1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

tokyo niru wall street, kapan JSEX neh … 050110 5 Januari 2010

Filed under: Transaksi Super Cepat — bumi2009fans @ 11:19 pm

[ Selasa, 05 Januari 2010 ]
Berlakukan Sistem Baru, Trading di TSE Butuh Waktu Sangat Singkat
TOKYO – Bursa saham terbesar di Asia, Tokyo Stock Exchange (TSE), memberlakukan sistem trading baru mulai kemarin (4/1). Sistem itu akan memungkinkan proses trading butuh waktu sangat singkat, hanya lima milidetik.

Rekor trading tercepat tersebut 600 kali lebih cepat dari 2-3 detik yang dibutuhkan pada sistem umumnya, seperti di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kecepatan ini setara dengan bursa saham New York dan London. “Kami saat ini tengah melakukan pemeriksaan terakhir untuk sistem yang disebut Arrowhead itu,” ujar seorang jubir TSE seperti dilansir Reuters kemarin.

Arrowhead akan mempermudah sistem trading berfrekuensi tinggi melalui komputer. Sistem ini menggunakan alogaritma untuk memperdagangkan saham dalam hitungan milidetik. Sehingga memperoleh keuntungan dari penyebaran yang kecil dan menghindari ketidakseimbangan pasar.

Bulan lalu, TSE terpaksa membayar kerugian hingga USD 120,5 juta kepada Mizuho Securities karena kesalahan sistem trading yang terjadi pada 2005. TSE juga pernah memotong jam trading pada 2006 karena skandal akunting Liverdoor Co yang memicu jual besar-besaran saham perusahaan internet itu. Pasalnya, TSE tak mampu menahan panic selling para investor. (rtr/ap/kim)

Iklan
 

2600 sang akhirnya DATANG LAGI … 050110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:48 pm

Hebat, IHSG Tembus 2.600!
Selasa, 5 Januari 2010 – 12:10 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso – Okezone

Papan Perdagangan IHSG. Foto: Koran SI
JAKARTA – Penutupan indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi siang kian menanjak dan berhasil sentuh level 2.600. Terpantau, sejumlah saham unggulan yang bergerak di jalur hijau dan pergerakan saham bursa di kawasan Asia Pasifik menguat hingga memberikan imbas positif pada indeks siang ini.

Namun, saham sektor perbankan cenderung mengalami koreksi hingga siang ini, sedangkan saham sejuta umat PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat dan masuk jajaran top gainer.

IHSG pada penutupan perdagangan Selasa (5/1/2010) siang ditutup naik 25,300 poin atau 0,98 persen ke posisi 2.600,713. Jakarta Islamic Indeks (JII) menguat 6,472 poin ke posisi 429,878 dan indeks LQ45 ikut naik 5,361 ke posisi 513,275. Terpantau sejumlah sektor saham di BEI cenderung bergerak menguat, namun saham sektor perkebunan terlihat melemah 6,229 poin siang ini.

Volume perdagangan tercatat 3,655 miliar lembar saham senilai Rp2,946 triliun, dengan total frekuensi siang ini mencapai 71.107 Sejumlah saham yang ditutup menguat 117 jenis saham, melemah 41 jenis saham, dan stagnan 61 jenis saham.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp850 ke posisi Rp32.900, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp400 ke posisi Rp16.100, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp300 ke posisi Rp11.350, dan saham BUMI naik Rp250 ke posisi Rp2.675.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) turun Rp250 ke posisi Rp1.200, PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) turun Rp50 ke posisi Rp520, dan PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) turun Rp50 ke posisi Rp1.800.
(ade)

05/01/2010 – 17:27
IHSG Ditutup Menguat ke 2.600
Pamor Tambang-BUMI Bertahan
Asteria
INILAH.COM, Jakarta – Hari kedua perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju dan bertengger di atas 2.600. Pamor saham tambang dan BUMI masih bertahan memimpin penguatan.

Pada perdagangan Selasa (5/1), IHSG  ditutup menguat 29,864 poin (1,15%) ke level 2.605,277. Indeks LQ 45  juga naik 6,355 poin (1,25%) ke 514,269 dan Jakarta Islamic Indeks (JII)  naik 7,289 poin ke posisi 430,695.
Bursa saham lokal dibuka menguat 0,70% ke level 2.592 dan terus naik hingga sesi siang bertengger di angka 2.600. Bertebarannya sentimen positif di lantai bursa, membangkitkan minat investor untuk melakukan aksi beli. IHSG pun berhasil ditutup di 2.605.

Seorang pengamat pasar modal mengatakan, penguatan bursa regional Asia, menyusul naiknya Wall Street sebesar 1% akibat data sektor manufaktur AS yang di atas ekpektasi, menjadi pemicu pergerakan IHSG hingga akhir transaksi. “Data ini mengindikasikan pemulihan ekonomi global, sehingga investor menjadi lebih berani masuk pasar,” ujarnya.

Ekspektasi positif ini mendorong naiknya harga berbagai komoditas di pasar dunia, seperti harga minyak yang naik 2,7% ke level di atas US$81 per barel. Demikian juga harga nikel yang menguat 2,5%, timah terangkat 2,9% dan CPO naik 3,4%.

Sedangkan dari dalam negeri, inflasi 2009 yang terkontrol sebesar 2,78%, terendah dalam 10 tahun terakhir, turut mendukung penguatan bursa. Apalagi cadangan devisa Indonesia yang hingga akhir 2009 mencapai US$65,9 miliar, diperkirakan naik menjadi US$73 miliar di 2010. “BI optimistis rupiah bakal terus menguat atas dolar AS,” paparnya.

Semua sektor terpantau menguat, dengan pertambangan memimpin kenaikan 2,6%, disusul perdagangan menguat 1,9%, perkebunan 1,7%, dan konsumsi 1,6%. Demikian pula sektor properti yang naik 1,5%, industri dasar 1,2%, manufaktur 1,1%, infrastruktur 0,6%, finansial 0,5% dan sektor aneka industri yang naik 0,34%.

Saham tambang yang menguat antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.250 ke level Rp 33.300, PT Timah (TINS) menguat Rp50 ke Rp2.175, dan PT Adaro Energy (ADRO) terangkat Rp40 ke Rp1.790.

Sedangkan PT Bumi Resources (BUMI) yang naik Rp250 (10,30%) ke Rp2.675, mendominasi transaksi siang ini. Nilai transaksi emiten primadona ini tercatat mencapai Rp1,720 triliun atau 33% total transaksi. Penguatan BUMI mengangat saham Bakrie lainnya.

Saham PT Bakrie & Brothers (BNBR) naik 4,65% ke Rp90, PT Bakrieland Development (ELTY) terangkat 10,25% ke Rp215, PT Bakrie Telecom (BTEL) menguat 3,52% menjadi Rp147, PT Energi Mega Persada (ENRG) naik 2,59% menjadi Rp198, PT Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) melambung 6,7% ke Rp630 dan PT Darma Henwa (DEWA) naik 4,5% ke Rp140.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia sudah mulai bergairah, dimana volume transaksi tercatat 5,922 miliar lembar saham, senilai Rp 5,162 triliun dengan frekuensi 123.647 kali. Sebanyak 136 saham naik, 64 saham turun dan 56 stagnan.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Delta Djakarta (DLTA) menguat Rp2.000 ke Rp64.000, PT United Tractors (UNTR) naik Rp400 ke Rp16.100, PT Unilever (UNVR) terangkat Rp350 ke Rp11.400, PT Indocement (INTP) naik Rp200 ke Rp14.050, PT Astra Agro (AALI) naik Rp350 ke Rp24.200, dan PT Matahari Department Store (LPPF) naik Rp190 ke Rp1.000.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Gudang Garam (GGRM) turun Rp50 ke Rp21.750, PT Astra Otoparts (AUTO) anjlok Rp50 ke Rp5.700, PT Dian Swastatika (DSSA) melemah Rp50 ke Rp5.550, PT Bank Mandiri (BMRI) terkoreksi Rp50 ke Rp4.875, PT International Nickel (INCO) drop Rp50 ke Rp3.825 dan PT Lippo General Insurance (LPGI) turun Rp50 ke posisi Rp520.

Bursa regional Asia didominasi penguatan. Hanya indeks Kospi di bursa Korea Selatan yang melemah 5,52 poin (0,3%) ke level 1.690,62. Sedangkan indeks Hang Seng naik 456,3 poin (2,09%) ke level 22.279,58, indeks Nikkei-225 naik 27,04 poin (0,25%) ke level 10.681,83 dan indeks Straits Times naik 22,45 poin (0,78%) ke level 2.917,00. [mdr]

 

abis cerah, terbit mendunk … 050110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:11 am

Selasa, 05/01/2010 00:00 WIB

Bursa jaga optimisme
Turki, Brasil, Indonesia, dan Korsel jadi pilihan

oleh :

JAKARTA: Bursa saham membuka lembaran transaksi 2010 dengan kenaikan 1,62% (41,057 poin) ke level 2.575,41 menyusul optimisme berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional dan inflasi rendah tahun lalu.

Level itu merupakan posisi penutupan tertinggi sejak 12 Maret 2008 ketika IHSG ditutup di level 2.556. Di bursa Asia, kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin merupakan yang tertinggi kedua setelah indeks saham Vietnam yang naik 4,5%.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pelaku pasar agar tetap memelihara optimisme dan harapan positif dalam menghadapi kondisi sulit.

“Jangan pernah kita kehilangan optimisme. itu sangat penting. Kalau kita optimistis, kita sudah mencapai saparuh kemenangan,” ujarnya saat berdialog dengan pelaku pasar modal di BEI setelah membuka perdagangan saham, kemarin.

Pembukaan perdagangan saham awal tahun ini disambut dengan senyum karena adanya optimisme perekonomian dan terlepas dari belenggu krisis global.

Hal itu, lanjutnya, berbeda dengan situasi saat dia membuka perdagangan bursa di tempat yang sama pada 5 Januari 2009. Saat itu pelaku pasar diliputi kecemasan terhadap ancaman krisis perekonomian global.

“Tahun lalu di ruangan ini [gedung BEI], 5 Januari 2009, saya menyampaikan hal yang sama karena saya tahu, hati kita dirundung kecemasan situasi dunia yang tidak menentu. Kini, saya ikut bergembira melihat perdagangan hari pertama BEI yang lebih tenang, optimistis, dan punya harapan baru,” tutur Kepala Negara.

Presiden juga menyatakan cadangan devisa Indonesia yang ideal adalah sebesar US$100 miliar dari posisi saat ini US$65 miliar. Dia mengatakan jumlah tersebut sangat optimal untuk mendukung perekonomian Indonesia yang saat ini tergolong cukup besar. Adapun cadangan devisa yang ada saat ini dinilai belum optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Optimisme Presiden itu seiring dengan ekspektasi Credit Suisse Group AG. Dalam ulasannya, seperti dikutip Bloomberg, Credit Suisse memperkirakan saham di bursa emerging market bisa mencetak gain lebih dari 20% pada tahun ini, sehingga memperbesar rekor pertumbuhan tahunan.

Hal itu ditopang oleh pemulihan ekonomi AS yang berkelanjutan. Indeks MSCI Emerging Markets naik 0,9% ke posisi tertinggi dalam 17 bulan ke level 998.17 kemarin. Indeks itu tahun ini diperkirakan naik 21% ke posisi 1,200, level seperti pada Juni 2008.

Credit Suisse menetapkan bursa saham di Turki, Brasil, Indonesia, dan Korea Selatan sebagai pilihan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menambahkan pemerintah akan menggenjot komunikasi dan koordinasi dengan pelaku pasar modal untuk meningkatkan peran pasar modal dalam menggerakkan sektor riil.

Pemerintah, ujarnya, akan terus menjaga perekonomian dan kondisi pasar modal di Tanah Air agar tidak terjadi seperti krisis di Dubai dan penurunan peringkat surat utang di Yunani. Krisis itu juga dapat terjadi di Indonesia apabila Indonesia lengah.

Optimisme berlanjut

Analis PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono menilai kenaikan IHSG kemarin didorong optimisme berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional dan global pascaresesi global, di samping sentimen positif inflasi rendah.

“Pengumuman inflasi 2009 yang hanya sebesar 2,78% menambah keyakinan investor bahwa Bank Indonesia masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah beberapa waktu mendatang,” paparnya.

Manajer Investasi PT AAA Securities Tunggul F. Silaban menambahkan pergantian tahun yang diwarnai dengan tingginya intensitas politik memaksa para pengelola dana menunggu situasi terlebih dahulu, dengan tidak banyak memasukkan dana ke pasar. “Kalau indeks naik tinggi di tengah nilai transaksi yang tipis, pemodal biasanya berhati-hati.”

Pada perdagangan kemarin, kehati-hatian pemodal, dengan mengambil strategi menunggu dan mencermati (wait and see), tecermin dari kecilnya nilai transaksi harian senilai Rp2,37 triliun. Rata-rata nilai transaksi bursa tahun lalu berkisar Rp5 triliun.

Tunggul menjelaskan batas toleransi pemodal saat ini masih sempit karena tingginya sensitivitas terhadap isu politik nasional. Kondisi tersebut dikhawatirkan memperlemah energi January effect tahun ini.

“Faktor politik yang bergejolak bisa membuat fenomena Efek Januari tertekan. Karena itu pemodal di tengah kondisi sekarang akan merealisasikan keuntungan ketika portofolionya sudah membukukan laba transaksi 5%.”

Pada perdagangan kemarin, pemodal asing membukukan pembelian bersih Rp390 miliar. Bursa Asia bergerak variatif seperti indeks Hang Seng yang melemah 0,23%, Nikkei-225 naik 1,03%, dan Kospi menguat 0,79%. (wisnu.wijaya@bisnis.co.id)

Reportase: Bambang P. Jatmiko/ Arif Gunawan S./Sylviana Pravita R.K.N./Irsad Sati/Linda T. Silitonga

Oleh Wisnu Wijaya

Bisnis Indonesia

bisnis.com

PREDIKSI INVESTOR DAILY 5 Januari 2010: Waspadai Profit Taking Indeks
05/01/2010 07:42:28 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) rawan terkena aksi ambil untung (profit taking) setelah enam hari berturut-turut menguat. Pada perdagangan kemarin, indeks naik 41,06 poin (1,62%) menjadi 2.575,41.

“Meskipun sudah menguat dalam enam hari berturut-turut, indeks tetap berpeluang melanjutkan penguatan. Namun, pemodal harus tetap mewaspadai aksi ambil untung sampai hari ini,” ujar analis Bumiputera Capital Indonesia Rahardian Setyasmoro kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (4/1).

Dia mengatakan, penguatan harga minyak di pasar global bisa menjadi salah satu penopang penguatan indeks. Selain itu, datra inflasi per Desember 2009 di bawah ekspektasi pelaku pasar juga bakal berdampak positif terhadap saham-saham perbankan. Sebab, rendahnya inflasi akan mendorong Bank Indonesia tetap mempertahankan tingkat suku bunga pada posisi 6,5%.

Secara teknikal, menurut Rahardian, investor disarankan tetap mewaspadai aksi ambil untung, karena kenaikan indeks sudah terlalu tinggi. Hari ini, indeks mulai konsolidasi menuju level resistence 2.600. Indeks akan bergerak pada level support pertama 2.547 dan kedua 2.518 dengan resistance pertama 2.590 dan kedua 2.600.  (epa)


REKOMENDASI SAHAM INVESTOR DAILY 5 Januari 2010
05/01/2010 07:43:21 WIB
Trimegah Securities
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bergerak pada kisaran 2.540-2.600. Pada perdagangan kemarin, indeks berhasil menguat yang ditopang saham-saham unggulan. Meskipun demikian, volume dan nilai perdagangan saham kemarin masih di bawah rata-rata dan stochastic yang berada di area oversold perlu menjadi perhatian pemodal.

Optima Sekuritas
Indeks berhasil menguat 1.6% menuju level 2.575 pada perdagangan kemarin. Kenaikan indeks ditopang saham unggulan, khususnya saham sektor bank, menyusul rilis data inflasi tahun 2009 mencapai 2,78% atau terendah selama 10 tahun terakhir. Rendahnya laju inflasi menjadi sentimen positif untuk perdagangan saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga, seperti saham bank, automotif, semen, dan properti. Adapun hari ini, indeks kemungkinan melanjutkan penguatan menuju level 2.600.

Kresna Graha Securities
Kenaikan indeks pada perdagangan kemarin diproyeksikan berlanjut hingga hari ini. Potensi penguatan indeks ditunjukkan indikator RSI yang berada pada mid point 64,5 dan indikator MACD berada pada posisi 17,8 bisa memicu penguatan indeks. Hari ini, indeks bakal bergerak pada kisaran 2.547-2.590. Pemodal bisa mencermati saham TLKM, JSMR, dan SMCB.

Erdhika Elit Sekuritas
Secara teknikal, indeks berpotensi bearish reversal pada perdagangan hari ini. Indeks berpeluang bergerak pada kisaran 2.507-2.587 setelah ditutup naik 41,06 poin menjadi 2.575,41 pada perdagangan kemarin. Pemodal dapat mencermati saham PGAS dan ADRO sepanjang hari ini.