1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

akh, uda tau … 281209 28 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:29 am

Senin, 28/12/2009 00:00 WIB

IHSG terbaik di Asia Pasifik
Penggalangan dana segar turun jadi Rp38 triliun

oleh :

JAKARTA: Kinerja indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang tahun ini menempati posisi terbaik dibandingkan dengan indeks saham di pasar Asia Pasifik.

Dari Januari hingga Rabu pekan lalu, IHSG mencetak keuntungan 118,13%, posisi teratas, setelah pada tahun lalu terhempas 58,65% akibat krisis finansial global.

Kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG), yang disesuaikan dalam dolar AS tersebut, selama ini berada di posisi empat terbesar dunia, bersaing dengan indeks saham emerging market lain seperti Rusia, Brasil, dan Peru.

Bursa saham emerging market di Asia seperti China dan India tidak mampu menandingi lonjakan gain IHSG, meski sama-sama mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif di tengah resesi.

Associate Director for Equity Market PT Reliance Securities Tbk Andy Porman Tambunan mengatakan lonjakan pertumbuhan keuntungan dari indeks saham bursa nasional itu menunjukkan tingginya keuntungan investasi dalam jangka pendek.

“Market kita lebih berkembang dibandingkan dengan China dan India dengan laba jangka pendek yang lebih menjanjikan. Namun, pertumbuhan jangka pendek itu juga mudah goyah jika ada sentimen negatif dari ranah politik seperti skandal PT Bank Century Tbk,” tuturnya kepada Bisnis, kemarin.

Imbas negatif dari kasus itu, lanjutnya, terindikasi menekan gejala tahunan window dressing. Akibatnya, kenaikan IHSG sepanjang tahun berjalan ke level penutupan 2.474,88 tidak sesuai dengan ekspektasi pasar yang memproyeksikan level 2.700-2.800.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan kenaikan IHSG itu wajar terjadi, mengingat indeks tertimpa sentimen negatif dari bursa global sehingga terkoreksi 50,6% pada tahun lalu.

“Jadi, ini wajar saja. Tingginya kenaikan tahun ini lebih disebabkan oleh kondisi fundamental ekonomi dan emiten Indonesia yang sebenarnya masih kuat meski dunia mengalami resesi global,” tuturnya kemarin.

Jika pertumbuhan keuntungan bursa di Asia pasifik tidak dihitung dalam dolar AS, pertumbuhan return bursa Indonesia berada di posisi kedua dengan kenaikan sepanjang tahun berjalan hanya 82,59%, jauh di bawah kenaikan indeks Shenzen bursa saham China sebesar 111,12%.

Indeks Shenzen pada 24 Desember berada di level 1.168,17 dari posisi awal tahun 571,14, sedangkan IHSG hingga penutupan 23 Desember berada di posisi 2.474,88, melompat dari posisi 5 Januari di level 1.437,34.

“Namun, kita perlu memahami bahwa Pemerintah China mengintervensi bursa dengan menyuntik dana mereka ke pasar saham dan mewajibkan banyak orang untuk masuk ke bursa. Jika aspek pergerakan wajar dipertimbangkan, IHSG kemungkinan bisa lebih tinggi,” ujar Andy.

Investor asing hanya mencatatkan total pembelian bersih Rp488,45 miliar pada pekan lalu dari transaksi akumulatif sepekan itu Rp8,83 triliun. Pada Senin 21 Desember, pembelian bersih oleh pemodal asing mencapai Rp200,54 miliar, pembelian bersih Selasa Rp139,07 miliar, dan pada Rabu Rp148,84 miliar.

Kapitalisasi pasar

Seiring dengan pertumbuhan keuntungan, nilai kapitalisasi bursa pun tumbuh 66,58% dari Rp1.143,19 triliun pada 5 Januari 2009 menjadi Rp1.904 triliun pada 23 Desember. Selama 2009, sebanyak 13 emiten baru mencatatkan sahamnya dengan nilai Rp3,835 triliun.

“Kenaikan itu dipicu kenaikan harga saham yang sudah ada maupun pencatatan saham baru. Saham PT Bank BTN Tbk menyumbang kapitalisasi lumayan besar karena posisinya sebagai emiten berkapitalisasi terbesar delapan di antara emiten-emiten bank,” ujar Andy.

Dia menilai pemerintah dan BEI perlu menggenjot jumlah investor pasar modal, agar tingginya keuntungan bursa dan kenaikan indeks itu bisa dinikmati lebih banyak investor domestik.

Penggalangan dana di pasar modal pada sepanjang tahun ini mencapai Rp38,04 triliun, hanya 40,78% dibandingkan dengan akumulasi pencarian modal pada tahun lalu Rp93,26 triliun.

Data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan menunjukkan penyebab utama rendahnya penggalangan dana tahun ini karena nilai IPO tahun lalu relatif lebih besar dibandingkan dengan 2009.

PT Bank Tabungan Negara Tbk merupakan penjual saham perdana terbesar pada tahun ini yaitu Rp1,88 triliun. Rights issue terbesar berasal dari PT Bank Danamon Tbk Rp3,99 triliun.

Emisi obligasi terbesar dicatatkan oleh PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp3,5 triliun, PT Bank Ekspor Indonesia sebesar Rp2,5 triliun, Bank Rakyat Indonesia Rp2 triliun, Indofood Rp1,61 triliun.

Kepala Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing menjelaskan penurunan aksi korporasi tahun ini dipengaruhi kondisi ekonomi global dan masih ada kekhawatiran dari pelaku pasar.

“Umumnya mereka baru melakukan aksi pada semester II/2009, memang terlambat, karena semua pelaku industri memerlukan konfirmasi terhadap kondisi ekonomi tahun depan,” ujarnya kemarin. (21) (arif.gunawan@bisnis.co.id)

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s