1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

semacam WHISTLEblowing neh … 301209 30 Desember 2009

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 8:13 am

Aturan Bapepam-LK Diragukan
Rabu, 30 Desember 2009 – 07:06 wib

JAKARTA – Aturan baru mengenai prinsip mengenal nasabah oleh penyedia jasa keuangan di pasar modal diragukan mampu mencegah tindak pidana pencucian uang dan kegiatan terorisme.

Di pasar modal banyak sekali kasus goreng menggoreng saham yang didiamkan.Buat apa ada aturan kalau tidak diimplementasikan dengan benar

Pengamat pasar modal Yanuar Rizki berpendapat, yang diperlukan bukan aturan baru atau revisi peraturan lama, tapi ketegasan otoritas dalam implementasi prinsip mengenal nasabah (know your customer/KYC). ”Di pasar modal banyak sekali kasus goreng menggoreng saham yang didiamkan.Buat apa ada aturan kalau tidak diimplementasikan dengan benar,” ujarnya kepada Seputar Indonesiakemarin.

Menurut dia, tanpa aturan tersebut, jika setiap kasus dilakukan penegakan hukum dan penyidikan, maka akan diketahui adanya kasus pencucian uang.” Artinya, kembali pada substansinya. Kalau sifatnya hanya mempertegas dan normatif, aturan itu tidak ada gunanya,”nilainya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam- LK) telah menerbitkan aturan baru yang merupakan revisi Peraturan Nomor V.D.10 tentang Prinsip Mengenal Nasabah oleh Penyedia Jasa Keuangan di Bidang Pasar Modal. Ketua Bapepam LK Ahmad Fuad Rahmany mengatakan, tujuan aturan itu untuk meningkatkan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan kegiatan terorisme.

Aturan baru ini memungkinkan Bapepam-LK memiliki daftar hitam investor yang mencurigakan. ”Kita ingin meningkatkan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana itu, sehingga memberikan keamanan dan kenyamanan dalam berinvestasi,”tegas dia. Dia mengungkapkan, aturan yang efektif 1 Januari 2010 tak jauh berbeda dengan yang sudah diterapkan dalam dunia perbankan.”

Sama saja dengan sistem informasi debitor di bank, tidak ada bedanya,”imbuhnya. Presiden Direktur PT Financorpindo Nusa Edwin Sinaga menyambut positif aturan tersebut.Namun, dia berharap Bapepam-LK dapat melakukan sosialisasi dan implementasi aturan itu dengan baik kepada perusahaan-perusahaan sekuritas.

Menurut dia, peraturan itu akan berhasil jika pelaku pasar modal dibekali dengan pengetahuan dan pelatihan yang baik tentang penerapan aturan tersebut. Selain itu,diperlukan adanya aturan main yang jelas dan disepakati bersama agar tidak terjadi kesalahan dalam penerapannya. ”Kalau bank ada acuannya, maka pasar modal juga harus ada acuan yang agak rigid karena kan penyalurannya ada yang lewat bank,” katanya.

Edwin yakin, jika jelas dan seragam seperti yang diterapkan di perbankan, aturan itu dapat meningkatkan pencegahan dan pemberantasan uang dan pendanaan kegiatan terorisme oleh penyedia jasa keuangan. ”Kalau tidak seragam, kita akan kehilangan klien kita. Ini kan juga merugikan kita,”tukasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaya optimistis penerapan aturan itu dapat mencapai tujuan yang dimaksud. “Saya rasa akan efektif untuk mencapai tujuannya,”ujarnya. Dia menilai, pelaku pasar modal dan penyedia jasa keuangan tidak akan sulit menerapkan aturan ini karena bukan hal baru.

Bahkan, karena sudah ada pelatihan dan sosialisasi, aturan ini bisa dengan mudah diterima. “Dalam konteks bukan aturan baru,tidak masalah karena tinggal pelaksanaannya.Dalam hal ini kita melihat aturan ini lebih kepada sinkronisasi di PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan),”tutupnya.

Mengukur Kewajaran Bursa Saham

Sejak pecahnya gelembung finansial dengan puncaknya pada November 2008, harga saham menjadi sangat murah.

Namun, seiring optimisme pasar terhadap pulihnya ekonomi global, bursa saham pun merangkak naik. Ini terlihat pada indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sudah melaju dengan return sebesar 68,08 persen hingga 30 November 2009 (year to date/YTD). Kenaikan IHSG yang begitu cepat membuat investor mempertanyakan, apakah harga saham saat ini sudah mahal atau masih murah.

Kekhawatiran tersebut didasarkan pada alasan sederhana yaitu takut harga saham jatuh lagi. Karena itu, mengetahui apakah pasar (IHSG) saat ini sudah mahal atau masih murah sangat sekali. Mahal atau murahnya pasar hanya dapat diketahui jika terdapat nilai wajarnya.Dengan nilai wajar, seseorang bisa memutuskan apakah dia harus masuk ke pasar atau tidak dan bagaimana strategi yang harus digunakan.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara menentukan nilai wajarnya dan kapan pasar dikatakan mahal atau murah. Menurut penulis, metode yang cocok untuk menilai kewajaran pasar adalah berdasarkan price to earnings ratio (PER). PER diartikan sebagai berapa kali investor mengapresiasi sebuah saham berdasarkan laba bersihnya. PER diperoleh dengan membagi harga pasar dengan laba bersih per sahamnya.

Satuan PER dinyatakan dalam kali (x). PER diilustrasikan sebagai berikut, saham ABC mempunyai laba bersih per saham Rp200.Investor B membeli saham tersebut di harga Rp500 sehingga PER saham ABC sebesar 2,5 kali. Investor B mengapresiasi atau berani menawar saham ABC 2,5 kali lebih tinggi dari laba bersih per sahamnya.Semakin tinggi PER,semakin tinggi harapan investor terhadap saham tersebut.

Dari ilustrasi di atas, dapat disimpulkan bahwa PER sangat dipengaruhi oleh ekspektasi seseorang mengenai kondisi masa depan perusahaan. Selanjutnya ekspektasi akan menggerakkan sentimen di pasar. Jika ekspektasinya bagus,harga yang ditawarkan akan semakin tinggi dan sebaliknya.

PER IHSG merupakan ratarata tertimbang dari PER sahamsaham individual yang berada di dalamnya. Semakin tinggi PER saham-saham dalam suatu indeks, semakin tinggi pula PER indeks tersebut. Dalam tulisan ini, PER LQ-45 digunakan penulis untuk mewakili PER IHSG. Alasannya, pergerakan IHSG sebagian besar dipengaruhi oleh pergerakan indeks LQ-45. PER IHSG sangat bergantung pada kondisi pasar.

Jika kondisi pasar sedang bullish (tren naik),PER akan cenderung naik dan semakin tinggi.Investor masih berani menawar saham di harga yang lebih tinggi karena harapan yang lebih baik pada kondisi pasar mendatang. Sedangkan dalam kondisi bearish (tren turun), PER akan cenderung turun dan semakin rendah.

Investor mulai ragu-ragu atau bahkan tidak mau menawar saham dengan harga yang tinggi karena harapan yang buruk pada kondisi pasar mendatang. Rata-rata PER historis dapat dibagi menjadi empat zona yaitu euforia, optimistis, pesimistis, dan krisis. Di zona optimistis dan euforia, saham sudah diperdagangkan pada harga yang relatif tinggi dan pergerakannya sangat dipengaruhi sentimen pasar.

Selain itu, potensi kenaikan harganya juga kecil sehingga diperlukan suatu pendorong yang bisa membuat harganya naik lebih tinggi. Pada zona pesimistis dan krisis, saham masih diperdagangkan pada harga yang relatif rendah. Dalam jangkamenengahmaupunpanjang, harga saham cenderung bergerak naik hingga PER menuju ke level wajarnya.

Level wajar mengacu pada rata-rata PERhistoris,minimal selama lima tahun terakhir. Strategi investasi juga berbeda-beda untuk setiap zona. Di zona krisis dan pesimistis, strategi pilihan adalah investasi jangka menengah hingga panjang karena harga saham masih relatif rendah dan potensi kenaikannya masih cukup besar.Sedangkan di zona optimistis dan euforia,strategi pilihan adalah investasi jangka menengah hingga pendek karena harga saham sudah relatif tinggi dan potensi kenaikannya sudah berkurang.

Investasi jangka pendek diartikan sebagai investasi dengan periode satu hari hingga tiga bulan. Investasi jangka menengah diartikan sebagai investasi dengan periode tiga hingga enam bulan. Sedangkan investasi jangka panjang diartikan sebagai investasi dengan periode lebih dari satu tahun. Berdasarkan grafis dapat disimpulkan bahwa kondisi IHSG saat ini sudah kembali masuk ke zona optimistis setelah turun ke level wajarnya pada Oktober 2009.

Dengan kondisi ini, pasar saham sudah sangat rentan terhadap sentimen. Karena itu,investor disarankan untuk lebih berhati-hati dan melakukan investasi jangka menengah hingga pendek. Selamat berinvestasi!

Praska Putrantyo
Analis(//css)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s