1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

manis di saat berduka … 301209 30 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:33 pm

Indeks Saham Torehkan Catatan Manis di Akhir Tahun
Rabu, 30 Desember 2009 | 17:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Di tengah sepinya perdagangan serta pergerakan bursa regional yang beragam, indeks harga saham domestik di akhir tahun ditutup manis ke level tertingginya tahun ini. Sebelumnya, indeks saham sudah naik empat hari berturut-turut.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, pada perdagangan Rabu ini kembali menguat 15,362 poin atau 0,61 persen ke level 2.534,356 dari posisi sehari sebelumnya yang berada di 2.518,994. Sebelumnya rekor tertinggi indeks yang pernah dicapai pada level 2.528,146 pada 6 Oktober lalu.

Transaksi berlangsung sepi dengan saham yang berpindah tangan mencapai 2,8 miliar unit senilai Rp 2,11 triliun, serta frekuensi kurang dari 64 ribu kali. Sebanyak 93 saham berhasil naik, 70 saham turun, serta 82 saham tidak mengalami perubahan harga. Investor asing mencatat pembelian bersih senilai Rp 201 miliar.

Analis dari BNI Securities, Maxi Liesyaputra, menjelaskan di tengah turunnya sebagian bursa regional. Sentimen positif dari menguatnya harga komoditas logam seperti nikel dan timah menjadi penopang pergerakan sejak pagi tadi.

Optimisme investor akan ekonomi global maupun domestik tahun depan, serta keyakinan kinerja emiten triwulan keempat tahun ini juga akan membaik sehingga mampu memicu invetor berani memburu bursa diakhir perdagangan tahun. “Alhasil, indeks pun berhasil mencetak level tertingginya sepanjang tahun ini,” ujar dia.

Saham-saham yang mendorong pergerakan indeks hari ini adalah: Astra International melesat Rp 750 menjadi Rp 34.700, Gudang Garam melonjak Rp 850 menjadi Rp 21.550, Indocement naik Rp 300 menjadi Rp 13.700, Bank Mandiri naik Rp 100 menjadi Rp 4.700, Bank BCA naik Rp 125 menjadi Rp 4.850, United Tractor naik Rp 150 menjadi Rp 15.500, Bank BRI menguat Rp 50 menjadi Rp 7.650, dan PTBA juga menguat Rp 50 menjadi Rp 17.250 per saham.

Sepanjang tahun ini indeks harga saham mencatat kenaikan yang sangat spektakuler sebesar 1.178,948 poin atau 86,98 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu di posisi 1.355,408. Kenaikan indeks lokal tahun ini merupakan yang tertinggi di kawasan regional.

Bursa Cina yang pada 2009 hanya naik 79,18 persen, India 74,25 persen, bursa Thailand 64,94 persen, bursa Korea Selatan naik 45,39, bursa Hong Kong naik 42,9 persen, bursa Malaysia menguat 42,13 persen, bursa Jepang hanya naik 19,04 persen, serta bursa New York juga hanya naik 16,72 persen.

VIVA B. KUSNANDAR

Iklan
 

… rehat dah, nyaman … 301209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:29 am

Rabu, 30/12/2009 09:45 WIB

Indeks dibuka naik 6,96 basis poin jadi 2.525,95

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka naik 6,96 basis poin (0,28%) menjadi 2.525,95 dipimpin oleh kenaikan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sebanyak 29 saham naik, 10 saham turun dan 357 saham tidak berubah. Saham TLKM naik Rp100 menjadi Rp9.600. Selanjutnya, saham BUMI tidak berubah dari posisi kemarin, yaitu Rp2.500 dan TINS tetap Rp1.970.

Analis saham PT BNI Securities Maxi Liesyaputra mengatakan indeks berpotensi ditutup menguat akhir tahun ini. Kemarin, indeks kembali mengalami penguatan meskipun tidak signifikan.

Sementara untuk hari ini BNI Securities memperkirakan indeks masih berpotensi untuk bergerak fluktuatif dan dapat ditutup kembali menguat, meskipun semalam Dow Jones mencatat penurunan yang sangat tipis sebesar 1,7 poin (0,02%).

Keyakinan konsumen AS pada Desember mengalami kenaikan dan menunjukkan bahwa ekonomi akan terus mengalami pertumbuhan pada tahun 2010. Sentimen positif lainnya adalah pergerakan harga logam dunia di LME yang menunjukkan penguatan signifikan, terutama yang dicatat oleh komoditas nikel dan timah.

Namun, di sisi lain pergerakan bursa regional Asia Pasifik pada pagi ini kurang menggembirakan. Beberapa bursa regional mengalami penurunan tipis sementara Nikkei hanya mencatat kenaikan yang tidak signifikan.

Kurs rupiah terus melanjutkan tren penguatannya yang pada saat ini berada di posisi Rp9.430 per US$. Kami perkirakan pada hari ini indeks akan bergerak di kisaran 2500 sampai 2550.

bisnis.com

30/12/2009 – 09:35
Jelang Tutup Bursa, IHSG Naik 8,41 Poin
Mosi Retnawi Fajarwati

INILAH.COM, Jakarta – Jelang penutupan bursa, IHSG masih menguat kendati hanya naik 8,41 poin (0,33%) ke 2.527,4.

Sementara jumlah saham naik 28, jumlah turun 10, dan jumlah saham stagnan 46. Dengan nilai transaksi Rp45.032.629.500 diiringi volume perdagangan yang masih minim sebesar 43.978.000.

Dua indeks lainnya yaitu LQ45 dan JII juga berada di zona hijau dengan naik masing-masing 1,99 poin ke 497,54 dan 1,67 poin ke 418,13. Secara sektoral pun, semua sektor menghijau.

Beberapa saham yang mengalami kenaikan pada pembukaan hari ini adalah saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp250 ke Rp20.950, saham PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp150 ke Rp34.100, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp150 ke Rp32.100, saham PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp150 ke Rp17.350, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik Rp75 ke Rp4.675, dan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) naik Rp100 ke Rp9.600.

Dan beberapa saham yang mengalami penurunan adalah saham PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp100 ke Rp15.250, saham PT International Nickel Ind Tbk (INCO) turun Rp75 ke Rp3.625, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp50 ke Rp2.450, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp25 ke Rp2.225, dan saham PT Charoen Phokpand Tbk (CPIN) turun Rp25 ke Rp2.250 [mre/hid]
IHSG Dekati 2.550
Rabu, 30 Desember 2009 10:35 WIB
JAKARTA–MI: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/12), pada pembukaan pasar naik 0,47 persen mendekati angka 2.550 poin, karena pelaku pasar masih aktif bermain dengan membeli saham-saham murah.

Indeks BEI naik 11,894 poin menjadi 2.530,841 dan indeks LQ-45 menjadi 498,178 bertambah 2,633 poin atau 0,59 persen. Analis PT Sinarmas Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Rabu, mengatakan, indeks BEI diperkirakan akan dapat mencapai angka 2.550 poin pada Rabu sore, karena aksi beli pelaku makin besar.

Pelaku pasar menjelang akhir tahun ini membeli saham-saham murah yang masih dapat memberikan keuntungan. Indeks BEI yang terus menguat karena mendapat dukungan dari pelaku asing yang membeli saham di BEI menyusul membaiknya saham-saham Wall Street. Kenaikan indeks BEI itu karena masih ada emiten yang melakukan aksi window dressing agar kinerja perusahaan makin membaik.

Pengamat pasar Farial Anwar mengatakan, kegiatan pasar masih terjadi karena ada pelaku yang masih melakukan pembelian saham. Pembelian saham dilakukan oleh pelaku asing, karena mereka optimistis BEI masih akan dapat memberikan gain yang cukup tinggi. Karena itu, pasar saham Indonesia ke depan akan semakin diminati pelaku asing, meski saat ini mereka masih bermain dalam jangka pendek. (Ant/OL-04)

 

imink-iming doank (19) … 301209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:26 am

Wajah Pasar Modal 2010
Senin, 28 Desember 2009 – 11:52 wib

Setahun lalu, masih ingatkah Anda bagaimana membayangkan pasar modal Indonesia di 2009? Sebagian besar pelaku pasar, analis dan investor menatap 2009 dengan sikap was-was, penuh keraguan, bahkan ada yang pesimis dan menatap tanpa gairah.

Maklum, memasuki 2009 lalu, semua pelaku pasar baru saja menghadapi dampak psikologis yang amat dasyat akibat pasar tertekan sangat hebat oleh krisis keuangan yang menjalar seantero dunia. Bayangan suram, bukan hanya menghinggapi pelaku pasar, tetapi pelaku ekonomi pada umumnya. Tahun 2009 dipandang sebagai tahun yang penuh ketidakpastian.

Fakta rupanya bicara lain. Bayangan suram yang ditakutkan hanya berlangsung pada tiga pertama 2009. Indikator pasar pada tiga bulan pertama sesuai dengan bayangan suram yang menggelayuti benak pelaku pasar. Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) minim. Nilai rata-rata transaksi harian selalu di bawah Rp 2 Triliun. Januari tercatat Rp 1,65 Triliun, Februari Rp 1,23 Triliun dan Maret sedikit bergerak naik menjadi Rp 1,85 Triliun. Rata-rata saham yang berpindah tangan juga kecil, tidak lebih dari 2 miliar saham sehari. Begitupun dengan frekwensi transaksi, ada di kisaran 40.000-an per hari. IHSG pada Januari dan Februari tercatat terus terkoreksi. Pendek kata, kondisi pasar tiga bulan pertama mewakili perasaan pelaku pasar yang pesimis.

Bulan ke empat, April dan seterusnya, tanpa diduga pasar seperti mendapat suntikan energi besar, tiba-tiba bergerak kencang dan melaju cepat. Semua indikator perdagangan mengalami peningkatan yang tidak disangka-sangka. Hingga tulisan ini dibuat, pasar masih memperlihatkan kegairahannya, meskipun sesekali agak terganggu oleh faktor-faktor di luar pasar yang mendatangkan sentiment negatif. Catatan BEI, sampai 11 Desember lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah bertengger di level 2.519,10 atau tumbuh 85,86% dibandingkan penutupan 2008 di titik 1.355,41.

Pertumbuhan IHSG sebesar itu sekaligus menempatkan BEI di peringkat pertama sebagai Bursa Efek yang mencatat prestasi atau return tertinggi di dunia. Posisi kedua dan ketiga ditempat bursa Shanghai (78,34%) dan Bursa Mumbai India (77,45%). Nilai rata-rata transaksi harian mencapai Rp 4,1 Triliun dan volume rata-rata 6,33 Miliar lembar saham dengan frekwensi rata-rata mencapai 88.000 kali transaksi per hari.

Pendek kata, nuangsa pasar di 2009 sama sekali berbeda 180 derajat dibandingkan dengan suasana pasar 2008. Pada 2008, investor diliputi suasana ‘berkabung’, sedangkan pada 2009 perasaan investor berbunga-bunga ibarat menikmati angin surga.

2010

Bagaimana dengan 2010, Tahun Macan yang sebentar lagi datang? Tahun 2008 dan 2009 memberikan pelajaran berharga bagi investor untuk menghadapi 2010. Apakah 2010 akan diwarnai aksi profit taking besar-besaran setelah sepanjang 2009 investor menangguk untung 85,86%? Ataukah pencapaian selama 2009 masih akan terus berlanjut hingga 2010?

Harus diingat pada awal 2008, IHSG pernah mencapai puncaknya di level 2.830-an. Jika ini dijadikan sebagai tolok ukur puncak prestasi, maka sebenarnya pertumbuhan IHSG 2009 yang amat gemilang tadi belum mengembalikan pasar modal pada posisi puncak yang pernah dicapai. Artinya masih ada peluang untuk meneruskan pertumbuhan nilai portofolio. Apalagi faktor untuk mencapai pertumbuhan itu amat mendukung.

Dari sisi makro ekonomi, diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai kisaran 5,3% hingga 5,5%. Bahkan ada yang berani menaksir hingga 6%. Untuk mencapai pertumbuhan sebesar itu tentu saja dibutuhkan investasi yang juga besar. Ekonom dari Universitas Indonesia Chatib Basri dalam sebuah presentasinya mengatakan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 1% dibutuhkan investasi sebesar 4,5% APBN. Bisa dihitung berapa dana investasi yang dibutuhkan untuk mencapai pertumbuhan 5,3%. Dari mana sumbernya? Salah satu andalannya adalah sektor swasta dan pasar modal.

Maka jangan heran jika pada 2010 akan banyak Emiten baru dan akan banyak Emiten yang akan menambah modalnya melalui penerbitan saham baru atau obligasi. BEI sendiri menargetkan Emiten baru sebanyak 25 perusahaan. Jumlah perusahaan yang akan mencatat emisi saham tambahan sebanyak 35 perusahaan.

Dari sisi moneter, posisi nilai tukar Rupiah juga diramal akan semakin kuat di kisaran Rp 9.300 per dolar AS hingga Rp 9.500 per dolar AS. Tingkat suku bunga acuan diperkirakan sekitar 7% dan laju inflasi ditaksir berkisar 6,5%.

Dengan indikator makro yang lebih baik, pemodal boleh menaruh asa pada 2010. Hilangkan sikap putus asa akibat runtuhnya pasar pada 2008. Jika Anda belum merasakan nikmatnya pertumbuhan saham pada 2009, maka masih ada peluang untuk merasakannya di 2010. (Tim BEI)(//rhs)
Menkeu: Waspadai Ekonomi 2010
Kamis, 31 Desember 2009 – 08:09 wib

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengingatkan para investor untuk mewaspadai pergerakan ekonomi nasional dan global, meski tren pertumbuhan 2010 diperkirakan lebih baik.

Dia juga meminta investor tidak terhanyut dalam sentimen positif tersebut. “Kami tidak boleh mengalami euforia berlebihan pada semester II 2009 ini. Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai dan diantisipasi,” ujar Sri Mulyani Indrawati saat acara penutupan perdagangan saham 2009 di Jakarta kemarin.

Menkeu menuturkan, sinyal pembalikan tren pertumbuhan ekonomi ke arah lebih positif ini mulai terlihat pada semester II-2009.Perekonomian nasional dinilai sudah berhasil melewati masa terburuk akibat krisis keuangan global pada akhir 2008 yang berlanjut hingga dua kuartal pertama di tahun ini.

Melihat itu, Menkeu mengingatkan, semua relaksasi kebijakan yang dibuat pemerintah sehingga bisa menjaga pertumbuhan ekonomi tidak bisa berlangsung selamanya. Perubahan kebijakan pemerintah inilah yang harus diwaspadai dan diantisipasi oleh pelaku pasar.

Relaksasi kebijakan yang juga mewabah di negara-negara lain ini, di antaranya menambah anggaran belanja negara,membuat berbagai fasilitas pajak. Lalu dari sisi moneter, Bank Indonesia bersama bank sentral lainnya memotong secara agresif suku bunga acuan. Namun, Sri Mulyani melanjutkan, kebijakan seperti ini tidak mungkin berlangsung selamanya.

Begitu perekonomian membaik, setiap negara,juga Indonesia pasti akan kembali menerapkan kebijakan normal. Persoalannya di sini, kata dia, menormalkan kembali kebijakan luar biasa tersebut berisiko mengganggu pemulihan perekonomian. Apalagi pemulihan perekonomian global tahun depan masih rentan. “Kalau semuanya menerapkan exit strategy lalu tiba-tiba ekonomi terpelanting lagi.

Maka dari itu,kami perlu koordinasi,”paparnya. Terkait hal ini, negara-negara anggota G-20 sepakat untuk saling berkoordinasi sebelum menetapkan exit strategy. “Exit strategy itu artinya pendapatan negara harus naik, belanja dari sisi APBN dipotong,” kata Menkeu. Jika pendapatan negara harus naik, ujarnya, berarti keringanan pajak tidak akan ada lagi.

Lalu seiring menyusutnya belanja negara, proyek-proyek infrastruktur juga tidak akan segencar tahun ini. Lebih lanjut Sri Mulyani menuturkan, tahun ini bukan periode yang mudah bagi pelaku pasar. Meski demikian, di tengah itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu mencapai hasil terbaik.Penguatan IHSG tahun ini tercatat terbaik di kawasan Asia Tenggara.

“Di Asia Pasifik yang bisa mengalahkan kami hanya Shen Zen. Prestasi yang sangat baik ini merupakan hasil dari teman-teman di Bursa Efek Indonesia,” paparnya. Pada tahun depan,Menkeu berharap kinerja IHSG bisa lebih dan para pelaku bursa lebih fokus dalam menjaga kinerja.“Kalau kami tujuannya baik,Insya Allah,Tuhan memberikan jalan yang baik,” katanya.

Menanggapi peringatan dari Menkeu tersebut, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Ninasapti Triaswati mengatakan, optimisme pasar dalam negeri sangat ditentukan oleh situasi pasar internasional.“Pasar kita di dalam negeri sebenarnya masih sangat tergantung pada isu yang ada di luar.Misalnya jika Wall Street bergolak, baru pasar dalam negeri kita bergolak,” katanya.

Adapun situasi di dalam negeri, Nina menambahkan, tidak terlalu berpengaruh terhadap kondisi pasar.Kecuali,kata dia,jika terjadi pergantian kabinet (reshuffle kabinet) ataupun pergantian pemerintah.“ Seperti tahun 1998, pasar sangat bergolak karena kondisi internal dalam negeri tidak kondusif. Kalau situasi sekarang kondisi politik sudah mulai terpisah dari kebijakan makro ekonomi,” tambahnya.

Pasar dalam negeri, kata Nina, akan menjadi lebih optimistis,jika pemerintah tidak menaikkan tarif dasar listrik (TDL), bahan bakar minyak (BBM), dan harga bahan pokok lainnya. “Saya pikir pasar dalam negeri masih bisa optimistis menghadapi kejadian dalam dan luar negeri yang tidak terlalu mengkhawatirkan,”ujarnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Econit Hendri Saparini mengatakan, Indonesia pada 2010 harus mencermati perekonomian 2010. Ini karena negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Indonesia seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang masih sangat labil. Meski AS dan Jepang sudah membaik, tapi bukan jaminan bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Indonesia sebenarnya tidak siap menghadapi era keterbukaan yang lebih kompetitif saat ini.Meski Indonesia merupakan satu dari tiga negara di dunia yang memiliki pertumbuhan ekonomi positif saat ini,namun kualitas pertumbuhannya tidak bisa diharapkan dan itu berbeda dengan China dan India,” katanya.Menurutnya, pada tahun depan, potensi perbaikan perekonomian bukan terjadi di Indonesia, tapi juga di negara-negara seperti China dan India.
(Meutia Rahmi /Koran SI/css)
30/12/2009 – 08:52
Wow, 2010 IHSG Bisa di Level 3.000
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – IHSG pada 2010 bisa mencapai level 3.000. Investor asing akan melihat valuasi secara keseluruhan mulai dari macro hingga mikro ekonomi.

Hal itu dikatakan pengamat pasar modal David Cornelis di Jakarta kemarin. “Pasar kita masih sangat menarik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat baik dibandingkan Negara lain dan tawaran imbal hasil di pasar kita masih prospektif untuk mendapat aliran dana yang masuk,” jelas David.

Bursa saham 2009 ditutup pada Rabu (30/12). Bursa saham Indonesia pun salah satu bursa saham di Asia yang cukup menguat pada 2009 sekitar 85%.

Lebih lanjut David mengatakan, IHSG pada 2009 merupakan tahun pemulihan buat pasar modal global. Hal ini dilihat dari level indeks saham Indonesia menuju level 2.500 dan indeks Dow Jones sekitar 10.500. “Sepertinya agak relatif terlalu cepat untuk bergerak positif dan melakukan technical rebound dengan rapid movement, memang kenaikkan sudah diproyeksikan tetapi kenaikannya tidak sebesar yang terjadi,” tutur David, pada Selasa (29/12).

Menurut David, pada awal 2009 sebagai fase equity recovery dan akhir tahun 2009 sebagai fase transisi menuju kenaikan indeks. “Penurunan yang sangat ‘rapid n radical’ membuat market ‘touch’ level bawah sehingga teradi juga pembalikan arah yg begitu cepat momentumnya yang sama dengan reaksi ketika terjadi crash 2008,” kata David.

Kenaikan IHSG ini juga didukung dari factor macro dan fundamental ekonomi yang berjalan baik sehingga valuasi bursa saham pun kembali menarik. Pengamat pasar modal Felix Sindhunata mengatakan, kenaikan IHSG pada 2009 juga didukung oleh masuknya dana asing ke emerging market termasuk Indonesia dan kenaikan harga komoditas juga mempengaruhi kinerja emiten di Indonesia.

Menurut David, indeks saham mencapai level 2.500 juga telah sangat cukup untuk valuasi market sepanjang tahun 2009. Banyak bad news telah terjadi di pasar sehingga fase equity recovery yang dimulai pada 2009 dan mendorong kenaikan di 2010,” jelas David.

David pun optimis dengan IHSG pada 2010. “Biasanya dana akan lebih banyak masuk pada awal tahun dan kita harus melihat tahun baru dengan optimis demikian juga IHSG meski pun persentase kenaikannya tidak sebesar 2009,” kata David. [hid]

 

ga tau beneran, tapi ada orang amrik doyan blog gw … 301209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:54 am

http://www.alabamawomen.org/ ternyata nge-link LANGSUNG ke blog gw ini … well, gpp asal bagus niatnya aja 🙂 … neh blog gw terpampang di :  http://www.alabamawomen.org/link.php?url=—-://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/17/akhirnya-formulir-itu-datang-juga-171209/ … kalo ga salah tujuan blog itu adalah supaya CEWE ALABAMA, amrik, BISA DIBERDAYAKAN MENJADI CEWE2 JAGOAN DAN KAYA … well, memang maen saham adalah salah satu cara seh bwat jadi kaya, asal tau caranya 🙂

 

daripada maen saham, mendingan (5) …301209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:46 am

PROFIL
26DES20090
KETIKA KAMPIUN FOREX MERANCANG MUTUMANIKAM
Queen of the South Sea melingkar anggun di leher. Setiap jengkalnya terajut indah dari rose gold yang kemerahan. Seperti namanya, “Nyi Roro Kidul”, kalung ini menebarkan pesona magis lewat untaian emas dengan mutiara Laut Selatan di tiap ujungnya. Tak pelak, perhatian orang bak tersedot sesaat, ketika memandang kalung itu.
“Cantik sekali, Bu,” celetuk seorang pengunjung pameran Mutumanikam 2009 akhir pekan silam, setelah ia memandang Queen of the South Sea. “Terimakasih, Ibu,” jawab Delia Yunita Moeprapto, riang.
Delia adalah pencipta kalung seharga Rp 1,5 miliar tersebut. Lewat gairah seninya, wanita yang juga dikenal sebagai Delia von Rueti ini menciptakan karya perhiasan bermutu tinggi.
Tak heran, kalangan elite dan pejabat menjadi pelanggan setia Delia, seperti Ani Yudhoyono dan Miranda Goeltoem. Artis Hollywood seperti Uma Thurman, Michelle Yeoh, dan keluarga Al Fayed juga ikut kepincut pada rancangan Delia.
Delia, kelahiran Pematang Siantar, 13 Juni 1966, mengaku bahwa merancang perhiasan telah menjadi hasratnya sejak kecil. Bahkan, sebenarnya, perempuan berdarah Jawa dan Batak ini berniat menekuni ilmu seni secara serius.
Namun, ibu Delia, Eunice Pakpahan yang pengusaha perkebunan CPO dan karet, menahan niat Delia. “Kamu cari sekolah yang jelas-jelas sajalah, inang, nanti kalau sudah bisa cari makan sendiri, barulah kamu terusin art-art-mu itu,” Delia menirukan ibunya.
Eunice telah menjadi orangtua tunggal bagi Delia, sejak ia berusia 12 tahun. Berbekal nasihat ini Delia lantas mengambil jurusan ekonomi di New York University. Kemudian, tahun 1993, Delia menamatkan master bidang pemasaran di San Diego State University.
Ternyata, menjadi mahasiswa ekonomi membuat Delia tertantang terjun di industri pasar modal. Sembari kuliah, Delia pun menyambi menjadi broker saham di JP Morgan.
Semula Delia mengaku sangat sulit melakoni profesi itu. Namun, lambat laun ia berhasil menggaet investor setiap bulan. Saat Delia berhenti empat tahun kemudian, ia sudah berhasil mengumpulkan penghasilan US$ 25.000. “Modal saya
US$ 3.000, dan saya membuatnya berlipat-lipat di usia muda. Tentu saya senang,” tutur ibu dari tiga anak ini.
Setia dalam pameran
Ia lantas menggunakan hasil jerih payahnya sebagai modal mendirikan d’Unlimited, sebuah perusahaan yang berbasis di Indonesia ini bergerak di bisnis impor dan produsen sarung tangan. Selain itu, d’Unlimited juga mengimpor reverse osmosis, alat penghasil air bersih.
Pada tahun 1994 Delia menikah dengan Patrick von Rueti, kawan kuliahnya.
Tahun 1995, Delia dan Patrick sepakat mendirikan perusahaan trading bernama PT Kaya Capital. Pasangan ini menggelontorkan modal US$ 6 juta untuk mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan valas (forex trading) itu.
Tapi, gempuran krisis ekonomi 1997 membuat d’Unlimited gulung tikar. Tinggal Kaya Capital yang masih tegak.
Meski telah sukses jadi pengusaha, Delia tak pernah melepaskan hobi merancang perhiasan. Alhasil, pada tahun 2000 Delia mendirikan PT Tapak Mas di Bali. Delia semakin tekun menghasilkan perhiasan premium. Dalam perkembangannya, Tapak Mas juga mengembangkan bisnis batubara dan usaha perkebunan.
Menurut Delia, merancang perhiasan bukanlah bisnis. Ia melakukan hal ini karena telanjur jatuh hati pada desain perhiasan. Jadi, Delia tak mau memamerkan perhiasannya ke khalayak. Sikap Delia ini membuat rekan-rekannya gemas. Sampai kemudian seorang rekan membuatkan pameran untuk Delia di Paris.
Tak disangka, pameran pertama di Paris sukses. Semua perhiasan karyanya ludes terjual. Ini membuat Delia pede. Selanjutnya, Delia memamerkan karyanya di Hotel Dharmawangsa. Lagi-lagi pameran ini juga sukses berat.
Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, Delia pun rajin ikut pameran. Ia memang berusaha konsisten hanya menjual perhiasan di pameran. “Saya sangat disiplin menjaga prinsip ini karena karya saya berbeda,” tutur Delia.
Wajar saja. Sebab, dalam satu untaian perhiasan, Delia bisa memakai material pilihan dari berbagai belahan dunia. Delia banyak menggunakan emas, rose gold, palladium, rhodium, dan perak. Tak lupa ia menaburkan aneka batuan mulia seperti safir, amethyst, rubi, dan mutiara. Yang tak kalah unik, Delia selalu menggunakan teknik wax carving. Ini adalah pembuatan perhiasan dengan menggunakan lilin khusus.
Lewat tangan Delia, harga sebuah gantungan kalung berbentuk jaring laba-laba bisa mencapai Rp 200 juta. Lalu, sebuah gelang emas bertahta bebatuan mulia harganya sekitar Rp 75 juta.
Jangan heran, dalam setiap pameran, penjualan Delia selalu tembus Rp 1 miliar. o
15DES20090
ASRI TADDA, PEBISNIS ONLINE DARI MAKASSAR

Tidak ada yang istimewa dari sosok Asri Tadda. Sepintas, ia terlihat seperti anak muda pada umumnya yang doyan mengobrol, penuh semangat dan energik. Tapi, jangan salah, di balik penampilan sederhananya, ia merupakan salah satu pengusaha muda yang sudah membuktikan kepiawaiannya dalam berbisnis.

Bahkan, Asri meraih penghargaan sebagai pemenang kedua tingkat nasional kategori pengusaha muda mandiri dalam ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2008. Ini merupakan ajang tahunan yang diadakan PT Bank Mandiri Tbk untuk mendorong wirausaha di kalangan anak muda.

Kini, Asri sukses memimpin dan mengelola AstaMedia Group yang bermarkas di Makassar. Perusahaannya ini membawahi sejumlah cabang usaha, yang bergerak di bidang online marketing.

Asri mempunyai ratusan blog. Salah satunya, http://www.astamediagroup.com. Bisnis Asri meliputi penjualan iklan per klik di dalam blog, optimalisasi search engine, dan jual beli artikel online.

Tapi, setahun belakangan, Asri juga mulai mengembangkan bisnis konvensional sebagai pendamping bisnis utamanya yang berada di dunia kasat mata ini. Antara lain, bisnis kafe dan membuka sekolah.

Sukses Asri tidak dibangun dalam sesaat. Pemuda kelahiran Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan itu mengaku membangun bisnisnya dari nol. Kendati lahir dari keluarga mampu, Asri dikenal sebagai sosok anak muda yang mandiri. Hasratnya untuk mandiri tampak sejak remaja. Setamat pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Malili, Asri memilih merantau ke Kota Makassar untuk menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Umum-nya (SMU). Jadi, ia sudah mulai merasakan betul terbatasnya uang bulanan kiriman orang tuanya.

Setamat SMU tahun 1999, Asri berhasil masuk ke jurusan Kedokteran Umum di Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas). “Bukan main bangganya orang tua saya melihat saya menjadi calon dokter,” tutur pria kelahiran 3 April 1981 itu.

Tapi dasar Asri, ia tidak kerasan hanya duduk diam menuntut ilmu. Ia malah aktif mengikuti seabrek kegiatan organisasi intra kampus, serta mengikuti organisasi kepemudaan lainnya.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakul-tas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar tahun 2001-2002.

Pada masa yang sama, ia juga menjabat sebagai Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Kedokteran Unhas, serta Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur.

Tak hanya itu aktivitasnya. Ia juga menjabat sebagai Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu Raya (PB IPMIL RAYA), Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Mahasiswa Luwu Timur (PP IPMA-LUTIM), Ketua Umum Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) HMI Cabang Makassar Timur. Serta, Direktur Program Sawerigading Institute. “Pengalaman berorganisasi telah menempa jiwa kepemimpinan saya,” tukasnya.

 

semacam WHISTLEblowing neh … 301209

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 8:13 am

Aturan Bapepam-LK Diragukan
Rabu, 30 Desember 2009 – 07:06 wib

JAKARTA – Aturan baru mengenai prinsip mengenal nasabah oleh penyedia jasa keuangan di pasar modal diragukan mampu mencegah tindak pidana pencucian uang dan kegiatan terorisme.

Di pasar modal banyak sekali kasus goreng menggoreng saham yang didiamkan.Buat apa ada aturan kalau tidak diimplementasikan dengan benar

Pengamat pasar modal Yanuar Rizki berpendapat, yang diperlukan bukan aturan baru atau revisi peraturan lama, tapi ketegasan otoritas dalam implementasi prinsip mengenal nasabah (know your customer/KYC). ”Di pasar modal banyak sekali kasus goreng menggoreng saham yang didiamkan.Buat apa ada aturan kalau tidak diimplementasikan dengan benar,” ujarnya kepada Seputar Indonesiakemarin.

Menurut dia, tanpa aturan tersebut, jika setiap kasus dilakukan penegakan hukum dan penyidikan, maka akan diketahui adanya kasus pencucian uang.” Artinya, kembali pada substansinya. Kalau sifatnya hanya mempertegas dan normatif, aturan itu tidak ada gunanya,”nilainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam- LK) telah menerbitkan aturan baru yang merupakan revisi Peraturan Nomor V.D.10 tentang Prinsip Mengenal Nasabah oleh Penyedia Jasa Keuangan di Bidang Pasar Modal. Ketua Bapepam LK Ahmad Fuad Rahmany mengatakan, tujuan aturan itu untuk meningkatkan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan kegiatan terorisme.

Aturan baru ini memungkinkan Bapepam-LK memiliki daftar hitam investor yang mencurigakan. ”Kita ingin meningkatkan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana itu, sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi,”tegas dia. Dia mengungkapkan, aturan yang efektif 1 Januari 2010 tak jauh berbeda dengan yang sudah diterapkan dalam dunia perbankan.”

Sama saja dengan sistem informasi debitor di bank, tidak ada bedanya,”imbuhnya. Presiden Direktur PT Financorpindo Nusa Edwin Sinaga menyambut positif aturan tersebut.Namun, dia berharap Bapepam-LK dapat melakukan sosialisasi dan implementasi aturan itu dengan baik kepada perusahaan-perusahaan sekuritas.

Menurut dia, peraturan itu akan berhasil jika pelaku pasar modal dibekali dengan pengetahuan dan pelatihan yang baik tentang penerapan aturan tersebut. Selain itu,diperlukan adanya aturan main yang jelas dan disepakati bersama agar tidak terjadi kesalahan dalam penerapannya. ”Kalau bank ada acuannya, maka pasar modal juga harus ada acuan yang agak rigid karena kan penyalurannya ada yang lewat bank,” katanya.

Edwin yakin, jika jelas dan seragam seperti yang diterapkan di perbankan, aturan itu dapat meningkatkan pencegahan dan pemberantasan uang dan pendanaan kegiatan terorisme oleh penyedia jasa keuangan. ”Kalau tidak seragam, kita akan kehilangan klien kita. Ini kan juga merugikan kita,”tukasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaya optimistis penerapan aturan itu dapat mencapai tujuan yang dimaksud. “Saya rasa akan efektif untuk mencapai tujuannya,”ujarnya. Dia menilai, pelaku pasar modal dan penyedia jasa keuangan tidak akan sulit menerapkan aturan ini karena bukan hal baru.

Bahkan, karena sudah ada pelatihan dan sosialisasi, aturan ini bisa dengan mudah diterima. “Dalam konteks bukan aturan baru,tidak masalah karena tinggal pelaksanaannya.Dalam hal ini kita melihat aturan ini lebih kepada sinkronisasi di PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan),”tutupnya.

Mengukur Kewajaran Bursa Saham

Sejak pecahnya gelembung finansial dengan puncaknya pada November 2008, harga saham menjadi sangat murah.

Namun, seiring optimisme pasar terhadap pulihnya ekonomi global, bursa saham pun merangkak naik. Ini terlihat pada indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sudah melaju dengan return sebesar 68,08 persen hingga 30 November 2009 (year to date/YTD). Kenaikan IHSG yang begitu cepat membuat investor mempertanyakan, apakah harga saham saat ini sudah mahal atau masih murah.

Kekhawatiran tersebut didasarkan pada alasan sederhana yaitu takut harga saham jatuh lagi. Karena itu, mengetahui apakah pasar (IHSG) saat ini sudah mahal atau masih murah sangat sekali. Mahal atau murahnya pasar hanya dapat diketahui jika terdapat nilai wajarnya.Dengan nilai wajar, seseorang bisa memutuskan apakah dia harus masuk ke pasar atau tidak dan bagaimana strategi yang harus digunakan.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara menentukan nilai wajarnya dan kapan pasar dikatakan mahal atau murah. Menurut penulis, metode yang cocok untuk menilai kewajaran pasar adalah berdasarkan price to earnings ratio (PER). PER diartikan sebagai berapa kali investor mengapresiasi sebuah saham berdasarkan laba bersihnya. PER diperoleh dengan membagi harga pasar dengan laba bersih per sahamnya.

Satuan PER dinyatakan dalam kali (x). PER diilustrasikan sebagai berikut, saham ABC mempunyai laba bersih per saham Rp200.Investor B membeli saham tersebut di harga Rp500 sehingga PER saham ABC sebesar 2,5 kali. Investor B mengapresiasi atau berani menawar saham ABC 2,5 kali lebih tinggi dari laba bersih per sahamnya.Semakin tinggi PER,semakin tinggi harapan investor terhadap saham tersebut.

Dari ilustrasi di atas, dapat disimpulkan bahwa PER sangat dipengaruhi oleh ekspektasi seseorang mengenai kondisi masa depan perusahaan. Selanjutnya ekspektasi akan menggerakkan sentimen di pasar. Jika ekspektasinya bagus,harga yang ditawarkan akan semakin tinggi dan sebaliknya.

PER IHSG merupakan ratarata tertimbang dari PER sahamsaham individual yang berada di dalamnya. Semakin tinggi PER saham-saham dalam suatu indeks, semakin tinggi pula PER indeks tersebut. Dalam tulisan ini, PER LQ-45 digunakan penulis untuk mewakili PER IHSG. Alasannya, pergerakan IHSG sebagian besar dipengaruhi oleh pergerakan indeks LQ-45. PER IHSG sangat bergantung pada kondisi pasar.

Jika kondisi pasar sedang bullish (tren naik),PER akan cenderung naik dan semakin tinggi.Investor masih berani menawar saham di harga yang lebih tinggi karena harapan yang lebih baik pada kondisi pasar mendatang. Sedangkan dalam kondisi bearish (tren turun), PER akan cenderung turun dan semakin rendah.

Investor mulai ragu-ragu atau bahkan tidak mau menawar saham dengan harga yang tinggi karena harapan yang buruk pada kondisi pasar mendatang. Rata-rata PER historis dapat dibagi menjadi empat zona yaitu euforia, optimistis, pesimistis, dan krisis. Di zona optimistis dan euforia, saham sudah diperdagangkan pada harga yang relatif tinggi dan pergerakannya sangat dipengaruhi sentimen pasar.

Selain itu, potensi kenaikan harganya juga kecil sehingga diperlukan suatu pendorong yang bisa membuat harganya naik lebih tinggi. Pada zona pesimistis dan krisis, saham masih diperdagangkan pada harga yang relatif rendah. Dalam jangkamenengahmaupunpanjang, harga saham cenderung bergerak naik hingga PER menuju ke level wajarnya.

Level wajar mengacu pada rata-rata PERhistoris,minimal selama lima tahun terakhir. Strategi investasi juga berbeda-beda untuk setiap zona. Di zona krisis dan pesimistis, strategi pilihan adalah investasi jangka menengah hingga panjang karena harga saham masih relatif rendah dan potensi kenaikannya masih cukup besar.Sedangkan di zona optimistis dan euforia,strategi pilihan adalah investasi jangka menengah hingga pendek karena harga saham sudah relatif tinggi dan potensi kenaikannya sudah berkurang.

Investasi jangka pendek diartikan sebagai investasi dengan periode satu hari hingga tiga bulan. Investasi jangka menengah diartikan sebagai investasi dengan periode tiga hingga enam bulan. Sedangkan investasi jangka panjang diartikan sebagai investasi dengan periode lebih dari satu tahun. Berdasarkan grafis dapat disimpulkan bahwa kondisi IHSG saat ini sudah kembali masuk ke zona optimistis setelah turun ke level wajarnya pada Oktober 2009.

Dengan kondisi ini, pasar saham sudah sangat rentan terhadap sentimen. Karena itu,investor disarankan untuk lebih berhati-hati dan melakukan investasi jangka menengah hingga pendek. Selamat berinvestasi!

Praska Putrantyo
Analis(//css)

 

imink-iming doank (19) …301209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:26 am

Rabu, 30/12/2009 06:33 WIB

Akhiri 2009 indeks masih berpotensi positif

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (bisnis.com): IHSG ditutup menguat sembilan poin ditopang kenaikan saham pertambangan, properti, dan perdagangan.

Millenium Danatama Sekuritas mengatakan bahwa mengakhiri 2009 indeks masih berpotensi positif seiring indeks membentuk pola golden cross. Indeks diperkirakan bergerak ke kisaran 2.500-2.550.

Sementara itu, Trimegah Securities menilai IHSG kembali menguat tipis pada perdagangan kemarin meskipun nilai dan volume di bawah rata-rata perdagangan bulan ini.

Rabu, 30/12/2009 07:19 WIB

Bursa AS jatuh pertama kali dalam 7 hari

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (Bloomberg): Bursa saham Amerika Serikat jatuh untuk pertama kalinya dalam tujuh hari seiring dengan penurunan saham di sektor perusahaan energi, finansial dan teknologi.

Saham sektor itu menghempaskan kenaikan awal dipicu oleh laporan yang menunjukkan bahwa harga rumah meningkat pada Oktober dan kepercayaan konsumen menguat.

Chesapeake Energy Corp. dan Range Resources Corp. turun sekitar 2,6% menjadi pemicu penurunan 34 saham dari 39 perusahaan energi yang menopag Standard & Poor’s 500 Index di tengah menguatkan dolar S yang mengangkat harga minyak megnalami sedikit perubahan setelah empat kali berturut-turut menguat.

Apple

Inc. turun 1,2% setelah menguat hingga ke posisi rekor tertinggi US$211,61 kemarin. Bank of America Corp. tercatat sebagai yang mengalami penurunan terbesar di

Dow Jones Industrial Average setelah Moody’s Investors Service mengatakan bahwa biaya kartu kredit di AS meningkat.

The S&P 500 turun 0,1% menjadi 1.126,22 pada pukul 4:06 p.m. di

New York seteleh mendagi sebanyak 0,2% sebelumnya. Dow

turun 1,67 atau leih kecil dari 0,1% menjadi 10.545,41.

Dollar Index, yang mencatat perkembangannya terhadap enam mata uang utama sebagai mitra bisnis, naik 0,3% menjadi 77,877.

“Dolar sebagai paku besar dan telah membalikkan korelasi dengan saham,” kata Walter Todd, yang mengelola $775

juta sebagai co-chief investment officer pada Greenwood Capital

Associates LLC di Greenwood, South Carolina.

Saham sektor energi telah mengalami penurunan terbesar di dalam S&P 500 di antara 10 sektor industri, turun 0,7%. Hargaminyak naik sekitar 0.8%.

Harga minyak untuk pengiriman Februari naik 10 sen menjadi $78,87 per barrel setelah tutup pasar di New York Mercantile Exchange.

Chesapeake Energy turun 3,1% menjadi US$26,73. Range

Resources turun 2,6% menjadi US$51.08.

Bank of America, yang memiliki asset terbesar di AS, turun 1,1% menjadi US$15.12. American Express Co., pengola kartu kredit terbsar turun 0,4% menjadi $40.88. (ln)

bisnis.com

Stochastic masih memiliki ruang untuk kenaikan, tetapi pelaku pasar perlu mewaspadai tekanan jual menjelang libur panjang. IHSG diperkirakan bergerak mixed di kisaran 2.496-2.530.
Penguatan saham-saham di bursa Wall Street yang sudah terjadi selama 6 hari berturut-turut akhirnya terhenti. Investor sudah tak punya lagi alasan untuk membawa saham-saham bergerak menguat.

Pada perdagangan Selasa (29/12/2009), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah tipis 1,67 poin (0,02%) ke level 10.545,41. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 1,58 poin (0,14%) ke level 1.126,20 dan Nasdaq melemah 2,68 poin (0,12%) ke level 2.288,40.

Perdagangan sangat rendah, bahkan mencatat volume tertipis sepanjang tahun ini. Sebagian besar investor sudah libur menjelang libur panjang tahun baru pada Jumat mendatang. Di New York Stock Exchange, transaksi tercatat hanya 638 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,49 miliar.

Di tengah tipisnya transaksi, dua data penting keluar dan direspon secara negatif oleh investor. Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board naik melebihi ekspektasi analis menjadi 52,9 pada Desember, tertinggi dalam 3 bulan.

Namun indeks harga rumah S&P/Case-Shiller untuk 20 area metropolitan tidak berubah pada Oktober, atau lebih buruk dari ekspektasi.

“Saya tidak berpikir siapapun akan mengharapkan ada penguatan yang besar diluar resesi,” jelas Owen Fitzpatrick, analis dari Deutsche Bank seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/12/2009).

Sumber: detikcom