1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pesimisme seorang pesimis … 140110 14 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:33 pm

IHSG di 2010 Diprediksi Bakal Terkoreksi
Kamis, 14 Januari 2010 – 13:28 wib

Andina Meryani – Okezone

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2010 diperkirakan akan kembali terkoreksi setelah mencetak prestasi gemilang tahun lalu. Harus diakui, indeks bursa saat ini di level 2.600 sudah lumayan tinggi dan ditopang oleh aliran hot money.

Sementara itu koreksi di indeks di 2010 dipengaruhi tingkat bunga negara maju yang diperkirakan akan naik yang akan mendorong arus balik hot money.

“Ada atau tidak ada skandal Century, kemungkinan akan terjadi koreksi indeks pada 2010 di level 2.000-2.100, karena tingkat bunga negara maju diperkirakan akan naik, yang akan mendorong arus balik hot money,” ujar ekonom ECONIT Rizal Ramli, acara Econit Advisory Group: Economic Outlook 2010 “A Year of The Judgement” di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Namun, dia tidak menyangkal jika skandal Bank Century dan implikasi politiknya terus bergulir maka akan mengakibatkan koreksi yang lebih besar daripada seharusnya.

Dia bahkan memperkirakan indeks akan jatuh hingga level 1.500-1.700 jika seusai kasus Century menyebabkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono mundur dari jabatannya.

“Kalau sampai Sri Mulyani dan Boediono jatuh, indeks bisa anjlok sampai 1.500-1.700,” tambahnya.

Tetapi jika koreksi itu terjadi, akan terbuka kesempatan untuk membeli saham-saham di BEI dengan harga murah yang harganya akan kembali meningkat setelah masa transisi yang bersifat sementara.
(ade)
… tapi kebalekan dengan anak buahnya:
2010, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi 5,7%
Kamis, 14 Januari 2010 – 11:36 wib
TEXT SIZE :
Andina Meryani – Okezone

Pengamat dari Econit Hendri Saparini. Foto: Koran SI
JAKARTA – ECONIT memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2010 sebesar 5,7 persen. Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding 2009, bahkan bila dibandingkan dengan prediksi pemerintah.

Pertumbuhan tersebut akan dicapai dengan strategi yang hampir sama dengan tahun lalu yakni didorong oleh konsumsi masyarakat, harga komoditas dan high cost debt, serta banjirnya hot money.

Demikian disampaikan Ekonom ECONIT Hendri Saparini, dalam acara Econit Advisory Group: Economic Outlook 2010 “A Year of The Judgement”, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Selain itu, pemerintah juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga SBI sebesar 8-9 persen di 2010. “Kebijakan suku bunga tinggi ini juga akan dipertahankan untuk antisipasi perkiraan inflasi tinggi, ancaman pelemahan nilai tukar dan untuk menahan terjadinya gelombang capital inflow,” jelasnya.

Sedangkan untuk inflasi, diperkirakan akan jauh lebih tinggi dari tahun lalu yaitu sebesar 6-7 persen. Hal tersebut dipengaruhi oleh ancaman kenaikan harga yang diatur pemerintah seperti harga BBM, kenaikan TDL, dan harga pupuk.

ECONIT menilai bahwa tingkat pemulihan ekonomi di 2010 relatif rendah dibanding potensinya dan diprediksi akan kembali berkualitas rendah.

“Ekonomi Indonesia akan mengalami pemulihan yang lamban tetapi dengan tingkat pertumbuhan yang mediocre kualitas pertumbuhan yang rendah,” pungkasnya.
(ade)
Perekonomian Indonesia Masih Andalkan Hot Money
Kamis, 14 Januari 2010 19:03 WIB 45 Dibaca | 0 Komentar
JAKARTA–MI: Perekonomian Indonesia tahun ini masih bergantung pada derasnya aliran dana jangka pendek atau hot money. Karena itu awal 2010 nilai tukar rupiah menguat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terangkat.

“Tahun ini, ekonomi lebih baik dari 2009 karena hot money masih terus datang. Apalagi pemerintah kita menawarkan bunga obligasi negara yang jauh lebih tinggi dari negara-negara lain,” kata mantan Menteri Perekonomian dan Menteri Keuangan Rizal Ramli dalam acara Economic Outlook 2010 bertajuk Tahun Penentuan di Jakarta, Kamis (14/1).

Menurutnya, imbal hasil obligasi rupiah pemerintah pada 2009 sangat tinggi hingga mencapai 12,7% pada Maret 2009 meski pada Desember 2009 turun ke level 10,1%. Sementara negara lain seperti Filipina 8%, Thailand 4,2%, Singapura 2,7% dan AS 3,8%.

Adapun obligasi dolar yang diterbitkan pemerintah juga berbunga sangat tinggi. Untuk tenor 5 tahun, bunga obligasi mencapai 4,32%. Padahal Filipina hanya 3,89% dan China 3%.

“Inilah mengapa asing senang dengan Indonesia. Pemerintah kita kasih bunganya tinggi dan enggak ada resikonya karena pemerintah yang jamin. Dan kalau kemarin pemerintah bilang imbal hasil kita terendah, itu tidak benar,” cetus Rizal.

Ia mengatakan tingginya bunga obligasi ini menganggu kebutuhan pembiayaan dari sektor swasta. Tahun lalu, terjadi peningkatan suku bunga pinjaman dolar sektor swasta seperti Adaro yang memberikan bunga 7,625% dan PLN dengan suku bunga 7,75%.

Aliran hot money yang sangat besar ditarik dengan cara membuka pintu masuk selebar-lebarnya di bursa saham dan obligasi. Peningkatan dana jangka pendek hingga US$95,9 miliar pada akhir November 2009 dari US$52,8 miliar pada awal tahun telah mendorong kenaikan indeks saham, nilai tukar rupiah dan cadangan devisa. “IHSG sudah ketinggian di level 2.600, harusnya ya sekitar 2.000-2.100 karena ada kasus Century,” ujar Rizal.

Hal senada diungkapkan Direktur Pelaksana Econit Advisory Group Hendri Saparini. Dengan derasnya aliran hot money, ia menilai pertumbuhan ekonomi 2010 mencapai 5,7%. Angka ini lebih tinggi dari target pemerintah yang hanya 5,5%.

“Pemulihan tergantung pada hot money, high cost debt dan commodity price. Ini akan menjadikan ekonomi Indonesia menjadi sangat fragile pada 2010,” kata Hendri. (Ray/OL-06)
Indonesia Terkendala Paradigma Ugal-Ugalan
Minggu, 17 Januari 2010 – 16:05 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso – Okezone

Rizal Ramli. Foto: Fetra/okezone.com
JAKARTA – Indonesia berpeluang menjadi negara besar di Asia, namun banyak kendala yang harus dihadapi. Pemerintah diharapkan tidak hanya mengandalkan sektor industri, tapi harus didukung kebijakan moneter dan fiskal yg pro-ekonomi dan pertanian.

“Kami percaya indonesia masih punya peluang untuk jadi negara besar di Asia. Tapi harus ada prasyaratnya, yaitu Indonesia harus mengakhiri kebijakan ekonomi yang berparadigma pasar ugal-ugalan. Garis ekonomi harus kembali ke garis ekonomi konstitusi,” ungkap Ketua Komite Indonesia Bangkit Rizal Ramli, saat ditemui wartawan, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/1/2010).

Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi positif tahun ini, antara 5-6,5 persen. Namun pertumbuhan yang dihasilkan relatif rendah daripada hasil. “Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh diatas 8-10 persen dengan tingkat pertumbuhan yang relatif rendah tidak bisa mengatasi masalah pengurangan pengangguran. Fakta, sebagian besar pekerja ada di sektor informal,” jelas Rizal.

Sektor-sektor utama dalam ekonomi Indonesia, seperti pertanian, perdagangan, industri dan perdagangan tidak punya daya saing dan produkivitas tinggi. Pertumbuhan ekonomi hanya dinikamti oleh sebagia orang Indonesia juga gamang menghadapi globalisasi ekonomi. Indonesia sangat agresif mencapai kesepakatan liberalisasi ekonomi. “Misal tahun ini ada ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA)-Asean, FTA dengan Australia, dan dimungkinkan dengan Amerika Serikat,” katanya.

Sikap agresif ini, jelasnya, tidak diikuti dengan strategi dan kebijakan industri yang memanfaatkan kekayaan alam dan membuat daya saing industri tinggi. “Menurut kami, ada pernyataan yang mengatakan, kita bisa jadi negara besar di Asia tapi dari apa yang sudh dilakukan, kami merasa impian itu masih muluk, butuh perubahan,” katanya.

Artinya, jika ada kemauan upaya guna menjadikan Indonesia jadi negara industri yang besar di Asia, tidak bembutuhkan waktu yang lama. “Kita yakin Indonesia berpeluang jadi negara besar. Kita telah kehilangan banyak kesempatan, tapi tahun ini harus jadi titik balik menjadi negara yang menyejahterakan rakyat yang berkeadilan,” pungkasnya.
(css)

 

jalan berliku dan JAUH full bwat kewiraUSAHAwanan … 140110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:25 pm

Rhenald Kasali
Modul Berwirausaha
Kamis, 14 Januari 2010 – 11:20 wib

CUKUP menggelikan pendapat sejumlah orang yang mati-matian mengatakan bahwa sekolah bukanlah jalur untuk berwirausaha. Orang-orang itu, biasanya gagal dalam menempuh ilmu, percaya dirinya sama seperti Bill Gates yang memilih membangun Microsoft dari garasi rumahnya ketimbang melanjutkan sekolahnya ke Harvard pada 1975.

Diilhami Robert T Kiyosaki yang -maaf– mengaku gelar PhDnya atau sekolahnya telah membuat dirinya bangkrut,orang-orang korban sekolahan itu membuka sekolah yang “memaki-maki” sekolah. Sudah sering saya dengar ucapan-ucapan mereka yang disampaikan secara sinikal kepada para mahasiswa,“Kalian goblok!”

Maksudnya, tentu saja bodoh bagi mereka yang masih percaya dengan sistem sekolahan dan meneruskan sekolahnya. Belakangan ucapan-ucapan sinis itu berdatangan lagi dari berbagai kalangan yang menganggap dosen-dosen tidak bisa mengajar berwirausaha. Dapatkah kita membenarkan pendapat itu?

Wirausaha Kampus

Benar banyak kita temui orang-orang yang gagal sekolah ternyata berhasil menjadi pengusaha besar dan terkenal. Misalnya, Tjoa Ing Hwie yang tak bersekolah tinggi mampumembangunGudangGaram menjadi perusahaan rokok yang besar. Bob Sadino, Hendi Setiono, dan banyak lagi orang-orang yang gagal melanjutkan sekolahnya ternyata mampu menjadi pengusaha.

Namun sebaliknya, kita juga harus jujur ada ratusan ribu orang yang terperangkap dalam kemiskinan karenatidakmemiliki pendidikan yang memadai. Lantas bagaimana kalangan yang berpendidikan? Ternyata masalah serupa juga ditemui di sini.Jumlah penganggur di antara kalangan berpendidikan saat ini sudah mendekati 1 juta orang. Sementara itu, di antara orang-orang yang berkarier, sekitar 30% di antaranya gagal meraih kesejahteraan sesuai dengan bekal pendidikannya.

Namun kita juga harus jujur, bahwa banyak ditemui nama-nama besar di kalangan dunia usaha yang berasal dari dunia kampus dan berpendidikan tinggi. Ir Moh Najikh, eksportir ikan teri yang mempekerjakan lebih dari 3.000 orang adalah lulusan IPB. Dr Poernomo Prawiro dan drg Chairul Tanjung yang masing-masing mendirikan Blue Bird dan Para Group (Bank Mega,Trans TV,dan Trans 7) adalah lulusan FK dan FKG UI.

Konsultan struktur terkenal Prof Dr Wiratman dan pemilik usaha Dayu Group (Bersih Sehat, Visi, dan Midori) adalah lulusan ITB.Sudhamek Agung Waspodo (Garuda Food) adalah lulusan UKSW. Demikianlah seterusnya, kita masih banyak menemui ribuan nama-nama lain usahawan yang sukses berasal dari kampus.

Lantas apa kesimpulan dari faktor-faktor di atas? Dapatkah kita menyimpulkan orang-orang yang sekolah tinggi itu sebagai orang yang bodoh dan hanya membuang waktu sia-sia belaka? Atau tepatkah kita mengatakan kampus bukanlah tempat yang baik untuk menyemai benih-benih kewirausahaan? Saya kira Anda sendiri dapat menyimpulkannya.

Pelajaran Kewirausahaan

Seminggu ini saya banyak menghabiskan waktu dengan kolega-kolega yang mengajarkewirausahaan dan menyambangi para rektor pada enam universitas terkemuka bersama Bank Mandiri. Setelah bekerja keras selama lima bulan, akhirnya kami berhasil mempersembahkan sebuah modul yang dapat dipakai untuk mengajar kewirausahaan.

Minggu lalu, 50-an dosen dari enam PTN yang menyusun modul itu (UI,UGM,Unpad,ITB,IPB,dan ITS) bertemu di Rumah Perubahan. Kami membahas gagasangagasan baru dan cara-cara yang efektif dalam mendidik anak-anak kami agar mereka mampu menjadi usahawan modern bermental baja.

Di luar dugaan, ternyata ada cukup banyak dosen kewirausahaan yang sudah berhasil menjadi usahawan. Namun, tentu saja wirausaha itu tidak selalu wirausahawan bisnis (business entrepreneur). Di antara mereka ada yang menjadi social entrepreneur, ecopreneur, bahkan intrapreneur. Bahkan, saya juga menemui dosen yang sangat kreatif yang melakukan terobosan-terobosan akademis, menghasilkan riset-riset serapan yang menghasilkan kegiatan ekonomi yang berhasil, menerbitkan buku-buku yang berpengaruh,dan seterusnya.

Namun kita semua sepakat, demam kewirausahaan yang sudah meninggi saat ini perlu diimbangi dengan aturan-aturan dan tradisi akademis yang tidak kaku. Di Unpad misalnya, Rektor Prof Ganjar Kurnia mengatakan, agar skripsi mahasiswa fakultas ekonomi dapat diajukan berupa rencana bisnis. Rektor IPB Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto MSc bahkan lebih berani lagi, menandaskan agar semua lulusan IPB berkarakter wirausaha dan setiap mahasiswa yang diterima di tahun pertama diwajibkan mengambil mata kuliah kewirausahaan.

Di ITS, Prof Ir Priyo Suprobo MSc PhD, juga rektornya,melakukan hal serupa. Demikian pula di ITB yang sangat mengedepankan proses inovasi untuk menumbuhkan technopreneurIndonesia. Namun di balik itu semua, selalu terungkap cerita kurang sedap berupa hambatan-hambatan dan komentar-komentar sinis dari banyak ilmuwan yang masih berpikir entrepreneurship itu adalah pendangkalan atau sekadar dagangan.

Orang-orang yang berjuang di kampus mendorong terjadinya perubahan dan mencoba menerapkan spirit kewirausahaan dalam pemberian pelayanan, berorientasi kepada pasar masih sering menemui ujian-ujian dan hambatan. Kadang saya berpikir, apa mungkin kita mengajarkan kewirausahaan kalau kita bersikap antipasar? Dulu, sewaktu saya membongkar program doktoral untuk menjadi lebih berkualitas, lebih bertanggung jawab dengan standar internasional, jadwal perkuliahan yang lebih teratur,kultur akademis yang lebih saling menghargai dan terbuka, saya pun menghadapi banyak tantangan.

Masalah tidak muncul saat program studi serbakekurangan, tak punya fasilitas yang memadai, dengan gaji setara PNS, pegawai yang berwajah murung, ruang kelas yang serbaseadanya. Masalah baru muncul ketika cara kerja entrepreneur mulai dipacu, sumbangan-sumbangan mulai masuk, dosen-dosen hebat yang berasal dari luar dunia akademis mulai ikut bergabung, fasilitas kerja lebih modern.

Staf-staf berseragam menarik dan cantik-cantik mulai duduk di kursi pelayanan dan ruang-ruang kelas tampak berkilauan. Uang kuliah dipatok harga pasar namun beasiswa diperbanyak.Kompetisi antardosen agar memberikan kuliah yang terbaik diterapkan. Gaji yang lebih mencerminkan produktivitas pun mulai diterapkan.

Setelah itu muncullah sas-sus (gosip, rumor, omongan-omongan tidak sehat, dan undangan-undangan yang lebih bersifat mengadili daripada mendukung). Servis yang baik itu dianggap sebagai ancaman. Customer friendly yang diterapkan dalam pelayanan dianggap sebagai ko l u s i , mahasiswa-mahasiswa yang populer dan berkedudukan dianggap “tidak mencerminkan mutu”.

Hambatan-hambatan pun berdatangan dan lambat laun karakter kewirausahaan terancam. Persoalan-persoalan seperti ini dapat terjadi di banyak kampus namun itulah tantangan kewirausahaan. Dibutuhkan keberanian, kejujuran, ketulusan, kepemimpinan dan visi jauh ke depan. Modul kewirausahaan yang kami buat tentu dimaksudkan agar lahir lebih banyak lagi wirausahawirausaha unggul dari kampus.

Modul ini dilengkapi dengan enam keping CD testimoni. Instruktur manual, power point presentasi untuk pengajaran, dan yang lebih menarik lagi, setiap kampus yang memakai modul ini diberi bantuan modal untuk mahasiswa sebesar Rp200 juta dari Bank Mandiri. Materi pengajaran sendiri, lebih bersifat practical,dilengkapi tugas-tugas lapangan, gamesuntuk mengasah kreativitas, personal testing, dan teknik-teknik untuk membangun usaha sebagai pemula. Sebuah kerja keras membutuhkan dukungan Anda semua. Semoga semakin banyak kalangan terdidik yang berhasil membantu negeri mengatasi masalah pengangguran.(*)

Rhenlad Kasali
Ketua Program MM UI(Koran SI/Koran SI/rhs)

 

analis pro TERCEKAM isu politis (lage) … 140110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:52 am

Kamis, 14/01/2010 14:16 WIB
Skandal Century Tak Pengaruhi Investasi Jangka Pendek Investor Asing
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Skandal penyelamatan PT Bank Century (sekarang Bank Mutiara) dinilai tidak berpengaruh pada investasi jangka pendek investor-investor asing. Pengaruh skandal Century baru muncul kalau masalah tak kunjung selesai.

Menurut Direktur Pemasaran PT FSI Indonesia Putut E. Andanwarih, investor asing tidak ambil pusing atas bergulirnya kasus Century. “Mereka akan tetap berinvestasi. Ngapain pusing,” ujarnya di hotel four seasons Jalan HR Rasuna Said Jakarta Kamis (14/1/2010).

Hal yang bertolak belakang terjadi pada investor domestik. Mereka panik dan cenderung menunggu dalam berinvestasi. Saran yang diajukan Putut, agar masyarakat bisa menekan pihak berwenang untuk memberi kejelasan pada kasus Century.

“Kita harusnya punya power, untuk minta kejelasan. Kalau tidak akan berpengaruh juga ke asing,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang masih menjanjikan di tahun 2010, justru menjadi pemicu investasi yang lebih besar di pasar modal.

“Momentum ini jangan dihalangi oleh kerikil-kerikil (Century) macam ini. Jadi investasi semakin menarik. Rumah harus dijaga, agar banyak tamu yang datang. Nah, yang jaga kita semua agar investor asing bisa masuk,” imbuhnya.

(wep/dro)

Century Bakal Tekan Indeks Merosot ke 2.200
Selasa, 12 Januari 2010 – 12:53 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Setelah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan bakal mengalami koreksi yang cukup dalam pada kuartal I-2010 ini, bahkan hingga menyentuh 2.200.

Menurut pengamat pasar modal Pribadi Agung Sujagad, ada dua alasan yang menyebabkan jatuhnya indeks. Pertama, kasus Bank Century yang saat ini tengah dibahas panitia khusus (pansus) hak angket Century di DPR.

“Kemungkinan kuartal satu akan terjadi koreksi yang besar, menuju ke 2.200, turun sekira 10-14 persen dari posisi sekarang,” katanya dalam acara Asia Financial Network (AFN)-Indonesian Capital Market Outlook 2010, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (12/1/2010).

Dijelaskannya, pasar akan menjadi sangat sensitif dengan akhir dari kasus Bank Century di Pansus. Terutama menyangkut dua hal. “Pertama apakah pengambilan keputusan secara profesional bisa dilakukan, dan kedua adakah indikasi pidana, yakni korupsi,” tegasnya.

Selain itu, yang terpenting adalah apakah secara profesional keputusan akhir dari kasus Bank Century tersebut bisa diterima, dan akhirnya yang bersalah dihukum. “Apapun rekomendasi pansus akan ada koreksi di pasar modal,” ujarnya.

Alasan kedua adalah teknikal. Menurutnya kenaikan indeks sekarang ini tidak normal. Selain itu, secara teknikal indeks pasti akan terkoreksi. “Itu berdasarkan analisa teknikal,” tukasnya.

Naiknya indeks secara drastis karena faktor psikologis pasar. Di mana pemain besar masuk ke pasar, diikuti oleh pemain lainnya. Ketika keadaan ekonomi di luar negeri membaik, maka akan membuat investor besar tersebut akan keluar, dan diikuti oleh yang lainnya.
(ade)

 

biasa dah… abis euforia, pada mikir ulank : 140110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:43 am

IHSG Ditutup Rebound Tipis
Kamis, 14 Januari 2010 – 16:06 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan saham sore ini. Pergerakan bursa di kawasan Asia Pasifik yang mengalami penguatan, memberi imbas nyata pada penutupan saham sore ini.

Pada penutupan perdagangan Kamis (14/1/2010) sore, IHSG naik 12,309 poin atau setara 0,47 persen menjadi 2.645,181. Sementara itu, indeks LQ45 juga menguat 520,802 atau naik 2,284 poin, begitu juga dengan Jakarta Islamic Indeks (JII) yang naik 4,094 ke posisi 439,341.

Terpantau, sore ini tercatat nilai transaksi sebanyak Rp4,301 triliun dengan volume sebanyak 6,678 miliar lembar saham, dengan total transaksi sebanyak 108.895. Sebanyak 127 saham mengalami kenaikan, sementara sebanyak 60 saham melemah, dan 73 saham terpantau stagnan.

Seluruh saham cenderung bergerak mixed, seperti sektor agribisnis yang naik 13,929 poin, konsumsi malah melemah 2,25 poin dan sektor perbankan juga naik tipis sebesar 0,24 poin. Sementara sektor pertambangan berhasil memimpin penguatan saham yang naik hingga 44,87 poin.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain saham dari PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp1.000 menjadi Rp33.800, PT United Tractors Tbk (UNTR) yang naik sebesar Rp550 menjadi Rp18.300, PT Astra International Tbk (ASII) naik Rp450 ke posisi Rp35.550, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik Rp300 ke level Rp14.550, dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) naik Rp300 menjadi Rp6.300.

Sementara saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun Rp300 menjadi Rp13.750, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI) turun Rp100 menjadi Rp550, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp100 menjadi Rp3.850, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) sebanyak Rp100 menjadi Rp23.450, dan PT Smart Tbk (SMAR) turun Rp75 menjadi Rp3.125.

Sementara, bursa regional cenderung bergerak menguat, antara lain indeks Nikkei 255 menguat 172,65 poin atau setara 1,61 persen ke posisi 10.907,68, indeks Shanghai Composite di China naik 42,892 poin ke posisi 3.215,55, dan indeks Seoul Composite naik 14,36 poin ke level 1.685,77. Namun, indeks Hang Seng malah anjlok 31,65 poin ke posisi 21.716,95.(css)
IHSG Ditutup Naik 0,47 Persen
Kamis, 14 Januari 2010 | 16:38 WIB

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG

TERKAIT:
Saham dan Rupiah Melaju
IHSG Kembali Positif
Saham Masih Dibayangi Mendung
Investor Optimistis, Wall Street Menguat
Saham Hari ini: “Selective Buy”
JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia Kamis (14/1/2010) sore berhasil mempertahankan kenaikannya, meski sedikit turun dibandingkan dengan penutupan sesi pertama.

IHSg ditutup bertambah 12,309 poin atau 0,47 persen pada 2.645,181. Sektor perdagangan dan pertambangan menjadi pemimpin kenaikan indeks hari ini. Pada perdagangan sesi pertama IHSG ditutup naik 0,99 persen.

Sementara indeks Kompas100 meningkat 0,47 persen, kemudian indeks LQ45 menguat 0,44 persen, serta Jakarta Islamic Index naik 0,94 persen.

Pada perdagangan hari ini 114 saham naik masih mendominasi dibandingkan 56 sahan turun dan 70 saham stagnan. Adapun transaksi mencapai Rp4,3 triliun dari 108.895 kali transaksi dengan volume 6,678 miliar saham.
Sesi II Tutup
Sentimen Mancanegara Topang Posisi IHSG
Indeks di BEI menguat 0,46% ke level 2.645, sedang rupiah bercokol di posisi 9.165/US$.
KAMIS, 14 JANUARI 2010, 16:14 WIB
Antique

BERITA TERKAIT
Ambil Untung Berlanjut, IHSG Tergerus 26 Poin
Investor Beli Selektif, IHSG Makin Melaju
Saham Astra Topang IHSG di Level Positif
Aksi Beli Selektif Angkat IHSG
IHSG Ikuti Tekanan Jual Regional
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berakhir positif di penutupan transaksi menjelang akhir pekan ini, setelah berhasil berbalik arah menguat (rebound) pagi tadi.

Analis PT BNI Securities Akhmad Nurcahyadi berpendapat, penguatan yang terjadi pada beberapa bursa di wilayah global dan regional, serta penurunan tajam indeks dalam negeri kemarin menjadi beberapa variable penggerak IHSG hari ini.

“Kenaikan harga minyak dunia menjadi US$79,95 per barel dan penguatan sebagian besar harga komoditas global juga menjadi pemicu,” kata dia melalui risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 14 Januari 2010.

Akhmad mengakui, beberapa saham berfundamental kuat dan memiliki kapitalisasi pasar yang besar dipandang turut mewarnai pergerakan indeks domestik menjelang akhir pekan ini.

IHSG pada penutupan transaksi hari ini, menguat 12,31 poin (0,46 persen) ke level 2.645,18. Pada akhir sesi I tadi, indeks berakhir terangkat 26,04 poin atau 0,98 persen di posisi 2.658,92

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,30 triliun dan volume tercatat 13,35 juta lot, dengan frekuensi 108.895 kali. Sebanyak 127 saham menguat, 60 melemah, 73 ditutup stagnan, serta 222 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 947,03 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 965,46 miliar.

Sedangkan bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng turun 31,65 (0,15 persen) ke level 21.716,95, tetapi Nikkei 225 menguat 172,65 atau 1,61 persen menjadi 10.907,68, dan Straits Times terangkat 23,67 persen (0,82 persen) di posisi 2.912,05.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang menguat cukup besar di antaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp 1.000 atau 3,04 persen ke level Rp 33.800, PT Astra International Tbk (ASII) menguat Rp 450 (1,28 persen) menjadi Rp 35.550, dan PT Indosat Tbk (ISAT) terangkat Rp 200 atau 4,12 persen di posisi Rp 5.050.

Sementara itu, dia mengakui, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pun ikut menjadi katalis bergairahnya kembali pasar modal dalam negeri.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.165 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.155/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.130 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu, 13 Januari 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.180-9.208/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

Kamis, 14/01/2010 16:09 WIB
IHSG Cetak 12 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detik Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil bertahan di zona positif, meskipun pada perdagangan sesi II tampak adanya tekanan jual yang membuat level kenaikan IHSG menipis. IHSG mencetak kenaikan 12 poin.

Aktivitas perdagangan hari ini berjalan agak lambat, meskipun sekali-sekali terlihat cukup bergairah. Tipisnya transaksi investor asing sepertinya membuat investor-investor domestik kurang berminat melakukan aksi pembelian maupun penjualan yang cukup signifikan.

Sejak perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan transaksi jual bersih (foreign net sell) sebesar Rp 112 miliar, artinya ada penarikan dana keluar. Hal serupa terjadi pada perdagangan hari ini, asing tampak kurang atraktif dan kembali mencatat net sell tipis sebesar Rp 57 miliar. Transaksi beli asing tercatat sebesar Rp 1,147 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,204 triliun.

Saham-saham sektor pertambangan masih menjadi pemimpin laju kenaikan IHSG. Indeks saham-saham tambang naik 44,877 poin (1,89%) ke level 2.415,481. Indeks saham perkebunan naik 13,927 (0,72%) ke level 1.946,317. Rentang pergerakan IHSG hari ini berkisar antara 2.633,582 hingga 2.660,892.

Pada perdagangan Kamis (14/1/2010), IHSG ditutup naik 12,309 poin (0,46%) ke level 2.645,181. Indeks LQ 45 naik 2,284 poin (0,44%) ke level 520,802.

Bursa-bursa regional Asia hampir seluruhnya berada di zona hijau, kecuali indeks Hang Seng yang banting setir ke zona merah di tengah perdagangan

Indeks Shanghai naik 42,89 poin (1,35%) ke level 3.215,55.
Indeks Hang Seng turun 31,65 poin (0,15%) ke level 21.716,95.
Indeks Nikkei-225 naik 172,65 poin (1,61%) ke level 10.907,68.
Indeks Straits Times naik 20,41 poin (0,71%) ke level 2.908,79.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 108.895 kali pada volume 6,678 miliar saham senilai Rp 4,301 triliun. Sebanyak 127 saham naik, 60 saham turun dan 73 saham stagnan.

Saham-saham yang mengalami kenaikan harga di top gainer antara lain Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 33.800, United Tractors (UNTR) naik Rp 550 ke Rp 18.300, Astra International (ASII) naik Rp 450 ke Rp 35.550, Kentucky Fried Chicken (FAST) naik Rp 300 ke Rp 6.300, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke Rp 14.550, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 250 ke Rp 6.400, Indosat (ISAT) naik Rp 200 ke Rp 5.050, Astra Agro (AALI) naik Rp 150 ke Rp 24.750.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indocement (INTP) turun Rp 300 ke Rp 13.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 ke Rp 23.450, PGN (PGAS) turun Rp 100 ke Rp 3.850, Medco (MEDC) turun Rp 50 ke Rp 2.550, Unilever (UNVR) turun Rp 50 ke Rp 11.000.
(dro/qom)

Prediksi Pasar Saham
IHSG Masih Rawan Tekanan Jual
Bursa regional Asia juga tetap menjadi sentimen pendorong indeks domestik.
KAMIS, 14 JANUARI 2010, 08:29 WIB
Antique

BERITA TERKAIT
Aksi Beli Selektif Masih Warnai Transaksi
Tren Harga Naik, Saham Komoditas Layak Beli
IHSG Cenderung Berfluktuasi
IHSG Tetap Rawan Tekanan Jual
Akumulasi Saham Grup Bakrie
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia berpeluang berfluktuasi (mixed) dengan potensi melanjutkan tekanan jual investor.

“Sentimen bursa regional tetap menjadi acuan pergerakan IHSG,” ujar Purwoko Sartono, research analyst PT Panin Sekuritas Tbk kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu sore, 13 Januari 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Kamis, 14 Januari 2010, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.603 dan batas atas (resistance) 2.649.

Pada transaksi Rabu, indeks kembali berakhir negatif karena bercokol di posisi 2.632,87, terkoreksi 26,67 poin (1 persen) dari perdagangan Selasa, 12 Januari 2010, yang menguat 27,34 poin atau 1,03 persen ke level 2.659,55.

Bursa Asia saat IHSG juga tutup bergerak negatif. Indeks Hang Seng melemah 578,04 poin (2,59 persen) ke posisi 21.748,6, Nikkei 225 terkoreksi 144,11 poin (1,32 persen) menjadi 10.735,03, dan Straits Times turun 23,92 poin (0,82 persen) ke level 2.892,19.

Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Rabu sore waktu New York, atau Kamis dini hari WIB kembali positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 53,51 poin (0,50 persen) menjadi 10.680,77, indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 naik 9,46 poin atau 0,83 persen ke level 1.145,68, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 25,59 poin (1,12 persen) di posisi 2.307,90.

Menurut Purwoko, IHSG masih rawan tekanan jual pelaku pasar pada hari ini. Pasalnya, aksi jual besar-besaran kemarin akan mendorong investor merealisasikan keuntungan yang diperoleh dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, pergerakan bursa regional Asia juga tetap menjadi sentimen pendorong indeks yang tengah berada dalam bullish rally sejak awal tahun ini.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

14/01/2010 – 05:47
Sst..Bursa Masih Rawan Aksi Jual
Wahid Ma’ruf

INILAH.COM, Jakarta – Aksi jual besar-besaran masih membayangi pasar saham pada hari ini sehingga indeks akan kembali tertekan dengan perkiraan di kisaran 2.603-2.649.

Demikian dikatakan analis saham Panin Securities, Purwoko Sartono di Jakarta kemarin. “Besok (hari ini) kami perkirakan indeks masih akan berada dalam tekanan. Aksi jual besar-besaran kemarin akan mendorong investor untuk merealisasikan keuntungan yang diperoleh dalam beberapa pekan terakhir,” katanya.

Anjloknya bursa regional Asia menjadi sentimen negatif pendorong indeks yang tengah berada dalam bullish rally sejak awal tahun ini. Penurunan bursa regional Asia didorong oleh langkah bank sentral China menaikkan reserve requirement ratio. Langkah bank sentral China ini bertujuan untuk mencegah naiknya angka inflasi. Disisi lain, investor menilai dalam jangka pendek kebijakan ini akan menyerap likuiditas di pasar.

Indeks saham kemarin ditutup melorot 26,68 poin (1%) ke level 2.632,87. Nilai transaksi ditutup Rp3,1 triliun dengan volume perdagangan 4,59 miliar lembar saham yang ditopang 51 saham menguat, ada 133 saham ditutup melemah dan ada 71 masih stagnan. [hid]
Saham-saham di bursa Wall Street kembali menguat, setelah investor mulai memburu saham-saham yang diperkirakan mencetak laba besar menjelang musim laporan keuangan.

Penguatan terjadi menjelang keluarnya laporan keuangan Intel Corp dan JPMorgan Chase & Co. Saham JPMorgan tercatat naik 1,8%, Intel naik 1,7%.

“Menjelang laporan keuangan Intel dan JPMorgan, saya kira ada sebuah perasaan bahwa saham-saham telah mengalami aksi jual yang cukup dan para pembeli merasa cukup nyaman membeli saham-saham semikonduktor dan finansial,” ujar Michael James, pialang senior Wedbush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Kamis (14/1/2010).

Pada perdagangan Rabu (13/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 53,51 poin (0,50%) ke level 10.680,77. Indeks Standard & Poor’s 500 juga menguat 9,46 poin (0,83%) ke level 1.145,68 dan Nasdaq menguat 25,59 poin (1,12%) ke level 2.308,90.

Mengawali perdagangan, saham-saham sempat melemah oleh saham-saham energi menyusul anjloknya harga minyak. Namun indeks Dow Jones akhirnya menguat berkat kenaikan saham Merck hingga 3,7% setelah Credit Suisse menaikkan estimasinya atas saham perusahaan farmasi itu.

Saham Chevron tercatat turun hingga 0,8% menyusul anjloknya harga minyak. Kemarin minyak light pengiriman Februari tercatat turun 1,14 dolar menjadi US$ 79,65 per barel.

Perdagangan saham cukup moderat, dengan transaksi di New York Stock Exchange kurang dari 1 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 2,18 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,32 miliar, di atas rata-rata tahun lalu sebanyak 1,63 miliar.

Sumber: detikcom

 

perencana mo konsolidasi … 140110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:37 am

Perencana Keuangan Bentuk Lembaga Independen
Rabu, 13 Januari 2010 – 17:35 wib

JAKARTA – Beberapa perencana keuangan sepakat membentuk lembaga perencanaan keuangan independen. Langkah tersebut diambil karena banyak perencana keuangan nonindependen yang meresahkan masyarakat.

“Kami sepakat membentuk lembaga perencana keuangan independen karena banyak perencana keuangan kini yang justru menawarkan produk investasi titipan kantornya atau ujung-ujungnya jualan produk investasi,” ungkap Ketua Independent Financial Planner Club (IFPC) Aidil Akbar Madjid, selepas acara Indonesia Market Outlook 2010, di Gedung Graha Iskandarsyah Blok M, Jakarta, Rabu (13/1/2010).

Hingga saat ini, lembaga independen tersebut hanya beranggotakan delapan perencana keuangan independen. Dengan wadah tersebut, Aidil mengharapkan agar perencana keuangan lainnya mau bergabung dengan lembaga ini, setelah ada pengaduan dari masyarakat tentang perencana keuangan yang justru menjual produk investasi dari beberapa perusahaan.

Langkah ini juga menjadi proteksi bagi masyarakat agar masyarakat tidak semakin kebingungan menggunakan jasa perencana keuangan independen.

“Kami melihat ada potensi 1.328 perencana keuangan non independen di Jakarta. Agar tidak membingungkan masyarakat, kami akan mengajak mereka untuk masuk menjadi perencana keuangan independen,” tambah Aidil.

External Affair IFPC Safir Senduk mengatakan dalam wadah tersebut perencana keuangan dapat berbagi ilmu dan pengalaman lain di bidang jasa keuangan. Selain itu, perencana keuangan ini diharapkan bisa bersifat netral atas jasa keuangan kepada kliennya. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah perencana keuangan yang sekaligus melakukan penjualan produk investasi dari beragam perusahaan.

Safir mencontohkan di Indonesia kini ada sekitar 60 institusi keuangan. Itu belum termasuk jumlah agennya. Jika tiap institusi ini menjual lima produk investasi (baik obligasi, asuransi, tabungan dan lain-lain), maka akan ada 300 produk investasi yang akan ditawarkan ke masyarakat.

“Agar lebih independen, maka lembaga ini dibentuk. Sehingga perencana keuangan bisa netral menawarkan produk investasi sekaligus merancang keuangan pribadinya,” tegas Safir.

Selain itu, perencana keuangan ini juga bakal menggaet pasar menengah bawah (layanan personal) untuk menawarkan jasa perencanaan keuangannya. Hal tersebut dilakukan karena setiap orang berhak mengatur keuangannya agar sehat dan peluang menjadi kaya.

“Jasa perencana keuangan diperlukan oleh setiap orang yang memiliki penghasilan dan ingin menjadi kaya atas kekayaannya. Di sini kami akan menjembatani seseorang untuk mengatur keuangannya,” tambah Sekretaris IFPC Ligwina Hananto.

Karena pada dasarnya, setiap orang pasti menginginkan kekayaan. Namun, lanjut Wina, seseorang belum mampu mengatur keuangannya secara maksimal karena tidak memiliki ilmunya.

“Padahal untuk menjadi kaya, bukan seberapa besar gaji atau penghasilan yang didapatkan per bulan. Tapi dari seberapa besar kita dapat menyisihkannya untuk investasi,” tambah Wina.
(Didik Purwanto/Koran SI/ade)