1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

analis pro MELONGOK di balik kelambu … 110110 11 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:53 am

Senin, 11/01/2010 00:00 WIB

Pemodal cermati kinerja emiten

oleh :

JAKARTA: Tren kenaikan bursa awal tahun diperkirakan berlanjut seiring dengan ekspektasi kinerja positif emiten nasional sepanjang tahun lalu, yang tecermin dalam laporan keuangan per Desember 2009.

Sikap pemodal mengantisipasi kinerja fundamental emiten berpotensi menjadi pendorong kenaikan (rally) lanjutan indeks harga saham gabungan (IHSG) menuju titik psikologis 2.600.

Analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi mengatakan secara umum pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga menjadi landasan penguatan indeks adlam jangka menengah, selama negara maju belum menaikkan suku bunga moneternya yang menjadi acuan investasi.

“Investor percaya Januari menjadi momentum beli terutama jika kinerja emiten per 2009 terbukti positif. Sebaliknya jika laporan keuangan di bawah ekspektasi dan ekonomi negara maju pulih lebih cepat dari perkiraan, koreksi bisa terjadi,” tuturnya kepada Bisnis kemarin.

Pemulihan ekonomi global yang berbarengan dengan mulai naiknya suku bunga negara maju, lanjutnya, bisa menimbulkan peralihan dana asing yang selama ini menyerbu bursa Indonesia dan negara berkembang lainnya.

Pemodal global dipastikan memilih pasar modal negara maju karena memiliki likuiditas yang lebih tinggi dari bursa negara berkembang. “Hanya saja, data pemulihan ekonomi global itu sampai sekarang masih diragukan apakah benarbenar sudah stabil,” ujar Akhmad.

Akhmad memperkirakan fluktuasi bursa akan mulai mewarnai perdagangan sepanjang pekan ini, menyusul tarikmenarik antara investor yang masuk untuk menjaring gain selanjutnya, dan investor yang telah mengambil posisi beli sejak pergantian tahun.

“Jika level psikologis 2.600 lewat pekan ini, IHSG berpotensi menguji level psikologis selanjutnya pada 2700. Rentang pergerakan secara teknis antara 2.550 dan 2.650.”

Meski demikian, Akhmad menyarankan pemodal memperhatikan intensitas di ranah politik terkait dengan polemik PT Bank Century Tbk dan evaluasi 100 hari kinerja presiden SBY dan kabinetnya.

Sentimen positif bursa global mendorong indeks Dow Jones meningkat 0,11% (11,33 poin) ke level 10.618,19 pada akhir pekan lalu. Mayoritas bursa regional juga menguat seperti indeks Hang Seng yang naik 0,12%, Nikkei225 melonjak 1,09%, dan KOSPI tumbuh 0,7%.

Selain itu, harga surat utang negara (SUN) di pasar sekunder diprediksi menguat pekan ini dan menekan imbal hasilnya (yield) sebesar 15 basis poin (bps) hingga 30 bps. Hal itu diprediksi akan terjadi akibat masih adanya efek positif January effect yang sudah terjadi mulai pekan lalu.

January effect merupakan pembelian kembali yang marak terjadi pada awal tahun karena sudah menjual instrumen investasinya pada akhir tahun.

Head of Pricing PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) Ronny Wicaksono mengatakan peningkatan harga SUN akan terjadi pascapelelangan yang akan dilakukan pemerintah besok (Selasa). Pemerintah akan melelang SUN senilai Rp5 triliun.

“Perdagangan ramai sekali pada pekan ini [lalu], mencapai Rp6 triliunRp7 triliun, kalau pekan depan [ini] masih positif pascalelang tetapi tidak akan seramai pekan lalu,” ujarnya.

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

bisnis.com

 

koreksi itu SEHAT, wajar dan NIKMAT … 110110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:17 am

11/01/2010 – 06:07
Awas! IHSG Cenderung ‘Overbought’
Wahid Ma’ruf

INILAH.COM, Jakarta – Pasar saham diawal pekan ini akan menguji level 2.630-2.640. Sementara untuk level support berada di 2.580-2.600 dengan kecenderungan IHSG ^JKSE mulaioverbought.
Hal itu dikatakan analis saham Panin Securities Purwoko Sartono di Jakarta kemarin. “Saat ini indeks berada dalam trend bullish baik untuk jangka pendek ataupun menengah. Meski demikian perlu diperhatikan beberapa saham unggulan yang saat ini menjadi motor pendorong indeks sudah mulai overbought,” katanya.

IHSG sepanjang pekan lalu mengalami kenaikan +3,16% dari pembukaan 2.534,36 hingga penutupan 2.614,37. Naiknya indeks didorong oleh kenaikan saham-saham perkebunan dan pertambangan, seiring dengan ekspektasi naiknya demand akan komoditas di tahun ini. Pulihnya perekonomian dunia dari resesi global membawa optimisme kegiatan manufaktur akan meningkat sehingga permintaan akan metal dan energi juga naik. [hid]
11/01/2010 – 05:54
Rekomendasi Saham Pekan Ini
Sabar, Akan Ada Koreksi Dulu
Jagad Ananda

INILAH.COM, Jakarta – Indeks Dow Jones, yang akhir pekan lalu ditutup menguat, membuat optimisme di pasar domestik semakin menebal. Mereka yakin, indeks saham lokal masih mengalami bullish.

Maklum, biasanya, jika di akhir pekan bursa Wall Street membiru, di awal pekan Bursa Efek Indonesia akan mengkuti jejaknya. Hanya saja, kali ini ada sesuatu yang bakal mengganjal penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yakni aksi profit taking.

Aksi ambil untung ini sangat mungkin terjadi karena gain yang bisa dipetik investor sudah cukup tebal. Pembeli saham PT Bumi Resources (BUMI) di akhir tahun misalnya, kini bisa melepasnya dengan mengantungi capital gain 20%.

Sementara untuk saham PT Bakrieland Development (ELTY) keuntungan yang diraih mencapai 21% dan dari PT Adaro Energy (ADRO) mencapai kisaran 13%.
Itu hanya sebagian kecil contoh dari saham-saham yang sudah menguat. Makanya kemungkinan bursa terkoreksi di awal pekan, cukup terbuka. “Tapi setelah itu indeks akan kembali menanjak,” kata seorang analis dari perusahaan sekuritas asing.

Berdasarkan perkiraan itulah, ia memprediksikan indeks di minggu ke dua 2010 ini akan bergerak di kisaran 2.550-2.650. Ke depannya, memang akan berfluktuasi, namun sang analis percaya di akhir bulan, IHSG akan melampaui level psikologis anyarnya, 2.700.

Ada sejumlah faktor yang akan menjadi penentu indeks ke depan. Salah satunya kondisi bursa di AS. Selama pemulihan ekonomi di negeri Paman Sam ini belum berlangsung mulus, pasar sahamnya pun akan terus bergoyang. Ini otomatis akan berdampak langsung para Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain itu, harga minyak dunia juga merupakan faktor lainnya yang berpengaruh besar. Pandangan tentang penguatan harga si emas hitam ini, memang, terbelah. Ada yang bilang ini merupakan gejala sementara karena kenaikan terjadi bukan lantaran meningkatnya permintaan, tapi lebih disebabkan oleh permainan para spekulan.

Artinya, tanpa terduga, harga minyak bisa turun secara signifikan, kapan saja. Sementara bagi yang memandang kenaikan ini sebagai pemulihan ekonomi begitu yakin, tak lama lagi harga minyak akan menembus US$ 90 per barel.

Mana yang benar? Kita lihat saja nanti. Yang pasti, kenaikan harga minyak inilah yang akan menopang indeks untuk tetap berada di jalur hijau. Ini secara otomatis akan mengerek harga saham pertambangan, perkebunan alat berat dan otomotif. “Belilah setelah haganya terkoreksi,” kata seorang kepala riset. [mdr]

 

ekh, ternyata, gw pernah isenk … 

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:55 am

https://transaksisaham.wordpress.com/2009/04/02/tetaplah-mencintaiku-risky-dow-8000-is-here-now/ ; link ini adalah posting gw soal PREDIKSI (yang ringan dan lucu) TINGKAT DOW JONES INDUSTRIAL AVERAGE di bursa saham amrik … well sekarang indeks saham amrik itu sudah berlabuh di 10600-an  … fyi aja lah …
Wall St hits new highs on recovery hopes

Fri, Jan 8 2010
By Edward Krudy
NEW YORK (Reuters) – U.S. stocks rose on Friday after trading in the red most of the day as investors concluded weak December jobs data wouldn’t interrupt a trend of steady economic recovery.
The S&P 500 and the Dow hit new 15-month highs while the Nasdaq climbed to its highest level in 16 months. Friday closed a strong week for U.S. stocks with the S&P 500 climbing all five sessions.
The economy unexpectedly shed 85,000 jobs in December, the Labor Department reported, but analysts said this was not inconsistent with a slowly recovering economy as the pace of monthly jobs losses have declined sharply since the height of the recession.
In addition, November’s payrolls report was revised to a gain in jobs, bolstering that view.
“I don’t think that we should expect that we’re going to go up in a straight line,” said Linda Duessel, market strategist at Federated Investors in Pittsburgh. “Last month of course was revised up. This one will probably get revised at least in a more positive direction.”
The Dow Jones industrial average rose 11.33 points, or 0.11 percent, at 10,618.19. The Standard & Poor’s 500 Index climbed 3.29 points, or 0.29 percent, at 1,144.98. The Nasdaq Composite Index added 17.12 points, or 0.74 percent, at 2,317.17.
Analysts polled by Reuters had expected no non-farm job losses in December from the previous month. A weaker report is also supportive of the view that Federal Reserve will keep interest rates low for a prolonged period, which is favorable for stocks.
Losses were also curbed after shipping company United Parcel Service Inc boosted its fourth-quarter outlook and said it will cut 1,800 jobs. Its shares rose nearly 5 percent and lifted hopes of strong corporate earnings when Alcoa Inc kicks off the reporting season on Monday.
The first week of the year got off to a positive start. For the week the Dow rose 1.8 percent, the S&P added 2.7 percent, while the Nasdaq rose 2 percent.
The news from UPS also helped shares in rival Fedex Corp, which rose 2.5 percent to $84.99, and boosted the Dow Jones Transportation average 1.8 percent.
Both UPS and FedEx are economic bellwethers because they reflect trends in business and consumer spending.
Biotechnology companies were among top gainers on the Nasdaq.
Teva Pharmaceutical Industries Ltd gained 4.4 percent to $59.34 a day after the world’s largest generic drugmaker set a revenue target for 2015 of $31 billion, more than double its current annual amount.
Genzyme Corp advanced for a second day after a source said billionaire investor Carl Icahn was considering a proxy battle at the biotech company. Genzyme was up 5.2 percent to $53.81 after a 4.4 percent advance on Thursday.
Also helping the Nasdaq, Morgan Stanley started the healthcare services sector with an ‘attractive’ view. Part of that call included an ‘overweight’ rating for Express Scripts, which rose 3.4 percent to $91.65.
Investors will now turn their attention to reports on fourth-quarter earnings, which starts with Alcoa after the bell on Monday.
Since the start of the year, analysts have revised up their earnings estimates for seven out of ten S&P sectors. Healthcare, financials, and consumer staples are the only three sectors to see declines, according to Bespoke Investment Group.
Alcoa’s shares rose 2.5 percent to $17.02.
Volume was light on the New York Stock Exchange, with slightly less than 1 billion shares changing hands, compared with last year’s estimated daily average of 2.18 billion. On the Nasdaq, about 2.16 billion shares traded, above last year’s daily average of 1.63 billion.
Advancing stocks outnumbered declining ones on the NYSE by a ratio of about 3 to 2, while advancing stocks beat decliners on the Nasdaq by about 7 to 4.
(Reporting by Edward Krudy; Editing by Kenneth Barry)