1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ihsg meniti stagnansi pasca euforia … 180110 18 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:20 pm

Sesi II Tutup
IHSG Terpengaruh Bursa Mancanegara
Indeks di BEI turun tipis 0,1% ke level 2.642, sedang rupiah bercokol di posisi 9.232/US$.
SENIN, 18 JANUARI 2010, 16:21 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali mengakhiri transaksi awal pekan ini dengan pelemahan. Sentimen negatif, baik di bursa global dan regional mempengaruhi bursa domestik.

Analis PT BNI Securities Asti Pohan berpendapat, adanya laporan kerugian dari JP Morgan, bank besar di Amerika yang meluruhkan spekulasi adanya pemulihan keadaan ekonomi di AS menjadi sentimen negatif ke bursa kawasan di Asia, termasuk IHSG.

“Pergerakan harga komoditas yang bervasiasi turut menjadi pemicu pergerakan indeks bursa kita,” kata dia melalui risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, Senin, 18 Januari 2010.

IHSG pada penutupan transaksi awal pekan ini, melemah tipis 4,54 poin (0,18 persen) ke level 2.642,55. Pada akhir sesi I tadi, indeks pun berakhir turun 9,06 poin atau 0,35 persen di posisi 2.638,03.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 2,76 triliun dan volume tercatat 11,63 juta lot, dengan frekuensi 76.173 kali. Sebanyak 64 saham menguat, 122 melemah, 69 ditutup stagnan, serta 230 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 460,13 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 760,90 miliar.

Sedangkan bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng turun 194,15 (0,90 persen) ke level 21.460,01, Nikkei 225 melemah 127,02 atau 1,16 persen menjadi 10.855,08, tetapi Straits Times terangkat 5,05 persen (0,17 persen) di posisi 2.913,47.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang melemah cukup besar di antaranya PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun Rp 200 atau 0,55 persen ke level Rp 36.000, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) melemah Rp 150 (1,08 persen) menjadi Rp 13.650, dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) terkoreksi Rp 150 atau 0,63 persen di posisi Rp 23.350.

Rupiah Ikut Berpengaruh
Sementara itu, Asti mengakui, mata uang rupiah terhadap dolar AS yang pagi ini sempat dipertukarkan menguat tipis juga memberikan pengaruh pada pergerakan IHSG hari ini.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.232 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.230/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.205 per dolar AS. Pada perdagangan Jumat, 15 Januari 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.197-9.905/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

Senin, 18/01/2010 16:08 WIB
IHSG Melemah 4 Poin
Indro Bagus SU – detikFinance
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di zona negatif dan kehilangan 4 poin. Koreksi besar pada saham-saham sektor pertambangan dan perkebunan membuat IHSG tak mampu terangkat ke zona positif.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG terjebak di zona negatif. Tekanan jual menguasai lantai bursa sejak awal perdagangan dan sempat menjatuhkan IHSG ke level 2.629,908.

Namun seiring dengan masuknya aksi beli pada sektor-sektor pertambangan, IHSG perlahan-lahan terangkat hingga sempat menyentuh zona positif dengan titik tertinggi di level 2.648,924. Sayangnya, mendadak saham-saham tambang kembali menerima tekanan jual secara masif, sehingga gerak IHSG kembali jatuh ke zona negatif.

Aktivitas transaksi investor asing juga masih terbatas. Transaksi beli asing sebesar Rp 600 miliar, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 896 miliar. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) tercatat sebesar Rp 296 miliar.

Nilai transaksi juga tidak besar masih di kisaran Rp 2 triliun, sedangkan volume transaksi membengkak lantaran adanya transaksi tutup sendiri (crossing) atas 3 juta lot atau 1,5 miliar saham baru (rights) PT Darma Henwa Tbk (DEWA) di harga Rp 15 dengan total nilai Rp 23,179 miliar. Broker PT Danatama Makmur (II) memfasilitasi transaksi ini.

Pada perdagangan Senin (18/1/2010), IHSG ditutup turun 4,542 poin (0,17%) ke level 2.642,548. Indeks LQ 45 turun 1,250 poin (0,23%) ke level 519,873.

Bursa-bursa regional Asia juga didominasi koreksi, meski mulai terjadi dorongan naik.

Indeks Shanghai naik 12,95 poin (0,40%) ke level 3.237,10.
Indeks Hang Seng turun 194,15 poin (0,90%) ke level 21.460,01.
Indeks Nikkei-225 turun 127,02 poin (1,16%) ke level 10.855,08.
Indeks Straits Times naik 5,38 poin (0,18%) ke level 2.913,80.

Perdagangan berjalan agak lambat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 76.173 kali pada volume 5,816 miliar saham senilai Rp 2,761 triliun. Sebanyak 64 saham naik, 122 saham turun dan 69 saham stagnan.

Saham-saham yang mengalami kenaikan harga dan berada di jajaran top gainer antara lain: Indosat (ISAT) naik Rp 350 ke Rp 5.800, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 250 ke Rp 6.650, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 250 ke Rp 18.100, BRI (BBRI) naik Rp 100 ke Rp 7.900, BCA (BBCA) naik Rp 100 ke Rp 5.050, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 100 ke Rp 4.850.

Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan harga dan berada di jajaran top loser antara lain: HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 350 ke Rp 13.550, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 500 ke Rp 33.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 150 ke Rp 23.350, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 ke Rp 18.300, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 ke Rp 2.725, Astra International (ASII) turun Rp 200 ke Rp 36.000, XL Axiata (EXCL) turun Rp 400 ke Rp 1.850.
(dro/qom)

 

tentu saja, info FUNDAMENTAL positif yang diburu … 180110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 2:23 pm

19/01/2010 – 10:49
Deutsche: Inflasi 2010 Dilevel 6%
Agustina Melani

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Deutsche Bank memprediksi, tingkat inflasi berada di level 4-6 persen dan produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh sebesar 5,5 persen pada 2010.

Pertumbuhan ekonomi global yang mulai pulih memungkinkan Indonesia untuk membangun ketahanan ekonomi akibat dari krisis keuangan global. “Tingkat pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan pasar keuangan domestik yang kuat membuat Indonesia relatif kebal terhadap krisis keuangan global,” ujar Ekonom Senior Deutsche Bank Taimur Baig.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal tersebut menjadi landasan kuat bagi perekonomian yang stabil dan pertumbuhan berkelanjutan pada 2010. Deutsche Bank juga memperkirakan permintaan domestik telah mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,3 persen pada 2009. Sebagian besar didukung pertumbuhan konsumsi.

Investasi dan perdagangan cenderung akan menjadi pendorong utama pertumbuhan PDB pada 2010. “Dengan sektor pertanian dan manufaktur yang semakin kokoh sepanjang tahun lalu perekonomian Indonesia melangkah ke 2010 dengan pijakan yang kuat,” ujar Baig.

Untuk inflasi ditargetkan sekitar 4-6 persen meskipun rata-rata dapat mencapai 6 persen pada 2010. “Walaupun tekanan pada harga akan meningkat karena penyesuaian biaya administratif dan peningkatan harga komoditas, penguatan rupiah, dan pengetahuan moneter menjadi faktor utama yang akan menjaga tingkat inflasi sesuai target Bank Indonesia,” katanya lagi.

Rupiah juga akan menguat menjadi Rp9.130 sementara Bank Indonesia diprediksikan akan menaikkan suku bunga sebesar 1 persen menjadi 7,5 persen hingga akhir tahun. Deutsche Bank yakin Indonesia tidak rentan terhadap potensi dampak arus dana keluar dari investor asing seperti dulu.

“Penandatangan perjanjian transaksi pertukaran mata uang asing senilai US$15miliar dengan china untuk memfasilitasi perdagangan bilateral, penggandaan transaksi pertukaran mata uang asing Indonesia-Jepang yang mencapai US$12 miliar serta fasilitas dana siaga senilai US$2 miliar dari Bank Dunia telah memberikan tingkat stabilitas ekonomi yang kami percaya dapat meminimalisir akibat volatilitas terkait dengan arus keluar modal di masa lalu,” tutur Baig.

Pertumbuhan kredit diprediksikan meningkat sebesar 18 persen yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan belanja pemerintah untuk pembangunan sektor infrastruktur serta pertumbuhan sektor perdagangan dan komoditas yang diprediksi akan membaik.

Deutsche Bank juga memprediksikan pertumbuhan PDB dunia mencapai 3,9% pada 2010. PDB AS tumbuh sekitar 3,6% dan Jepang sekitar 1,1% pada 2010. Untuk euroland sekitar 1,5% bagi negara uni Eropa memakai mata uang Euro. [san/cms]

Ketahanan ekonomi Indonesia akan semakin kuat di tahun 2010. Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus melaju hingga 5,5%, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang 4,3%, didominasi oleh sektor investasi dan perdagangan.

Demikian disampaikan Senior Ekonom Deutsche Bank Taimur Baig dalam Global Economic Outlook Conference Series 2010 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (19/1/2010).

“Pertumbuhan ekonomi global yang mulai pulih, memungkinkan Indonesia untuk membangun ketahanan ekonominya terhadap akibat dari krisis keuangan global. Deutsche Bank menargetkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh 5,5% pada 2010,” kata Baig.

Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,5% disumbang oleh sektor investasi dan perdagangan. Setelah satu tahun sebelumnya, ekonomi, sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi.

“Sektor pertanian dan manufaktur yang semakin kokoh sepanjang tahun lalu, perekonomian Indonesia melangkah ke 2010 dengan pijakan yang kuat,” jelasnya.

Tingkat inflasi juga terjadi koreksi. Angka yang sajikan Deutsche Bank tetap berada di kisaran 4-6% sesuai prediksi Bank Indonesia. Namun angka rata-ratanya dapat mencapai 6% pada tahun ini.

“Tekanan terhadap harga akan meningkat, karena penyesuaian biaya administratif dan peningktan harga komoditas. Penguatan rupiah akan menjadi Rp 9.130 per dolar AS pada tahun 2010,” paparnya,

Selain itu, Bank Indonesia diprediksi akan menaikkan suku bunganya (BI Rate) menjadi 7,5% hingga akhir tahun 2010.

Tahun ini, pertumbuhan kredit akan terjaga dan cenderung meningkat. Peningkatan dapat mencapai 18%, yang sebagian besar disebabkan peningkatan belanja pemerintah, khususnya sektor infrastruktur serta perdagangan dan komoditas.

“Secara global, pertumbuhan PDB dunia mencapai 3,9% di tahun 2010. Sementara AS diprediksi akan tumbuh 3,6%, Jepang diperkirakan tumbuh 1,1%, dan pertumbuhan negara Uni Eropa 1,5%,” imbuhnya.

Sumber: detikcom
Selasa, 19/01/2010 11:23 WIB

Investasi & perdagangan penopang utama 2010

oleh : Nana Oktavia Musliana

JAKARTA (Bisnis.com): Investasi dan perdagangan akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini.

Hal itu terungkap dalam laporan proyeksi ekonomi 2010 yang disampaikan Duetsche Bank, tadi pagi.

Menurut bank tersebut, pada 2009 ekonomi tumbuh karena ditopang oleh pertumbuhan di sisi konsumsi, terutama dari domestik.

Taimur Baig, Ekonom Senior Deutsche Bank, mengatakan tingkat pertumbuhan ekonomi berkesinambungan dan pasar keuangan domestik yang kuat membuat Indonesia relatif kebal terhadap krisis keuangan global.

Deutsche Bank memperkirakan Indonesia akan tumbuh 5,5% pada 2010 dengan laju inflasi 4%–6% sesuai target Bank Indonesia.(er)

bisnis.com
Senin, 18/01/2010 00:00 WIB

Investor soroti isu fundamental

oleh :

JAKARTA: Pemodal diperkirakan menyusun strategi investasi di pasar saham dengan menggunakan ekspektasi dan informasi fundamental emiten, di tengah kombinasi sentimen negatif dan positif bursa global.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi bergerak menyamping (sideways), seiring dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

Sinyal Pemerintah China mempercepat kebijakan uang ketat dengan menaikkan giro wajib minimum (GWM) dinilai hanya memberikan dampak signifikan dalam jangka pendek, di tengah arah koreksi harga minyak dunia.

“Dengan tertekannya harga energi dunia, pemodal akan beralih dari saham komoditas dengan menggunakan pertimbangan fundamental sebagai landasan mengambil posisi transaksi pekan ini,” tutur Analis PT GMT Asset Management Niko Simatupang, kemarin.

Investor, lanjutnya, akan memperhatikan kinerja fundamental para emiten dan aksi korporasi yang mereka lakukan sebagai dasar keputusan bertransaksi sepanjang pekan ini.

Informasi awal kinerja keuangan 2009 juga menjadi sentimen awal pendorong pergerakan saham unggulan.

Niko menilai saham sektor komoditas yang selama ini memimpin pergerakan IHSG kemungkinan tertekan aksi ambil untung (profit taking) lanjutan. “Penurunan harga minyak mentah dunia menjadi penyebab utama,” ujarnya.

Di pasar New York akhir pekan lalu, harga energi utama dunia itu turun 1,75%, atau sebesar US$1,39 per barel, ke level harga US$78 dalam sehari.

Posisi itu melemah 6,23% dibandingkan dengan rekor harga tertinggi pada 6 Januari 2010 sebesar US$83,18 per barel.

“Saham perbankan yang biasanya menjadi sektor kedua penggerak IHSG juga masih belum memiliki momentum kenaikan di tengah prospek kenaikan BI Rate pada pertengahan tahun,” papar Niko.

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

bisnis.com

 

isu politis maseh ada … 180110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:51 pm

Senin, 18/01/2010 14:56 WIB
Kredibilitas SBY Bisa Turun Jika Ganti Sri Mulyani Berdasar ‘Deal’
Ramdhania El Hida – detikFinance

Jakarta – Presiden SBY akan menjadi Presiden yang buruk jika mengambil keputusan berdasarkan ‘deal’ dengan salah satu pihak. Kebijakan Presiden tidak boleh berdasarkan ‘kesepakatan’ atau ‘deal politics’ karena hal tersebut tidak sehat dan bisa menurunkan kredibilitas Presiden.

Demikian disampaikan Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Tony Prasetiantono melalui pesan singkat yang disampaikan kepada wartawan, siang ini (18/1/2010) saat dimintai tanggapannya mengenai kebijakan Presiden dengan Aburizal Bakrie untuk menurunkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Itu akan jadi Presiden yang buruk. Kelak, setiap ada masalah, solusinya adalah “kesepakatan” atau “deal politik”. Ini tidak sehat, dan menurunkan kredibilitas pemerintah. Selanjutnya, kebijakan pemerintah menjadi tidak kredibel, dan ini akan menyulitkan pemerintah jika mereka harus memengaruhi dan meng-convince pasar,” ujar Tony.

Tony menyatakan masyarakat harus menyikapi isu secara hati-hati. Kalau terbukti bahwa Menteri Keuangan bersalah secara hukum, upaya menggantinya tentu merupakan hal yang produktif. Namun jika sebaliknya, bisa berdampak kontraproduktif.

Menurut Tony, sekarang ini isu Kasus Bank Century masih sulit dicari titik temunya. Hal itu menyangkut 3 hal esensial. Pertama, apakah penutupan Century berisiko sistemik ataukah tidak. Kedua, dana bailout itu merupakan keuangan negara ataukah “keuangan negara yg dipisahkan” karena dana LPS yg dipakai awalnya memang dari APBN sebesar Rp 4 triliun, lalu berkembang menjadi Rp18 triliun karena pembayaran iuran/premi asuransi penjaminan simpanan masyarakat. Ketiga, status legal dari Perppu yg dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan PMS bagi Century.

“Menurut saya, Sri Mulyani harus dibuktikan dulu kesalahannya. Kalau tidak, pasar bisa merepons negatif dan menimbulkan ketidakpastian,” tegas Tony.

Ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan mengatakan, rumor pergantian Sri Mulyani dinilai biasa saja dan belum akan mempengaruhi pasar.

“Bukan sesuatu yang pasti. Masa kebijakan reshuffle diumumkan, itu kan bukan statement resmi,sumbernya bukan sumber primer, rumor politik kan bisa saja,” jelasnya.

“Pasar akan terpengaruh tergantung kekuatan rumor, beda dengan rumor ada kudeta. Kalau sekarang masih kuat, artinya investor tidak melihat ini ancaman yang serius,” imbuhnya.

Fauzi menyatakan untuk pelaku pasar memang menghormati Sri Mulyani dan Boediono. Untuk melengserkan Sri Mulyani, lanjutnya, jalannya masih panjang, perlu pembuktian secara hukum.

“Dasar hukumnya apa? Apakah ada unsur pidana, penyelewengan kekuasaan, atau ada saluran ilegal,” jelasnya.

The Jakarta Post, Senin (18/1/2010), melansir seorang petinggi Golkar yang dekat dengan Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie mengatakan pada Minggu (17/1/2010) kemarin, Presiden SBY telah bersepakat dengan Ical untuk mencopot Menkeu Sri Mulyani karena dianggap lalai berkonsultasi dalam kasus bailout Bank Century. Calon penggantinya adalah Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu.

Sejumlah sumber resmi Golkar dan pemerintahan telah menyangkal isu itu. Misalnya saja Wasekjen Golkar Lalu Mara, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menko Polhukam Djoko Suyanto.

(nia/qom)
Aburizal Bantah Kesepakatan Ganti Sri Mulyani
Aburizal kini sedang fokus melakukan konsolidasi organisasi.
SENIN, 18 JANUARI 2010, 18:30 WIB
Ismoko Widjaya

VIVAnews – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie melalui juru bicara Lalu Mara Satriawangsa membantah adanya kesepakatan antara Aburizal dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apalagi, kesepakatan itu berisi mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Berita itu berita bohong, Pak Ical (sapaan Aburizal) sangat kecewa karena tidak dikonfirmasi terlebih dahulu,” kata Lalu Mara yang juga Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Senin 18 Januari 2010.

Menurut Lalu Mara, Aburizal kini sedang fokus melakukan konsolidasi organisasi. Dan sepanjang akhir pekan lalu sibuk melakukan kunjungan ke Aceh, Medan dan Lampung untuk menyukseskan program partai.

Dia menegaskan, dukungan Golkar dalam pembentukan Pansus Century bukan untuk menjatuhkan orang per orang. Melainkan mencari kebenaran agar pemerintahan SBY ke depan makin kuat dan tidak terus diterpa oleh gosip yang menghambat pemerintah dalam menjalankan program kerjanya.

Lalu Mara memastikan, Aburizal tidak pernah bertemu dengan SBY, apalagi membahas pergantian anggota kabinet. Ditegaskan pula, di berbagai rapat internal Partai Golkar tidak pernah dibicarakan kesepakatn-kesepakatan semacam itu.

“Yang menjadi concern Pak Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar sekarang adalah menyukseskan program Catur Sukses Partai Golkar yang diantaranya adalah konsolidasi partai, pemenangan pemilu kepala daerah dan legislatif. Program konsolidasi partai sendiri ditargetkan sudah dapat selesai Juni 2010,” ujar Lalu Mara.

Seperti diketahui, harian The Jakarta Post memberitakan bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie telah mencapai kesepakatan dengan Presiden SBY. Isi kesepakatan itu mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu.

Informasi itu mengutip sumber yang mengatakan bahwa Anggito dipilih menggantikan Sri Mulyani. Alasannya, Anggito disebut-sebut mengenal baik dengan Aburizal maupun Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, yang juga salah satu orang kepercayaan Presiden.

Menurut Lalu Mara, Aburizal merasa bahwa soal kabinet itu hak prerogatif Presiden SBY. “Tidak mungkin beliau (Aburizal) mencampuri urusan Presiden. Karena ini hak presiden dan beliau menghormati kewenangan Presiden,” tegas Lalu Mara.

• VIVAnews
Panglima TNI: Kondisi Stabilitas Nasional Tetap Kondusif
18/01/2010 20:07:34 WIB
JAKARTA, investorindonesia.com
Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, stabilitas nasional pada awal 2010 tetap kondusif meski terjadi dinamika yang cukup hangat di bidang sosial politik.

“Kita patut bersyukur berkat kesadaran dan pengertian seluruh komponen bangsa, dinamika sosial dan politik selama ini masih dalam koridor dan batas toleransi, sehingga kondisi stabilitas nasional tetap kondusif,” kata Djoko Santoso pada upacara 17-an di Jakarta, Senin, seperti dilansir Antara.

Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasum TNI Laksdya TNI Didik Heru Purnomo, Panglima TNI mengatakan, meski stabilitas nasional relatif kondusif, namun sebagai bhayangkari negara, TNI tidak boleh lengah dan harus siap sedia.

Prajurit TNI harus senantiasa siap siaga, sehingga dapat dikerahkan setiap saat untuk membantu mengatasi setiap kemungkinan yang bakal terjadi demi keselamatan negara.

Terkait itu pula, TNI kini menyusun program pengembangan kekuatan menuju kekuatan pokok minimum untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sesuai perkembangan lingkungan strategis dan persepsi ancaman.

“Penyusunan program pengembangan kekuatan itu bertujuan membangun daya tangkal menghadapi berbagai ancaman,” kata Panglima TNI.

Ia mengatakan, prioritas yang ingin dicapai pada 2010 adalah melanjutkan program pembangunan kekuatan TNI berupa pembentukan satuan baru dan peningkatan status satuan untuk mencapai kekuatan pokok minimum, modernisasi peralatan utama sistem persenjataan untuk memantapkan dan mengembangkan kekuatan matra darat, matra laut dan udara.

“Selain itu, kita meningkatkan profesionalisme personel, yang meliputi kualitas dan kuantitas personel, penegakan hukum, disiplin dan tata tertib prajurit serta kesejahteraan prajurit dan PNS TNI,” ujar Djoko.

Panglima TNI mengatakan, program pembangunan kekuatan tersebut terkait pula dengan upaya penegakan NKRI di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar yang dinilai rawan konflik sebagai akibat belum tuntasnya perundingan batas wilayah serta kesenjangan sosial dan ekonomi antarpenduduk perbatasan negara tetangga dengan negara Indonesia. (*)
Senin, 18/01/2010 13:07 WIB

Hatta: Tak ada pergantian menteri

oleh : Agust Supriadi

JAKARTA (bisnis.com): Menko Perekonomian Hatta Rajasa memastikan tidak akan ada pergantian menteri (reshuffle) dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dalam waktu dekat ini.

“Tidak ada [reshufle kabinet],” tegas Hatta hari ini di kantornya ketika dikonfirmasi terkait wacana akan mundurnya sejumlah menteri .

Menurutnya, Presiden belum membicarakan rencana reshuffle kabinet kepada dirinya. Untuk itu, Hatta meminta publik tidak berspekulasi akan beredarnya wacana tersebut.

“Presiden tidak bicara soal reshuffle kabinet. Jangan dispekulasi,” pintanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Julian Adrian Pasha menuturkan selain akan menggelar evaluasi kinerja 100 hari KIB II, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan menggelar evaluasi koalisi dalam kabinet.

Namun, dia belum bisa memastikan apakah hal ini akan berujung pada perombakan kabinet atau tidak. (tw)

bisnis.com
Isu Pencopotan Sri Mulyani Rumor Buruk
Semua kalangan perlu berhati-hati menyikapi isu tersebut.
SENIN, 18 JANUARI 2010, 15:40 WIB
Antique, Agus Dwi Darmawan

Menkeu Sri Mulyani (Ismar Patrizki)
BERITA TERKAIT
Audit Diragukan, BPK Akan Tempuh Jalur Hukum
“BI Cairkan Uang Dulu, Surat Menyusul”
Idrus Bantah Ada Kesepakatan SBY-Aburizal
Menkeu: Mau Dari Langit, Sumur Kek, Terserah!
Polri: Berkas Pencucian Uang Century Selesai
Web Tools

VIVAnews – Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia Tony Prasetiantono berpendapat, isu pencopotan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati adalah ‘Rumor Buruk’.

Pasalnya benar atau tidaknya isu itu bergulir, belitan masalah Bank Century ke Sri Mulyani belum selesai. “Isu deal politik itu akan jadi sejarah presiden yang buruk,” ujar Tony di Jakarta, Senin, 18 Januari 2010.

Deal politik, kata dia, dianggap bukan kondisi yang sehat untuk sebuah sistem pemerintahan. Efek besar dari hal-hal seperti ini adalah menurunkan kredibilitas pemerintah. “Ini akan menyulitkan pemerintah, jika mereka harus mempengaruhi dan meng-convince (meyakinkan) pasar,” tutur Tony.

Tony mengakui, semua kalangan perlu berhati-hati menyikapi isu tersebut. Pasalnya, Menteri Keuangan belum terbukti bersalah secara hukum. Jika informasi ini menjadi nyata, dampaknya yang ada bisa kontraproduktif.

Sri Mulyani sendiri dalam kasus Century masih sulit dicari titik temunya menyangkut tiga hal esensial. Pertama, apakah penutupan Century berisiko sistemik atau tidak, kedua dana bailout itu merupakan keuangan negara ataukah “keuangan negara yg dipisahkan”, dan ketiga berkaitan status legal dari Perppu yg dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan PMS bagi Century.

“Sri Mulyani harus dibuktikan dulu kesalahannya. Kalau tidak, pasar bisa merepons negatif dan menimbulkan ketidakpastian,” ujar Tony.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
18/01/2010 – 12:02
BUMI Picu Sesi I IHSG Ditutup Jeblok 9,06 Poin
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG pada perdagangan separuh hari ini ditutup jeblok 9,06 poin (0,34%) ke level 2.638,03.

Separuh hari ini, nilai transaksi sekitar Rp1,23 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1,91 miliar lembar saham yang ditopang oleh 52 saham menguat, 111 saham masih koreksi, dan 58 saham masih stagnan.

Indeks koreksi pun tak mampu digerek oleh indek saham JII dan indeks saham LQ45 yang koreksi. Indeks saham JII jeblok 2,60 poin ke level 437,56 dan indeks saham LQ45 pun jeblok 2,23 poin ke level 518,88. Begitu juga dengan semua sektor di lantai bursa kian memerah. Sektor tambang anjlok 20,15 poin ke level 2.354.

Adapun saham-saham yang jeblok signifikan adalah MBAI turun Rp900 ke Rp3.900,HMSP turun Rp300 ke Rp13.600, UNTR turun Rp200 ke Rp18.250, ITMG turun Rp200 ke Rp34.000, GDYR turun Rp150 ke Rp9.300, INTP turun Rp150 ke Rp13.650, PGASturun Rp100 ke Rp3.725, serta BUMI turun Rp75 ke Rp2.725.

Sementara itu, saham-saham yang naik signifikan adalah ISAT naik Rp200 ke Rp5.650,AUTO naik Rp100 ke Rp6.500, RALS naik Rp80 ke Rp800, SMAR naik Rp75 ke Rp3.200, PTBA naik Rp50 ke Rp17.900. [san/cms]

Rumor Sri Mulyani Dicopot
Pelaku Pasar Bisa Berlaku Ekstrem
Senin, 18 Januari 2010 – 11:36 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Kabar panas terkait Bank Century terus bergulir. Kali ini menghampiri Menteri Keuangan Sri Mulyani yang akan dicopot dari jabatan fungsionalnya pada Februari 2010. Rumor tersebut diharapkan tidak membawa imbas negatif kepada isu perekonomian dalam negeri. Apalagi ditanggapi dengan secara serius oleh pelaku pasar modal dan pasar uang.

“Saya kira itu baru rumor saja, belum tahu kebenarannya. Jangan dulu mengambil langkah yang ekstrem hingga Sri Mulyani (Menkeu) dicopot bulan Februari itu, apalagi imbasnya jelek ke investor dan perekonomian kita,” ujar ekonom sekaligus Direktur INDEF Fadhil Hasan, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (18/1/2010).

Diberitakan sebelumnya, seorang elite Partai Golkar menyebutkan, ada kesepakatan antara Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melengserkan Sri Mulyani.

Bahkan disebutkan juga, Kepala Badan kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimnayu akan menggantikan Sri Mulyani. Padahal pekan lalu, Anggito batal dilantik menjadi Wakil Menkeu. Sumber lain menyebutkan Anggito dinilai dekat dengan Ical dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Disebutkan juga, Presiden SBY kecewa atas keputusan Sri Mulyani menyetujui dana bail out Bank Century senilai Rp6,7 triliun.

Sosok Sri Mulyani adalah sosok yang dipercaya para investor baik lokal maupun asing, karena kerap menerbitkan surat utang dengan tawaran yield yang tinggi.”Investor asing sangat menyukai sosok Sri Mulyani karena selalu menawarkan bunga tinggi, meskipun ada beberapa target yang meleset,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, yield obligasi Indonesia lebih tinggi dibanding negara Asia lainnya yaitu sebesar 4,32 persen, sementara di Korea sebesar 4,15 persen, dan Filipina hanya 3,89 persen.

Dia pun menilai, keberadaan surat berharga seharusnya hanya sebagai instrumen moneter, namun justru sekarang jadi alat investasi asing. Selain itu, strategi pinjaman yang sangat agresif serta berlebihan dengan tingkat bunga sangat tinggi berpotensi merugikan negara.

Hal itu disebabkan aliran dana spekulatif (hot money) yang masuk selain berdampak positif bagi nilai tukar rupiah dan indeks, namun juga akan meningkatkan risiko finansial melalui potensi arus balik modal.

Sebelumnya diberitakan, dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Sri Mulyani sempat mengungkapkan penilaiannya bahwa Ical tidak senang dengan dirinya. Hal itu diduga berkaitan dengan persoalan tunggakan pajak PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 2,1 triliun.
(css)

Istana Bantah Sri Mulyani Akan Dicopot
Senin, 18 Januari 2010 – 12:04 wib

Maria Ulfa Eleven Safa – Okezone

JAKARTA – Pertemuan antara Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menghasilkan deal politik untuk mencopot Menteri Keuangan, Sri Mulyani dibantah pihak istana kepresidenan.

“Presiden SBY tidak pernah melakukan deal politik dengan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie,” terang staf khusus kepresidenan, Andi Arief kepada okezone, Senin (18/1/2010).

Menurut Andi, Presiden SBY tengah fokus dalam program 100 hari. “Presiden SBY tidak pernah melakukan deal tertutup dengan siapapun. Selama enam tahun saya ikut beliau, saya tidak pernah lihat Presiden melakukan deal-deal tertutup,” tambahnya.

Presiden SBY, sambung dia, akan tetap mempertahankan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

“Sri Mulyani tetap pada posisinya. Tidak ada yang dikorbankan atau ada yang kecewa. Presiden ingin kasus Century terang benderang,” tandasnya.(bul)

(hri)

EKONOMI
18/01/2010 – 12:06
Analis: Pergantian Sri Mulyani Picu Reaksi Negatif
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – Adanya isu pergantian Menkeu, para analis memprediksi, berpengaruh besar terhadap pasar modal. Namun, hasil pansus Century sepertinya tak berpengaruh signifikan. Anggito Abimanyu bisa menjadi pengganti Sri Mulyani.

Kepala riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, kasus Century tidak terlalu signifikan terhadap pasar modal. Hal ini dikarenakan kapitalisasi bank Century kecil dan tidak terlalu likuid. Selainn bitu, selama kondisi sosial dan politik bergejolak maka tidak terlalu berpengaruh terhadap pasar modal.

“Selama tidak ada kerusuhan maka pasar akan baik-baik saja, kalau memang ada yang dikorbankan untuk kepentingan lebih besar sama seperti penggantian direksi pada suatu perusahaan. Sistem tetap berjalan dan tidak ada masalah,” kata Edwin, saat dihubungi INILAH.COM, Senin (18/1).

Hal senada diungkapkan oleh Analis Valbury Securities Nico Omer. Nico menuturkan, hasil pansus Century akan berpengaruh sedikit terhadap pasar modal. “Pasar modal sudah sangat dewasa menanggapi hal tersebut,” kata Nico.

Nico mengatakan, hasil pansus tergantung pengganti Sri Mulyani. Kemungkinan Sri Mulyani akan digantikan oleh Anggito Abimanyu. Tapi tidak terlalu berpengaruh terhadap pasar modal karena selama 2 bulan pansus berjalan tetapi pasar modal lebih tenang. “Kemungkinan Anggito akan meneruskan kebijakan Sri Mulyani,” tuturnya. [san/cms]