1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

mendunk itu tak urunk datank lage … 070110 7 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 1:46 pm

Aksi Ambil Untung Tekan Indeks
Kamis, 07 Januari 2010 | 12:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Turunnya harga minyak ke level US$ 82,7 per barel Kamis siang (7/1) dipasar Asia, dan aksi ambil untung yang dilakukan para investor seiring jatuhnya sebagian bursa regional, memicu penurunan indeks dibawah level 2.600.

Alhasil, pada perdagangan sesi pertama siang ini indeks harga saham gabungan Bursa Efek Indonesia merosot 16,675 poin atau 0,64 persen ke level 2.586,622.

Volume perdagangan mencaai 2,8 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,3 triliun, serta frekwensi sebanyak 51,1 ribu kali. Sebanyak 84 saham mengalami koreksi, dan 62 saham naik, serta 63 saham tidak mengalami perubahan. Investor asiang masih membukukan pembeilain bersih senilai Rp 225,99 miliar.

Niali tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga pukul 12:20 WIB berada di level 9.225, atau kembali menguat 30 poin dari penutupan kemarin di 9.255 per dolar AS.

Analis dari PT BNI Securities, Maxi Liesyapura mengemukakan, melonjaknya harga minyak US$ 83,18 per barel semalam di pasar New York, serta menguatnya bursa regional disesi pagi sebenarnya masih bisa menjadi sentimen positif bagi indeks. “Menguatnya harga komoditas minyak, serta logam juga menjadi sentimen poitif bagi bursa,” ujarnya.

Namun Maxi juga mengingatkan kepada investor harus tetap waspada akan aksi ambil untung setelah indeks naik cukup tinggi dalam dua hari pertama perdagangan tahun ini.Sehingga bisa menekan indeks hari ini.

Saham-saham yang turut menekan indeks kali ini antara lain: Bumi Resources turun Rp 25 menajdi Rp 2.725, Telkom turun Rp 100 menjadi Rp 9.400, Bank Mandiri melemah Rp 125 menjadi Rp 4.675, PGAS terkoreksi Rp 50 menjadi Rp 4000, Astra International melorot Rp 500 menjadi Rp 34.800, Bank BRI turun Rp 150 menjadi Rp 7.600, serta United Tractor turun Rp 250 menjaid RP 15.800 per saham.

VIVA B KUSNANDAR

Kamis, 07/01/2010 16:32 WIB

IHSG turun 0,68% ke 2.586,89 terseret regional

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) gagal bertahan di level 2.600 hari ini setelah turun 0,68% atau 16,40 ke level 2.586,89 pada penutupan perdagangan sore ini.

Penurunan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dan PT Astra International Tbk menjadi penyebabnya, meskipun tertahan oleh kenaikan saham berbasis komoditas batu bara dan minyak sawit (crude palm oil/CPO).

Penurunan IHSG agaknya juga terbawa suasana rekannya di kawasan. Berdasarkan pemantauan Bloomberg terhadap 20 indeks bursa yang ada di Asia Pasifik, hanya empat indeks yang berhasil menghijau. Hingga berita ini diturunkan, ada sebagian bursa yang perdagangannya masih berlangsung.

Indeks yang berhasil membukukan kenaikan itu adalah Topix sebesar 0,08% ke level 931,85, NZX 50 Selandia Baru 0,40% ke level 3.284,81, PSEi Filipina 1,25% ke level 3.077,78, dan Karachi 100 di Pakistan yang naik 0,34% ke level 9.759,96.

Mayoritas memerah seperti IHSG, dengan penurunan terbesar dialami indeks Shenzen Composite sebesar 1,93% ke level 1.179,99 dan indeks Shanghai Composite 1,89% ke level 3.192,78.

Di pasar domestik, sebanyak 96 saham turun, jauh melampaui jumlah saham yang naik sebanyak 69 saham. Sebanyak 230 saham di Bursa Efek Indonesia yang diikutkan dalam perhitungan IHSG ditutup stagnan dibandingkan dengan penutupan sebelumnya.

Tak berbeda dengan posisi penutupan siang, saham Telkom mendominasi penurunan indeks. Harga sahamnya yang turun Rp250 menjadi Rp9.250 mengurangi indeks sebesar 6,56 poin. Di belakangnya saham Astra menekan indeks 5,80 poin setelah harganya turun Rp1.100 menjadi Rp34.200.

Saham PT Bank Mandiri Tbk ikut memberi sumbangan dengan penurunan 2,03 poin setelah harganya turun Rp75 menjadi Rp4.725. Kenaikan saham anak usahanya yakni PT Astra Agro Lestari Tbk mengurangi kejatuhan indeks.

Harga saham Astra Agro yang naik Rp950 menjadi Rp25.050 menambah indeks 1,95 poin. Saham PT Adaro Energy Tbk juga naik Rp40 menjadi Rp1.840, sehingga menyumbang kenaikan indeks sebesar 1,67 poin.

bisnis.com
Kamis, 07/01/2010 16:11 WIB
IHSG Kehilangan 16 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh semakin dalam pada perdagangan sesi II dan ditutup kehilangan 16 poin mengikuti bursa-bursa regional Asia dan Eropa yang juga berkutat di zona merah sepanjang perdagangan hari ini.

Volume transaksi mulai menurun tipis lantaran perburuan saham-saham Bakrie 7 yang biasanya mendominasi, kini mengendur. Nilai transaksi mengalami penurunan cukup besar karena menurun drastisnya aktivitas transaksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi di bawah Rp 1 triliun.

Aktivitas transaksi saham-saham unggulan lainnya juga mengendur. Konsentrasi transaksi terjadi pada saham-saham di bawah Rp 5.000, sehingga membuat nilai transaksi di seluruh pasar menyusut.

Dari 10 indeks saham sektoral, hanya indeks saham sektor perkebunan yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 75,524 poin (4,08%) ke level 1.924,467. Indeks saham pertambangan yang pada sesi I berada di zona merah, di akhir perdagangan berbalik arah ke zona hijau, naik tipis 0,364 poin (0,01%) ke level 2.346,033.

Perdagangan hari ini berjalan tanpa perlawanan dari pihak pembeli, meskipun IHSG sempat berada di zona hijau pada awal perdagangan. Namun tekanan jual tampak mendominasi perdagangan, sehingga IHSG tak mampu lepas dari zona merah.

Pada perdagangan Kamis (7/1/2010), IHSG ditutup melemah 16,402 poin (0,64%) ke level 2.586,895. Indeks LQ 45 juga melemah 3,762 poin (0,74%) ke level 509,446. Rentang pergerakan IHSG pada sesi I hari ini berada dalam kisaran 2.570,273 dan 2.611,603.

Seluruh bursa-bursa regional Asia juga mengalami koreksi setelah rally panjang sejak sebelum tutup tahun.

Indeks Hang Seng turun 147,22 poin (0,66%) ke level 22.269,45.
Indeks Nikkei-225 turun 49,79 poin (0,46%) ke level 10.681,66.
Indeks Straits Times turun 19,06 poin (0,65%) ke level 2.911,43.
Indeks KOSPI turun 21,87 poin (1,28%) ke level 1.683,45.

Perdagangan saham hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 88.921 kali pada volume 4,887 miliar lembar saham senilai Rp 4,013 triliun. Sebanyak 73 saham naik, 110 saham turun dan 72 saham stagnan.

Saham-saham yang mengalami kenaikan harga di top gainer antara lain Astra Agro (AALI) naik Rp 950 ke Rp 25.050, Lonsum (LSIP) naik Rp 500 ke Rp 9.200, Sinar Mas Agri Resources (SMAR) naik Rp 200 ke Rp 2.900, Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 150 ke Rp 2.975, Hexindo (HEXA) naik Rp 100 ke Rp 3.425, Indocement (INTP) naik Rp 200 ke Rp 14.400.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 20.900, Astra International (ASII) turun Rp 1.100 ke Rp 34.200, Bir Bintang (MLBI) turun Rp 300 ke Rp 176.700, Bayan (BYAN) turun Rp 250 ke Rp 5.550, United Tractors (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 15.850, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 32.600, Anker Bir (DLTA) turun Rp 900 ke Rp 62.100.
(dro/qom)

07/01/2010 – 13:01
IHSG Jebol ke Bawah 2.600, Ada Potensi ‘Rebound’
Ahmad Munjin

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Pertahanan IHSG di atas 2.600 akhirnya jebol juga. Tekanan jual mewarnai pasar, setelah indeks naik signifikan 7 hari berturut-turut. Namun, analis memprediksi, ada potensi rebound hingga akhir perdagangan.

Pada Kamis (7/1) sesi pertama, IHSG  melemah 16,675 poin (0,64%) ke level 2.586,622. Indeks saham unggulan LQ 45  juga melemah 3,540 poin (0,68%) ke level 509,668.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia, dimana volume transaksi tercatat 2,798 miliar lembar saham, senilai Rp 2,299 triliun saham dan frekuensi 51.090 kali. Sebanyak 64 saham naik, 96 saham turun dan 66 saham stagnan.

Hampir semua sektor memerah, kecuali perkebunan yang masih terpantau menguat. Saham sektor finansial memimpin penurunan dengan anjlok 1,4%, disusul aneka industri melemah 1,2%, perdagangan 1,03%, serta infrastruktur dan konsumsi 0,8%. Demikian pula sektor manufaktur turun 0,7%, tambang 0,13%, serta properti dan industri dasar melemah 0,1%.

Saham CPO masih menguat, akibat bertahannya sentimen positif kenaikan harga komoditas perkebunan tersebut. PT Astra Argo Lestari (AALI) naik 3,7% ke Rp25.000, PT London Sumatra (LSIP) naik 5,7% menjadi Rp9.200 dan PT Sampoerna Agro (SGRO) naik 4,42% ke Rp2.950
Budi Ruseno, analis senior dari PT Bhakti Capital memperkirakan pergerakan indeks bisa berbalik arah, dan bergerak variatif cenderung menguat (mixed to higher). “Indeks akan bergerak pada kiasran support 2.580 dan 2.630 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (7/1).

Menurutnya, salah satu pemicu penguatan IHSG berasal dari penguatan nilai tukar rupiah yang mengarah ke level 9.000 per dolar AS. Selain itu naiknya harga minyak dunia yang saat ini berada di level US$83 per barel .
Harga minyak masih di perdagangkan mendekati level tertinggi dalam 14 bulan, seiring prediksi cuaca yang semakin dingin di AS dan China, konsumer energy terbesar dunia. Harga minyak mentah naik 0,02% ke US$83,2 barel, CPO naik 16,5% ke RM3.206/MT, nikel naik 2,4% menjadi US$19,155/MT, dan timah naik 2,6% ke US$17,825/MT.

Namun, perkembangan bursa regional yang cenderung variatif, setelah beberapa hari terakhir menguat serta technical correction beberapa saham karena valuasi harganya yang overbought, akan menekan indeks. “Sehingga, IHSG akan bergerak variatif cenderung menguat, pada kisaran yang sempit,” paparnya.

Terkait dengan naiknya harga komoditas, ia memprediksikan, sektor saham komoditas baik pertambangan dan perkebunan, masih berpotensi menjadi penggerak indeks hari ini.

Adapun saham-saham pilihan Budi adalah PT Indo Tambangraya Megah (ITMG), PT Bukit Asam (PTBA), dan PT Astra Agro Lestari (AALI). “Saya rekomendasikan short term trading untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya.
Di sisi lain, Henan Putihrai Securities memperkirakan, IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Apresiasi terhadap nilai tukar rupiah di tengah naiknya harga komoditas global, akan berimbas positif terhadap indeks. “IHSG kemungkinan bergerak pada kisaran 2.570/2.587-2.621/2.639,” ungkapnya dalam riset, Kamis (7/1).

Dari sisi teknikal, terutama dengan menggunakan candlestick chart, Indeks membentuk pola spinning tops. Secara teoritis pola ini mengindikasikan neutral lines.

Jika indeks benar-benar melemah, maka target penurunannya adalah support I dan II serta berikutnya 2.511, yang merupakan middleline dari bollinger band. “Namun apabila indeks sanggup bertahan, maka target kenaikannya adalah resistance I dan II hari ini,” ulasnya.

Siang ini, saham-saham unggulan yang melemah cukup besar antara lain PT Gudang Garam (GGRM) turun Rp500 di posisi Rp20.800, PT Astra International (ASII) terkoreksi Rp500 menjadi Rp34.800, PT Bayan (BYAN) anjlok Rp250 ke Rp5.550, PT United Tractors ( UNTR) melemah Rp250 ke level Rp15.800 dan PT Indo Tambang (ITMG) turun Rp200 ke Rp32.800. [ast/mdr]

07/01/2010 – 12:05
Kembali ke 2.500
IHSG Ditutup Runtuh 16,68 Poin
Susan Silaban

(inilah.com /Dokumen)
INILAH.COM, Jakarta – Adanya pemburuan saham-saham berkapilitasi besar membuat indeks terkoreksi. Indeks  sesi 1 pun berakhir turun 16,68 poin (0,64%) ke level 2.586,62. IHSG pun kembali ke level 2.500.

Setengah hari perdagangan keempat pada 2010 ini, sektor pertanian yang masing menghijau tak mampu menjadi penggerak indeks. Sektor pertanian pun tembus 77,40 poin ke level 1.926, sayang sektor pertambangan ditengah gairahnya harga minyak malah anjlok 3,20 poin ke level 2.342.

Bukan hanya itu saja, indeks saham JII pun koreksi 1,41 poin ke level 430 dan indeks saham LQ45 pun terkulai turun 3,54 poin ke level 509,67. Namun, nilai dan volume transaksi di lantai bursa cukup besar mencapai Rp2,216 triliun dengan 2,76 miliar lembar saham.

Adapun saham-saham yang menjadi top gainer, antara lain Astra Agro Lestari Tbk (AALI) ditutup naik Rp900 ke Rp25.000, PP London SUmatera Tbk (LSIP) naik Rp500 ke Rp9.200, Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) naik Rp100 ke RP14.300 serta Bisi International Tbk (BISI) naik Rp50 ke Rp1.550.

Saham-saham yang masuk dalam top looser antara lain, Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp500 ke Rp20.800, Astra International Tbk (ASII) turun Rp500 ke Rp34.800, Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) turun Rp300 ke Rp176.700, serta Bumi Reosurces Tbk (BUMI) turun Rp25 ke Rp2.725. [san/cms]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s