1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

imink-iming doank (25) … 120110 12 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 3:45 pm

Selasa, 12/01/2010 15:27 WIB
Saham Energi Penopang Utama Pergerakan IHSG di 2010
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bisa menyentuh level 3.000 seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan sebesar 5,5% di 2010. Saham-saham sektor energi menjadi penopang utama pergerakan IHSG tahun ini.

Demikian disampaikan pengamat pasar modal Pribadi Agung Sujagad dalam diskusi Outlook Pasar Modal Indonesia 2010 di hotel Dharmawangsa Jalan Brawijaya Jakarta Selasa (12/1/2010).

Menurutnya, seiring pemulihan ekonomi 2010, kebutuhan energi akan kembali meningkat. Saham-saham sektor energi ia proyeksikan memiliki prospek yang menarik.

“Likuiditas saham-saham ini juga memadai,” katanya.

Emiten yang bergerak di bidang Batubara, secara keseluruhan juga masih sangat atraktif. Saham-saham seperti BUMI, ADRO. ITMG, dan PTBA jadi pilihan investasi yang menjanjikan di 2010.

“Dengan likuiditas yang baik atas saham sektor migas dan batu bara, kami perkirakan indeks bisa mencapai 3.000 pada tahun ini,” ujarnya.

Kendati demikian, ia melihat laju kenaikan IHSG berpotensi menemui hambatan, terutama di triwulan I-2010. Menurutnya, kenaikan IHSG secara cepat bakal memiliki peluang terjadinya aksi ambil untung (profit taking) yang berujung pada koreksi.

“Indeks berpotensi terkoreksi pada triwulan I-2010 dari posisi saat ini di level 2.600,” tambahnya.

Namun ia tetap optimis kalau secara keseluruhan pergerakan IHSG sepanjang 2010 akan berada pada tren positif. Pendorong utamanya, lanjutnya, tentu pertumbuhan ekonomi yang terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi.

Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan bakal sebesar 5,5% di 2010. Ini, lanjutnya, akan mendorong kinerja fundamental yang positif pada emiten-emiten di pasar modal dan tentunya akan mendorong harga-harga saham naik sehingga bisa membuat IHSG menyentuh level 3.000.

Selasa, 12/01/2010 15:25 WIB

IHSG diproyeksi tembus level 3.000 tahun ini

oleh : Sylviana Pravita R.K.N.

JAKARTA (Bisnis.com): Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi mampu menembus level 3.000 tahun ini ditopang oleh saham energi, yaitu migas dan batu bara. Saham ELSA, MEDC, PGAS, BUMI, ADRO, ITMG, dan PTBA direkomendasikan pada Tahun Macan ini.

Partner Asia Financial Network (AFN) Pribadi Agung Sujagad mengatakan pada tahun ini IHSG berpotensi kuat menuju level 3.000 dengan likuiditas yang lebih besar dibandingkan dengan tahun lalu.

Alasannya, pada tahun lalu IHSG bergerak dari level 1.377 di awal tahun, sempat menyentuh level terendah di 1.244,80 pada Maret 2009, tapi akhirnya bergerak ke level sekitar 2.500 pada penutupan tahun.

IHSG mencatatkan gain 80% dibandingkan dengan 2008. Meski demikian, likuiditas perdagangan pada 2009 lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu.

“Kepemilikan asing yang masih cukup besar meski terjadi net sell pada triwulan IV/2009 menunjukkan sentimen positif asing di Indonesia,” katanya pada Media Briefing: Outlook Pasar Modal 2010 di Hotel Dharmawangsa, hari ini.

Nilai kapitalisasi pasar dan transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) naik 86,41% dari Rp1.076,5 triliun pada akhir perdagangan 2008 menjadi Rp2.006,7 triliun per 29 Desember 2009.

Adapun dari sisi total nilai transaksi saham di BEI sampai dengan 29 Desember 2009 mencapai Rp973 triliun mengalami penurunan sebesar 8,6% dibandingkan dengan pencapaian 2008, yaitu Rp1.064,50 triliun.

Analis saham AFN Monalisa merekomendasikan saham pilihan bagi investasi tahun ini, yaitu ELSA, MEDC, PGAS, BUMI, ADRO, ITMG, dan PTBA.

Pemulihan ekonomi dinilainya mampu mendorong peningkatan permintaan energi migas dan batu bara secara global dan domestik.

Harga minyak berada pada level stabil US$70 per barel merespons sinyal pemulihan ekonomi global.

Pada 2 Januari 2009, Bisnis.com menurunkan proyeksi mengenai langkah investasi di tahun ini berjudul: Inilah jurus investasi pada Tahun Macan (http://web.bisnis.com/bursa/1id153899.html) yang juga dapat dijadikan acuan investor.

Pada rekomendasi itu disebutkan sebanyak tujuh saham direkomendasikan sebagai top picking pada tahun ini, yaitu PGAS, JSMR, BBCA, BMRI, BBNI, UNVR dan INDF.

Bulan ini, indeks diproyeksikan tidak secerah Desember 2009, January Effect tidak terjadi. Namun, di akhir tahun indeks diprediksi bisa menembus level 2.800.(er)

bisnis.com
(wep/dro)

 

pembalikan arah, kok MANIEZZZsss … 120110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 3:00 pm

Sesi II Tutup
Investor Beli Selektif, IHSG Makin Melaju
Pada akhir transaksi hari ini, IHSG menguat 27,34 poin (1,03 persen) ke level 2.659,55.
SELASA, 12 JANUARI 2010, 16:10 WIB
Arinto Tri Wibowo

Pialang mengamati pergerakan saham (Widodo S Jusuf)
BERITA TERKAIT
Saham Astra Topang IHSG di Level Positif
Aksi Beli Selektif Angkat IHSG
IHSG Ikuti Tekanan Jual Regional
Saham Komoditas Picu Tekanan Jual IHSG
IHSG dan Rupiah Semakin Perkasa
Web Tools

VIVAnews – Meski sempat dikhawatirkan akan mengalami tekanan jual, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya mampu membalikkan prediksi sejumlah pelaku pasar.

Pada akhir transaksi Selasa 12 Januari 2010, IHSG menguat 27,34 poin (1,03 persen) ke level 2.659,55. Volume transaksi mencapai 14,01 juta lot saham senilai Rp 4,75 triliun dengan frekuensi 107.715 kali.

Sebanyak 131 saham menguat, 63 melemah, dan 67 saham stagnan. Sementara itu, sebanyak 219 saham tidak terjadi transaksi.

Meski sempat tertekan di awal sesi sebelum berbalik menguat pada penutupan transaksi sesi pertama, IHSG mampu menyentuh level tertinggi 2.659,97 dan terendah 2.623,77.

“IHSG awalnya berpeluang mengalami profit taking (ambil untung), meskipun penguatan rupiah bisa memberi harapan bagi indeks untuk ditutup flat atau slightly positive,” tulis riset PT CIMB Securities Indonesia di Jakarta.

Menurut riset itu, investor mulai mengantisipasi penyampaian laporan keuangan kuartal IV-2009 dengan melakukan pembelian selektif (selective buying).

Saham-saham yang mengontribusi kenaikan IHSG di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) menguat Rp 650 (3,76 persen) menjadi Rp 17.900, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp 250 (5,1 persen) ke posisi Rp 5.150, dan PT Astra International Tbk (ASII) terangkat Rp 450 (1,28 persen) ke level Rp 35.400.

Sementara itu, di bursa Asia, indeks Hang Seng sempat melemah 84,88 poin (0,38 persen) menjadi 22.326,64, Nikkei 225 naik 80,82 (0,75 persen) ke posisi 10.879,14, dan Straits Times terkoreksi 16,31 poin (0,56 persen) ke level 2.917,22.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
12/01/2010 – 16:03
Yes! IHSG Lancar Naik 27 Poin
Susan Silaban

(inilah.com/Agus Priatna)
INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan indeks dilantai bursa akhirnya berhasil ditutup lancar walaupun sempat terseok-seok. IHSG berakhir naik 27,18 poin (1,04%) ke level 2.659,55.

Satu hari perdagangan bursa hari kedua pada pekan kedua 2010 ini, nilai transaksi cukup besar Rp4,13 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 6,07 milair lembar saham yang ditopang oleh 131 saham menguat, 63 saham malah koreksi, dan 67 saham berakhir stagnan.

Sayang sektor pertambangan masih terkulai berakhir koreksi tipis 0,9 poin ke level 2.408, walaupun semapt menghijau. Indeks saham JII berakhir naik 2,01 poin ke leve l441 dan indeks saham LQ45 pun naik 6,33 poin ke level 525,09.

Adapun saham-saham yang menguat signifikan hari ini antara lain, HMSP berkahir naik Rp1.100 ke Rp11.900, GGRM) naik Rp700 ke Rp23.850, UNTR naik Rp650 ke Rp17.900, ITMG naik Rp550 ke Rp33.500, ASII naik Rp450 ke Rp35.400,.

Sedangkan saham-saham yang turun, yakni EXCL turun Rp225 ke Rp2.175, LSIP turun Rp150 ke Rp9.250, UNVR turun Rp2150 ke Rp11.100, KBRI turun Rp85 ke Rp260, sertaBUMI pun turun Rp25 ke Rp2.875. [san/cms]

Selasa, 12/01/2010 12:09 WIB
Sempat Merah, IHSG Balik Arah Cetak 13 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan sesi I hari ini. Para pembeli berhasil memukul mundur tekanan jual yang sempat menguasai lantai perdagangan pagi tadi.

Sebagaimana diprediksi para analis, IHSG menerima tekanan jual cukup besar pada awal perdagangan hari ini, terutama pada saham-saham sektor pertambangan yang memang indeks sektoralnya berada di zona merah sejak awal perdagangan.

Namun di luar dugaan, perlawanan dari kubu pembeli berhasil mengangkat IHSG ke zona hijau dengan konsentrasi pembelian saham pada sektor di luar batubara. Sementara para penjual sibuk mendera saham tambang, para pembeli justru memborong saham-saham grup Astra, perbankan serta saham-saham sektor konsumsi.

Gerilya kolektif tersebut sukses membuat IHSG kembali menyentuh zona hijau. Rentang IHSG hari ini berkisar antara 2.623,774 hingga 2.650,621. Indeks saham tambang merah sendirian, turun 15,984 poin (0,66%) ke level 2.393,417. Indeks saham perkebunan naik 3,979 (0,20%) ke level 1.963,746.

Pada perdagangan sesi I, Selasa (12/1/2010), IHSG ditutup naik 13,273 poin (0,50%) ke level 2.645,477. Indeks LQ45 juga naik 2,896 poin (0,55%) ke level 521,658.

Seluruh bursa-bursa regional Asia juga seluruhnya dibuka melorot pada awal perdagangan. Namun beberapa bursa-bursa utama Asia akhirnya berhasil berbalik arah ke zona positif. Kenaikan IHSG tertinggi dibanding bursa-bursa Asia lainnya.
Indeks Shanghai naik 4,30 poin (0,13%) ke level 3.217,05.
Indeks Hang Seng turun 101,33 poin (0,45%) ke level 22.310,19.
Indeks Nikkei 225 naik 37,25 poin (0,34%) ke level 10.835,57.
Indeks Straits Times naik 0,53 poin (0,02%) ke level 2.934,06.
Indeks KOSPI naik 1,91 poin (0,11%) ke level 1.696,03,56.
Perdagangan saham sesi I hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 58.593 kali pada volume 3,193 miliar lembar saham senilai Rp 2,527 triliun. Sebanyak 94 saham naik, 68 saham turun dan 68 saham stagnan.

Saham-saham yang mengalami kenaikan harga di top gainer antara lain GUdang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 23.850, United Tractors (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 17.750, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 200 ke Rp 33.150, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 ke Rp 11.000, BRI (BBRI) naik Rp 150 ke Rp 7.850, Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 35.100, BCA (BBCA) naik Rp 100 ke Rp 5.000, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 ke Rp 4.800.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain XL Axiata (EXCL) turun Rp 300 ke Rp 2.100, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 11.150, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 ke Rp 2.825, Sampoerna Agro (SGRO) turun Rp 75 ke Rp 2.975, Lonsum (turun Rp 50 ke Rp 9.350, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 50 ke Rp 7.700. (dro/qom)

 

ihsg maseh bernafas lega, selega investor … 120110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:51 am

12/01/2010 – 05:26
Indeks Bergerak di Kisaran 2.603-2.652

INILAH.COM, Jakarta – Setelah menembus level 2.600 indeks akan rawan tekanan jual. Pada hari ini indek diperkirakan akan bergerak di kisaran 2.603-2.652.

Hal itu dikatakan analis saham Panin Securities, Purwoko Sartono kemarin. “Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak dalam kisaran support-resistance 2.603-2.652,” katanya.

Pada pergerakan IHSG awal pekan kemarin ditandai dengan kenaikan sebesar +0,68% ditutup pada 2.632,204. Indeks berhasil bertahan dari tekanan jual terhadap saham unggulan. Kenaikan kemarin mengindikasikan indeks masih berada dalam bullish trend untuk jangka pendek.

Meski demikian, mulai munculnya tekanan jual memberikan sinyal akan terjadinya konsolidasi pasar dalam beberapa waktu mendatang mengingat indeks sudah mengalami kenaikan tajam pada beberapa pekan terakhir. [hid]
IHSG Aman di Jalur Hijau
Senin, 11 Januari 2010 – 16:10 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso – Okezone

Foto: Koran SI
JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan awal pekan ini. Seluruh sektor cenderung mengalami pergerakan positif pada hari ini.

Pada penutupan perdagangan Senin (11/1/2010), IHSG naik 17,834 poin atau setara 0,68 persen menjadi 2.632,204. Sementara itu, indeks LQ45 juga menguat menjadi 518,762 atau naik 3,574 poin, begitu juga dengan Jakarta Islamic Indeks (JII) yang naik sebanyak 4,208 ke posisi 439,416.

Terpantau, sore ini tercatat nilai transaksi sebanyak Rp4,371 triliun dengan volume sebanyak 5,683 miliar lembar saham, dengan total transaksi sebanyak 107.025. Sebanyak 104 saham mengalami kenaikan, sementara sebanyak 93 saham melemah, dan 63 saham terpantau stagnan.

Seluruh saham cenderung menguat, seperti sektor agribisnis yang naik 7,58 poin, konsumsi 9,36 poin dan sektor perbankan juga naik sebesar 1,78 poin. Sementara sektor pertambangan mengalami koreksi tipis 0,41 poin.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain saham dari PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) naik Rp3.300 menjadi Rp180.000, PT Gudang Garam Tbk (GRGM) yang naik sebesar Rp1.000 menjadi Rp23.150, PT United Tractor Tbk (UNTR) naik Rp850 ke posisi Rp17.250, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp550 menjadi Rp34.950, dan PT Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) naik Rp550 ke level Rp9.700.

Sementara saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp300 menjadi Rp24.950, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp200 menjadi Rp10.800, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp200 menjadi Rp18.100, PT Leyand International Tbk (LAPD) sebanyak Rp55 menjadi Rp215, dan PT Intikeramik Alamasri Tbk (IKAI) turun Rp50 menjadi Rp600.(css)
… walau pun ada juga yang NGOCEH2 SEBALEKNYA:
Selasa, 12/01/2010 07:15 WIB
Rekomendasi Saham
IHSG Belum Bebas Tekanan Jual
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya berhasil mempertahankan diri di teritori positif meski sempat dihantam tekanan jual atas saham-saham unggulan.

Pada perdagangan, Senin (11/1/2010), IHSG ditutup naik 17,834 poin (0,68%) ke level 2.632,204. Kenaikan IHSG beriringan dengan bursa-bursa regional yang juga bergerak positif.

Profit taking tampaknya akan kembali mengintai perdagangan saham pada Selasa (12/1/2010) ini. Namun hadirnya emiten baru yakni PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK) diharapkan bisa membawa angin positif ke lantai bursa.

Aliran-aliran modal asing sendiri sejauh ini masih cukup kuat masuk ke pasar Indonesia. Hal itu membuat IHSG dan nilai tukar rupiah terus menguat tajam.

Sementara bursa global kemarin tercatat menguat setelah China mengeluarkan data ekspor impor yang menguatkan ekspektasi pemulihan ekonomi. Indeks saham Standard & Poor’s 500 dan Dow Jones industrial average bergerak menguat, namun Nasdaq melemah akibat profit taking saham-saham teknologi.

Pada perdagangan Senin (11/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 45,80 poin (0,43%) ke level 10.663,99. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat tipis 2 poin (0,17%) ke level 1.146,98 dan Nasdaq melemah 4,76 poin (0,21%) ke level 2.312,41.

Sementara bursa Tokyo mengawali perdagangan Selasa ini dengan pelemahan setelah kemarin libur. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah tipis 27,97 poin (0,26%) ke level 10.770,35.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

eTrading Securities:

Pada perdagangan kemarin index ditutup melemah 16.4 poin (0.62%) ke level 2,586 di karenakan masih adanya aksi profit taking pada saham-saham bluechip seperti TLKM, ASII dan BMRI. Secara Teknikal Indeks berpotensi melemah, indicator stochastic sudah menunjukan overbought sinyal. Untuk perdagangan hari ini indeks masih akan bergerak mixed dikisaran 2,565 – 2,605. Pemodal dapat mencermati saham-saham BTEL, INDY, INTP dan ADRO.

Panin Sekuritas:

IHSG mengawal pekan dengan kenaikan sebesar +0,68% ditutup pada 2.632,204. Indeks berhasil bertahan dari tekanan jual terhadap saham unggulan. Kenaikan kemarin mengindikasikan indeks masih berada dalam bullish trend untuk jangka pendek. Meski demikian, mulai munculnya tekanan jual memberikan sinyal akan terjadinya konsolidasi pasar dalam beberapa waktu mendatang mengingat indeks sudah mengalami kenaikan tajam pada beberapa pekan terakhir. Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak dalam kisaran support-resistance 2.603-2.652.

Optima Sekuritas:

IHSG kembali rally 17 poin ke level 2.632 di dorong saham blue chip yakni UNTR, ASII, TLKM, GGRM dan BBCA. Apresiasi rupiah membuat nilai transaksi masih moderat hampir Rp 4 triliun. Meskipun kondisi sudah overbought, indeks diperkirakan masih bertahan di level 2.610-2.650.

(qom/qom)