1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

pesimisme seorang pesimis … 140110 14 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 5:33 pm

IHSG di 2010 Diprediksi Bakal Terkoreksi
Kamis, 14 Januari 2010 – 13:28 wib

Andina Meryani – Okezone

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2010 diperkirakan akan kembali terkoreksi setelah mencetak prestasi gemilang tahun lalu. Harus diakui, indeks bursa saat ini di level 2.600 sudah lumayan tinggi dan ditopang oleh aliran hot money.

Sementara itu koreksi di indeks di 2010 dipengaruhi tingkat bunga negara maju yang diperkirakan akan naik yang akan mendorong arus balik hot money.

“Ada atau tidak ada skandal Century, kemungkinan akan terjadi koreksi indeks pada 2010 di level 2.000-2.100, karena tingkat bunga negara maju diperkirakan akan naik, yang akan mendorong arus balik hot money,” ujar ekonom ECONIT Rizal Ramli, acara Econit Advisory Group: Economic Outlook 2010 “A Year of The Judgement” di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Namun, dia tidak menyangkal jika skandal Bank Century dan implikasi politiknya terus bergulir maka akan mengakibatkan koreksi yang lebih besar daripada seharusnya.

Dia bahkan memperkirakan indeks akan jatuh hingga level 1.500-1.700 jika seusai kasus Century menyebabkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Wakil Presiden Boediono mundur dari jabatannya.

“Kalau sampai Sri Mulyani dan Boediono jatuh, indeks bisa anjlok sampai 1.500-1.700,” tambahnya.

Tetapi jika koreksi itu terjadi, akan terbuka kesempatan untuk membeli saham-saham di BEI dengan harga murah yang harganya akan kembali meningkat setelah masa transisi yang bersifat sementara.
(ade)
… tapi kebalekan dengan anak buahnya:
2010, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi 5,7%
Kamis, 14 Januari 2010 – 11:36 wib
TEXT SIZE :
Andina Meryani – Okezone

Pengamat dari Econit Hendri Saparini. Foto: Koran SI
JAKARTA – ECONIT memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2010 sebesar 5,7 persen. Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding 2009, bahkan bila dibandingkan dengan prediksi pemerintah.

Pertumbuhan tersebut akan dicapai dengan strategi yang hampir sama dengan tahun lalu yakni didorong oleh konsumsi masyarakat, harga komoditas dan high cost debt, serta banjirnya hot money.

Demikian disampaikan Ekonom ECONIT Hendri Saparini, dalam acara Econit Advisory Group: Economic Outlook 2010 “A Year of The Judgement”, di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (14/1/2010).

Selain itu, pemerintah juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga SBI sebesar 8-9 persen di 2010. “Kebijakan suku bunga tinggi ini juga akan dipertahankan untuk antisipasi perkiraan inflasi tinggi, ancaman pelemahan nilai tukar dan untuk menahan terjadinya gelombang capital inflow,” jelasnya.

Sedangkan untuk inflasi, diperkirakan akan jauh lebih tinggi dari tahun lalu yaitu sebesar 6-7 persen. Hal tersebut dipengaruhi oleh ancaman kenaikan harga yang diatur pemerintah seperti harga BBM, kenaikan TDL, dan harga pupuk.

ECONIT menilai bahwa tingkat pemulihan ekonomi di 2010 relatif rendah dibanding potensinya dan diprediksi akan kembali berkualitas rendah.

“Ekonomi Indonesia akan mengalami pemulihan yang lamban tetapi dengan tingkat pertumbuhan yang mediocre kualitas pertumbuhan yang rendah,” pungkasnya.
(ade)
Perekonomian Indonesia Masih Andalkan Hot Money
Kamis, 14 Januari 2010 19:03 WIB 45 Dibaca | 0 Komentar
JAKARTA–MI: Perekonomian Indonesia tahun ini masih bergantung pada derasnya aliran dana jangka pendek atau hot money. Karena itu awal 2010 nilai tukar rupiah menguat dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terangkat.

“Tahun ini, ekonomi lebih baik dari 2009 karena hot money masih terus datang. Apalagi pemerintah kita menawarkan bunga obligasi negara yang jauh lebih tinggi dari negara-negara lain,” kata mantan Menteri Perekonomian dan Menteri Keuangan Rizal Ramli dalam acara Economic Outlook 2010 bertajuk Tahun Penentuan di Jakarta, Kamis (14/1).

Menurutnya, imbal hasil obligasi rupiah pemerintah pada 2009 sangat tinggi hingga mencapai 12,7% pada Maret 2009 meski pada Desember 2009 turun ke level 10,1%. Sementara negara lain seperti Filipina 8%, Thailand 4,2%, Singapura 2,7% dan AS 3,8%.

Adapun obligasi dolar yang diterbitkan pemerintah juga berbunga sangat tinggi. Untuk tenor 5 tahun, bunga obligasi mencapai 4,32%. Padahal Filipina hanya 3,89% dan China 3%.

“Inilah mengapa asing senang dengan Indonesia. Pemerintah kita kasih bunganya tinggi dan enggak ada resikonya karena pemerintah yang jamin. Dan kalau kemarin pemerintah bilang imbal hasil kita terendah, itu tidak benar,” cetus Rizal.

Ia mengatakan tingginya bunga obligasi ini menganggu kebutuhan pembiayaan dari sektor swasta. Tahun lalu, terjadi peningkatan suku bunga pinjaman dolar sektor swasta seperti Adaro yang memberikan bunga 7,625% dan PLN dengan suku bunga 7,75%.

Aliran hot money yang sangat besar ditarik dengan cara membuka pintu masuk selebar-lebarnya di bursa saham dan obligasi. Peningkatan dana jangka pendek hingga US$95,9 miliar pada akhir November 2009 dari US$52,8 miliar pada awal tahun telah mendorong kenaikan indeks saham, nilai tukar rupiah dan cadangan devisa. “IHSG sudah ketinggian di level 2.600, harusnya ya sekitar 2.000-2.100 karena ada kasus Century,” ujar Rizal.

Hal senada diungkapkan Direktur Pelaksana Econit Advisory Group Hendri Saparini. Dengan derasnya aliran hot money, ia menilai pertumbuhan ekonomi 2010 mencapai 5,7%. Angka ini lebih tinggi dari target pemerintah yang hanya 5,5%.

“Pemulihan tergantung pada hot money, high cost debt dan commodity price. Ini akan menjadikan ekonomi Indonesia menjadi sangat fragile pada 2010,” kata Hendri. (Ray/OL-06)
Indonesia Terkendala Paradigma Ugal-Ugalan
Minggu, 17 Januari 2010 – 16:05 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso – Okezone

Rizal Ramli. Foto: Fetra/okezone.com
JAKARTA – Indonesia berpeluang menjadi negara besar di Asia, namun banyak kendala yang harus dihadapi. Pemerintah diharapkan tidak hanya mengandalkan sektor industri, tapi harus didukung kebijakan moneter dan fiskal yg pro-ekonomi dan pertanian.

“Kami percaya indonesia masih punya peluang untuk jadi negara besar di Asia. Tapi harus ada prasyaratnya, yaitu Indonesia harus mengakhiri kebijakan ekonomi yang berparadigma pasar ugal-ugalan. Garis ekonomi harus kembali ke garis ekonomi konstitusi,” ungkap Ketua Komite Indonesia Bangkit Rizal Ramli, saat ditemui wartawan, di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/1/2010).

Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi positif tahun ini, antara 5-6,5 persen. Namun pertumbuhan yang dihasilkan relatif rendah daripada hasil. “Bahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh diatas 8-10 persen dengan tingkat pertumbuhan yang relatif rendah tidak bisa mengatasi masalah pengurangan pengangguran. Fakta, sebagian besar pekerja ada di sektor informal,” jelas Rizal.

Sektor-sektor utama dalam ekonomi Indonesia, seperti pertanian, perdagangan, industri dan perdagangan tidak punya daya saing dan produkivitas tinggi. Pertumbuhan ekonomi hanya dinikamti oleh sebagia orang Indonesia juga gamang menghadapi globalisasi ekonomi. Indonesia sangat agresif mencapai kesepakatan liberalisasi ekonomi. “Misal tahun ini ada ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA)-Asean, FTA dengan Australia, dan dimungkinkan dengan Amerika Serikat,” katanya.

Sikap agresif ini, jelasnya, tidak diikuti dengan strategi dan kebijakan industri yang memanfaatkan kekayaan alam dan membuat daya saing industri tinggi. “Menurut kami, ada pernyataan yang mengatakan, kita bisa jadi negara besar di Asia tapi dari apa yang sudh dilakukan, kami merasa impian itu masih muluk, butuh perubahan,” katanya.

Artinya, jika ada kemauan upaya guna menjadikan Indonesia jadi negara industri yang besar di Asia, tidak bembutuhkan waktu yang lama. “Kita yakin Indonesia berpeluang jadi negara besar. Kita telah kehilangan banyak kesempatan, tapi tahun ini harus jadi titik balik menjadi negara yang menyejahterakan rakyat yang berkeadilan,” pungkasnya.
(css)

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s