1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ekon indo 2010, banyak o0 tukh … 241209 24 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 2:10 pm

KATA MEREKA TENTANG EKONOMI 2010
24/12/2009 00:09:17 WIB
MAJALAH INVESTOR 198
Banyak kalangan memperkirakan perekonomian Indonesia pada 2010 akan tumbuh positif. Majalah Investor merangkum pandangan sejumlah pihak mulai dari ekonom, pengusaha, hingga analis.

Chatib Basri, Direktur LPEM-UI
‘GOOD POLICY’ DAN ‘GOOD LUCK’ INDONESIA
INDONESIA TERCATAT SEBAGAI SALAH SATU DARI SEDI KIT anggota G20 yang mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2009, selain China dan India. Pencapaian ini hasil dua kombinasi good policy dan good luck. Ke depan, perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh dalam kisaran 5-5,5%. Tapi, sejumlah nega ra yang sebelumnya minus diperkirakan bakal naik lebih cepat ketimbang Indonesia. Korea misalnya, akan naik relatif tinggi dari minus 1,8% menjadi 2,5%. Lalu, Jepang dari minus 5,1% menjadi 0,5%.

Mengapa demikian? Itu pertanyaan menarik! Jangan disa lahkan kalau negara-negara lain sudah balik, tapi Indonesia segini-segini saja. Ini adalah risiko dari perekonomian Indonesia yang tak terlalu teritengrasi dengan global. Jadi, tatkala krisis global terjadi imbas ke kita tak terlalu parah. Tapi ketika ekonomi global membaik Indonesia tak terlalu ikut membaik. Sebagai gambaran, rasio ekspor Indonesia per GDP hanya 29%. Adapun Korea mencapai 180%-an. [NN]

Adrinof Chaniago, Pengamat Ekonomi Politik
PILKADA BISA PICU KETEGANGAN POLITIK
TAHUN 2010 PARTAI-PARTAI BESAR AKAN TERLIBAT DALAM pertarungan memenangkan Pemilu kepala daerah. Pertengahan 2010, ketegangan politik tidak lagi terpusat di Jakarta. Memang ada usulan dan wacana untuk menunda Pemilu kepala daerah tahun 2010 ke tahun 2011. Tetapi, ide ini hanya mungkin untuk daerah-daerah tertentu. Tidak untuk seluruh daerah yang jumlahnya lebih dari 240 daerah.

Dari sisi ekonomi, tidak mungkin mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran dalam dua tahun ke depan. Pertumbuhan ekonomi 5% pasti akan menambah pengangguran baru karena daya serap angkatan kerja lebih kecil dari suplai angkatan kerja baru sekitar dua juta orang. Daya serap itu akan makin kecil kalau Pemerintah mengandalkan sektor pertambangan.

Pergerakan di sektor riil pun belum memperlihatkan tanda-tanda akan bergerak lebih kencang, walaupun iklim perbankan terlihat semakin baik. Dalam situasi seperti ini, jangan sampai pemerintah mengambil langkah pragmatis. Misalnya, mengambil hak-hak publik untuk merangsang masuknya investasi swasta. [WI]

Pardomuan Sihombing, Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas
JANGAN USIK KENYAMANAN INVESTOR

KISRUH LEMBAGA PENEGAK HUKUM YANG TERJADI ternyata mengusik kenyamanan para investor. Bila terus berlarut tentu akan berpengaruh buruk pada pertumbuhan ekonomi tahun 2010. Makanya pemerintah harus mampu menyelesaikan konflik itu dengan arif sehingga environment bisnis baik kembali. Pelaku bisnis juga butuh stimulus ekonomi seperti percepatan realisasi proyek-proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan listrik. Bila dua faktor itu dipenuhi para investor akan nyaman.

Pada kebijakan moneter para investor juga punya syarat, yakni kestabilan tingkat suku bunga dan kurs harus dijaga. Paling bagus bila BI Rate turun lagi ke level 5%, sementara posisi rupiah berada di level Rp 9.000-an. Tak ketinggalan angka cadangan devisa juga harus terus dipupuk. Kalau semua kebijakan fiskal dan moneter itu memihak pada investor, tidak mustahil pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5% pada tahun 2010.

Iklim investasi yang kondusif tak hanya berpengaruh pada positifnya direct investment, tapi juga akan men-trigger pertumbuhan pasar modal menuju level 2.800 di akhir tahun 2010. Pasalnya fund managers tampaknya masih melihat peluang gain di emerging market yang memiliki fundamental ekonomi yang kuat, ketimbang memaksakan masuk ke negara-negara Eropa dan AS yang masih dilanda gejolak. Bahkan kalau semua mendukung tidak mustahil dana yang mereka parkir di pa sar portofolio beralih ke sektor riil. [MT]

Sofyan Wanandi, Ketua Umum Apindo
JANGAN SEKADAR BICARA

PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA PADA TAHUN INI maupun pada tahun depan pada dasarnya amat dibantu oleh banyaknya populasi dan tingginya tingkat konsumsi domestik. Jadi kita tak perlu bersusah payah hanya untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4%. Untuk bisa bertumbuh lebih dari 4%, perlu banyak upaya, tak sekadar bicara. Tiga hal yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah agar pertumbuhan ekonomi bisa tercapai lebih tinggi adalah perbaikan infrastruktur.

Berikutnya adalah meminimalkan high cost economy. Perlu diupayakan terobosan-terobosan lewat perbaikan sejumlah regulasi. Pasalnya, saat ini banyak undang-undang yang saling bertentangan, hingga perda-perda yang tumpang tindih. Jika pemerintah berkonsentrasi untuk mengurai satu persoalan ini saja, dipastikan iklim usaha dan investasi akan jauh membaik.

Persoalan baru yang juga mengganggu kinerja pemerintah untuk mencapai target 100 hari kerja, adalah perselisihan hukum antara KPK dan kejaksaan agung serta kepolisian. Situasi ini memunculkan kesan ketidakpastian hukum, sehingga investor banyak yang mengambil sikap wait and see untuk menanamkan modalnya ke Indonesia. Persoalan lainnya yang juga mengganjal adalah terganggunya pasokan listrik. Buat kalangan pengusaha, hilang nya listrik merupakan ganngguan yang signifikan. [FW]

Cyrillus Harinowo, Pemerhati Ekonomi
SEBAIKNYA BERPIKIR JANGKA PANJANG

PENGELUARAN PEMERINTAH DALAM APBN 2008 YANG terhambat ternyata menimbulkan berkah. Bantalan keuangan pemerintah menjadi kuat dengan kas sekitar Rp 122 triliun, hingga menteri keuangan lebih comfortable. Ada baiknya sekarang pemerintah mulai berpikir jangka panjang. Akan seperti apa ekonomi Indonesia lima tahun, 20 tahun, bahkan 25 tahun ke depan.

Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Indonesia mengalami pasang naik, bahkan saat negara-negara lain tengah mengalami resesi. Tahun 2010, perekonomian Indonesia diperkirakan tumbuh 5,5%. Meski sebenarnya banyak yang berharap pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Lalu, tahun 2011 sampai 2015 dimungkinkan terjadi proses akselerasi dalam pertumbuhan ekonomi. Dengan peningkatan prospek perekonomain pada tahun-tahun mendatang, sebetulnya kita bisa me-leverage prospek itu dengan percepatan pembangunan.

Contoh, jika kita yakin tahun 2015 ekonomi akan jauh lebih berkembang, kita bisa mempercepat pembangunan MRT. Bukan hanya sekedar satu koridor tapi beberapa koridor sekaligus. Kita juga sudah perlu menyiapkan pembangunan infrastruktur sampai tahun 2025. Misalnya, pembangunan highway dan jalur kereta api antar ASEAN, termasuk high speed train agar kita bisa menatap tahun-tahun mendatang dengan harapan lebih baik. [NN)]

Nico Omer Jockheere, Analyst/Vice President PT Valbury Asia Securities
PASAR SAHAM BERGERAK DI JALUR EKONOMI GLOBAL

PEREKONOMIAN INDONESIA PADA TAhun 2010 diperkirakan masih akan tumbuh positif ke level 4,5%. Bila mengacu pada pertumbuhan ekonomi per kuartal ketiga 2009 sebesar 4,2%, angka ramalan itu memang hanya naik tipis. Beberapa indikator ekonomi juga tidak akan beda dengan angka tahun 2009, seperti tingkat inflasi pada level 4%, kemudian BI Rate pada level 6,5%. Meski begitu angka-angka masih positif dibanding negara-negara Eropa dan AS.

Faktor positif pemicu pertumbuhan ekonomi tersebut salah satunya tren kenaikan harga komoditas akibat masih melemahnya dolar AS terhadap rupiah. Kita tahu komoditas memiliki peran yang cukup besar mendukung pertumbuhan nilai ekspor Indonesia. Tak kalah penting, geliat pembangunan infrastuktur pada tahun 2010 seperti program listrik 10.000 MW tahap kedua, pembangunan ruas tol, serta sarana fisik lainnya bakal memicu percepatan masuknya foreign investment di sektor riil. Makanya jangan heran bila pada tahun 2010 faktor investasi sudah mulai berperan kembali dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sayangnya sederet kondisi riil ekonomi tersebut tidak berbading lurus dengan pergerakan pasar saham. Harga-harga saham pada 2010 akan anjlok mengikuti anjloknya bursa-bursa global. Pasalnya, kondisi riil ekonomi AS bakal makin lemah karena tidak ada lagi bailout dari pemerintah AS seperti tahun 2009. Kita akan lihat angka pengangguran akan naik sementara consumers spending menurun drastis. Nah, carut-marut kondisi itu mendorong kejatuhan bursa-bursa saham dunia, termasuk di Indonesia yang hingga akhir tahun ini naik 100% dibanding awal tahun 2009. [MT]

John D Item, Dirut Danareksa Investment Management
ADA ANCAMAN INFLASI

PEREKONOMIAN INDONESIA PADA 2010 INDONESIA MASIH akan bertumbuh positif dengan kisaram 5%-6%. Begitu pula dengan suku bunga. BI Rate masih akan stabil pada level 6,5%. Apalagi pengaruh global hampir tidak ada terhadap perekonomian Indonesia saat ini. Presiden Amerika, Barack Obama sempat mengatakan, the worst is over. Jadi, saya kira pertumbuhan lebih lanjut tinggal menunggu recovery ekonomi Amerika saja.

Tetapi, tahun 2010 nanti, ada kemungkinan angka inflasi akan naik. Kenaikan inflasi ini, akan dipicu oleh peningkatan harga komoditas. Ini terjadi karena supply kurang dan demand semakin besar. Mungkin itu faktor yang harus diwaspadai tahun depan, karena kenaikan harga minyak otomatis bisa mendorong inflasi.

Berkaitan dengan itu, sektor komoditas akan bertumbuh positif pada tahun depan. Sektor komoditas, terutama tambang migas dan mineral seperti batu bara, juga crude palm oil masih akan bagus tahun depan. Demikian juga dengan sektor infrastruktur. [TH]

Chris Kanter, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Investasi dan Perhubungan
GAGAL MEMANFA ATKAN MOMENTUM

PEMERINTAH SEBENARNYA gagal memanfaatkan momentum pertumbuhan positif perekonomian nasional pada tahun 2009. Momentum ini terlewat begitu saja, setelah perhatian pemerintah harus tersita oleh perselisihan hukum antara kepolisian, kejaksaan agung, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang belakangan dianalogikan dengan pertarungan Cicak versus Buaya.

Perselisihan Cicak versus Buaya ini mau tidak mau telah mengganggu proses masuknya investasi asing ke dalam negeri. Para investor setidaknya saat ini melihat adanya ketidakpastian hukum dalam penyelesaian satu kasus di Indonesia. Investor juga menilai bahwa pemerintah Indonesia adalah government yang tidak governed.

Harus ada antisipasi agar momentum ini tidak terlewat. Dua tahun terakhir semua investor yang selalu mensyaratkan banyak hal sebelum masuk menanamkan dananya ke Indonesia menyebut Indonesia luar biasa. Pasalnya ketika semua Negara anjlok, Indonesia, Cina dan India masih mencatatkan pertumbuhan.

Tapi jika momentum ini terlewat, mungkin bukan tiga negara lagi yang bertumbuh, bisa 11 atau 12 negara. Kalau tidak ada hal-hal yang mengganggu, bisa saja pertumbuhan mencapai 7% hingga akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. [FW]

Yuda Agung, Peneliti Ekonomi Senior Biro Kebijakan Moneter BI
KEKHAWATIRAN YANG TAK BERALASAN

SEJAUH INI KONSUMSI RUMAH TANGGA MENGALA mi peningkatan. Begitu pun dengan indeks keyakinan ma sya rakat. Sementara dari sisi eksternal, ekspor cukup positif se i ring dengan peningkatan pemulihan perekonomian global. Ekspor ko mo­ditas yang sempat minus 15%, kini besaran minusnya makin berkurang.

Kondisi perekonomian global tetap akan berpengaruh terhadap ekspor dan sebagainya. Indikator perekonomian di negara maju maupun Asia cukup menjanjikan. Kekhawatiran adanya pemulihan yang didorong perekonomian internal ternyata tak beralasan. Buktinya, tren production chain secara global justru meningkat. Kalaupun terjadi pemulihan itu juga menyebar. Kalau ekonomi global pulih, perekonomian Asia juga akan membaik.

Walhasil, ekonomi nasional diperkirakan bakal tumbuh dalam kisaran 5-5,5%. Konsumsi rumah tangga diduga masih menjadi penopang utama seperti perannya dalam perekonomian tahun sebelumnya. Besaran sejumlah asumsi makro ekonomi dalam APBN-P 2009 sampai akhir 2009 diperkirakan bakal tercapai. Menyinggung penurunan bunga, kesepakatan 14 bank Agustus 2009 lalu diharapkan menunjukkan hasil. Terkait inflasi sejauh ini masih cukup rendah dan diduga mencapai sasaran 4,5% plus minus 1%. [NN]

Abiprayadi Riyanto, Dirut Mandiri Manajemen Investasi
EKONOMI MASIH POSITIF

KECILNYA NILAI EKSPOR INDONESIA MENJADI BERKAH tersendiri. Karena ekspor yang nilainya kurang dari 20% GDP (Gross Domestic Product) itu, Indonesia terhindar dari efek domino krisis global yang sempat melanda tahun lalu. Kini, walau krisis global masih membayangi, namun perekonomian Indonesia tahun depan masih akan positif. Tergambar dari penguatan mata uang rupiah terhadap dolar beberapa bulan ini. Bahkan pada tahun 2010, kurs rupiah terhadap dolar bisa mencapai Rp 8.900.

Begitu pula dengan indeks harga saham gabungan (IHSG). Walau tahun depan IHSG masih sulit diprediksikan, namun paling tidak sampai dengan akhir 2009 ini sudah ada konsensus di pasar bahwa level 2.500 bisa tercapai. Mengenai suku bunga, akan sulit diprediksi naik atau turunnya. Bertahannya BI Rate di level 6,5% ini terkait dengan ancaman inflasi. Namun begitu, pertumbuhan sektor riil secara umum masih baik. Apalagi sektor yang terkait dengan infrastruktur. Infrastruktur akan terus bertumbuh mengingat pembangunan akan terus dilakukan. [TH]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s