1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

lumayan dah … 311209 (catatan INVES JANGKA PANJANG gw) 31 Desember 2009

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:35 am

kenapa gw bilang lumayan dah … karena gw uda itung-itungan ternyata IMBAL HASIL (realized gain) SEHARUSNYA DI ATAS 60% UNTUK MENGALAHKAN INFLASI INDONESIA PERTAHUNNYA … baca di link ini dah :

http://ekonomitakserius.blogspot.com/2010/01/blog-post.html

… lalu catatan investasi gw maseh gw tambah lage neh :

http://sahambumi.wordpress.com/2009/04/27/setelah-8-taon-gw-mulai-beli-peluang-saham-lage/ … link di atas merupakan CATATAN SEJARAH PENTING dalam hidup investasi gw : bumi gw beli di 1300 :

Date Open High Low Close Volume Adj Close*
27-Apr-09 1,330.00 1,330.00 1,270.00 1,290.00 332,479,000 1,260.33

…. hasil investasi jangka menengah s/d 30 Desember 2009 :

Last Trade: 2,425
Trade Time: 4:00AM ET
Change: Down 75 (3.00%)
Prev Close: 2,500
Open: 2,500
Bid: 2,400
Ask: 2,425

… GAIN = +86,53% (profits and potential profits)  dalam waktu 8 bulan : closely averaged at 10% per month … not so bad, I think 🙂

… padahal bumi sempat bertengger di rekor tertinggi 2009:

Day’s Range: 2,400 – 2,525
52wk Range: 385 – 3,475

… berarti pada saat rekor, gain gw saat itu = +167,30% (potential profits) … gw masuk setelah analisis fundamental, teknikal, dan ekonomi global secara intens selama 1 bulan, sejak Maret 2009, ternyata lumayan dah … tapi pengalaman investasi gw mah udah berjalan sejak gw maseh di SMA, karena gw punya hobi membaca koran lokal, dan majalah asing, terutama bagian ekonomi, bisnis, dan finansial … jadi cukup panjang persiapannya bo 🙂 … jejak rekam dan catatan pengalaman investasi gw bisa juga disimak dari 2 blog terdahulu gw : http://ekonomitakserius.blogspot.com/ dan http://ekonomitakseriuslagi.blogspot.com/
31/12/2009 – 16:01
Catatan Saham Setahun
BUMI Sempat Sentuh Rp3.475
Ahmad Munjin

(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Sepanjang 2009, PT Bumi Resources (BUMI) berhasil mencatatkan penguatan 157,9%. BUMI sempat mencapai posisi tertinggi di level Rp3.475 setelah mendapat suntikan dana CIC.

Pada awal perdagangan 2009, saham BUMI dibuka di level Rp960 dan ditutup di level Rp940 atau naik Rp30 (3,296%) dibandingkan penutupan 2008 di level Rp910. Harga tertingginya mencapai Rp1.000 dan terendahnya Rp890.

Kenaikan saham BUMI ditopang rencana pembelian secara langsung di pasar yang dilakukan PT Indonesia Heavy Equipment (IHE), sebuah perusahaan alat berat. IHE mengakuisisi hingga 45% saham BUMI di pasar.

Pembelian ini merupakan langkah cerdas. Sebab, dalam jangka panjang prospek saham ini sangat baik. Selain itu, karena harga di pasar lebih murah jika dibandingkan dengan harga negoisasi langsung dengan Grup Bakrie.

Sayangnya penguatan BUMI tidak berjalan lancar. Pada 16 Januari 2009, BUMI mengalami titik terendah di level Rp385. Ini merupakan angka terendah bukan hanya di 2009 tapi selama lima tahun terakhir sejak Januari 2004.

Saham sejuta umat ini mendapat pertolongan dari kenaikan harga komoditas dunia. Harga CPO di pasar derivatif Malaysia untuk perdagangan Februari-Maret menguat RM34 dan diperdagangkan di level RM1.840. Sedangkan harga emas terpantau naik 0,5% dan harga perak naik 0,8%. Di pasar Asia, saat itu, harga kontrak minyak mentah Nymex untuk Februari mengalami peningkatan tipis 15 sen menjadi US$35,55 per barel.

Setelah itu, harga saham emiten ini perlahan tapi pasti berada dalam trend penguatan hingga mencapai level Rp770 per lembar pada 3 Maret 2009. Pada 13 Mei BUMI sudah bertengger di level Rp2.200. Semester I 2009, BUMI mengalami kenaikan 104,4% dan pada Juni membagikan dividen sebesar Rp50,6 per lembar.

Setelah itu, BUMI berhasil mencapai harga tertinggi 2009 di level Rp3.475 pada 24 September. Kenaikan dipicu kabar anak usaha Bakrie ini mendapat suntikan dana dari China Investment Corporation (CIC) senilai US$1,9 miliar atau setara Rp19 triliun. Pasar memberi respon positif, mengingat dana itu akan digunakan untuk restrukturisasi utang dan belanja modal.

CIC merupakan raksasa bisnis China dalam bentuk instrumen utang jangka panjang. Komitmen suntikan modal ini terbagi dalam tiga termin. Masing-masing sekitar US$600 juta jatuh tempo selama 4 tahun, US$ 600 juta dalam 5 tahun, dan US$ 700 juta selama 6 tahun. Instrumen itu menggunakan kupon tahunan 12% dengan tingkat pengembalian investasi (internal rate return/IRR) 19% yang dibayar saat jatuh tempo.

Setelah itu, harga BUMI terus berada dalam tren pelemahan. Pada 10 November 2009, emiten ini ditutup di level Rp2.150. Koreksi ini merupakan pembalikan arah dari penguatan September dan Oktober.

Apalagi, utang dari CIC dinilai pasar justru akan membebani keuangan BUMI. Hingga 16 Desember 2009, saham BUMI ditutup di level 2.350 dengan penguatan year to date alias kenaikan sejak awal tahun sebesar 163,63%.

Pada hari terakhir perdagangan 2009, Rabu (30/12) saham BUMI ditutup melemah Rp75 (3%) menjadi Rp2.425 dibandingkan hari sebelumnya di level Rp2.500. Namun sepanjang 2009 ini, BUMI menguat Rp1.485 (157,9%) dibandingkan awal tahun di level Rp940. [mdr]

… nah di REKSA DANA SAHAM gw JUGA BERHASIL MENELORKAN GAIN YANG TINGGI DALAM JANGKA PANJANG LIAT DI LINK INI : http://investasireksadanaindonesia09.blogspot.com/2009/12/data-nab-reksa-dana-gw-jelang-tutup.html

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s