1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

doyan ngelanggar, demi laba seh … 311209 31 Desember 2009

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 10:50 am

Melanggar Pasar Modal, 538 Pihak Kena Denda
Rabu, 30 Desember 2009 – 15:57 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mencatat baru menangani 22 kasus yang selesai diproses dari 121 kasus. Selain itu, sebanyak 538 pihak telah dikenakan sanksi terkait pelanggaran peraturan pasar modal.

“Sebanyak 538 pihak sudah dikenakan sanksi denda,” kata Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany saat konferensi pers akhir 2009, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (30/12/2009).

Beberapa di antaranya adalah 278 emiten dengan total nilai Rp9,87 miliar, 42 manajer investasi dengan total nilai Rp354 juta, serta 127 perusahaan efek dengan total nilai Rp579 juta.

Selain itu, 27 pihak dikenakan sanksi tertulis, tiga wakil manajer investasi dikenakan sanksi pencabutan izin, serta sangksi pembekuan tiga akuntan publik dan tiga penilai.

Adapun dari 22 kasus yang telah selesai, sebanyak 17 kasus dikenakan sanksi dan lima kasus ditutup. “Lima kasus ditutup karena tidak ditemukan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ucapnya.

Sementara itu, sebanyak 99 kasus masih dalam proses pengenaan sanksi maupun dalam proses pemeriksaan.
(ade)

Bapepam Masih Periksa 99 Kasus Pasar Modal
31/12/2009 16:03:00 WIB
JAKARTA, INVESTOR DAILY
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) selama  2009 menangani  121 kasus terindikasi pelanggaran di pasar modal. Dari jumlah itu,  22 kasus telah diselesaikan dan 99 lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pengenaan sanksi.
“Kasus-kasus itu meliputi kasus  lama dan  baru. Kami  fokuskan dulu pada kasus yang baru. Untuk kasus-kasus  lama sudah ditangani  komite khusus,” ujar Ketua Bapepam-LK Fuad A Rahmany dalam konferensi pers penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Rabu (30/12).
Fuad menuturkan, dari 22 kasus yang telah dituntaskan,   17 di antaranya  telah dikenai sanksi administratif.  Bapepam-LK juga  telah memerintahkan   pelaku pelanggaran  melakukan  perbaikan. Lima kasus lain dihentikan pemeriksaannya karena otoritas pasar modal kami tidak menemukan  pelanggaran terhadap UU Pasar Modal.
“Kami  harap masyarakat dan pelaku pasar  memahami bahwa  kami  terus berupaya menegakkan hukum pasar modal. Kami pun menjalin  kerja sama yang intensif dengan aparat penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaan Agung dan Kepolisian demi terciptanya kepastian di pasar modal,” paparnya.
Menurut Fuad Rahmany,   sanksi administratif yang dijatuhkan kepada para pelanggar peraturan pasar modal  cenderung beragam, dari peringatan tertulis, sanksi denda, pembekuan izin usaha, sampai pencabutan izin usaha institusi  dan perorangan.
Selama 2009, kata dia, Bapepam-LK  juga menjatuhkan sanksi denda  senilai  total Rp 11,04 miliar, meliputi  denda kepada 278 emiten senilai  Rp 9,87 miliar, Rp 354,6 juta kepada 42 manajer investasi (MI), Rp 579,2 juta kepada  127 perusahaan efek (PE), Rp 113,5 juta kepada perusahaan  penilai,  Rp 109,7 juta  kapad  akuntan publik,  Rp 7,8 juta  kepada Biro Administrasi Efek (BAE), dan Rp10,7 juta kepada bank kustodian.
Fuad menambahkan, kasus pelanggaran pasar modal yang ditangani Bapepam-LK adalah kasus-kasus yang berkaitan dengan keterbukaan emiten dan perusahaan publik, perdagangan efek, serta  pengelolaan investasi. “Jenis pelanggarannya  ntara lain dugaan  enturan kepentingan dan  transaksi material,” ucapnya.

Selain itu, menurut Fuad Rahmany, otoritas pasar modal  melayangkan  peringatan tertulis kepada satu komisaris MI, dua PE, 12 emiten, satu bank kustodian, dan satu manager investasi. Sanksi pencabutan izin dijatuhkan  kepada tiga wakil MI. Sanksi pembekuan surat tanda terdaftar (STTD) dijatuhkan  kepada tiga akuntan publik atau  kantor akuntan publik dan tiga penilai. (c134)

Iklan
 

ihsg, the global idol … 311209

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:31 am

Kamis, 31/12/2009 10:20 WIB
Perbandingan IHSG di Asia Pasifik
Nurul Qomariyah – detikFinance

Kemeriahan Penutupan Perdagangan Saham
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup pada titik tertingginya sepanjang tahun 2009. IHSG juga mencatat kenaikan tertinggi kedua di kawasan Asia Pasifik.

Pada perdagangan Rabu (30/12/2009), IHSG ditutup menguat 15,362 poin (0,61%) ke level 2.534,356. Indeks LQ 45 juga menguat 2,743 poin (0,55%) ke level 498,288. Menurut Menkeu Sri Mulyani, IHSG menjadi salah satu indeks yang terbaik di dunia.

Level tertinggi IHSG tahun ini terjadi 6 Oktober 2009 ketika IHSG ditutup di level 2.528,146. Titik intraday tertinggi dicapai pada 7 Oktober 2009 ketika IHSG sempat menyentuh level 2.559.

Sementara titik terendah penutupan IHSG di 2009, terjadi pada 2 Maret 2009 di level 1.256,109, sedangkan untuk titik terendah intraday terjadi pada angka 1.252,871 pada hari yang sama.

Menurut siaran pers dari Bapepam-LK yang dikutip detikFinance, Kamis (31/12/2009), IHSG hingga 29 Desember 2009 mencatat kenaikan 85,85%. IHSG per 25 Desember ditutup pada level 2.518,99, dibandingkan posisi akhir tahun 2008 di 1.355,40.

Peningkatan serupa juga dialami oleh bursa efek di kawasan Asia Pasifik. Berikut rinciannya. (Catatan: Untuk Indonesia, Thailand dan Jepang data penutupan per 30 Desember 2008, Filipina tutup per 24 Desember 2008).

Bursa Efek 31 Desember 2008 29 Desember 2009 % Kenaikan
Shenzhen 553,30 1.191,07 115,27
Indonesia 1.355,40 2.518,99 85,85
Mumbai 9.647,31 17.401,56 80,38
Shanghai 1.820,80 3.211,76 76,39
Taiwan 4.591,22 8.053,83 75,42
Thailand 449,96 742.16 64.94
Filipina 1.872,85 3.052,68 62,99
Singapura 1.761,56 2.869,76 62,91
Hong Kong 14.387,48 21.499,44 49,43
Malaysia 876,75 1.275,22 45,45
Dow Jones 8.776,39 10.547,08 20,18
Jepang 8.859,56 10.638,06 20,07

(qom/qom)
Tutup Tahun, IHSG Mentok di 2.534
Rabu, 30 Desember 2009 – 16:14 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso – Okezone

Foto: Koran SI
JAKARTA – Penutupan indeks harga saham gabungan (IHSG) akhir 2009, hanya berhasil naik 15,362 poin atau setara 0,61 persen ke posisi 2.534,356. Penguatan indeks dimotori oleh saham unggulan tertentu ini menjadi indikator pendukung rebound-nya indeks saham sore ini.

Selain itu, penguatan juga didukung oleh menghijaunya sejumlah sektor yang dipimpin oleh sektor manufaktur yang menguat hanya sebesar 6,26 poin, sedangkan saham sektor pertambangan dan perkebunan terkoreksi masing-masing 18 poin dan 4,72 poin. Sedangkan, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik tipis 0,718 poin ke posisi 417,182 dan indeks LQ45 naik 2,743 poin ke posisi 498,288.

Volume perdagangan saham Rabu (30/12/2009) sore tercatat sebanyak 2,803 miliar lembar saham senilai Rp2,111 triliun, dengan total transaksi mencapai 63.996 kali. Saham yang ditutup menguat 102 jenis saham, melemah 80 jenis saham, dan stagnan 84 jenis saham.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp850 ke posisi Rp21.550, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp750 menjadi Rp34.700, PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) naik Rp500 ke level Rp2.500, serta PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) naik Rp300 ke posisi Rp13.700.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TMBS) turun Rp800 ke posisi Rp3.250, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp150 ke posisi Rp31.800, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp100 ke posisi Rp22.750, dan PT Tri Polyta Indonesai Tbk (TPIA) turun Rp100 ke posisi Rp2.200.

Sementara itu bursa regional terpantau bergerak melemah, antara lain indeks Nikkei 255 anjlok 91,62 poin atau setara 0,86 persen ke posisi 10.546,44, indeks Shanghai Composite di China berhasil naik 50,84 poin ke posisi 3.262,60, dan indeks Hang Seng turun tipis 2,82 poin ke posisi 21.496,62. Namun, indeks Seoul Composite menguat 10,29 poin ke level 1.682,77.
(css)

 

lumayan dah … 311209 (catatan INVES JANGKA PANJANG gw)

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:35 am

kenapa gw bilang lumayan dah … karena gw uda itung-itungan ternyata IMBAL HASIL (realized gain) SEHARUSNYA DI ATAS 60% UNTUK MENGALAHKAN INFLASI INDONESIA PERTAHUNNYA … baca di link ini dah :

http://ekonomitakserius.blogspot.com/2010/01/blog-post.html

… lalu catatan investasi gw maseh gw tambah lage neh :

http://sahambumi.wordpress.com/2009/04/27/setelah-8-taon-gw-mulai-beli-peluang-saham-lage/ … link di atas merupakan CATATAN SEJARAH PENTING dalam hidup investasi gw : bumi gw beli di 1300 :

Date Open High Low Close Volume Adj Close*
27-Apr-09 1,330.00 1,330.00 1,270.00 1,290.00 332,479,000 1,260.33

…. hasil investasi jangka menengah s/d 30 Desember 2009 :

Last Trade: 2,425
Trade Time: 4:00AM ET
Change: Down 75 (3.00%)
Prev Close: 2,500
Open: 2,500
Bid: 2,400
Ask: 2,425

… GAIN = +86,53% (profits and potential profits)  dalam waktu 8 bulan : closely averaged at 10% per month … not so bad, I think 🙂

… padahal bumi sempat bertengger di rekor tertinggi 2009:

Day’s Range: 2,400 – 2,525
52wk Range: 385 – 3,475

… berarti pada saat rekor, gain gw saat itu = +167,30% (potential profits) … gw masuk setelah analisis fundamental, teknikal, dan ekonomi global secara intens selama 1 bulan, sejak Maret 2009, ternyata lumayan dah … tapi pengalaman investasi gw mah udah berjalan sejak gw maseh di SMA, karena gw punya hobi membaca koran lokal, dan majalah asing, terutama bagian ekonomi, bisnis, dan finansial … jadi cukup panjang persiapannya bo 🙂 … jejak rekam dan catatan pengalaman investasi gw bisa juga disimak dari 2 blog terdahulu gw : http://ekonomitakserius.blogspot.com/ dan http://ekonomitakseriuslagi.blogspot.com/
31/12/2009 – 16:01
Catatan Saham Setahun
BUMI Sempat Sentuh Rp3.475
Ahmad Munjin

(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Sepanjang 2009, PT Bumi Resources (BUMI) berhasil mencatatkan penguatan 157,9%. BUMI sempat mencapai posisi tertinggi di level Rp3.475 setelah mendapat suntikan dana CIC.

Pada awal perdagangan 2009, saham BUMI dibuka di level Rp960 dan ditutup di level Rp940 atau naik Rp30 (3,296%) dibandingkan penutupan 2008 di level Rp910. Harga tertingginya mencapai Rp1.000 dan terendahnya Rp890.

Kenaikan saham BUMI ditopang rencana pembelian secara langsung di pasar yang dilakukan PT Indonesia Heavy Equipment (IHE), sebuah perusahaan alat berat. IHE mengakuisisi hingga 45% saham BUMI di pasar.

Pembelian ini merupakan langkah cerdas. Sebab, dalam jangka panjang prospek saham ini sangat baik. Selain itu, karena harga di pasar lebih murah jika dibandingkan dengan harga negoisasi langsung dengan Grup Bakrie.

Sayangnya penguatan BUMI tidak berjalan lancar. Pada 16 Januari 2009, BUMI mengalami titik terendah di level Rp385. Ini merupakan angka terendah bukan hanya di 2009 tapi selama lima tahun terakhir sejak Januari 2004.

Saham sejuta umat ini mendapat pertolongan dari kenaikan harga komoditas dunia. Harga CPO di pasar derivatif Malaysia untuk perdagangan Februari-Maret menguat RM34 dan diperdagangkan di level RM1.840. Sedangkan harga emas terpantau naik 0,5% dan harga perak naik 0,8%. Di pasar Asia, saat itu, harga kontrak minyak mentah Nymex untuk Februari mengalami peningkatan tipis 15 sen menjadi US$35,55 per barel.

Setelah itu, harga saham emiten ini perlahan tapi pasti berada dalam trend penguatan hingga mencapai level Rp770 per lembar pada 3 Maret 2009. Pada 13 Mei BUMI sudah bertengger di level Rp2.200. Semester I 2009, BUMI mengalami kenaikan 104,4% dan pada Juni membagikan dividen sebesar Rp50,6 per lembar.

Setelah itu, BUMI berhasil mencapai harga tertinggi 2009 di level Rp3.475 pada 24 September. Kenaikan dipicu kabar anak usaha Bakrie ini mendapat suntikan dana dari China Investment Corporation (CIC) senilai US$1,9 miliar atau setara Rp19 triliun. Pasar memberi respon positif, mengingat dana itu akan digunakan untuk restrukturisasi utang dan belanja modal.

CIC merupakan raksasa bisnis China dalam bentuk instrumen utang jangka panjang. Komitmen suntikan modal ini terbagi dalam tiga termin. Masing-masing sekitar US$600 juta jatuh tempo selama 4 tahun, US$ 600 juta dalam 5 tahun, dan US$ 700 juta selama 6 tahun. Instrumen itu menggunakan kupon tahunan 12% dengan tingkat pengembalian investasi (internal rate return/IRR) 19% yang dibayar saat jatuh tempo.

Setelah itu, harga BUMI terus berada dalam tren pelemahan. Pada 10 November 2009, emiten ini ditutup di level Rp2.150. Koreksi ini merupakan pembalikan arah dari penguatan September dan Oktober.

Apalagi, utang dari CIC dinilai pasar justru akan membebani keuangan BUMI. Hingga 16 Desember 2009, saham BUMI ditutup di level 2.350 dengan penguatan year to date alias kenaikan sejak awal tahun sebesar 163,63%.

Pada hari terakhir perdagangan 2009, Rabu (30/12) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (3%) menjadi Rp2.425 dibandingkan hari sebelumnya di level Rp2.500. Namun sepanjang 2009 ini, BUMI menguat Rp1.485 (157,9%) dibandingkan awal tahun di level Rp940. [mdr]

… nah di REKSA DANA SAHAM gw JUGA BERHASIL MENELORKAN GAIN YANG TINGGI DALAM JANGKA PANJANG LIAT DI LINK INI : http://investasireksadanaindonesia09.blogspot.com/2009/12/data-nab-reksa-dana-gw-jelang-tutup.html