1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

iming-imink doank (15)… 281209 28 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:01 am

Wahyu Sidarta
Associate Analyst Vibiz Research Center
Prospek Bursa Saham Global di Tahun 2010; Indonesia Tetap Menarik di Mata Investor
Kamis, 24 Desember 2009 12:15 WIB

(Vibiznews – Stocks) – Positifnya pemulihan ekonomi global, masih rendahnya tingkat suku bunga global, dan perekonomian Amerika Serikat yang mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan, merupakan resep yang ampuh bagi bursa saham global untuk terus terdongkrak naik. Kita melihat sebelumnya bahwa krisis global yang mencuat di tahun 2008 lalu telah menenggelamkan sektor ekspor, namun menjelang tahun baru 2010, sektor pengeksporan dari negara-negara pengekspor seperti China, Australia, Jerman telah menunjukkan pemulihan yang sangat signifikan.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi di zona Asia membuat mereka menjadi primadona investasi oleh para investor asing. Aliran dana asing terus mengalir deras ke bursa saham Asia, IHSG tercatat melesat 112,67% sepanjang tahun ini. Sri Lanka berada di posisi kedua sebesar 89,18%, disusul Vietnam (78,49%), dan India (76,41%). Secara global, bursa Indonesia menduduki peringkat tertinggi kedua setelah bursa Peru yang membukukan gain 139,15%.

Langkah The Fed Selanjutnya Akan Menentukan Pergerakan Bursa Saham Global di Tahun 2010

Federal Open Market Committee (FOMC) sampai saat ini masih bertahan dengan suku bunga acuannya pada posisi 0% sampai 0,25%. The Fed menyebutkan ekonomi AS yang mulai tumbuh ke arah positif masih belum cukup kuat untuk mulai menarik stimulus moneter di negara Amerika Serikat.

Bank sentral AS akan tetap melanjutkan penggunaan sejumlah instrumen moneter untuk mendorong pemulihan ekonomi dan menjaga stabilitas harga. Dengan keputusan itu, The Fed memberikan sinyal memperpanjang masa kebijakan suku bunga rendah yang sudah dimulai sejak Desember 2008. FOMC juga memperpanjang masa berlaku program pembelian pinjaman dan surat berharga berbasis perumahan sampai Maret 2010 dari Desember 2009.

Sedangkan harga-harga komoditas yang terus melambung tinggi dan diperkirakan akan terus berlanjut di tahun 2010 nanti, tentu akan membantu mendongrak saham-saham komoditas, terutama di zona Asia. Seiring pemulihan ekonomi global, di mana tingkat permintaan global akan terus membaik, perusahaan-perusahaan pun diperkirakan akan membukukan laporan keuangan yang terus membaik. Sehingga potensi penguatan bursa saham global lebih lanjut di tahun 2010 nanti, sangatlah mungkin.

Pada saat diumumkan adanya krisis finansial di Dubai World, Uni Emirat Arab, memang bursa saham secara global terperosok cukup dalam karena kekhawatiran akan terjadinya resesi gelombang ke-2. Namun ternyata hal tersebut hanya suatu kepanikan yang terlalu berlebihan, di mana krisis finansial di Dubai ternyata tidak mempunyai pengaruh yang signifkan terhadap perekonomian zona Asia. Lagipula negara Arab merupakan negara yang sangat kaya, yang di mana pemerintahan Abu Dhabi akhirnya memutuskan untuk mengucurkan dana sebesar US$ 10 milyar untuk membantu mencegah potensi gagal bayar di Dubai World.

Lalu isu yang kedua adalah masalah perkreditan di Yunani yang diperkirakan akan membahayakan perekonomian Eropa. Namun ternyata hal tersebut diperkirakan tidak akan berpengaruh banyak terhadap perekonominan Eropa, yang di mana Jerman, Perancis dan Italia sebagai jantung perekonomian Eropa telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif. Diperkirakan sampai tahun 2010 nanti, kinerja perusahaan-perusahaan Eropa akan terus membaik mengiringi optimisme ekonomi di Amerika Serikat.

Jika kita melihat data ketenagakerjaan Amerika di awal bulan Desember 2009 ini, memang memperlihatkan hasil yang sangat sensasional, sehingga membuat banyak yang menilai bahwa ekonomi Amerika menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi yang kuat. Tetapi perlu diingat, tingkat pengangguran AS di level 10% masih merupakan angka yang sangat buruk.

Di tahun 2009, perusahaan – perusahaan di Amerika mampu survive melalui pemotongan biaya, yaitu salah satunya adalah pengurangan tenaga kerja. Sehingga saat ini tingkat pengangguran di AS masih bertengger di level 10%. Bukan saja di Amerika, tetapi negara-negara Eropa dan Asia juga mengalami masalah yang sejenis. Hal tersebut merupakan masalah yang cukup mengkhawatirkan investor, karena tingkat pengangguran yang tinggi akan menghambat tingkat konsumsi dan tentunya memperlambat pemulihan ekonomi global.

Maka pertanyaannya adalah seberapa cepat pemulihan ekonomi di tahun 2010 nanti dan apa yang akan dilakukan Amerika untuk mengatasi tingkat penganggurannya yang masih sangat tinggi tersebut? Langkah The Fed di tahun 2010 dan solusi dari tingkat pengangguran global yang tinggi, akan berperan penting dalam menentukan pergerakan bursa saham secara global di tahun 2010.

Melihat masih ada sejumlah hal penting yang kontra dengan pemulihan ekonomi global, terutama masalah pengangguran, maka diperkirakan pergerakan bursa saham secara global di tahun 2010 nanti akan cukup volatil, dengan kecenderungan masih dalam tren naik. Sehingga bursa saham di tahun 2010, lebih cocok diperuntukkan bagi investor dengan mental baja.

Indonesia Masih Dilirik Asing, Namun Kondisi Politik Sedikit Mengkhawatirkan

Tahun 2009 sebentar lagi berakhir dan kita akan segera menyambut tahun yang baru. Prospek bursa saham Indonesia di tahun 2010 masih cukup baik, namun tampaknya akan ada banyak rintangan yang berpotensi menghambat laju IHSG. Perekonomian Indonesia saat ini masih terus bertumbuh. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke III-2009 berada pada kisaran 4,0%-4,5%, sedangkan pemerintah memprediksikan tahun 2010 nanti akan meningkat menjadi 5,5%.

Tetapi ada banyak hal yang dapat memberikan sentimen negatif terhadap bursa saham di dalam negeri, yaitu antara lain :

1. Faktor politik, di mana pemerintah saat ini ternyata tidak sestabil seperti yang diharapkan, di mana pemerintah terus dihantui oleh kasus Bank Century. Di awal tahun 2010 diperkirakan kasus Bank Century akan membuahkan solusi, bila hasilnya berakhir buruk, maka tentu investor asing akan memilih angkat kaki dari Indonesia.

2. Perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA). Tahun 2010, ASEAN (termasuk Indonesia) akan melakukan pasar bebas dengan China. Hal ini mendapat banyak kritik, pemerintah disarankan untuk tidak terburu-buru untuk masuk dalam kesepakatan perdagangan bebas tersebut. Karena diperkirakan, efeknya akan cenderung jangka panjang, di mana manufaktur Indonesia akan kalah bersaing, terlindas produk Cina. Benar-benar hal yang buruk bagi kemajuan perekonomian Indonesia ke arah lebih mandiri, apalagi Indonesia sama sekali belum ada persiapan untuk menghadapi perdagangan bebas tersebut, sedangkan China sudah menyusun strategi sejak 8 sampai 10 tahun lalu.

3. Potensi kenaikan suku bunga di tahun 2010. Seiring pemulihan ekonomi, inflasi akan meningkat, dan The Fed akan menaikkan suku bunganya. Potensi kenaikan cukup besar di tahun 2010, saat ini sudah mulai terlihat dari penguatan US Dollar yang signifkan. Secara jangka panjang naiknya suku bunga berpengaruh baik bagi AS, tetapi secara jangka pendek akan mengakibatkan capital outlow dari negara-negara di luar AS, termasuk Indonesia.

IHSG di tahun 2010 prospeknya masih cukup baik, namun disertai potensi koreksi yang cukup besar. Berbeda dengan 2009 yang kenaikannya cukup stabil, IHSG 2010 mungkin akan lebih bergejolak. Kalau mengenai potensi kembali ambruknya bursa saham Indonesia di tahun 2010, tampaknya sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Walaupun inflasi tinggi, suku bunga BI akan dinaikkan, hal tersebut merupakan penyesuaian dari kondisi tahun lalu. Sehingga jika terjadi koreksi, para investor tidak perlu panik yang berlebihan.

Selamat Berinvestasi dan Semoga Beruntung !!!

(Wahyu Sidarta/WS/vbn)
Buku Ramalan Dicari
Sejumlah Peristiwa Politik dan Ekonomi Diduga Ikut Jadi Pemicu
Minggu, 27 Desember 2009 | 04:50 WIB

Jakarta, Kompas – Penjualan buku mengenai ramalan tahun 2010 meningkat tajam menjelang pergantian tahun dari 2009 ke 2010. Kondisi yang rutin terjadi setiap akhir tahun ini diduga karena masyarakat ingin memperoleh gambaran yang mungkin terjadi pada tahun depan.

Di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta Pusat, Sabtu (26/12), tidak kurang dari 20 judul buku bertema penerawangan masa depan dipajang di sejumlah meja dan rak. Buku bertema ramalan yang mulai banyak dipajang sejak akhir November lalu itu terbagi menjadi tiga topik, yaitu tarot, fengshui, dan primbon.

Buku tentang ramalan juga dijual di Toko Buku Kharisma di Plaza Gadjah Mada, Jakarta Pusat. Buku itu, antara lain, berjudul Indonesia Rawan Bencana 2010-2014 karangan Made Sandiago, Kiamat 2012 karya Lawrence E Joseph, Cinta dan Perkawinan Menurut Shio, dan Meramal dengan Kartu Tarot. Turut juga dijual buku Ramalan Nostradamus Milenium Ke-3 karya Irwin Lin Nan Sen.

Asisten Manajer Toko Buku Karisma Gadjah Mada Plaza Osha Khosiyati mengatakan, dibandingkan dengan hari biasa, penjualan buku-buku yang bertema ramalan meningkat lebih dari dua kali lipat pada bulan Desember ini.

Misalnya, buku Cinta dan Perkawinan Menurut Shio, yang pada hari biasa hanya terjual sekitar 30 eksemplar per bulan, sejak awal Desember lalu hingga sekarang sudah terjual sekitar 100 eksemplar. Sementara buku Kiamat 2012 banyak terjual saat film 2012 karya Roland Emmerich diputar di sejumlah bioskop di Indonesia pada pertengahan November lalu.

”Konsumen kami sebagian besar dari etnis Tionghoa sehingga yang dicari umumnya buku tentang shio atau fengshui,” kata Osha.

Menurut Osha, konsumen umumnya membandingkan shio dirinya dan shio pada tahun depan dengan shio Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

”Mungkin karena sepanjang tahun ini Indonesia banyak dihebohkan oleh peristiwa politik dan kasus besar yang melibatkan negara. Karena itu, orang ingin tahu peristiwa apa lagi yang akan terjadi tahun depan dan bagaimana cara menyikapinya,” kata Osha.

Rima, penyelia Toko Buku Gramedia Matraman, mengatakan, buku ramalan, terutama yang bertema fengshui, memang punya pasar tersendiri. Setiap tahun pasti ada judul baru. Namun, penulisnya tetap itu-itu saja.

Namun, menurut Rima, sekarang yang paling diminati adalah buku untuk membaca tarot.

Pada tahun ini ada empat judul buku baru untuk membaca tarot, di antaranya The Real Art of Tarot karangan Hisyam A Fachri dan Easy Tarot yang disusun Lidia Pratiwi. Semua buku tentang tarot yang dijual dengan harga Rp 95.000 ini memberi bonus satu pak kartu tarot.

Di Toko Buku Gramedia saat ini juga dijual kalender peruntungan berdasarkan fengshui. Kalender meja ini dijual dengan harga Rp 98.000.

Sementara buku primbon terbitan baru yang dijual di Toko Buku Gramedia, antara lain, berjudul Primbon Masa Kini. Buku tersebut dilengkapi dengan bonus cakram padat yang berisi cara membaca watak diri sendiri dan orang lain.

Namun, buku bertema ramalan tidak ditemukan di Toko Buku Gunung Agung di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.

”Saya bermaksud membaca buku ramalan. Jika bagus, akan saya beli. Karena tak ada di toko ini, saya akan mencarinya di tempat lain,” kata Alfian, pengunjung Toko Buku Gunung Agung di Kwitang. (HEI/WSI/YOP/WIE)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s