1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

sebenernya … alasannya ADA seh … 130110 13 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 11:33 am

13/01/2010 – 10:48
Investor Antisipasi LK Q4 2009
Sebaiknya ‘BoW’
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – PT CIMB Securities Indonesia menyarankan kepada pelaku pasar untuk mengantisipasi laporan keuangan kuartal IV 2009 dengan buy on weakness.

Demikian diungkapkan analis CIMB Securities Mastono Ali dalam riset hariannya kepada INILAH.COM, Rabu (13/1).

Ia melihat indikator pagi ini, indesk berpeluang mengalami profit taking hari ini dengan naiknya CDS dan VIX. Momentum positif indeks saat ini sepertinya akan diuji apakah bisa menahan goncangan sentimen negatif regional, ditambah oleh terkoreksinya harga komoditas. Investor akan mengantisipasi laporan keuangan 4Q09 dengan melakukan Buy on weakness.

Indeks kemarin ditutup di 2659.55, +1.04 poin atau +1.04% dengan value Rp 4.7 triliun dan volume 7.0 miliar. BUMI 2875 (-0.86%) kembali menjadi top value dengan nilai Rp1.0 triliun (21% dari total transaksi), sementara BNBR 98 (+5.3%) menjadi top volume.

Saham-saham yang naik kemarin dipimpin oleh, ETWA 250 (+13.6), MLPL 70 (13%), ELTY 255 (10.8%), HMSP 11900 (10%). Sementara yang turun dipimpin oleh, TIRT 83 (-13.5%), IKAI 530 (-11.6%), CNKO 60 (-3.2%), RAJA 205 (-2.3%).

Diluar perkiraan, indeks semakin menguat menjelang closing kemarin meskipun menunjukan tanda-tanda profit taking pada pagi hari. 9 dari 10 sektor ditutup positif, dipimpin oleh T&S +2.5%, construction +2.1%, finance +2.1% sementara satu-satunya sektor yang melemah adalah tambang -0.97% (khususnya BUMI, ADRO). [san/cms]
DITOPANG SAHAM SEKTOR ENERGI, Indeks Berpotensi Sentuh Level 3.000
13/01/2010 13:35:15 WIB
Oleh Deviana Chuo

JAKARTA, INVESTOR DAILY
Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi ditutup pada level 3.000 sampai akhir 2010. Penguatan indeks akan ditopang saham-saham sektor energi, infrastruktur, dan barang konsumsi.

Direktur Asia Financial Network (AFN) Pribadi Agung Sujagad mengatakan, International Monetary Fund (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini sebanyak 3,1%. Adapun Indonesia termasuk sebagai salah satu negara yang menopang pertumbuhan ekonomi Asia, selain Tiongkok dan India.

“Membaiknya ekspektasi pertumbuhan ekonomi dunia serta kondisi ekonomi dalam negeri akan menjadi sentimen positif terhadap pertumbuhan indeks tahun ini,” ujarnya dalam Indonesian Capital Market Outlook 2010 di Jakarta, Selasa (12/1).

Peningkatan ekspektasi pertumbuhan ekonomi global, menurut Agung, akan meningkatkan konsumsi energi serta komoditas. Konsumsi minyak global diproyeksikan naik dari 85 juta bph pada 2006 menjadi 91 juta bph pada 2015 dan 107 juta bph pada 2030. Sedangkan harga minyak diproyeksikan mencapai US$ 110 per barel pada 2010 dari US$ 61 per barel pada 2009 dan kemungkinan naik menjadi US$ 130 per barel pada 2030.

Meskipun terjadi tren penguatan harga minyak, menurut Agung, indeks bisa melemah pada semester I-2010. Pelemahan indeks akibat faktor non ekonomis, seperti kasus Bank Century. Rencana The Fed menaikkan tingkat suku bunga akan menambah sentimen positif perdagangan saham di BEI.

“Kenaikan tingkat suku bunga The Fed akan mengakibatkan capital outflow dari pasar emerging market, sehingga bisa menekan indeks menuju level 2.200 pada semester I-2010 ini,” tuturnya.

Equity Analyst AFN Monalisa mengatakan, investor dapat mencermati pergerakan saham ELSA, MEDC dan PGAS sepanjang 2010. Sebab, ketiga emiten sektor energi ini memiliki fundamental cukup menjanjikan. Selain ketiga saham ini, pemodal bisa mengoleksi saham komoditas batubara, seperti BUMI, ADRO, ITMG, dan PTBA.

Kinerja Emiten
Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Haryajid Ramelan belum lama ini mengatakan, pelaku pasar optimistis prospek bursa saham cerah sepanjang tahun ini. Indeks bakal bergerak pada kisaran 3.000-3.500, seiring pulihnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri, kinerja emiten, banyaknya emiten baru, penerbitan saham baru (rights issue), dan aksi-aksi korporasi lainnya.

Menurut dia, saham-saham emiten sektor pertambangan dan energi, infrastruktur, serta perbankan bisa menjadi incaran pemodal. Asalkan sepanjang tahun ini, pemerintah bisa menciptakan kepastian hukum dan menjaga pergerakan nilai tukar rupiah. Terkendalinya inflasi dan tingkat BI rate juga perlu diperhatikan pemodal dalam berinvestasi.

Presiden Direktur PT Merrill Lynch Indonesia Lily Widjaja mengatakan, pasar modal Indonesia kemungkinan melanjutkan penguatan yang dicapai sepanjang 2009. Pasa saham dalam negeri sudah mulai stabil sejak semester II-2009.

Menyangkut aliran dana investor asing, Lily mengatakan, selama pasar modal Indonesia bisa memberikan keuntungan, dana pemodal asing akan terus mengalir. Selain itu, pemodal domestik bakal meningkatkan nilai investasinya. “Dengan penurunan BI rate, investor asing pasti melirik pasar modal Indonesia. Jadi, sangat tergantung dengan prospek keuntungan yang bisa dicapai,” jelas Lily.

Adapun Kepala Riset PT BNI Securities Norico Gaman mengatakan, prospek pasar saham dalam negeri pada 2010 cukup positif. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi ditargetkan naik menjadi 5-5,5%. Pertumbuhan itu bakal direspons dengan peningkatan kinerja emiten dan direfleksikan ke dalam harga saham di pasar.

Selain pertumbuhan ekonomi, kata Norico, pertumbuhan indeks akan ditopang oleh stabilitas politik dan ekonomi, kepastian hukum, dan perbaikan iklim investasi di Tanah Air. Saham-saham sektor barang konsumsi dan energi bakal memberikan keuntungan menarik. Adapun emiten BUMN infrastruktur layak untuk dicermati seiring dengan rencana pemerintah menggelontorkan stimulus infrastruktur.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s