1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

faktor yang paling dicari, lom tentu UTAMA lho … 231209 23 Desember 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 10:50 pm

Price Earning Ratio (PER)
Senin, 21 Desember 2009 – 08:48 wib

Salah satu indikator yang sering dipergunakan dalam analisa fundamental adalah price earning ratio (PER). Baik investor maupun kalangan analis menjadikan PER sebagai pisau analisis yang cukup diandalkan. Maklum, pisau analisis ini secara teknis dan metodologi tidak sulit diterapkan. Bahkan oleh investor pemula sekalipun.

Pada edisi April lalu, di rubrik ini juga pernah diulas tentang PER. Kali ini pembahasan akan sedikit diperdalam, bagaimana penerapan PER sebagai alat analisis. Secara sederhana PER berarti perbandingan antara harga di pasar dengan laba bersih per saham (earning per share – EPS). Dengan hanya melihat ratio ini saja sebenarnya pelaku pasar sudah bisa membuat perbandingan mana saham yang bagus diantara saham yang ada.

Besaran PER juga menunjukkan berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah investasi hingga mencapai titik break event point (BEP). Jika sebuah perusahaan sahamnya diperdagangkan dengan PER 10 kali misalnya, itu berarti – dengan semua laba bersih dibagikan sebagai dividen – masa investasi butuh waktu 10 tahun untuk mencapai titik impas atau BEP. Tapi pemahaman ini hanya di atas kertas belaka, mengingat tidak ada satupun perusahaan yang selalu membagikan seluruh atau 100% laba bersihnya sebagai dividen.

Meski nampak sederhana namun untuk menerapkan PER sebagai alat analisis perlu sedikit hati-hati. Karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal penggunaan PER sebagai pisau analisis, yakni :
Nilai PER itu sendiri. Dengan menyimak definisi dan pemahaman di atas maka semakin rendah nilai PER berarti harga saham perusahaan semakin murah. Jika dua perusahaan misalnya PT ABC sahamnya diperdagangkan dengan PER 12, dan PT XYZ sahamnya ditransaksikan dengan PER 15 maka dengan cepat bisa disimpulkan bahwa harga saham XYZ lebih mahal dibandingkan saham ABC.
Menggunakan PER sebagai alat analisis, maka Anda jangan mudah terkecoh nilai atau harga nominal di pasar. Saham A yang diperdagangkan di harga Rp 5.000 belum tentu lebih mahal dibandingkan dengan saham B yang harganya hanya Rp 500. Ingat bahwa EPS menjadi acuan utama dalam menghitung PER. Kendati harga saham Rp 5.000 jika EPS-nya Rp 500 maka saham A memiliki PER 10. Sementara saham B meskipun harga pasarnya Rp 500, jika EPSnya hanya Rp 20 maka PER-nya 25. Artinya saham B yang Rp 500 lebih mahal dari saham A yang Rp 5.000.
Perhatikan basis penggunaan nilai laba bersih, apakah mengacu pada data tahun buku yang sudah lewat atau data historis ataukah data proyeksi. Membuat perbandingan PER satu perusahaan dengan perusahaan lain harus dilakukan berdasarkan periode data yang sama. Karena investasi di saham lebih banyak berkaitan dengan ekspektasi biasanya data yang dipergunakan adalah data proyeksi.
Sektor perusahaan yang dibandingkan adalah sektor yang sama. Jangan sampai Anda membandingkan PER saham sektor telekomunikasi dengan PER saham sektor perbankan. Perbandingan seperti ini bukanlah perbandingan apple to apple.
Likuiditas saham. Bisa jadi dalam satu sektor ada dua atau lebih saham yang memiliki PER tidak jauh berbeda. Misalnya perusahaan X dengan PER 14 dan perusahaan Y dengan PER 15. Di atas kertas saham perusahaan X lebih murah disbanding saham perusahaan Y. Namun dalam aktifitas sehari-hari saham Y lebih likuid dibanding saham X. Dalam kondisi seperti ini bukan tidak mungkin investor lebih memilih saham Y karena likuiditasnya lebih bagus.
Sekali lagi bahwa PER hanyalah salah satu indikator dalam analisa fundamental. Masih banyak indikator fundamental lainnya yang juga kerap dipergunakan untuk membuat keputusan investasi di saham. Namun, dengan memahami PER lebih dalam Anda memiliki bekal lebih baik dalam menentukan pilihan investasi di Pasar Modal. (Tim BEI)

Iklan
 

hasil sementara poling saham bumi … 231209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:03 pm

kapan bumi mencapai 4000

… itu pertanyaan poling gw sejak 7 Oktober 2009, ternyata dari 11 orang yang menyatakan keyakinannya, TIDAK ADA SATU PUN YANG TEPAT … well, TERIMA KASIH BANYAK ATAS PARTISIPASINYA … masih ada 1 pilihan yang belum dipilih yaitu 6 BULAN LAGI … well, kayanya, gw biarin aja s/d April 2010 untuk membuktikan kebenarannya …

 

investor JANGAN MAU DIBUJUK, maunya DIAYOMI BAIK2 … :231209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:43 pm

Satu Persen Penduduk Diincar Jadi Investor Bursa
Selasa, 22 Desember 2009 | 21:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan satu persen penduduk Indonesia atau sekitar 2,31 juta orang akan berinvestasi di pasar modal. Hingga akhir tahun ini tercatat baru sekitar 300 ribu investor lokal. “Kita akan melakukan upaya strategis untuk mencapai target itu,” kata Direktur Pengawasan dan Pengaturan Bursa Efek Indonesia Wan Wei Yiong di Jakarta kemarin.

Upaya Bursa Efek untuk menggenjot target itu antara lain dengan mengembangkan produk baru sesuai kebutuhan pasar, sosialisasi dan edukasi pasar modal ke sekolah dan perguruan tinggi secara berkelanjutan, serta mengevaluasi peraturan bursa yang tidak lagi sejalan dengan kondisi pasar yang sangat dinamis.

Selain itu Bursa Efek akan melengkapi fasilitas perdagangan secara daring (online trading) yang memiliki pertumbuhan pesat meski baru berkembang 2 atau 3 tahun terakhir. Sistem daring memudahkan investor bertransaksi secara mudah, murah dan cepat. Jumlah investor meningkat dari 3.000 menjadi 25.000 investor setelah penerapan online trading itu.

Jika dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura dan Malaysia, penduduk Indonesia terbilang minim menjadi investor. Singapura memiliki invesor mencapai 50 persen dari jumlah penduduknya, sedangkan Malaysia sekitar 20 persen dari warganya. “Pihak sekuritas atau broker siap mendukung peningkatan jumlah investor lokal di pasar modal,” ucap Wei Yiong.

MUH SYAIFULLAH

 

bwat yank hepi di 2009, jangan grogi 2010 lah … 231209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:21 pm

27/12/2009 – 13:00
Sst..Cara Atur Keuangan Tanpa Kedodoran
Agustina Melani

(inilah.com /Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Mayoritas keluarga Indonesia tidak mematuhi anggaran bulanan yang telah dibuat. Untuk itu harus ada ketegasan supaya keuangan Anda tidak kedodoran di tahun 2010.

Berdasarkan survey kecerdasan finansial atau Financial Quotient dari Citi Indonesia sekitar 29% orang yang mematuhi anggaran bulanan yang dibuatnya. Sementara 82% baru pada tahap berusahan membuat dan mengikuti anggaran. “Mengelola keuangan memang tidak mudah, dibutuhkan usaha dan tujuan di mana Anda membiasakan untuk anggaran di mana bisa memonitor pemasukan dan pengeluaran,” demikian seperti dikutip dari hasil survey Citi Indonesia, Minggu (27/12).

Citi Indonesia memberikan beberapa pedoman dalam melakukan pengelolaan keuangan. Langkah awal untuk mengelola keuangan dengan lebih baik adalah dengan mengevaluasi posisi keuangan. Cara untuk mengevaluasi posisi keuangan dengan mendata ulang aset apa saja yang dimiliki dan berapa besar utang. Cara baik untuk mengelola keuangan adalah membiasakan untuk membuat anggaran di mana bisa memonitor pemasukan dan pengeluaran.

Untuk itu mulailah rapikan pengelolaan keuangan dan setelah mengetahui posisi keuangan saat ini, maka Anda menentukan tujuan serta cara mencapai tujuan keuangan. Untuk itu mulailah rapikan pengelolaan keuangan dan setelah Anda mengetahui posisi keuangan saat ini, maka alangkah baiknya Anda menentukan tujuan serta cara mencapai tujuan finansial Anda dengan cara SMART yaitu Spesifik, Mudah Diukur, Akan Tercapai, Realistis, Tujuan Nyata.

Pertama, Spesifik yaitu menentukan target yang spesifik dengan jangan sekedar katakan “Mulai tahun depan saya akan lebih rajin menabung.” Tentukanlah berapa besar jumlah tabungan yang Anda inginkan, mulai kapan Anda menabung dan dalam berapa lama Anda akan memperoleh nilai yang diinginkan. Dengan demikian, Anda juga bisa menjadi lebih disiplin untuk menyisihkan sejumlah dana yang harus ditabung per bulannya.

Kedua, Mudah diukur yaitu menentukan tujuan yang terukur dapat membantu Anda memonitor apakah Anda sudah sesuai jalur dalam mencapai tujuan. Jika tujuan Anda adalah mengumpulkan dana untuk pembayaran uang muka sebuah rumah baru tahun depan, maka tentukanlah berapa besar dana dari penghasilan Anda yang harus disisihkan per bulannya. Setiap bulannya Anda bisa mengukur sudah sampai dimana posisi keuangan Anda.

Ketiga, Akan Tercapai dengan membuat tujuan yang dapat Anda capai dan berpikirlah jangka panjang, namun tetap tentukan tujuan-tujuan kecil yang dapat membantu Anda mencapai hasil yang lebih besar. Misalnya Anda ingin memiliki Rp15 juta dalam setahun, maka tujuan kecil yang harus Anda capai tiap bulannya adalah dengan menabung minimum Rp1.250.000 dalam 12 bulan ke depan.

Keempat, realistis dengan menciptakan tujuan keuangan harus realistis, karena jika tidak, Anda dapat menghadapi kegagalan yang sangat besar. Misalnya, Anda bercita-cita untuk mencapai target 60% tingkat pengembalian investasi dalam setahun.

Kelima, dengan tujuan yang nyata berarti pencapaian terhadap sesuatu hal yang benar-benar ada, pasti dan bisa diukur. Anda akan termotivasi untuk menentukan tujuan yang lebih tinggi jika Anda pernah mencapai tujuan yang pernah Anda putuskan sebelumnya.

Selain itu, libatkan anggota keluarga dalam menentukan tujuan finansial, karena mereka juga akan menunjang dalam pencapaian tujuan tersebut. Tulislah tujuan-tujuan tersebut dan kaji ulang dari waktu ke waktu, hal ini akan sangat membantu dalam mencapai tujuan keuangan. [hid]
Rabu, 23/12/2009 13:02 WIB
Yuk, Susun Keuangan Untuk 2010
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Sebentar lagi kita sudah memasuki tahun 2010. Apakah Anda sudah sudah menyusun rencana keuangan Anda di tahun 2010? Jika belum, mungkin ada baiknya Anda mencoba untuk menjawab dengan jujur pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

Apakah setiap bulan Anda memonitor berapa pengeluaran Anda?
Apakah Anda membayar kartu kredit secara penuh?
Apakah Anda sudah menyisihkan sejumlah dana untuk masa pensiun?

Jika Anda menjawab ‘Tidak’ untuk 3 pertanyaan di atas, sudah waktunya Anda berberes soal keuangan pribadi dan bersiap-siap mengahadapi tahun 2010 dengan resolusi baru.

Citi Indonesia dalam tips finansialnya mengatakan, langkah awal untuk mengelola keuangan dengan lebih baik adalah dengan mengevaluasi posisi keuangan Anda sekarang, yaitu dengan mendata ulang aset (apa saja yang Anda miliki) dan berapa besar utang Anda. Cara baik untuk mengelola keuangan adalah membiasakan untuk membuat anggaran dimana Anda bisa memonitor pemasukan dan pengeluaran.

Berdasarkan Survey Kecerdasan Finansial (Financial Quotient) dari Citi Indonesia, hanya sekitar 29% orang yang mematuhi anggaran bulanan yang mereka buat, sementara 82% baru pada tahap berusaha membuat dan mengikuti anggaran.

Untuk itu, sudah saatnya Anda merapikan pengelolaan keuangan dan setelah Anda mengetahui posisi keuangan saat ini. Anda bisa membuat rencana dan tujuan finansial secara SMART. Apa saja?

S (Spesifik): Tentukan target yang spesifik, jangan sekedar katakan: “Mulai tahun depan saya akan lebih rajin menabung.”

Tentukanlah berapa besar jumlah tabungan yang Anda inginkan, mulai kapan Anda menabung dan dalam berapa lama Anda akan memperoleh nilai yang diinginkan. Dengan demikian, Anda juga bisa menjadi lebih disiplin untuk menyisihkan sejumlah dana yang harus ditabung per bulannya.

M (Mudah diukur): Menentukan tujuan yang terukur dapat membantu Anda memonitor apakah Anda sudah sesuai jalur dalam mencapai tujuan. Jika tujuan Anda adalah mengumpulkan dana untuk pembayaran uang muka sebuah rumah baru tahun depan, maka tentukanlah berapa besar dana dari penghasilan Anda yang harus disisihkan per bulannya. Setiap bulannya Anda bisa mengukur sudah sampai dimana posisi keuangan Anda.

A (Akan tercapai): Buatlah tujuan yang dapat Anda capai dan berpikirlah jangka panjang, namun tetap tentukan tujuan-tujuan kecil yang dapat membantu Anda mencapai hasil yang lebih besar. Misalnya Anda ingin memiliki Rp 15 juta dalam setahun, maka tujuan kecil yang harus Anda capai tiap bulannya adalah dengan menabung minimum Rp. 1.250.000 dalam 12 bulan ke depan.

R (Realistis): Menciptakan tujuan keuangan harus realistis, karena jika tidak, Anda dapat menghadapi kegagalan yang sangat besar. Misalnya, Anda bercita-cita untuk mencapai target 60% tingkat pengembalian investasi dalam setahun.

T (Tujuan Nyata): Tujuan yang nyata berarti pencapaian terhadap sesuatu hal yang benar-benar ada, pasti dan bisa diukur. Anda akan termotivasi untuk menentukan tujuan yang lebih tinggi jika Anda pernah mencapai tujuan yang pernah Anda putuskan sebelumnya.

Libatkan anggota keluarga dalam menentukan tujuan finansial, karena mereka juga akan menunjang dalam pencapaian tujuan tersebut. Tulislah tujuan-tujuan tersebut dan kaji ulang dari waktu ke waktu, hal ini akan sangat membantu dalam mencapai tujuan finansial Anda.

(qom/dnl)

 

ogah-ogahan di 2500-2400 … (2) : 231209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:16 pm

Kamis, 24/12/2009 00:00 WIB

ULASAN PASAR
Total nilai transaksi saham turun

oleh :

JAKARTA: Total nilai transaksi saham di Bursa Efek Indonesia kemarin mencapai Rp1,9 triliun atau turun dibandingkan dengan nilai transaksi hari sebelumnya yaitu Rp2,62 triliun.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan kemarin ditutup pada level 2.474,88 atau menguat tipis 7,24 poin (0,29%) dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 3,26 miliar saham.

Berdasarkan data Bloomberg, sekitar 69 saham ditutup naik dan 91 saham ditutup turun. Beberapa saham yang menjadi penggerak indeks di antaranya PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) naik 2% menjadi Rp3.825 per saham, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 1,68% menjadi Rp4.550 per saham dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik 3,10% menjadi Rp13.300 per saham.

Adapun saham yang turun yaitu PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 1,03% menjadi Rp9.600, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 1,23% menjadi Rp20.000 dan PT Astra International Tbk (ASII) turun 0,28% menjadi Rp34.000 per saham.

Sementara itu, Indeks BISNIS-27 kembali bergerak menguat tipis menjelang libur panjang Natal dan tahun baru. Indeks menguat ke level 231,51 naik 0,35% dari posisi penutupan hari sebelumnya.

Penguatan indeks ditopang oleh sentimen positif pergerakan indeks bursa saham regional seperti Hang Seng, Nikkei-225, dan STI Singapura.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) bergerak menguat sebesar 0,49% ke level 10.464,93 diikuti oleh Nikkei-225 sebesar 1,91%, Hang Seng naik sebesar 1,12%, dan STI Singapura yang bergerak naik 0,63%.

Ekspektasi kinerja emiten yang positif pada 2009 memicu aksi beli investor yang mengantisipasi kenaikan harga saham seusai liburan akhir tahun.

Aksi beli selektif terjadi pada saham pertambangan batu bara seperti Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat 1,32%, saham International Nickel Indonesia Tbk (INCO) naik 0,74%, dan saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) yang naik sebesar 0,29%.

Oleh Rahayuningsih

Bisnis Indonesia

&

Harry Setiadi Utomo

Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

bisnis.com

23/12/2009 – 16:42
‘Second Liner’ & ‘Bluechips’ Jadi Bumper IHSG
Ahmad Munjin

INILAH.COM, Jakarta – Libur panjang Natal 2009 tidak memicu profit taking sehingga indeks berhasil mendarat di teritori positif. Saham-saham second liner dan bluechips menjadi bumpernya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Rabu (13/12) ditutup menguat tipis 7,24 poin (0,29%) ke level 2.474,88. Sementara volume perdagangan mencapai 2,220 miliar senilai Rp1,2 triliun.

Saham yang mengalami penurunan mencapai 105 emiten, saham naik 74, dan saham stagnan 75. Untuk indeks LQ45 menguat 1,69 poin ke 488,04 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,58 poin ke 410,66. Sektor pertambangan masih melemah hingga penutupan dengan turun 0,63 poin ke 2.116,87.

Beberapa saham yang naik antara lain, PT Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp1.100 ke Rp9.800, PT Delta Djakarta (DLTA) menguat Rp1.000 ke Rp62.000, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) terangkat Rp400 ke Rp30.600, dan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp400 ke Rp13.300.

Beberapa saham yang turun antara lain, saham PT Mandom Indonesia (TCID) melemah Rp300 ke Rp7.800, PT Gudang Garam (GGRM) turun Rp250 ke Rp20.000, PT Tri Polyta Indonesia (TPIA) terkoreksi Rp100 ke Rp2.450, dan PT Bayan Resources (BYAN) merosot Rp100 ke Rp 5.500.

Arga Paradita Sutiono, research analyst Asia Kapitalindo Securities mengatakan, penguatan tipis indeks hari ini karena terdongkrak oleh saham-saham second liner dan beberapa saham bluechips.

Seperti saham PT Bank Mandiri (BMRI), PT Mayora (MYOR), dan PT Telkom (TLKM). Namun, transaksi perdagangan saham sangat tipis. Karena itu kenaikan indeks sangat kecil.

Penguatan indeks juga ditopang pergerakan bursa regional hari ini yang positif. Indeks Hang Seng naik 1%, Nikkei menguat 1,9%, Shanghai terangkat 0,7%, dan Senzen terapresiasi 1,6%.

“Kekhawatiran pasar sebelumnya masih ada sehingga transaksi sepi karena pekan lalu bursa China anjlok tajam. IHSG ^JKSE pun sempat jatuh pada awal pekan ini,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (23/12).

Ia melihat potential upside hari ini sebenarnya masih ada. Apalagi, bursa regional memang bergerak positif. Bahkan, asing sejak dua hari lalu, justru melakukan aksi beli. “Net buy asing hari ini mencapai Rp148 miliar lebih rendah dari kemarin Rp200 miliar,” ujarnya. Artinya, masih ada tingkat kepercayaan asing untuk masuk bursa Indonesia.

Hanya saja, karena hari ini menjelang libur Natal 2009, menyebabkan transaksi di bursa sangat tipis hanya Rp1,2 triliun. Bahkan Arga memperkirakan hingga pekan depan pun transaksi akan sideways di kisaran Rp2-3 triliun. “Karena itu, penguatan indeks hanya tipis,” turutnya.

Beberapa pelaku pasar masih memanfaatkan T-Plus Three dengan aksi beli. Hal ini sudah diekspektasikan indeks bergerak sideways. Sebab, kenaikan indeks kemarin sangat tinggi 1,49% setelah sehari sebelumnya turun 3%. Potensial up masih ada tapi tipis.

Sementara itu, window dressing bukanlah faktor penguatan indeks. Pasalnya, penguatan IHSG tahun ini sudah mencapai 83%. Kalaupun terjadi window dressing peluangnya sangat kecil. “Karena MI (Manajer Investasi) sudah mendapatkan return yang tinggi, mereka tidak lagi melakukanya,” ucapnya.

Hanya saja sekarang, pelaku pasar tinggal mencari sektor-sektor yang masih memiliki potensi upside. Namun hal ini bukanlah window dressing. “Investor harus cepat memanfaatkan peluang kenaikan karena harapan window dressing sangat tipis,” pungkasnya.[mdr]

Rabu, 23 Desember 2009 | 16:26

PASAR SAHAM

Perdagangan Hari Terakhir Pekan Ini Naik Tipis

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan di hari terakhir pekan ini berhasil mempertahankan penguatannya. Meksi tipis, IHSG berhasil menguat 0,29% ke level 2.474,883.

Pada perdagangan hari ini, sebanyak 70 saham harganya naik, 92 saham harganya turun, dan 75 saham tidak mengalami pergerakan harga. Perdagangan di lantai bursa juga relatif sepi. Volume transaksi di bursa mencapai 3,264 miliar saham dengan nilai transaksi hanya mencapai Rp 1,902 triliun.

Meski sepi transaksi, penguatan bursa saham Asia selain indeks Nikkei 225 yang libur ikut mendongkrak kenaikan IHSG. Indeks Hang Seng berhasil rebound dan naik 1,12% ke level 21.328,74, indeks Shanghai naik 0,76% ke level 3.073,78, indeks Kospi naik 0,35% ke level 1.661,35, dan indeks Strait Times naik 0,61% ke level 2.841,07.

Saham-saham yang harganya naik dan menempati daftar top gainers dalam rupiah adalah; PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik 12,64% menjadi Rp 9.800, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) naik 1,64% menjadi Rp 62.000, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 1,32% menjadi Rp 30.600, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik 3,1% menjadi Rp 13.300, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik 7,55% menjadi Rp 4.275.

Sedangkan saham-saham yang harganya turun dan masuk daftar top losers adalah; PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) turun 3,7% menjadi Rp 7.800, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 1,23% menjadi Rp 20.000, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun 1,77% menjadi Rp 5.550, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 1,03% menjadi Rp 9.600, dan PT Astra International Tbk (ASII) turun 0,29% menjadi Rp 34.000.

Sopia Siregar
Sesi II Tutup
Transaksi Tipis, IHSG Hanya Raup 7 Poin
Volume saham mencapai 6,52 juta lot senilai Rp 1,9 triliun dengan frekuensi 63.662 kali.
RABU, 23 DESEMBER 2009, 16:09 WIB
Arinto Tri Wibowo

Papan perdagangan saham (ANTARA)
BERITA TERKAIT
IHSG Masih Berjaya, Bertahan Naik 36 Poin
Tekanan Jual Rontokkan IHSG 78,1 Poin
Jelang Liburan, IHSG Berakhir Melemah
IHSG Rebound, Rupiah Stabil
IHSG Terkoreksi, Rupiah Stabil
Web Tools

VIVAnews – Aksi sejumlah pemodal yang menahan diri dan cenderung bersikap hati-hati mengantisipasi libur panjang, berimbas pada pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hingga akhir perdagangan Rabu 23 Desember 2009, nilai transaksi di BEI relatif kecil dengan volume yang tidak cukup besar. Meski demikian, menjelang libur Natal besok, IHSG mampu ditutup menguat

IHSG terangkat 7,24 poin (0,29 persen) ke level 2.474,88. Volume saham mencapai 6,52 juta lot senilai Rp 1,9 triliun dengan frekuensi 63.662 kali.

Sebanyak 74 saham menguat, 105 melemah, dan 75 saham lainnya stagnan. Sementara itu, sebanyak 225 saham tidak terjadi transaksi. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 2.476,57 dan terendah 2.456,21.

Analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra dalam analisisnya hari ini mengatakan, pada perdagangan hari ini indeks bergerak fluktuatif. Meski demikian, IHSG mampu untuk kembali menguat.

“Yang dapat menahan penguatan indeks hari ini adalah pelemahan harga
berbagai komoditas logam di LME (London Metal Exchange), terutama nikel,” ujar dia.

Pada prediksi awal transaksi hari ini, Maxi memberikan kisaran pergerakan IHSG di level 2.450 hingga 2.480.

Selama transaksi, pemodal asing membukukan pembelian senilai Rp 330,88 miliar dengan penjualan Rp 194,58 miliar. Berdasarkan data tersebut, pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buying) sekitar Rp 136 miliar.

Sementara itu, saham-saham yang mengontribusi kenaikan indeks di antaranya, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) menguat Rp 400 (3,1 persen) ke posisi Rp 13.300, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp 75 (1,67 persen) ke level Rp 4.550, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) terangkat Rp 75 (2 persen) menjadi Rp 3.825.

Di bursa Asia, indeks Hang Seng menyentuh level 21.328,74 atau naik 236,7 poin (1,12 persen), Straits Times menjadi 2.840,04 atau menguat 16,22 poin (0,57 persen), dan indeks komposit bursa Kuala Lumpur naik tipis 0,11 poin (0,01 persen) ke posisi 1.260,53.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Jelang Libur Panjang, IHSG Tak Semangat
Rabu, 23 Desember 2009 – 16:07 wib

Ade Hapsari Lestarini – Okezone

JAKARTA – Musim libur memang dinanti-nanti banyak pihak, apalagi bila libur Natal 2009 ini yang dilanjutkan dengan libur akhir pekan yang panjang. Profit taking pun tak ayal juga terjadi untuk menunjang liburan para investor. Para investor lebih memilih menarik dananya dari pasar saham.

Kondisi ini tak urung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau malas dan hanya ditransaksi dengan nilai yang kecil.

IHSG pada penutupan perdagangan Rabu (23/12/2009) tercatat rebound 7,24 poin atau 0,29 persen ke posisi 2.474,88. Sedangkan indeks LQ45 menguat tipis 1,69 poin ke posisi 488,04, sementara Jakarta Islamic Indeks (JII) ikut naik 0,58 poin ke posisi 410,66.

Volume perdagangan tercatat 2,22 miliar lembar saham senilai Rp1,2 triliun, dengan saham yang ditutup menguat 74 jenis, melemah 105 jenis saham, serta stagnan 75 jenis saham.

Penguatan tipis IHSG kali ini didukung oleh saham dari berbagai sektor yang terpantau menguat, walaupun sektor pertambangan melemah tipis 0,62 poin.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp1.100 ke posisi Rp9.800, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) naik Rp1.100 ke posisi Rp62.000, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp400 ke posisi Rp30.600, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp400 ke posisi Rp4.275.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) turun Rp300 ke posisi Rp7.800, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp250 ke posisi Rp20.000, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp100 ke posisi Rp9.600, dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) turun Rp100 ke posisi Rp2.450.
(ade)

23/12/2009 – 16:11
IHSG Menguat Tipis ke 2.474

INILAH.COM, Jakarta – Perdagangan hari ini ditutup menguat tipis dengan hanya naik 7,24 poin atau 0,29% di level 2.474,88.

Sementara untuk volume perdagangan mencapai 2.220.603.904 dengan nilai transaksi Rp1.208.359.459.000.

Adapun jumlah saham turun 105, saham naik 74, dan saham stagnan 75. Sedangkan sektor pertambangan masih melemah hingga penutupan dengan turun 0,63 poin ke 2.116,87.

Beberapa saham yang naik antara lain, saham PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp1.100 ke Rp9.800, saham PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) naik Rp1.000 ke Rp62.000, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp400 ke Rp30.600, dan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp400 ke Rp13.300.

Beberapa saham yang turun antara lain, saham PT Mandom Indonesia Tbkl (TCID) turun Rp300 ke Rp7.800, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp250 ke Rp20.000, saham PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) turun Rp100 ke Rp2.450, dan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) turun Rp100 ke Rp 5.500.

Untuk LQ45 naik 1,69 poin ke 488,04 dan JII naik 0,58 poin ke 410,66. [mre/cms]

Rabu, 23/12/2009 16:11 WIB
Berjuang Keras Jelang Tutup, IHSG Bertahan di Zona Hijau
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil tutup di zona positif setelah bertarung keras selama dua menit terakhir bolak-balik di zona negatif dan positif. Nilai transaksi pada perdagangan sesi II melonjak cukup besar didorong oleh ramainya transaksi di pasar negosiasi.

Pergerakan IHSG hari ini berjalan cukup lambat namun masih didominasi dengan perburuan saham-saham unggulan berkapitalisasi besar. Rentang pergerakan IHSG hari ini berkisar antara titik terendah di level 2.456,213 dan titik tertinggi di level 2.476,572.

Pada menit-menit terakhir menjelang penutupan, para penjual melakukan tekanan cukup keras. Namun para pembeli berhasil melakukan perlawanan.

Pada perdagangan Rabu (23/12/2009), IHSG ditutup menguat tipis 7,246 poin (0,29%) ke level 2.474,883. Indeks LQ 45 menguat tipis 1,690 poin (0,34%) ke level 488,038.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat. Bursa Jepang sudah meliburkan diri.
Indeks Komposit Shanghai naik 23,26 poin (0,76%) ke level 3.073,78.
Indeks Hang Seng naik 236,70 poin (1,12%) ke level 21.328,74.
Indeks KOSPI naik 5,81 poin (0,35%) ke level 1.661,35.
Indeks Straits Times naik 16,69 poin (0,59%) ke level 2.840,51.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 63.662 kali dengan volume 3,263 miliar saham senilai Rp 1,902 triliun. Sebanyak 74 saham naik, 105 saham turun dan 75 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang mengalami kenaikan harga antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 1.100 ke Rp 9.800, Anker Bir (DLTA) naik Rp 1.000 ke Rp 62.000, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 30.600, Indocement (INTP) naik Rp 400 ke Rp 13.300, Mayora Indah (MYOR) naik Rp 300 ke Rp 4.275, Lonsum (LSIP) naik Rp 150 ke Rp 8.100, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 11.150.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 20.000, Astra International (ASII) turun Rp 100 ke Rp 34.000, Telkom (TLKM) turun Rp 100 ke Rp 9.600, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 100 ke Rp 5.550, Sampoerna Agro (SGRO) turun Rp 50 ke Rp 2.550.
(dro/qom)

 

ogah-ogahan di 2500-2400, itu stabil donk … 231209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:07 am

23/12/2009 – 12:58
Bursa Saham Sesi Pertama
‘T-Plus 3’ Picu Penguatan IHSG
Ahmad Munjin & Mosi Retnani Fajarwati

INILAH.COM, Jakarta – Sehari jelang libur panjang, tidak menjadi sentimen negatif di pasar saham seiring potensi aksi profit taking. Pasar justru memanfaatkan T-Plus 3 dengan aksi beli.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I naik 3,55 poin (0,14%) ke 2.471,19, dengan 54 saham naik, 73 saham turun, dan 70 saham stagnan. Sementara volume perdagangan mencapai 1,271 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp643,397 miliar.

Sedangkan secara sektoral, saham-saham properti, infrastruktur, pertambangan, dan konsumer mengalami pelemahan.

Beberapa saham yang menjadi penopangnya penguatan indeks kali ini antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp300 ke Rp30.500, PT Mayora Indah (MYOR) menguat Rp225 ke Rp4.200, PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) terangkat Rp200 ke Rp13.100, dan saham PT London Sumatera (LSIP) naik Rp200 ke Rp8.150.

Beberapa saham yang turun antara lain, saham PT Mandom Indonesia (TCID) turun Rp300 ke Rp7.800, PT Unilever Indonesia (UNVR) terkoreksi Rp150 ke Rp10.850 dan saham PT Tri Polyta Indonesia (TPIA) melemah Rp125 ke Rp2.425.

Supriyadi, reasearch analyst Asia Kapitalindo Securities memperkirakan pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan melemah tipis seiring antisipasi pasar menjelang libur Natal, Kamis (24/12) dan Jumat (25/12).

“Indeks akan bergerak pada kisaran support 2.451,34 dan 2.471,59 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (23/12).

Namun, pelaku pasar masih melakukan aksi beli, untuk memanfaatkan rentang waktu pembayaran yang lebih lama. Pasalnya, T-Plus Three jatuh pada hari Sabtu (26/12). Karena itu, dari sisi ini indeks menguat di sesi pertama. “Sekarang tinggal bagaimana kondisi bursa regional,” imbuhnya.

Melihat pergerakan bursa regional, rata-rata mengalami pelemahan. Masing-masing bursa kemungkinan besok, Kamis (24/12) sudah libur. Hari ini merupakan hari kejepit bagi para investor. “Volume transaksi di bursa regional pun sudah mulai mengecil,” imbuhnya.

Karena itu, kemungkinan indeks untuk melemah lebih besar ketimbang penguatannya. Apalagi, melihat nilai transaksi pukul 10.45 WIB di sesi pagi tadi baru mencapai Rp502 miliar. “Artinya nilai transaksi saat ini tipis. Pahahal seharusnya sudah mencapai Rp1 triliun,” paparnya.

Ia memprediksikan, plus minusnya indeks hanya tipis di bawah 10 poin. Mayoritas pelaku pasar akan wait and see terhadap perkembangan bursa regional. Di sisi lain, rata-rata saham second liner dari sisi frekuensi paling aktif ditransaksikan selain saham PT Bumi Resources (BUMI).
Sementara itu, sentimen dari penyelesaian skandal Bank Century senilai Rp6,7 triliun, menurutnya tidak begitu berpengaruh pada pergerakan bursa hari ini. Sebab, untuk tokoh-tokoh yang penting, seperti Wakil Presiden Boediono baru dipanggil kemarin. “Wapres sendiri merefleksikan ketenangan,” tuturnya.

Boediono menyampaikan jawaban dengan santai di hadapan Pansus dan tidak terjadi kepanikan. Bahkan, Pansus sendiri tampak legowo menerima argumen Boediono. Pansus tinggal menunggu data-data yang akan disampaikan pada panggilan berikutnya. “Ini tidak berpengaruh negatif. Apalagi, Bank Century tidak berpengaruh pada fundamental ekonomi Indonesia,” urainya.

Dalam kondisi pasar seperti ini, Supriyadi merekomendasikan saham-saham second liner. Sedangkan untuk saham-saham bluechips disarankan hold karena pergerakannya masih sideways.

Saham-saham pilihannya adalah PT Truba Alam Manunggal Engineering (TRUB), PT Danayasa Arthatama (SCBD), PT Mayora (MYOR), PT Ramayana Lestari Sentosa (RALS), dan PT Barito Pacific (BRPT). “Trading buy untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya. [mdr]

PREDIKSI INVESTOR DAILY 23 Desember 2009: Volume Transaksi Saham Bakal Sepi
23/12/2009 08:21:48 WIB
Volume transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menipis menjelang libur panjang pekan ini. Penurunan nilai transaksi dapat mengakibatkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bervariasi.

“Sebagian pelaku pasar telah keluar dari pasar untuk berlibur sambil menunggu perkembangan informasi yang ada. Sepinya transaksi masih menyelimuti indeks menjelang Natal tahun ini,” ujar analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Selasa (22/12).

Pola pergerakan indeks hari ini akan berbeda jauh dibandingkan perdagangan kemarin. Pada perdagangan kemarin, nilai transaksi BEI mencapai Rp 2,6 triliun. Indeks ditutup menguat 1,49% ke level 2.467,637. Investor asing masih membukukan pembelian bersih (net buying) sekitar Rp 180 miliar.

Purwoko mengatakan, momentum libur panjang serta penyelesaian kasus Bank Century membuat mendorong investor untuk menahan diri bertransaksi saham. Perdagangan saham akan dipengaruhi kondisi pasar Eropa dan Asia.

Hari ini, indeks mencoba bertahan pada level support 2.443. Apabila ada sentimen positif yang cukup kuat, indeks akan menguji level resistance di 2.491. Investor berorientasi jangka menengah bisa mencermati saham-saham unggulan yang sudah mengalami jenuh jual. (epa)

Hari Ini, IHSG Menguat Terbatas
Rabu, 23 Desember 2009 – 07:39 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Sentimen positif diproyeksikan bakal mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Rabu (22/12/2009).

Menurut analis pasar modal dari Finan Corpindo Nusa Edwin Sebayang, potensi penguatan indeks tersebut terhalang oleh libur panjang natal dan tahun baru. Akibatnya, penguatan indeks diproyeksikan akan terbatas.

“Masih ada potensi menguat, tapi agak terbatas,” kata Edwin kepada okezone di Jakarta.

Dilanjutkannya, menjelang libur panjang kondisi diluar negeri ia nilai cukup kondusif sekarang ini. Menurutnya, data Gross Domestic Product (GDP) dan data eksisting home sales akan lebih baik daripada yang diekspetasikan pasar.

Terlihat, pergerakan bursa regional seluruhnya bergerak bullish seperti indeks Nikkei 255 naik 194,56 poin atau setara 1,91 persen ke posisi 10.378,03, indeks Shanghai Composite di China malah terkoreksi 72,453 poin ke posisi 3.050,52. Sementara itu indeks Hang Seng melonjak 143,94 poin ke posisi 21.092,04 dan indeks Straits Times Singapura naik 36,94 poin ke level 2.823,75.

“Eksternal factor tidak perlu dikhawatirkan,” tegasnya.

Menurutnya, indeks akan berada dalam kisaran support resistance di level 2.423-2.498. Dimana untuk saham yang potensial untuk ditransaksikan menurutnya antara lain, PT Adaro Energi Tbk (ADRO), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT United Tractor Tbk (UNTR), (INCO), PT Bank MAndiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sebelumnya, IHSG pada penutupan perdagangan kemarin, Selasa (22/12/2009) tercatat bullish 36,248 poin atau naik 1,49 persen ke level 2.467,637. Tak jauh beda dengan IHSG, indeks LQ45 melonjak 7,923 poin ke posisi 486,348, begitu pula Jakarta Islamic Indeks (JII) yang melonjak 7,483 poin ke posisi 410,084.

Nilai perdagangan ditutup sebanyak 3,388 miliar lembar saham senilai Rp2,2620 triliun. Sedangkan total frekuensi mencapai 70.573 kali transaksi. Terdapat 142 saham yang menguat, 48 saham melemah, dan 59 saham terpantau stagnan.

Terpantau, saham sektor konsumer naik 12,47 poin, saham sektor perbankan ikut naik 3,69 poin, saham sektor manufaktur melonjak 10,25 poin, sedangkan sektor pertambangan hanya naik signifikan mencapai 34,56 poin ikut meringankan langkah IHSG hari ini. Hingga menyentuh ke 2.467,637. Namun, saham sektor perkebunan terpangkas 15,829 poin.(css)

23/12/2009 – 06:44
Prediksi IHSG
BoW Bank & Telekomunikasi
Natascha & Vina Ramitha

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan Rabu (23/12) diperkirakan bergerak flat. Beberapa saham masih bisa diandalkan seperti BMRI, BDMN, TLKM, dan ISAT.

Analis Citi Pacific Securities Hendri Effendi mengatakan, pergerakan indeks akhir-akhir ini moderat, yaitu tidak melemah tajam, sedangkan kenaikannya hanya technical rebound.

Ia pun memprediksikan IHSG akan bergerak secara teknikal. “Karena pada perdagangan akhir-akhir ini masih berada di bawah level 2.500,” ujarnya ketika berbincang dengan INILAH.COM, Selasa (22/12), petang.

Menurutnya, IHSG bisa bergerak di atas level 2.500, dengan asumsi terjadi window dressing pekan depan selain ekspektasi efek Januari. Namun, jika keduanya tidak terjadi, ada potensi pembalikan arah mengingat kenaikan sepanjang 2009 sudah cukup tinggi. “Jika trading hingga akhir tahun tidak ada window dressing dan January Effect maka akan ada pembalikan atau reverse tren,” lanjutnya.

Investor berharap terjadi window dressing, terutama karena secara teknikal, indikator weekly moving average-nya masih bullish. Meski pergerakan bursa ada variatif, namun masih ada tekanan terhadap IHSG. “Ini memungkinkan window dressing karena investor tidak menginginkan pembalikan tren yang drastis,” ulasnya.

Hendri pun menyarankan investor fokus pada saham-saham sektor perbankan, komoditas, dan infrastruktur. Saham ini akan menjadi penggerak indeks. “Investor bisa buy on weakness (BoW),” paparnya.

Saham sektor perbankan dipilih, kendati ada risiko peningkatan tekanan inflasi. Hal ini mengingat masih adanya peluang kenaikan, seiring pulihnya perekonomian dunia. Apalagi ada potensi kenaikan suku bunga yang dilakukan secara bertahap.
Rabu, 23/12/2009 00:00 WIB

REKOMENDASI

oleh : bisnis

Trimegah Securities:

Regional di teritori positif akibat berita akuisisi korporasi di AS yang menunjukkan optimisme terhadap pemulihan ekonomi. Sentimen itu membuat IHSG rebound. Pelaku pasar sebaiknya memperhatikan penutupan yang masih di bawah resistan tren naik dan volume yang cenderung turun menjelang libur panjang. Pada hari ini IHSG mencoba menguji resistan di kisaran 2.435-2.484.

Panin Sekuritas:

Di tengah minimnya nilai transaksi, yang hanya Rp2,6 triliun, IHSG ditutup menguat 1,49% ke level 2.467,64. Kami perkirakan sepinya transaksi masih akan menyelimuti pergerakan indeks menyusul libur panjang Natal. IHSG diperkirakan ke kisaran 2.443-2.491. Rekomendasi investasi jangka menengah ke saham blue chip yang jenuh jual.
REKOMENDASI SAHAM INVESTOR DAILY 23 Desember 2009
23/12/2009 08:25:16 WIB
Trimegah Securities
Pemodal diminta tetap waspada, menyusul penutupan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin di bawah resistance tren naik. Membaiknya bursa regional setelah ada berita akuisisi korporasi di Amerika Serikat menjadi sentimen positif penopang indeks kemarin. Hari ini, indeks akan mencoba menguji kisaran 2.435-2.484.

Reliance Securities
Indeks berpotensi melanjutkan penguatan seiring dengan sentimen positif dari pasar regional dan global. Hari ini, indeks akan bergerak pada kisaran 2.444-2.490. Investor dapat mencermati pergerakan saham BUMI, TLKM, UNVR, SMCB, INTP, TINS, dan INCO yang diperkirakan menguat, menyusul penguatan harga minyak.
23/12/2009 – 06:13
Banyak Sentimen Positif Dongkrak Wall Street
Mosi Retnani Fajarwati

INILAH.COM, New York – Indeks semakin menguat pada perdagangan Selasa (22/12) usai laporan penjualan rumah dipaparkan.

Indeks terpicu oleh sentimen positif yang datang dari laporan National Association of Realtors yang menyatakan bahwa, penjualan rumah naik 7,4% untuk November. Angka tersebut lebih tinggi dari ekspektasi para analis, yaitu 2,5% sekaligus angka tertinggi dalam 3 tahun terakhir.

Selain itu, harga surat utang yang jatuh memicu yield lebih tinggi. Hal ini menandakan bahwa para investor mulai menyadari bahwa ekonomi mulai tumbuh.

Sementara itu, dolar AS menguat terhadap euro. Ini menandakan pemulihan ekonomi di AS akan berlangsung lebih cepat dibanding di Eropa.

Pada penutupan perdagangan Selasa, Dow Jones naik 50,79 poin (0,5%) ke 10.464,93, S&P 500 naik 3,97 poin (0,4%) ke 1.118,02, dan Nasdaq naik 15,01 poin (0,7%) ke 2.252,67. Nasdaq dan S&P 500 berada pada level tertingginya sejak Oktober lalu. [mre]
22/12/2009 – 22:10
GDP AS Naik 2,2%, di Bawah Estimasi Ekonom
Asteria

(inilah.com /Agus Priatna)
INILAH.COM, New York – Pertumbuhan ekonomi (GDP) AS tercatat naik 2,2% untuk kuartal tiga 2009. kendati demikian, angka ini masih dibawah estimasi ekonom.

Departemen Perdagangan melaporkan GDP (Produk domestik bruto) AS untuk kuartal tiga 2009 naik 2,2% secara tahunan (YoY). Padahal, bulan lalu, Depdag sudah merevisi perkiraaan pertumbuhan kuartal ketiga ini menjadi 2,8%, dari estimasi semula 3,5%. Data ini juga dibawah perkiraan ekonom Wall Street yang memprediksi GDP akan naik 2,7%.

Eric Thorne, Senior Vice President di Bryn Mawr Trust, menilai, sebagian alasan estimasi direvisi turun adalah karena investasi inventori yang lebih rendah.”Jadi pertumbuhan sedikit melambat karena merosotnya persediaan. Namun hal ini dapat merencanakan tahap ekonomi yang lebih baik beberapa kuartal mendatang,” kata Thorne.

Thorne pun berharap pada 2010 akan ada perbaikan dalam perekonomian, meskipun ia khawatir investor mungkin akan kecewa dengan kecepatan dari pemulihan. “Investor mungkin berharap pemulihan ekonomi dalam beberapa bulan,” katanya. “Kami puas dengan apa yang terjadi, meski beberapa investor menginginkan banyak hal dalam waktu singkat.”
Rabu, 23/12/2009 08:11 WIB

Bursa & US$ memperkuat sinyal pemulihan global

oleh : M. Yunan Hilmi

NEW YORK (Bloomberg): Bursa saham dan dolar AS naik terdorong makin kuatnya sinyal pemulihan ekonomi di seluruh dunia sementara emas turun ke level terendah dalam 7 minggu.

Standard & Poor’s 500 Index naik 0,4% menjadi 1.118,02 pada pukul 4:11 p.m. di New York. Chicago Board Options Exchange Volatility Index atau VIX, turun di bawah 20 untuk pertama kali sejak Agustus 2008. Adapun Dollar Index bertambah 0,3%.

Penjualan rumah di AS naik lebih tinggi dari estimasi pada November dan mencapai level tertingggi sejak Februari 2007. Hal ini memperlihatkan gain di sektor ini makin menguat. Petinggi European Central Bank Juergen Stark mengatakan pertumbuhan di kawasan euro membaik pada kuartal IV. Perekonomian Inggris menciut sebesar 0,2%, lebih kecil dari prediksi kontraksi pemerinhta 0,3% sementara Denmark sudah mentas dari resesi.

“Dengan tidak adanya berita buruk, pasar dapat berlanjut naik. Investor ingin melihat gelas yang penuh dan melangkah lebih jauh,” kata Kilian de Kertanguy, fund manager Cholet-Dupont Gestion SA di Paris.

S&P 500 Index untuk bursa saham AS naik ke level tertinggi pada 1.120,27 pada akhir Maret. Indeks sempat merosot 57% menjadi 676,53 selama ancaman resesi terburuk sejak Great Depression.

Bursa saham di negara ekonomi terbesar ini tetap naik meski Departemen Perdagangan melaporkan ekspansi GDP hanya 2,2% pada kuartal III, lebih rendah dari 2,8% estimasi awal pemerintah. MSCI World Index pada 23 pasar maju naik 0,4%.

Bursa Yunani melonjak dengan ASE Index naik 4,5%, terbesar di antara 18 indeks Eropa barat. Saham Bank of Greece SA, bank terbesar di negara itu, naik 7,4%.

Saham KB Home naik 6,9% memimpin kenaikan pada 12 saham perusahaan di indeks setelah National Association of Realtors melaporkan pembelian rumah yang sudah ada naik 7,4% menjadi 6,54 juta tahunan.

Saham Barratt Developments Plc dan Taylor Wimpey Plc memimpin gain di antara perusahaan properti di Inggris, naik sedikitnya 1,7% di London setelah Goldman Sachs Group Inc merekomendasi beli atas saham itu.

Dollar Index naik menjadi 78,278, level tertinggi sejak 3 September. Dolar AS naik ke posisi tertinggi dalam 8 bulan menjadi 91,87 yen.(yn)

bisnis.com