1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

selalu ADA sasaran untuk setiap INVESTASI … 130110 13 Januari 2010

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 3:49 pm

Expected Return
Senin, 11 Januari 2010 – 08:44 wib

Tahun baru tentu merupakan awal bagi pelaku pasar dalam memulai kegiatan investasinya. Bisa jadi, strategi investasi sudah disusun rapi, portofolio yang akan menjadi instrumen investasi sudah disusun, dan bukan tidak mungkin juga pelaku pasar – investor ritel hingga fund manager, perusahaan pengelola dana – sudah mematok target berapa expected return yang ingin diraih pada 2010.

Kata kunci di sini adalah expected return, atau keuntungan yang ingin dicapai. Taruh kata investor X mematok expected return 25 persen dari asset investasinya. Artinya, jika ia memiliki dana untuk diinvestasikan di saham sebanyak Rp100 Juta, maka ia berharap akhir tahun nanti akan tumbuh menjadi Rp125 Juta.

Pertanyaannya, apakah mungkin setiap saham yang dijadikan portofolio akan memberikan return sebesar 25 persen? Ini sebuah pertanyaan yang wajar. Dan jawabnya jelas tidak mungkin. Jika uang sebanyak Rp100 Juta itu diinvestasikan ke lima jenis saham dan mengharapkan lima jenis saham tadi masing-masing memberikan return sebesar 25 persen, maka hal yang demikian merupakan sesuatu yang jarang sekali terjadi.

Lantas, apakah uang sebanyak itu harus diinvestasikan pada satu jenis saham saja yang memiliki kemungkinan return sebesar 25 persen atau lebih? Sikap seperti ini mungkin saja bisa terjadi. Investor tidak perlu repot memilih dan memilah-milah saham untuk dijadikan portofolio investasi. Investor cukup memilih satu jenis saham saja yang memiliki probabilitas untuk menghasilkan gain sebesar 25 persen. Namun, cara seperti ini tidak ada bedanya dengan melempar dadu, berjudi, karena risikonya sangat besar. Memilih satu saham dari sekian ratus saham yang mampu menghasilkan keuntungan 25 persen setahun bukanlah pekerjaan gampang. Banyak risikonya. Kemungkinan perhitungan meleset sangat besar. Ini jelas bertentangan dengan nasihat kuno tentang investasi: don’t put your money in one basket.

Diversifikasi adalah jalan yang paling baik ditempuh untuk menghasilkan expected return sebesar 25 persen tadi. Misalnya investor memilih lima jenis saham untuk mengisi portofolionya. Jelas bahwa tidak semua saham memiliki kemampuan menghasilkan capital gain yang sama.

Ada saham yang bisa mencetak gain 25 persen setahun, 35 persen atau bahkan 100 persen. Tapi harus disadari ada juga saham yang hanya memiliki kemampuan menghasilkan return sebesar 15 persen, 10 persen atau bahkan stagnan, sama sekali tidak ada perubahan harga dalam setahun.

Nah, kondisi seperti ini harus disadari sejak awal. Belum lagi menghitung soal risiko setiap saham. Setiap saham memiliki risiko yang berbeda-beda, tergantung jenis atau sektor industrinya, tergantung performance atau kinerja keuangannya, tergantung manajemennya dan sebagainya. Karena itu, expected return hanya bisa diwujudkan melalui strategi diversifikasi saham.

Anda misalnya telah memilih lima saham sebagai portofolio investasi tahun ini, yakni saham A,B, C, D dan E. Saham A expected return-nya 30 persen, saham B 20 persen, saham C 35 persen, saham D 25 persen dan saham E 15 persen. Jika alokasi investasi dilakukan secara proporsional di masing-masing jenis saham dan jika ternyata expected return itu tepat, maka di akhir tahun, Anda akan mendapatkan return sebesar 25 persen.

Persoalannya, bagaimana jika expected return terhadap masing-masing saham ternyata meleset, karena faktor risiko yang melekat di setiap saham? Untuk itu, Anda perlu melakukan kalkulasi ulang berapa porsi atau bobot investasi di setiap saham yang jadi portofolio tersebut.

Anda juga perlu menghitung berapa probabilitas expected return bisa tercapai untuk masing-masing saham. Anda bisa memperbesar porsi atau alokasi investasi pada saham-saham yang probabilitasnya tinggi, dan mengurangi porsi di saham-saham yang probabilitasnya rendah. Dari sana, Anda lebih bisa memastikan apakah saham yang dipilih sebagai portofolio memang mampu memenuhi expected return yang diinginkan. Jika Anda ingin mencoba, lakukan simulasi sesuai dengan kalkulasi yang Anda buat. (Tim BEI)(//rhs)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s