan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan bailout Bank Century senilai Rp6,7 triliun. Optimisme pasar itu tercermin dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 36,37 basis poin (1,5%) menjadi 2.467,76.

“Wajah dan penjelasan Pak Boediono yang tenang mampu meredakan kekhawatiran pasar. Penjelasan Pak Boed memberikan optimisme bagi pasar,” kata analis saham PT Optima Sekuritas Ikhsan Binarto kepada bisnis.com, siang ini.

Pada perdagangan saham sesi I, sebanyak 116 saham naik, 30 saham turun dan 250 saham tidak berubah. saham-saham yang mengalami kenaikan adalah TLKM naik Rp250 menjadi Rp9.750, INTP naik Rp950 menjadi Rp13.050, UNVR naik Rp400 menjadi Rp11.000, BUMI naik Rp100 menjadi Rp2.200.

Selanjutnya, PGAS naik Rp75 menjadi Rp3.750, BBRI naik Rp100 menjadi Rp7.500, BBCA naik Rp50 menjadi Rp4.675, SMGR naik Rp150 menjadi Rp7.500, INCO naik Rp75 menjadi Rp3.425, dan ADRO naik Rp20 menjadi Rp1.700.

Saham-saham yang mengalami penurunan adalah INDF turun Rp25 menjadi Rp3.375, BSDE turun Rp20 menjadi Rp860, BYAN turun Rp50 menjadi Rp5.650, AKRA turun Rp50 menjadi Rp1.080.

Selain itu, JKON turun Rp50 menjadi Rp650, CMNP turun Rp50 menjadi Rp910 dan MEDC turun Rp25 menjadi Rp2.475.

bisnis.com

22/12/2009 – 05:30
Merger Korporat Picu Wall Street Naik Tajam

INILAH.COM, New York – Gelombang merger korporat memicu kepercayaan investor dalam perekonomian dan membawa saham meningkat tajam pada Senin (21/12).

Mengutip AP, analis melakukan upgrade terhadap saham Alcoa Inc dan Intel Corp dan momentum positif dari Presiden Obama untuk memperbaiki layanan kesehatan juga membantu untuk mendorong reli di pasar saham. Indeks-indeks utama ditutup di posisi tertinggi mereka hari ini, tetapi masih naik sekitar 1 persen. Dow Jones Industrial Average melompat ke zona merah selama bulan ini.

Saham-saham ini juga naik dipicu harga obligasi yang jatuh, mendorong imbal hasil benchmark Treasury 10 tahun sampai ke tingkat tertinggi sejak Agustus. Dolar menguat, harga komoditas ajlok.

Saham mendapat dorongan awal setelah pembuat obat Perancis Sanofi-Aventis SA mengumumkan rencana untuk membeli produk perawatan kesehatan AS perusahaan Chattem Inc senilai US$1,9 miliar, sementara pembuat peralatan pertambangan Bucyrus International Inc mengatakan akan membeli TEREX Corp ‘s pertambangan peralatan divisi seharga US$1,3 miliar. Produsen mobil Belanda Spyker Cars juga tengah menawar untuk membeli Saab dari General Motors Co Robert Pavlik. Kepala strategi pasar di Banyan Mitra, mengatakan, aliran aktivitas transaksi perusahaan adalah tanda kekuatan dalam mendorong perekonomian. “Perusahaan yang mengungkapkan bahwa mereka berada dalam posisi yang lebih baik secara finansial,” katanya. “Kalau mereka tidak merasa percaya diri, Anda tidak akan melihat kegiatan seperti ini terjadi.”

Transaksi ini diumumkan Senin setelah Exxon Mobil Corp ‘s mengambilalih Energy Inc XTO pekan lalu senilai US$29 miliar . Dalam berita perusahaan lain, pembuat aluminium Alcoa Inc mengumumkan membentuk joint venture di Arab Saudi senelai US$11 miliar. Perjanjian yang disertai upgrade para analis membuat saham Alcoa naik hampir 8 persen, membuat pemain terbaik di antara ke-30 saham yang membentuk Dow. Upgrade dari saham pembuat chip Intel Corp juga memicu naiknya saham-saham teknologi, sementara saham perawatan kesehatan mayoritas naik.

Menurut perhitungan awal, Dow naik 85,25 atau 0,8 persen ke 10,414.14, setelah naik sebanyak 130 poin pada hari sebelumnya. Indeks Standard & Poor’s 500 naik 11,58 atau 1,1 persen ke 1,114.05, sementara indeks komposit Nasdaq naik 25,97 atau 1,2 persen pada 2.237,66. Harga obligasi tenggelam karena para investor meninggalkan keamanan utang pemerintah untuk mendukung saham. Hasil benchmark Treasury 10 tahun naik menjadi 3,69 persen dari 3,54 persen Jumat malam. Dolar naik terhadap mata uang utama lainnya, membuat komoditas lebih mahal bagi pembeli asing. Minyak Light, sweet crude untuk pengiriman Februari turun 70 sen untuk menetap di US$73,72 per barel di New York Mercantile Exchange. Emas juga jatuh.

Lonjakan sahamn Senin ini berhasil mengangkat Dow ke wilayah positif selama bulan ini, dan memberikan keuntungan sebesar 0,7 persen. Banyak analis percaya bahwa saham akan menguat akhir tahun ini setelah beberapa minggu perdagangan lesu.

Secara historis, meskipun, Desember adalah bulan terbaik untuk sebuah saham, dengan indeks S & P 500 rata-rata naik 1,6 persen. Selama ekonomi dan berita korporat terus mendorong, para analis memperkirakan pasar akan tetap terjaga hingga memasuki tahun baru nanti.

Saham-saham yang menonjol di antara saham pada Senin ini adalah, Chattem melompat lebih dari 33 persen, naik US$23,16 ke US$93,14 setelah Sanofi-Aventis SA sepakat untuk membeli perusahaan seharga US$93,50 per saham atau 34 persen di atas harga premium pada penutupan Jumat. Chattem, yang diperdagangkan di Nasdaq, membantu mengangkat indeks ke intraday tinggi untuk tahun ini. Juga perdagangan di Nasdaq, saham Bucyrus naik 9,8 persen, naik US$5 hingga US$55,84. TEREX naik US$1,73 atau 9 persen ke US$20,94. Saham Alcoa naik 7,9 persen setelah pengumuman kesepakatan Saudi, Morgan Stanley meningkatkan saham untuk “Beli” didasarkan pada perkiraan harga aluminium yang lebih tinggi. Saham melompat US$1,15 ke US$15,73, setelah sebelumnya anjlok luar biasa selama 14 bulan di US$15,98. Saham Intel naik 46 sen atau 2,3 persen ke US$20,09. Sekitar tiga saham naik untuk setiap satu yang jatuh di New York Stock Exchange, di mana volume 1:01 miliar saham dibandingkan dengan 3:16 miliar saham pada waktu yang sama pada hari Jumat.

Perdagangan lainnya, indeks Russell 2000 perusahaan-perusahaan kecil naik 8,03 atau 1,3 persen ke 618,60. Saham Nikkei Jepang naik rata-rata 0,4 persen. Britain’s FTSE 100 naik 1,9 persen, indeks DAX Jerman naik 1,7 persen, dan Perancis CAC-40 melonjak 2,1 persen. [cms]