1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ihsg dilanda ambil laba … 060110 6 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:43 pm

Transaksi BEI Rp 5,1 Triliun
Investor Asing Net Buying Rp 644 Miliar
Meski IHSG akhirnya melemah, minat asing untuk mengakumulasi beli saham masih cukup besar.
RABU, 6 JANUARI 2010, 16:27 WIB
Arinto Tri Wibowo

Pialang di lantai Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
Tembus 2.600, IHSG Tertinggi Sejak Maret 2008
Investor Asing Net Buying Rp 390 Miliar
Prestasi Bursa 2009, Tak Sentuh Sektor Riil
3 Resep SBY Selamatkan Indonesia dari Krisis
Lagu SBY Menggema Saat Pembukaan Bursa 2010
Web Tools

VIVAnews – Sepanjang transaksi Rabu 6 Januari 2010, investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan nilai transaksi pembelian saham yang cukup besar.

Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) akhirnya ditutup melemah 1,98 poin (0,07 persen) ke level 2.603,29, minat asing untuk mengakumulasi beli saham masih cukup besar.

Berdasarkan data transaksi di BEI, investor asing membukukan pembelian saham di pasar reguler senilai Rp 1,43 triliun dan penjualan Rp 789,62 miliar. Dari data tersebut, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buying) sekitar Rp 644 miliar.

Investor asing memborong saham sebanyak 1,48 juta lot dengan frekuensi 17.784 kali. Sementara itu, volume penjualan hanya 806,57 ribu lot dengan frekuensi 7.131 kali.

Broker asing yang mencatatkan nilai transaksi terbesar adalah PT Kim Eng Securities (ZP) senilai Rp 652,03 miliar, PT Credit Suisse Securities Indonesia (CS) sebesar Rp 638,82 miliar, dan PT CLSA Indonesia (KZ) membukukan Rp 617,95 miliar.

Sedangkan PT CIMB Securites Indonesia (YU) mencatatkan nilai transaksi Rp 526,74 miliar.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
06/01/2010 – 16:05
BUMI Tak Mampu Topang Indeks
IHSG Berakhir Runtuh 1,98 Poin
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Walaupun saham Bumi Resources Tbk (BUMI) berada dalam zona hijau, namun kegigihan BUMI tak mampu topang  indeks. IHSG pun berakhir runtuh 1,98 poin (0,08%) ke level 2.603,3.

Walaupun indeks dalam zona merah, namun nilai transkasi dan volume perdagangan masih menggeliat. Terbukti, volume perdagangan menyentuh 5,286 miliar lembar saham dengan nilai Rp4,765 triliun yang ditopang oleh 94 saham menguat, 98 saham koreksi dan 71 saham masih stagnan.

Satu hari perdagangan kali ini di hari ketiga perdagangan IHSG, sektor komoditas pun tak mampu menjadi lokomotif bagi indeks. Sektor pertambangan beakhir posifit naik 31,56 poin ke level 2.345, bergitu juga dengan sektor pertanian naik 13,66 poin ke level 1.848. Sayang, sektor perbankan koreksi 3,03 poin ke level 307,89.

Di sisi lain, indeks saham LQ45 berakhir turun 1,05 poin ke level 513,21, namun tak begitu dengan indeks saham JII naik 1,19 poin ke level 431.

Adapun saham-saham yang masuk dalam top gainer antara lain, Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) naik Rp400 ke Rp18.200, PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp150 ke Rp14.200, serta Bumi Resources Tbk (BUMI) pun naik Rp90 ke Rp2.750.

Sementara itu, saham-saham yang masuk dalam top looser antara lain, Delta Djakarta (DLTA) turun Rp1.000 ke p63.000, Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp450 ke Rp21.300, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp300 ke Rp33.000, serta Astra Internasional Tbk (ASII) pun koreksi Rp200 ke Rp35.300. [san/cms]

06/01/2010 – 12:06
Merah di Asia
IHSG Sesi 1 Ditutup Lesu 1,31 Poin
Susan Silaban

(inilah.com /Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Sudah dua hari pada awal 2010, indeks melaju kencang hingga menebus 2.600 dan kini dilanda aksi profit taking. IHSGsesi 1 pun ditutup koreksi tipis 1,31 poin (0,05%) ke level 2.603,97.

Indeks pun merah sendirian dibandingkan indeks di kawasan Asia. Analis CIMB Securities Mastono Ali memprediksi, pagi ini sepertinya memberikan insentif beli bagi indek pada sesi pagi ini, namun ada peluang mengalami profit taking memasuki sesi siang dan closing karena BI rate nanti siang yang sepertinya akan bertahan di 6.5% sudah diprediksi oleh pasar dan tidak terpengaruh besar.

Separuh hari ini, nilai transaksi dan volume perdagangan cukup besar. Nilai transaksi bisa menebus Rp2,852 triliun dengan volume perdagangan mencapai 3,298 miliar lembar saham yang ditopang oleh 74 saham melanjutkan penguatan, 86 saham kembali melemah, dan 74 saham masih stagnan.

Aksi profit taking oleh sejumlah sektor perkebunan tak mampu menjadi lokomotif indeks. Terbukti, sektor perkebunan tak bernyali ditutup koreksi 1,70 poin ke level 1.833,56. Lain halnya dengan sektor pertambangan yang mampu naik 14,21 poin ke level 2.328,32. Sayang sektor perbankan pun ditutup koreksi 2,42 poin ke level 308,5.

Begitu juga dengan saham-saham yang bergabung dalam LQ45 pun koreksi tipis 0,48% ke level 513,78, namun indeks saham JII berhasil menguat 0,94 poin ke level 431.

Siang ini, ada saham-saham yang masuk dalam top gainer antara lain, Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naikRp450 ke Rp33.750, Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) pun berhasil naik Rp300 ke Rp18.100, Semen Gresik Tbk (SMGR) naik Rp200 ke Rp7.900, Astra International Tbk (ASII) pun naik Rp50 ke Rp35.550,

Sementara itu, saham-saham yang masuk dalam top Looser, yakni PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) turun Rp1.000 ke Rp63.000, Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp200 ke Rp21.550, Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 100 ke Rp4.775. [san/cms]
Sesi I Tutup
Meski Terkoreksi, IHSG Tetap di Level 2.600
Sedangkan bursa Asia saat IHSG tutup bergerak positif seperti indeks Hang Seng dan Nikkei.
RABU, 6 JANUARI 2010, 12:15 WIB
Antique

Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
IHSG Tembus Level 2.600
IHSG Menguat 22 Poin
Sempat Merah, IHSG Tembus Level Tertinggi
Sempat Terkoreksi, IHSG Masih Kuat
Saham Komoditas Angkat IHSG
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali terkoreksi, setelah dua hari terakhir berhasil menembus level tertinggi baru.

Menurut riset PT CIMB Securities Indonesia yang diterima VIVAnews hari ini, peluang aksi ambil untung (profit taking) investor dalam memasuki sesi siang sudah diprediksi sebelumnya. Pasalnya, suku bunga acuan BI rate yang akan diumumkan siang ini sudah diprediksi.

Sekuritas tersebut mengakui, pasar sudah memprediksikan BI rate akan bertahan di 6,5 persen, sehingga tidak berpengaruh besar terhadap pergerakan IHSG.

Indeks akhir sesi I Rabu, 6 Januari 2010, melemah 1,31 poin atau 0,06 persen ke level 2.603,97, dari awal transaksi pagi tadi yang menguat 6,63 poin (0,25 persen) ke level 2.611,91.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 3,02 triliun dan volume tercatat 6,65 juta lot, dengan frekuensi 75.234 kali. Sebanyak 74 saham menguat, 87 melemah, 73 stagnan, serta 245 saham tidak terjadi transaksi.

Saham-saham unggulan yang melemah cukup besar antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp 200 (0,91 persen) di posisi Rp 21.550, PT United Tractors Tbk (UNTR) terkoreksi Rp 100 atau 0,62 persen menjadi Rp 16.00, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah Rp 100 (2,05 persen) ke level Rp 4.775.

Sedangkan bursa Asia saat IHSG tutup bergerak positif. Indeks Hang Seng naik 186,17 poin (0,84 persen) di posisi 22.465,75, Nikkei 225 terangkat 72,59 atau 0,68 persen menjadi 10.754,42, dan Staits Times menguat 14,77 (0,51 persen) ke level 2.935,00.

Sementara itu, berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg, rupiah pukul 12.00 WIB, berada di posisi 9.290 per dolar AS. Sedangkan menurut data RTI, mata uang lokal tersebut berada di level 9.306/US$.

antique.putra@vivanews.com
Rabu, 06/01/2010 12:07 WIB

Saham bank giring IHSG turun 0,05% ke 2.603,97

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) turun tipis 0,05% atau 1,31 poin ke level 2.603,97 pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, saham perbankan memimpin penurunan.

Sebanyak 82 saham tercatat turun, lebih banyak dari jumlah saham yang membukukan kenaikan sebanyak 69 saham. Sebanyak 244 saham lainnya stagnan. Indeks menjejak ke level tertingginya hari ini di level 2.622,12, dan terendah 2.599,63 setelah dibuka di level 2.605,48.

Saham tiga bank terbesar nasional memimpin penurunan indeks. Saham PT Bank Central Asia Tbk turun Rp125 menjadi Rp4.975, mengurangi indeks 3,97 poin. Di belakangnya, saham PT Bank Mandiri Tbk yang turun Rp75 menjadi Rp4.800 mengurangi indeks 2,03 poin, disusul saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang turun Rp100 menjadi Rp7.750. Saham BRI menggerus indeks 1,59 poin.

Kenaikan saham berbasis energi tak kuasa menahan penurunan saham perbankan. Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Semen Gresik Tbk menjadi pemimpin kenaikan indeks dengan kontribusi sebesar 1,58 poin dan 1,16 poin. Harga saham PGAS naik Rp50 ke level Rp4.000, sedangkan saham SMGR naik Rp150 menjadi Rp7.850.

Saham produsen batu bara yang kemarin membawa IHSG menembus level psikologis 2.600, siang ini masih menguat. Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk naik Rp300 ke level Rp18.100, PT Indo Tambangraya Megah Tbk melonjak Rp450 menjadi Rp33.750, PT Bumi Resources Tbk juga naik Rp25 menjadi Rp2.700, sedangkan saham PT Adaro Energy Tbk merangkak Rp10 menjadi Rp1.800. Saham PTBA menambah indeks sebesar 0,90 poin, ITMG 0,66 poin, BUMi 0,63 poin, sedangkan ADRO 0,42 poin.

bisnis.com

• VIVAnews

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s