1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

imink-iming doank (18) … 291209 29 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:21 am

Jumat, 22 Mei 2009 | 15:31

… sekedar mengingatkan kembali pada JUDUL JADOEL INI :
BURSA SAHAM

JP Morgan: Bursa Saham Memasuki Masa Bullish

JAKARTA. Chief Asia and Emerging-Market Strategist JPMorgan Chase & Co.s Adrian Mowat mengatakan, pasar saham sedang berada di tengah masa bullish yang sangat panjang. Semua ini seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian dunia.

“Selama 22 tahun mengamati pasar, ada masa dimana Anda bisa mendapatkan return yang sangat banyak. Menurut saya, ini akan terjadi pada tahun 2009 hingga 2010,” kata Mowat.

Mowat memprediksi, negara-negara akan mengumumkan data ekonomi yang membaik dalam beberapa waktu ke depan. Hal inilah yang akan membuat bursa semakin bergairah.

Hendra Soeprajitno Bloomberg

29/12/2009 – 16:12
Yes! IHSG Bertahan di Level 2.500an
Mosi Retnani Fajarwati

INILAH.COM, Jakarta – Meski naik tipis, namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di level 2.500-an hingga penutupan perdagangan Selasa (29/12) ini.

Indeks ditutup naik hanya 9,3 poin atau 0,37% ke 2.518,99, dengan jumlah saham naik 130, saham turun 67, dan saham stagnan 64. Sementara dari segi nilai transaksi mencapai Rp1.653.523.208.000 diiringi volume transaksi 2.414.715.904.

LQ45 dan JII pun mengikuti jejak IHSG dengan berada di zona hijau, dan naik masing-masing 0,5 poin ke 495,55 dan 0,54 poin ke 416,46.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan antara lain, saham PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp500 ke Rp9.600, saham Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) naik Rp380 ke Rp2.000, saham PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) naik Rp300 ke Rp7.900, saham PT Bank Mega Tbk (MEGA) naik Rp300 ke Rp2.300, dan saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp250 ke Rp20.700.

Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan antara lain, saham PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp250 ke Rp33.950, saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp200 ke Rp17.200, saham PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) turun Rp150 ke Rp2.300, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun Rp100 ke Rp7.600, dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun Rp100 ke Rp9.500. [mre/hid]
Sesi II Tutup
IHSG Bertahan Positif, Rupiah Menguat
Indeks di BEI menguat 0,37% ke level 2.518, sedangkan rupiah bercokol di posisi 9.445/US$.
SELASA, 29 DESEMBER 2009, 16:20 WIB
Antique

BERITA TERKAIT
IHSG Tembus 2.500, Rupiah di 9.440/US$
Transaksi Tipis, IHSG Hanya Raup 7 Poin
IHSG Masih Berjaya, Bertahan Naik 36 Poin
Tekanan Jual Rontokkan IHSG 78,1 Poin
Jelang Liburan, IHSG Berakhir Melemah
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat, seperti penutupan transaksi awal pekan ini berakhir positif.

Menurut analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi, sejumlah bursa acuan dunia yang kembali menunjukkan kenaikan seperti Dow Jones yang mencatat new high 2009 menjadi 10.547,08 pada penutupan transaksi perdagangan semalam masih menjadi katalis pergerakan positif IHSG.

“Indikator perekonomian yang masih menunjukan kinerja yang baik dan sesuai dengan ekspektasi secara keseluruhan kami lihat masih menjadi penyebab kenaikan bursa utama acuan dunia tersebut,” ujarnya dalam riset yang diterima VIVAnews di Jakarta, Selasa, 29 Desember 2009.

Dia menambahkan, kenaikan beberapa harga komoditas dunia dan harga minyak yang ditransaksikan pada US$78,71 per barel turut menjadi variable penggerak pergerakan IHSG hari ini. “Meski, aksi ambil untung juga mewarnai pergerakan indeks,” kata dia.

IHSG pada penutupan transaksi hari ini, menguat 9,30 poin (0,37 persen) ke level 2.518,99. Pada akhir sesi I tadi, indeks berakhir naik tipis 1,44 poin atau 0,05 persen di posisi 2.511,14.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,46 triliun dan volume tercatat 5,64 juta lot, dengan frekuensi 61.826 kali. Sebanyak 130 saham menguat, 67 melemah, 64 ditutup stagnan, serta 218 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 587,28 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 220,36 miliar.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak positif. Indeks Hang Seng naik 19,22 (0,09 persen) ke level 21.499,44, Nikkei 225 menguat 3,83 atau 0,04 persen menjadi 10.638,06, dan Straits Times terangkat 11,74 persen (0,41 persen) di posisi 2.867,42.

Di Bursa Efek Indonesia, saham komoditas yang menguat cukup besar di antaranya PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) naik Rp 125 atau 4,71 persen ke level Rp 2.775, PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) menguat Rp 125 (3,49 persen) menjadi Rp 3.700, dan PT Timah Tbk (TINS) terangkat Rp 110 atau 5,91 persen di posisi Rp 1.970.

Rupiah Stabil Positif
Sementara itu, Akhamd berpendapat, nilai tukar rupiah terlihat masih bergerak stabil di kisaran Rp 9.400 – Rp 9.500 pada transaksi hari ini.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.445 per dolar AS dari transaksi pagi tadi yang berada di level 9.455/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.440 per dolar AS. Pada perdagangan Senin, 28 Desember 2009, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.440-9.449/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Indeks Saham Cetak Kenaikan Empat Hari Beruntun
Selasa, 29 Desember 2009 | 17:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Indeks harga saham domestik menguat dalam empat hari berturut-turut akibat naiknya indeks Dow Jones yang diikuti oleh bursa regional. Melonjaknya harga minya mentah juga ikut mendorong para investor menyerbu pasar saham.

Pada perdagangan hari ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, kembali naik 9,302 poin atau 0,37 persen ke level 2.518,994 dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di posisi 2.509,692.

Volume perdagangan mencapai 2,82 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 2,46 triliun, serta frekuensi kurang dari 62 ribu kali. Sebanyak 122 saham berhasil membukukan keuntungan, 59 saham mengalami koreksi, dan 62 saham stagnan. Investor asing terlihat mengakumulasi saham dengan mencatat pembelian bersih Rp 472,49 miliar.

Wakil Kepala Riset dari PT Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere, mengemukakan masih kondusifnya bursa regional serta harga minyak yang kembali mendekati US$ 80 per barel memberikan dorongan bagi investor untuk memburu saham menjelang akhir tahun. “Terapresiasinya nilai tukar rupiah ke level 9.440 per dolar Amerika juga turut memicu pergerakan indeks,” ujarnya kepada Tempo, Selasa (29/12).

Investor kembali masuk ke bursa untuk mengoleksi saham-saham berfundamental bagus, dan melepas saham yang berfundamental jelek untuk mempercantik portofolio investasinya. “Bisa dibilang aksi window dressing kecil-kecilan di tengah sepinya perdagangan,” ucapnya.

Saham-saham yang menopang penguatan indeks antara lain: saham Bumi Resoruces yang naik 100 menjadi Rp 2.500, Bank Danamon menguat Rp 100 menjadi Rp 4.575, Antam bertambah Rp 50 menjadi Rp 2.250, Indofood menguat Rp 100 menjaid Rp 3.575, Timah naik Rp 110 menjadi Rp 1.970, serta INCO juga naik 125 menjadi Rp 3.700 per saham.

Pada akhir perdagangan tahun ini, Rabu (30/12), indeks harga saham diprediksikan masih bergerak datar dengan kecenderungan menguat terbatas dengan kisaran antara 2.500 hingga 2.560.

Di kawasan regional, bursa Australia naik 1,11 persen yang memimpin penguatan bursa regional, diikuti bursa Shanghai naik 0,72 persen, bursa Singapura naik 0,49 persen, bursa Hong Kong naik 0,24 persen, serta bursa Tokyo naik tipis 0,04 persen.

VIVA B. KUSNANDAR
kontan: Selasa, 29 Desember 2009 | 16:16

PASAR SAHAM

IHSG Terangkat Bursa Asia

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa (29/12) berhasil kembali menunjukkan keperkasaannya. Menghijaunya bursa saham Asia, ikut mendongkrak IHSG yang pada penutupan perdagangan naik 0,37% ke level 2.518,994.

Transaksi saham relatif ramai. Tercatat 122 saham harganya naik, 59 saham harganya turun, dan 62 saham tidak mengalami perubahan harga. Volume transaksi tercatat sebanyak 2,82 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,5 triliun.

Indeks bursa setelah di sesi sebelumnya berjalan mixed. Pada perdagangan sore, indeks bursa saham Asia mayoritas menguat. Indeks Nikkei naik 0,04% ke level 10.638,06, indeks Hang Seng naik 0,09% ke level 21.499,44, indeks Shangai naik 0,72% ke level 3.211,76, indeks Kospi turun 0,78% ke level 1.672,48, dan indeks Strait Times naik 0,32% ke level 2.864,78.

Saham-saham yang harganya naik dan masuk daftar saham top gainers dalam rupiah adalah; PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik 5,49% menjadi Rp 9.600, PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) naik 23,46% menjadi Rp 2.000, PT Bank Mega Tbk (MEGA) naik 15% menjadi Rp 2.300, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) naik 3,95% menjadi Rp 7.900, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 1,22% menjadi Rp 20.700.

Sedangkan saham-saham yang harganya turun dan masuk daftar top losers adalah; PT Astra International Tbk (ASII) turun 0,73% menjadi Rp 33.950, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun 1,15% menjadi Rp 17.200, PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) turun 6,12% menjadi Rp 2.300, PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk (BTPN) turun 2,61% menjadi Rp 3.725, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 1,04% menjadi Rp 9.500.

Sopia Siregar

Transaksi Cetak Rp2,4 T, IHSG Hanya Naik 9 Poin
Selasa, 29 Desember 2009 – 16:06 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan saham sesi sore hanya berhasil naik 9,302 poin atau setara 0,37 persen ke posisi 2.518,994. Penguatan indeks dimotori oleh saham-saham unggulan dan bursa Asia Pasifik yang ikut menguat menjadi indikator pendukung rebound-nya indeks saham sore ini.

Penguatan ini didukung oleh menghijaunya semua sektor di berbagai bidang dengan dipimpin oleh sektor pertambangan yang menguat paling tajam sebesar 33,85 poin. Sedangkan, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 0,541 poin ke posisi 416,464 dan indeks LQ45 naik 0,505 poin ke posisi 495,545.

Volume perdagangan saham Senin (28/12/2009) sore tercatat sebanyak 2,819 miliar lembar saham senilai Rp2,458 triliun, dengan total transaksi mencapai 61.826 kali. Saham yang ditutup menguat 130 jenis saham, melemah 67 jenis saham, dan stagnan 64 jenis saham.

IHSG dibuka menguat dan menembus angka 2.500 poin dengan perdagangan tertinggi di level 2.519 poin sampai berita ini diturunkan. Hal ini didorong oleh pemain asing yang kembali bermain di bursa saham Indonesia dan ikut mendukung penguatan rupiah.

“Diperkirakan bursa juga akan masih akan mempertahankan momentum kenaikannya, walaupun belum akan menembus level 2.600,” demikian diungkapkan buletin OCBC NISP yang diterima okezone, di Jakarta, Selasa (29/12/2009).

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp500 ke posisi Rp9.600, PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) naik Rp380 menjadi Rp2.000, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) naik Rp300 ke level Rp7.900, serta PT Bank Mega Tbk (MEGA) naik Rp300 ke posisi Rp2.300.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp250 ke posisi Rp33.950, PT Perusahaan Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp200 ke posisi Rp17.200, PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) turun Rp150 ke posisi Rp2.300, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) turun Rp100 ke posisi Rp3.725.

Sementara itu bursa regional terpantau bergerak menguat, antara lain indeks Nikkei 255 berhasil menguat tipis 3,83 poin atau setara 0,04 persen ke posisi 10.638,06, indeks Shanghai Composite di China juga naik 22,98 poin ke posisi 3.211,76, dan indeks Hang Seng menguat 19,22 poin ke posisi 21.499,44. Namun, indeks Seoul Composite malah melemah 13,11 poin ke level 1.672,48.
(css)
Selasa, 29/12/2009 16:14 WIB
IHSG Cerah Jelang Akhir Perdagangan
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Setelah sempat terbentur zona negatif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya sukses mencetak kenaikan sekaligus bertahan di level 2.500.

Kenaikan IHSG terjadi di tengah volume transaksi yang tipis dan bursa regional yang variatif namun cenderung positif. Analis memperkirakan IHSG bisa terus bertahan di level 2.500 hingga akhir perdagangan tahun 2009 pada Rabu besok.

Pada perdagangan Selasa (29/12/2009), IHSG ditutup menguat 9,302 poin (0,37%) ke level 2.518,994. Indeks LQ 45 juga menguat 0,505 poin (0,10%) ke level 495,545.

Bursa-bursa regional bergerak variatif, namun sebagian besar akhirnya bisa bergerak positif.
Indeks Nikkei-225 menguat tipis 3,83 poin (0,04%) ke level 10.638,06.
Indeks Komposit Shanghai menguat 22,98 poin (0,72%) ke level 3.211,76.
Indeks KOSPI melemah 13,11 poin (0,78%) ke level 1.672,48.
Indeks Straits Times naik 12,97 poin ke level 2.868,65.
Indeks Hang Seng naik 19,22 poin ke level 5.422,14.

Perdagangan sangat tipis, dengan transaksi di seluruh pasar hanya mencatat frekuensi 61.826 kali pada volume 2.819 juta lembar saham senilai Rp 2,458 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 59 saham turun dan 62 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif yang naik harganya di top gainer antara lain Bumi Resources (BUMI) naik Rp 100 menjadi Rp 2.500, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 menjadi Rp 4.575, Timah (TINS) naik Rp 110 menjadi Rp 1.970, Indofood (INDF) naik Rp 100 menjadi Rp 3.575, International Nickel (INCO) naik Rp 125 menjadi Rp 3.700.

Sedangkan saham-saham paling aktif yang turun harganya di jajaran top loser antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 9.500, Astra International (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 33.950, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 25 menjadi Rp 4.600, PGN (PGAS) turun Rp 25 menjadi Rp 3.900, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 7.600, PTBA turun Rp 200 menjadi Rp 17.200.

(qom/qom)
29/12/2009 – 12:11
Transaksi Cuma Rp800-an M, IHSG Naik ke 2.511,14
Mosi Retnani Fajarwati

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Dengan nilai transaksi hanya mencapai Rp800-an miliar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi I ditutup naik tipis 1,45 poin ke 2.511,14.

Pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (29/12), indeks hanya naik 1,45 poin atau 0,06 % ke level 2.511,14. Dengan jumlah saham stagnan 52, saham turun 67, dan saham naik 95.

Sementara volume perdagangan mencapai 1.381.677.952 dengan nilai transaksi hanya sebesar Rp844.740.884.000. Sedangkan secara sektoral, 4 sektor berada di zona merah, yaitu sektor infrastruktur, sektor manufaktur, industri dasar, dan industri olahan.

Sayangnya penguatan tersebut tidak diikuti oleh JII dan LQ45. Kedua indeks tersebut malah bergerak turun dan berada di zona merah. JII turun 0,71 poin ke 415,21 dan LQ45 turun 0,24 poin ke 494,8.

Saham-saham lapis kedua pada sesi pertama ini cenderung mengalami kenaikan, diantaranya adalah saham PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) naik Rp300 ke Rp7.900, saham PT Bank Mega Tbk (MEGA) naik Rp300 ke Rp2.300, saham PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) naik Rp125 ke Rp2.775, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp100 ke Rp10.300, dan saham PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp100 ke Rp9.200.

Untuk saham-saham yang mengalami penurunan antara lain, saham PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp350n ke Rp33.850, saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp250 ke Rp17.150, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp200 ke Rp31.800, saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp125 ke Rp4.375, dan saham PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) turun Rp100 ke Rp2.350. [mre/hid]

Selasa, 29/12/2009 07:12 WIB

Penguatan indeks masih berlanjut

oleh : 21

JAKARTA (Bisnis.com): Pemodal diprediksi masih melakukan aksi beli bersih (net buy) pekan ini dan menguatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga level 2.523 pada hari ini. Garis dukungan (support) ditetapkan pada level 2.496.

Prediksi penguatan IHSG itu merupakan lanjutan titik balik dari tekanan yang terjadi awal pekan lalu. IHSG anjlok 3,12% pada awal pekan lalu, dan menguat terbatas sebesar 1,49% dan 0,29%. Kemarin, IHSG menguat ke level 2.509 dengan nilai transaksi tipis sebesar Rp2,8 triliun.

Analis Riset PT Asia Kapitalindo Sekuritas Arga Pradita Sutiono menilai penguatan itu tecermin pada pergerakan IHSG kemarin yang menguat.

“[Penguatan] indeks saham lebih disebabkan sentimen teknikal yang terjadi setelah kejenuhan. Kejenuhan itu terjadi setelah penguatan terbatas yang terjadi pada 2 hari terakhir perdagangan pekan lalu,” ujarnya ketika dihubungi kemarin.

Dia menjelaskan titik jenuh itu menyebabkan secara teoritis pasar membaik, dan diprediksi perbaikan harga itu akan berlanjut hingga akhir tahun.

Faktor sentimen positif itu, tuturnya, juga ditunjukkan dengan masih adanya transaksi yang dilakukan investor asing. Kemarin, lanjutnya, transaksi yang dilakukan investor asing mencatatkan aksi beli bersih sebesar Rp64 miliar, dari seluruh transaksi sebesar Rp650 miliar.

Dia menilai penguatan kemarin diprediksi terkait dengan beberapa faktor eksternal yang bergerak seiring dengan harga minyak mentah dunia yang menembus level US$78 per barel.

Saat ini, tutur dia saham yang menguat masih beragam karena berasal dari beberapa sektor yang memiliki potensi penguatan lebih besar dibandingkan dengan sektor lain di bursa saham.

Pergerakan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk merupakan yang terbesar di antara saham lain, yang menguat hingga Rp700. Posisi teratas itu diikuti oleh harga saham PT Bumi Resources Tbk yang menguat sebesar Rp125 ke level Rp2.400. Saham lain yang mendongkrak kinerja IHSG yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Inco Indonesia Tbk.

Pelemahan saham PT Unilever Indonesia Tbk merupakan penekan IHSG terbesar di antara saham lain, diikuti PT Ancora Indonesia Resources Tbk dan PT Bumi Serpong Damai Tbk.(er)

bisnis.com