1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

PULIH rekan INFLASI musuh INVESTASI … 070110 7 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:44 pm

Harga Saham di Semester II 2010 Diprediksi Terjadi Koreksi
Rabu, 06 Januari 2010
Oleh : Army Meidinasari
Di awal tahun 2010, bursa efek Indonesia tampak bergairah. Pada hari pertama diperdagangan (4 Januari) setelah libur Tahun Baru, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 41,057 poin (I,62%) ke level 2.575,41. Kemudian, hari berikutnya naik lagi 29,86 poin ke level 2.605.28. Sayang, tanggal 6 Januari 2010 terkoreksi tipis 1,9 poin.

Melhat tren indek saham tersebut, analis Riset PT Paramitra Alfa Sekuritas Pardomuan Sihombing memprediksi, terdapat dua pola harga indeks saham tahun ini. Semester pertama akan cenderung naik dan semester kedua akan terjadi koreksi. Pardomuan mengungkapkan hal tersebut ketika dihubungi pada Rabu (6/1).

Menurut Pardomuan, memprediksi kenaikan indeks harga saham, harus memperhatikan dua faktor: yaitu faktor eksternal dan internal. Yang termasuk dalam faktor eksternal adalah pemulihan ekonomi secara global, fluktuasi harga komoditi, serta tingkat suku bunga The Fed. Sementara faktor internal adalah tingkat suku bunga BI, pertumbuhan ekonomi, kinerja emiten, dan masalah politik.

Untuk faktor eksternal, ia menambahkan, apabila suku bunga The Fed tetap pada angka 0,25 % atau tidak naik, harga indeks saham akan cenderung naik. Sementara, untuk faktor internal, apabila pemulihan ekonomi berjalan, maka inflasi akan naik, dan tingkat suku bunga pun ikut naik. Tingkat suku bunga yang naik akan memberikan sentimen negatif pada penanaman modal atau saham. “Jadi kondisi yang kedua ini yang akan kita waspadai. Dan diperkirakan akan terjadi pada semester II 2010.” ujarnya. Untuk semester pertama, indeks saham masih cenderung naik karena tingkat suku bunga BI masih bertahan di level 6,5%.

Dalam kondisi recovery, disarankan bagi investor untuk memilih saham-saham yang memiliki kapitalisasi besar. Perusahaan tersebut masih mampu defensif karena sudah memiliki market share yang pasti. Sementara, sektor yang disarankan adalah sektor infrastruktur, konsumsi, dan banking. Untuk sektor yang mungkin harus diwaspadai adalah sektor pertambangan, komoditi, dan perkebunan. “Misalnya sektor komoditi, apabila recovery ekonomi tidak berjalan, harganya bisa drop. Pasalnya, suplai barang tidak berimbang (lebih tinggi) dengan demand yang berkurang. Akibatnya, akan terjadi oversupply yang menyebabkan harga turun,” tutur Pardomuan.

Selain memilih saham tertentu, investor juga harus peka terhadap risiko yang mungkin terjadi. Sama seperti faktor yang mempengaruhi harga saham, risiko bagi investor juga dipengaruhi secara internal dan eskternal. Risiko eksternal, misalnya, recovery yang lambat, masalah Dubai World, serta inflasi yang mungkin terjadi. Sedangkan risiko internal: masalah politik serta tingkat suku bunga BI.

(swa)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s