1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

simbolis, ini intervensi juga sih … 030110 3 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:50 pm

Presiden SBY saat meresmikan pembukaan perdagangan BEI di Jakarta.
Presiden ke BEI, Indeks Naik 1,6 Persen
Tim Liputan 6 SCTV
Presiden SBY saat meresmikan pembukaan perdagangan BEI di Jakarta.

04/01/2010 10:48
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (4/1), membuka perdagangan hari pertama di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2010. Kedatangan Presiden di BEI tepat pukul 09:30 WIB, didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Di BEI, Presiden memencet tombol menandai dimulainya perdagangan saham, yang pada tahun lalu ditutup pada level 2.534. “Kinerja pasar modal kita menunjukkan prestasi yang membanggakan dengan mengalami peningkatan 87 persen. Hasil yang didapat di tengah krisis keuangan dunia ini patut disyukuri,” kata Presiden, sebagaimana dirilis Antara.

Presiden juga berharap kepada para pelaku dunia usaha, pelaku pasar modal dan manajemen BEI, untuk bisa bekerja lebih baik pada tahun ini, sehingga perdagangan saham berjalan lebih baik.

Sedangkan Menkeu Sri Mulyani mengatakan, prestasi BEI tahun lalu patut disambut gembira. Sepanjang 2009, jelas Sri Mulyani, kinerja BEI tercatat sebagai yang terbaik di ASEAN dan nomor dua di Asia Pasifik. Usai dibuka Presiden, indeks BEI naik 16 persen menjadi 2.550. (ETA)
03/01/2010 – 13:56
EKSKLUSIF
Besok, SBY Buka Bursa
Agustina Melani

(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani direncanakan akan membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (4/1) ini.

“Betul, perdagangan saham akan dibuka oleh Presiden SBY. Setiap tahun juga dibuka oleh presiden,” tutur Direktur Utama BEI Ito Warsito, saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (3/1).

Ito mengatakan, pada pembukaan perdagangan saham Senin besok, juga akan diselenggarakan dialog presiden dengan pelaku pasar modal.

Selain itu, rencananya pada pembukaan perdagangan saham ini juga akan diisi oleh penyanyi cilik Angel yang akan membawakan lagu karangan Presiden RI.

Seperti diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 2.534 pada 30 Desember 2009 naik sekitar 88% dibanding penutupan perdagangan saham pada 2008 yang berada di level 1.355. [mre/hid]
Minggu, 03/01/2010 15:36 WIB
Satu Pekan Mendatang, IHSG Tak Alami Perubahan
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Jelang perdagangan pasar bursa Senin (4/10/2010) mendatang, diperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak mengalami perubahan yang signifikan.

“Pasar saham tidak akan berpengaruh, terlebih saham-saham blue chips kita berbasis telkom, mining, perbankan. Tetap menjanjikan (pasar modal) dalam jangka pendek,” kata pengamat ekonomi Aviliani saat berbincang dengan detikFinance, Minggu (3/1/2010).

Ia menambahkan, tahun ini, Indonesia masih menjadi tempat menarik dalam investasi. Ini terkait belum membaiknya ekonomi dunia secara penuh, hingga investor tetap menatap Indonesia secara positif.

“Itung-itungan, Indonesia menarik, pertumbuhan akan tidak jauh beda di 2009, bahkan lebih baik. Namun, jika ekonomi dunia sudah pulih baru ekonomi Indonesia akan sedikit tersendat,” jelas Aviliani.

Namun, bagi perusahaan terbuka yang berbasis manufaktur tentu akan ada dampak. Terlebih telah terealisasinya komitmen Free Trade Agreement (FTA) ASEAN -China.

Pada penutupan perdagangan tahun lalu (30/12/2009), IHSG mencatat posisi tertinggi sepanjang 2009. IHSG ditutup menguat 15,362 poin (0,61%) ke level 2.534,356. Indeks LQ 45 juga menguat 2,743 poin (0,55%) ke level 498,288. Bahkan menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, IHSG menjadi salah satu indeks yang terbaik di dunia.

Namun perdagangan saham di hari terakhir 2009 sangat tipis, dengan frekuensi di seluruh pasar hanya 63.996 kali pada volume 2.803 juta lembar saham senilai Rp 2,111 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 70 saham turun dan 82 saham stagnan.
(wep/epi)
Senin, 04/01/2010 06:46 WIB

Memulai Tahun Macan, bursa dibuka RI-1 pagi ini

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (bisnis.com): Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.00 pagi ini akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka yang hadir pada pembukaan perdagangan di Tahun Macan ini akan berbatik ria.

Wartawan yang hadir pada pagi ini juga sudah diingatkan agar menggunakan busana batik oleh Media Relations Bursa Efek Indonesia. Resepsi pembukaan perdagangan mulai digelar sejak pukul 07.30 WIB.

“Pembukaan perdagangan tahun 2010 dibuka oleh Presiden Susilo bambang Yudhoyono. Dress code batik,” ungkap pesan pendek Media Relations BEI, kemarin.

Adapun, IHSG BEI pada akhir perdagangan 30 Desember 2009 ditutup dengan sorak-sorai, karena bertengger pada posisi 2.534,35 poin atau naik 86,90% dibandingkan dengan indeks penutupan pada akhir hari perdagangan tahun 2008 yang berada pada posisi 1.355,40.

Nilai kapitalisasi pasar dan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 86,41% dari Rp 1.076,5 triliun pada akhir perdagangan 2008 menjadi Rp2.006,7 triliun per 29 Desember 2009.

Adapun, dari sisi total nilai transaksi saham di BEI sampai dengan 29 Desember 2009 mencapai Rp973 triliun mengalami penurunan sebesar 8,6% dibandingkan dengan total nilai transaksi 2008 sebesar Rp1.064,50 triliun.

Selain itu, nilai transaksi rata-rata harian saham di BEI tahun ini juga mengalami penurunan sebesar 8,78%, dari Rp4,44 triliun per hari pada 2008 menjadi sebesar Rp4,05 triliun per hari pada 2009.

bisnis.com
Presiden Akan Buka Perdagangan Saham 2010
Presiden akan membuka perdagangan saham di BEI, hari ini, Senin 4 Januari pukul 09.30 WIB.
SENIN, 4 JANUARI 2010, 06:03 WIB
Arinto Tri Wibowo

Bursa efek Indonesia setelah dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
NAB Reksa Dana Syariah Tumbuh 161%
Kasus Sarijaya, Pukulan Bagi Bursa Saham
IHSG Naik, Menkeu Nyanyikan Lagu Tanah Air
Menkeu Minta Investor Hati-hati Berinvestasi
Lagu ‘Padamu Negeri’ Tutup Transaksi 2009
Web Tools

VIVAnews – Hari ini, Senin 4 Januari adalah awal masa perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 2010. Sebelumnya, masa perdagangan saham di BEI sepanjang 2009 ditutup pada Rabu 30 Desember.

Berbeda dengan saat ditutup oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelang akhir tahun lalu, perdagangan saham di BEI pada 2010 akan dibuka langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden dijadwalkan akan membuka perdagangan saham pukul 09.30 WIB.

“Betul, besok (hari ini) perdagangan akan dibuka oleh Presiden,” kata Direktur Utama BEI Ito Warsito dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews di Jakarta, Minggu malam 3 Januari 2010.

Sepanjang perdagangan 2009, indeks harga saham gabungan (IHSG) tumbuh 86,9 persen. Pertumbuhan IHSG itu menempati peringkat kedua terbaik di Asia Pasifik, setelah bursa Shenzen, China. Namun, untuk kawasan Asia Tenggara, IHSG tumbuh dengan kenaikan tertinggi.

Pada akhir transaksi 2009, IHSG bertengger di level 2.534,35 atau menguat 15,36 poin (0,6 persen). Sementara itu, pada akhir 2008, IHSG ditutup pada level 1.355,4.

Level IHSG pada akhir tahun tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang penutupan transaksi tahun lalu.

Sementara itu, indeks bursa Singapura sepanjang 2009 naik 63,4 persen dari level 1.761,56 pada akhir 2008 menjadi 2.879,76. Indeks bursa Malaysia terangkat 44,9 persen dari level 876,75 menjadi 1.271,12.

Nilai kapitalisasi pasar saham di BEI juga meningkat 86,41 persen menjadi Rp 2.006,7 triliun dibanding akhir 2008 sebesar Rp 1.076,5 triliun.

Total emisi obligasi, sukuk, dan efek beragun aset (EBA) yang tercatat di BEI sepanjang 2009 sebanyak 37 emisi senilai Rp 29,68 triliun. Emisi tersebut terdiri atas 27 obligasi senilai Rp 27,24 triliun, delapan sukuk Rp 1,98 triliun dan dua EBA sebesar Rp 460 miliar.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

 

analis pro PESIMIS atas isu politik … 030110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:56 am

03/01/2010 – 09:30
EKSKLUSIF
2010, IHSG Tumbuh 20 %
Mosi Retnani Fajarwati

INILAH.COM, Jakarta – Tahun ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mampu tumbuh hingga 20 % dibanding tahun 2009.

“Saya optimis, IHSG 2010 bisa tumbuh 20 persen. Namun dengan syarat keadaan politik stabil,” ujar pengamat pasar modal Felix Sindhunata kepada INILAH.COM, Sabtu (2/1).

Felix menjelaskan, kendati situasi politik hanya memberikan sentimen jangka pendek namun cukup memberi pengaruh pada pasar modal. “Keadaan politik itu bisa berubah-ubah, politikus ngomongnya bisa beda-beda,” ujarnya.

Beberapa situasi politik, menurut Felix, yang menjadi fokus pelaku pasar adalah kasus Century dan 100 hari kinerja Kabinet Indonesia Bersatu II.

Sementara untuk pembukaan perdagangan di awal tahun ini akan cenderung sepi, karena sentimen libur panjang masih merajai lantai bursa. “Volume perdagangan masih kurang, namun bursa masih akan dalam pengaruh sentimen Asia. Kalau Asia menguat maka indeks (IHSG) pasti mengikuti,” ujarnya.

Selain itu, penguatan harga minyak juga akan memberi pengaruh bagi gairah di lantai bursa awal tahun ini.

“Kalau January effect (memang) biasanya terjadi, tetapi itu bukan sesuatu yang bersifat absolut,” ujar Felix ketika dikonfirmasi apakah sentimen tersebut akan memberikan pengaruh bagi IHSG. [mre/hid]
Jika Politik Oke, Pasar Saham Terus Moncer
Rabu, 30 Desember 2009 | 12:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Para pelaku pasar modal berharap situasi politik di Indonesia pada 2010 lebih stabil. Sebab, stabilitas politik akan meningkatkan indek harga saham gabungan (IIHSG). Gonjang-ganjing skandal Bank Century yang memasuki ranah politik menyebabkan indeks harga saham menurun sejak pertengahan Oktober 2010.

“Sejak gaung skandal Century diketahui para pelaku bisnis, IHSG kita juga ikut turun pada pertengahan Oktober tahun ini. Padahal pada awal Oktober mencapai level tertinggi,” kata Presiden Direktur PT Kresna Graha Sekurindo Tbk Michael Steven di Jakarta, Rabu (30/12).

Pada 2009, indeks harga saham mencapai level tertinggi di 2.528,146 pada 6 Oktober, dan terendah 1.256, 109, pada 2 Maret lalu. Sementara, untuk April indeks berhasil naik paling tinggi sebesar 20,1 persen dan Oktober merupakan bulan terendah dengan penurunan 4 persen.

Penurunan indeks tersebut karena para investor sangat khawatir atas suhu politik di Indonesia terkait kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi dengan pihak kepolisian soal skandal Bank Century yang sudah masuk ke ranah politik.

Padahal, kata Michael, sejak pemilu legislatif dan pemilu presiden usai dengan aman dan lancar, indeks harga saham naik pesat. “Pada 2010, jika tidak ada kisruh politik, market kita akan terus tumbuh bahkan bisa mencapai 3.000-3.200,” ujar dia.

Di akhir 2009 ini, Michael menilai bila kondisi kisruh politik mereda dan skandal aliran dana Bank Century selesai, indeks harga saham seharusnya bisa menembus level 2.800 seperti di akhir 2007 lalu ketika indeks ditutup dengan kisaran 2.745,826.

Namun ternyata pada penutupan sesi pertama Rabu (30/12) indeks mencapai level tertinggi 2530. “Angka ini menjadi akhir bahagia bagi jatuh bangunnya IHSG sepanjang 2009,” kata dia.

Pada penutupan perdagangan tahun lalu, tepatnya 30 Desember 2008, indeks harga saham ditutup di level 1.355,408. Titik terendah sejak kejatuhan pasar modal tahun lalu terjadi pada 28 Oktober 2008. Ketika itu, indek ditutup di angka 1.111.

MUH SYAIFULLAH

 

SAHAM2 (contoh) BOBO dan CALON DIGORENG-gorenk 2.0 … 030110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 2:30 am
Date Open High Low Close Volume Adj Close*
30-Dec-09 2,000.00 2,500.00 2,000.00 2,500.00 93,500 2,500.00
29-Dec-09 1,690.00 2,000.00 1,510.00 2,000.00 252,000 2,000.00
28-Dec-09 1,350.00 1,620.00 1,350.00 1,620.00 97,500 1,620.00
23-Dec-09 1,200.00 1,300.00 1,200.00 1,300.00 81,000 1,300.00
22-Dec-09 1,010.00 1,200.00 1,010.00 1,010.00 0 1,010.00
21-Dec-09 1,010.00 1,200.00 1,010.00 1,010.00 0 1,010.00
17-Dec-09 1,010.00 1,250.00 1,010.00 1,010.00 0 1,010.00
16-Dec-09 1,190.00 1,200.00 1,010.00 1,200.00 83,500 1,200.00
15-Dec-09 1,000.00 1,000.00 1,000.00 1,000.00 50,000 1,000.00
14-Dec-09 1,000.00 1,190.00 1,000.00 1,190.00 26,000 1,190.00
11-Dec-09 1,000.00 1,200.00 1,000.00 1,000.00 0 1,000.00
9-Dec-09 1,200.00 1,200.00 1,200.00 1,200.00 1,000 1,200.00
8-Dec-09 1,000.00 1,000.00 1,000.00 1,000.00 11,000 1,000.00
7-Dec-09 1,150.00 1,150.00 1,140.00 1,140.00 3,500 1,140.00
4-Dec-09 1,180.00 1,180.00 1,180.00 1,180.00 0 1,180.00
3-Dec-09 800.00 950.00 800.00 800.00 0 800.00
2-Dec-09 1,150.00 1,150.00 1,150.00 1,150.00 0 1,150.00
1-Dec-09 1,150.00 1,150.00 1,150.00 1,150.00 0 1,150.00
30-Nov-09 750.00 750.00 750.00 750.00 0 750.00
26-Nov-09 900.00 1,000.00 900.00 900.00 0 900.00
25-Nov-09 950.00 950.00 950.00 950.00 1,000 950.00
24-Nov-09 950.00 1,050.00 950.00 950.00 0 950.00
23-Nov-09 1,000.00 1,080.00 1,000.00 1,000.00 0 1,000.00
20-Nov-09 1,100.00 1,100.00 1,100.00 1,100.00 0 1,100.00
19-Nov-09 920.00 1,140.00 920.00 920.00 0 920.00
18-Nov-09 870.00 1,140.00 870.00 870.00 0 870.00
17-Nov-09 920.00 1,200.00 920.00 920.00 0 920.00
16-Nov-09 870.00 1,200.00 870.00 870.00 0 870.00
13-Nov-09 1,150.00 1,150.00 1,150.00 1,150.00 6,000 1,150.00
12-Nov-09 950.00 1,430.00 950.00 950.00 0 950.00
11-Nov-09 870.00 1,150.00 870.00 870.00 0 870.00
10-Nov-09 1,150.00 1,150.00 1,150.00 1,150.00 5,000 1,150.00
6-Nov-09 1,800.00 1,800.00 1,800.00 1,800.00 0 1,800.00
5-Nov-09 1,800.00 1,800.00 1,800.00 1,800.00 0 1,800.00
4-Nov-09 1,800.00 1,800.00 1,800.00 1,800.00 0 1,800.00
3-Nov-09 1,500.00 1,500.00 1,500.00 1,500.00 0 1,500.00
29-Oct-09 1,250.00 1,250.00 1,250.00 1,250.00 0 1,250.00
28-Oct-09 1,500.00 1,500.00 1,500.00 1,500.00 0 1,500.00
27-Oct-09 1,500.00 1,500.00 1,500.00 1,500.00 0 1,500.00
23-Oct-09 1,200.00 1,800.00 1,200.00 1,200.00 0 1,200.00
22-Oct-09 1,150.00 1,800.00 1,150.00 1,150.00 0 1,150.00
21-Oct-09 1,800.00 1,800.00 1,800.00 1,800.00 0 1,800.00
19-Oct-09 1,800.00 1,800.00 1,800.00 1,800.00 0 1,800.00
16-Oct-09 1,500.00 1,500.00 1,500.00 1,500.00 0 1,500.00
15-Oct-09 1,150.00 1,500.00 1,150.00 1,150.00 0 1,150.00
14-Oct-09 1,200.00 1,500.00 1,200.00 1,200.00 0 1,200.00
13-Oct-09 1,800.00 1,800.00 1,800.00 1,800.00 0 1,800.00
12-Oct-09 1,850.00 1,850.00 1,850.00 1,850.00 0 1,850.00
9-Oct-09 1,800.00 1,800.00 1,800.00 1,800.00 0 1,800.00
8-Oct-09 1,400.00 1,800.00 1,400.00 1,400.00 0 1,400.00
7-Oct-09 1,500.00 1,500.00 1,500.00 1,500.00 2,000 1,500.00
6-Oct-09 1,150.00 1,800.00 1,150.00 1,150.00 0 1,150.00
5-Oct-09 1,500.00 1,500.00 1,500.00 1,500.00 1,000 1,500.00
2-Oct-09 1,400.00 1,790.00 1,400.00 1,400.00 0 1,400.00
1-Oct-09 1,400.00 1,800.00 1,400.00 1,400.00 0 1,400.00
30-Sep-09 2,000.00 2,000.00 1,450.00 1,500.00 12,500 1,500.00
29-Sep-09 2,000.00 2,000.00 2,000.00 2,000.00 0 2,000.00
28-Sep-09 2,000.00 2,000.00 2,000.00 2,000.00 0 2,000.00
17-Sep-09 2,000.00 2,000.00 2,000.00 2,000.00 0 2,000.00
14-Sep-09 2,000.00 2,000.00 2,000.00 2,000.00 0 2,000.00
10-Sep-09 2,000.00 2,000.00 2,000.00 2,000.00 0 2,000.00
8-Sep-09 1,900.00 1,900.00 1,900.00 1,900.00 0 1,900.00
1-Sep-09 2,000.00 2,000.00 2,000.00 2,000.00 0 2,000.00

Pergerakan Saham Dua Emiten Dinilai tidak Wajar
Rabu, 30 Desember 2009 14:45 WIB 290 Dibaca | 0 Komentar
JAKARTA–MI: Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau dan mengawasi pergerakan harga saham dua emiten yakni saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) dan PT Trada Maritim Tbk (TRAM) karena pergerakan harga saham kedua emiten ini di luar kebiasaan atau kewajaran (unusual market activity/UMA).

Direktur Utama BEI Ito Warsito, dalam keterbukaan informasinya, Rabu (30/12) mengatakan BEI telah meminta konfirmasi kepada manajemen PLIN pada 28 Desember 2009 dan saat ini bursa sedang menunggu jawaban permintaan konfirmasi dari perusahaan tersebut. Adapun informasi terakhir yang dipublikasikan bursa yakni pada 11 Desember 2009 mengenai laporan kepemilikan saham.

Selain itu BEI juga telah meminta konfirmasi kepada manajemen TRAM pada 15 Desember 2009 dan BEI masih menunggu jawaban konfirmasi tersebut. Adapun informasi terakhir yang dipublikasikan bursa yakni mengenai pencatatan saham. Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham PLIN dan TRAM tersebut, BEI saat ini sedang mencermati perkembangan harga dan aktivitas transaksi saham keduanya. Karena itu, investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya. (Ant/OL-06)

http://finance.yahoo.com/q/hp?s=TRAM.JK

… seperti yang gw pernah ocehin di link ini :  https://transaksisaham.wordpress.com/2009/12/19/saham2-contoh-bobo-dan-calon-digoreng-gorenk-191209/ maka saham2 bobo berpotensi untuk digorenk-goreng dah … pada PLIN sering tercatat 0 transaksi sejak 1 September 2009 … ini menunjukkan bahwa PLIN memang tergolong saham suka bobo-bobo siang … sementara TRAM adalah saham baru yang maseh aktif … tapi pergerakan PLIN tidak terlalu melebihi harga beli pada sekira pekan 1 September 2009 … tapi tetap lumayan bwat yang beli di sekira harga 1000 perak …

 

GD di mata broker sekaligus investor … 030110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 1:57 am

Sabtu, 02/01/2010 09:19 WIB

Di pasar modal, Gus Dur is the real businessman

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (bisnis.com): Almarhum KH Abdurrahman Wahid dinilai oleh para pelaku pasar modal sebagai The real businessman yang dibutuhkan sebagai pemimpin di Indonesia.

“Gus Dur itu kreatif, inovatif, dan selalu melakukan terobosan serta cepat dalam mengambil keputusan. Memang benar-benar sebagai the real businessman,” kata Wijaya Subekti, CEO Kim Eng Securities kepada bisnis.com hari ini.

Wijaya dimintai komentarnya mengenai kenangan para pelaku pasar modal terhadap Gus Dur ketika menjadi presiden. Ketika itu indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi yang tak diduga terkait dengan pernyataan Presiden Abdurrahman Wahid.

Seorang pelaku pasar modal, Zulfiyan Alamsyah, ketika itu sebagai managing director PT Sari Jaya Securities, mengeluhkan sikap Gus Dur yang membuat pernyataan di luar dugaan sehingga berdampak negatif terhadap bursa. “Bisa nggak sih dia [Gus Dur] itu gak usah ngomong, pengaruhnya kan besar sekali terhadap bursa,” keluhnya.

Eksekutif di perusaahan semen yang induknya telah go public juga menyatakan bahwa pasar pelaku pasar modal tentu merasa kehilangan seorang mantan presiden yang pernah mewarnai perkembangan pasar modal di Indonesia.

Seorang pengamat pasar modal lainnya berpendapat bahwa sebenarnya banyak peluang yang bisa diraih investor mencermati pasar modal ketika Gus Dur menjadi presiden. “Pasar bisa tiba-tiba naik dan seketika turun, itu kan fluktuasi yang bisa dijadikan peluang untuk berinvestasi di pasar modal,” kata pengamat yang pernah menjadi investor dan juga santri tersebut. (ln)

bisnis.com