1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

biar cekak, tapi TEGAK … 271209 27 Desember 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 11:14 pm

Berumah Tangga dengan Gaji Rp3,5 Juta
Sabtu, 26 Desember 2009 – 13:55 wib

Salam sejahtera. Saya adalah seorang karyawan dengan gaji Rp3,5 juta sebulan. Pertanyaan saya, cukupkah saya berumah tangga dengan pendapatan seperti ini? Terima kasih untuk sarannya.

Jawaban :

Halo Pak Yayan Ikhsan yang berbahagia,

Selamat kalau Bapak merencanakan menikah, itu niat yang mulia. Menurut hemat kami nilai uang dan pola hidup itu relatif, apalagi kalau kita membandingkan biaya hidup di pedesaan atau kota kecil dengan kota besar.

Karenanya, tanpa mengetahui secara rinci posisi anggaran Bapak saat ini dan calon istri, kami mengajukan usulan anggaran Bapak dan keluarga nantinya:

Alokasi Rasio KC123 Usulan Rasio Suami Bekerja Suami-Istri Bekerja
Rp3.500.000,- Rp7.000.000,-
Sharing 2-15% 2,5% Rp 87.500,- Rp 175.000,-
Savings 10-30% 27,5% Rp 962.500,- Rp 1.925.000,-
Spending 45-55% 55% Rp 1.925.000,- Rp 3.850.000,-
Borrowing 0-35% 15% Rp 525.000,- Rp 1.050.000,-

Berbagi (sharing) jangan dilupakan, Pak, disini kami usulkan 2,5 persen dari pendapatan bulanan. Kemudian ingat untuk menabung atau berinvestasi (savings), sekira 27,5 persen dari pendapatan bulanan.

Jika telah menghitung kebutuhan dana darurat dan menemukan pilihan asuransi jiwa, porsinya dapat diambil dari tabungan, sehingga komposisinya menjadi tabungan, investasi dana darurat, dan cicilan polis asuransi jiwa.

Kemudian alokasikan pendapatan bulanan maksimal 55 persen untuk pengeluaran (spending), baik pribadi, transportasi, rumah tangga dan anak (kelak ketika sudah berumah tangga). Adapun pinjaman (borrowing) yang kami anjurkan disini yang sifatnya produktif, mulai dari KPR (kredit pemilikan rumah) ataupun kendaraan yang sifatnya menunjang mencari nafkah atau kerjaan sampingan.

Fase hidup orang pada umumnya adalah lahir, lulus sekolah dan bekerja, menikah dan kemudian punya anak, pensiun dan akhirnya meninggal. Ingatlah, kalau Bapak dan pasangan perlu membiasakan diri dulu dengan anggaran yang disepakati sebelumnya. Setelah mampu membiasakan diri berdisiplin, baru kemudian bisa melanjutkan ke tahap perencanaan keuangan, disesuaikan dengan fase hidup tersebut.

Selamat mencoba, semoga sukses dan selamat menempuh hidup baru!

Manuel Pakpahan, CFP®
Perencana Keuangan Independen
CEO KeluargaCerdas123.com
(//ade)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s