1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

isu politis maseh ada … 180110 18 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:51 pm

Senin, 18/01/2010 14:56 WIB
Kredibilitas SBY Bisa Turun Jika Ganti Sri Mulyani Berdasar ‘Deal’
Ramdhania El Hida – detikFinance

Jakarta – Presiden SBY akan menjadi Presiden yang buruk jika mengambil keputusan berdasarkan ‘deal’ dengan salah satu pihak. Kebijakan Presiden tidak boleh berdasarkan ‘kesepakatan’ atau ‘deal politics’ karena hal tersebut tidak sehat dan bisa menurunkan kredibilitas Presiden.

Demikian disampaikan Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Tony Prasetiantono melalui pesan singkat yang disampaikan kepada wartawan, siang ini (18/1/2010) saat dimintai tanggapannya mengenai kebijakan Presiden dengan Aburizal Bakrie untuk menurunkan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Itu akan jadi Presiden yang buruk. Kelak, setiap ada masalah, solusinya adalah “kesepakatan” atau “deal politik”. Ini tidak sehat, dan menurunkan kredibilitas pemerintah. Selanjutnya, kebijakan pemerintah menjadi tidak kredibel, dan ini akan menyulitkan pemerintah jika mereka harus memengaruhi dan meng-convince pasar,” ujar Tony.

Tony menyatakan masyarakat harus menyikapi isu secara hati-hati. Kalau terbukti bahwa Menteri Keuangan bersalah secara hukum, upaya menggantinya tentu merupakan hal yang produktif. Namun jika sebaliknya, bisa berdampak kontraproduktif.

Menurut Tony, sekarang ini isu Kasus Bank Century masih sulit dicari titik temunya. Hal itu menyangkut 3 hal esensial. Pertama, apakah penutupan Century berisiko sistemik ataukah tidak. Kedua, dana bailout itu merupakan keuangan negara ataukah “keuangan negara yg dipisahkan” karena dana LPS yg dipakai awalnya memang dari APBN sebesar Rp 4 triliun, lalu berkembang menjadi Rp18 triliun karena pembayaran iuran/premi asuransi penjaminan simpanan masyarakat. Ketiga, status legal dari Perppu yg dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan PMS bagi Century.

“Menurut saya, Sri Mulyani harus dibuktikan dulu kesalahannya. Kalau tidak, pasar bisa merepons negatif dan menimbulkan ketidakpastian,” tegas Tony.

Ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan mengatakan, rumor pergantian Sri Mulyani dinilai biasa saja dan belum akan mempengaruhi pasar.

“Bukan sesuatu yang pasti. Masa kebijakan reshuffle diumumkan, itu kan bukan statement resmi,sumbernya bukan sumber primer, rumor politik kan bisa saja,” jelasnya.

“Pasar akan terpengaruh tergantung kekuatan rumor, beda dengan rumor ada kudeta. Kalau sekarang masih kuat, artinya investor tidak melihat ini ancaman yang serius,” imbuhnya.

Fauzi menyatakan untuk pelaku pasar memang menghormati Sri Mulyani dan Boediono. Untuk melengserkan Sri Mulyani, lanjutnya, jalannya masih panjang, perlu pembuktian secara hukum.

“Dasar hukumnya apa? Apakah ada unsur pidana, penyelewengan kekuasaan, atau ada saluran ilegal,” jelasnya.

The Jakarta Post, Senin (18/1/2010), melansir seorang petinggi Golkar yang dekat dengan Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie mengatakan pada Minggu (17/1/2010) kemarin, Presiden SBY telah bersepakat dengan Ical untuk mencopot Menkeu Sri Mulyani karena dianggap lalai berkonsultasi dalam kasus bailout Bank Century. Calon penggantinya adalah Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu.

Sejumlah sumber resmi Golkar dan pemerintahan telah menyangkal isu itu. Misalnya saja Wasekjen Golkar Lalu Mara, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, Mensesneg Sudi Silalahi, Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menko Polhukam Djoko Suyanto.

(nia/qom)
Aburizal Bantah Kesepakatan Ganti Sri Mulyani
Aburizal kini sedang fokus melakukan konsolidasi organisasi.
SENIN, 18 JANUARI 2010, 18:30 WIB
Ismoko Widjaya

VIVAnews – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie melalui juru bicara Lalu Mara Satriawangsa membantah adanya kesepakatan antara Aburizal dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apalagi, kesepakatan itu berisi mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Berita itu berita bohong, Pak Ical (sapaan Aburizal) sangat kecewa karena tidak dikonfirmasi terlebih dahulu,” kata Lalu Mara yang juga Wakil Sekretaris Jenderal DPP Golkar, Senin 18 Januari 2010.

Menurut Lalu Mara, Aburizal kini sedang fokus melakukan konsolidasi organisasi. Dan sepanjang akhir pekan lalu sibuk melakukan kunjungan ke Aceh, Medan dan Lampung untuk menyukseskan program partai.

Dia menegaskan, dukungan Golkar dalam pembentukan Pansus Century bukan untuk menjatuhkan orang per orang. Melainkan mencari kebenaran agar pemerintahan SBY ke depan makin kuat dan tidak terus diterpa oleh gosip yang menghambat pemerintah dalam menjalankan program kerjanya.

Lalu Mara memastikan, Aburizal tidak pernah bertemu dengan SBY, apalagi membahas pergantian anggota kabinet. Ditegaskan pula, di berbagai rapat internal Partai Golkar tidak pernah dibicarakan kesepakatn-kesepakatan semacam itu.

“Yang menjadi concern Pak Ical sebagai Ketua Umum Partai Golkar sekarang adalah menyukseskan program Catur Sukses Partai Golkar yang diantaranya adalah konsolidasi partai, pemenangan pemilu kepala daerah dan legislatif. Program konsolidasi partai sendiri ditargetkan sudah dapat selesai Juni 2010,” ujar Lalu Mara.

Seperti diketahui, harian The Jakarta Post memberitakan bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie telah mencapai kesepakatan dengan Presiden SBY. Isi kesepakatan itu mengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan, Anggito Abimanyu.

Informasi itu mengutip sumber yang mengatakan bahwa Anggito dipilih menggantikan Sri Mulyani. Alasannya, Anggito disebut-sebut mengenal baik dengan Aburizal maupun Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, yang juga salah satu orang kepercayaan Presiden.

Menurut Lalu Mara, Aburizal merasa bahwa soal kabinet itu hak prerogatif Presiden SBY. “Tidak mungkin beliau (Aburizal) mencampuri urusan Presiden. Karena ini hak presiden dan beliau menghormati kewenangan Presiden,” tegas Lalu Mara.

• VIVAnews
Panglima TNI: Kondisi Stabilitas Nasional Tetap Kondusif
18/01/2010 20:07:34 WIB
JAKARTA, investorindonesia.com
Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, stabilitas nasional pada awal 2010 tetap kondusif meski terjadi dinamika yang cukup hangat di bidang sosial politik.

“Kita patut bersyukur berkat kesadaran dan pengertian seluruh komponen bangsa, dinamika sosial dan politik selama ini masih dalam koridor dan batas toleransi, sehingga kondisi stabilitas nasional tetap kondusif,” kata Djoko Santoso pada upacara 17-an di Jakarta, Senin, seperti dilansir Antara.

Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasum TNI Laksdya TNI Didik Heru Purnomo, Panglima TNI mengatakan, meski stabilitas nasional relatif kondusif, namun sebagai bhayangkari negara, TNI tidak boleh lengah dan harus siap sedia.

Prajurit TNI harus senantiasa siap siaga, sehingga dapat dikerahkan setiap saat untuk membantu mengatasi setiap kemungkinan yang bakal terjadi demi keselamatan negara.

Terkait itu pula, TNI kini menyusun program pengembangan kekuatan menuju kekuatan pokok minimum untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sesuai perkembangan lingkungan strategis dan persepsi ancaman.

“Penyusunan program pengembangan kekuatan itu bertujuan membangun daya tangkal menghadapi berbagai ancaman,” kata Panglima TNI.

Ia mengatakan, prioritas yang ingin dicapai pada 2010 adalah melanjutkan program pembangunan kekuatan TNI berupa pembentukan satuan baru dan peningkatan status satuan untuk mencapai kekuatan pokok minimum, modernisasi peralatan utama sistem persenjataan untuk memantapkan dan mengembangkan kekuatan matra darat, matra laut dan udara.

“Selain itu, kita meningkatkan profesionalisme personel, yang meliputi kualitas dan kuantitas personel, penegakan hukum, disiplin dan tata tertib prajurit serta kesejahteraan prajurit dan PNS TNI,” ujar Djoko.

Panglima TNI mengatakan, program pembangunan kekuatan tersebut terkait pula dengan upaya penegakan NKRI di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar yang dinilai rawan konflik sebagai akibat belum tuntasnya perundingan batas wilayah serta kesenjangan sosial dan ekonomi antarpenduduk perbatasan negara tetangga dengan negara Indonesia. (*)
Senin, 18/01/2010 13:07 WIB

Hatta: Tak ada pergantian menteri

oleh : Agust Supriadi

JAKARTA (bisnis.com): Menko Perekonomian Hatta Rajasa memastikan tidak akan ada pergantian menteri (reshuffle) dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dalam waktu dekat ini.

“Tidak ada [reshufle kabinet],” tegas Hatta hari ini di kantornya ketika dikonfirmasi terkait wacana akan mundurnya sejumlah menteri .

Menurutnya, Presiden belum membicarakan rencana reshuffle kabinet kepada dirinya. Untuk itu, Hatta meminta publik tidak berspekulasi akan beredarnya wacana tersebut.

“Presiden tidak bicara soal reshuffle kabinet. Jangan dispekulasi,” pintanya.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Julian Adrian Pasha menuturkan selain akan menggelar evaluasi kinerja 100 hari KIB II, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan menggelar evaluasi koalisi dalam kabinet.

Namun, dia belum bisa memastikan apakah hal ini akan berujung pada perombakan kabinet atau tidak. (tw)

bisnis.com
Isu Pencopotan Sri Mulyani Rumor Buruk
Semua kalangan perlu berhati-hati menyikapi isu tersebut.
SENIN, 18 JANUARI 2010, 15:40 WIB
Antique, Agus Dwi Darmawan

Menkeu Sri Mulyani (Ismar Patrizki)
BERITA TERKAIT
Audit Diragukan, BPK Akan Tempuh Jalur Hukum
“BI Cairkan Uang Dulu, Surat Menyusul”
Idrus Bantah Ada Kesepakatan SBY-Aburizal
Menkeu: Mau Dari Langit, Sumur Kek, Terserah!
Polri: Berkas Pencucian Uang Century Selesai
Web Tools

VIVAnews – Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia Tony Prasetiantono berpendapat, isu pencopotan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati adalah ‘Rumor Buruk’.

Pasalnya benar atau tidaknya isu itu bergulir, belitan masalah Bank Century ke Sri Mulyani belum selesai. “Isu deal politik itu akan jadi sejarah presiden yang buruk,” ujar Tony di Jakarta, Senin, 18 Januari 2010.

Deal politik, kata dia, dianggap bukan kondisi yang sehat untuk sebuah sistem pemerintahan. Efek besar dari hal-hal seperti ini adalah menurunkan kredibilitas pemerintah. “Ini akan menyulitkan pemerintah, jika mereka harus mempengaruhi dan meng-convince (meyakinkan) pasar,” tutur Tony.

Tony mengakui, semua kalangan perlu berhati-hati menyikapi isu tersebut. Pasalnya, Menteri Keuangan belum terbukti bersalah secara hukum. Jika informasi ini menjadi nyata, dampaknya yang ada bisa kontraproduktif.

Sri Mulyani sendiri dalam kasus Century masih sulit dicari titik temunya menyangkut tiga hal esensial. Pertama, apakah penutupan Century berisiko sistemik atau tidak, kedua dana bailout itu merupakan keuangan negara ataukah “keuangan negara yg dipisahkan”, dan ketiga berkaitan status legal dari Perppu yg dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan PMS bagi Century.

“Sri Mulyani harus dibuktikan dulu kesalahannya. Kalau tidak, pasar bisa merepons negatif dan menimbulkan ketidakpastian,” ujar Tony.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
18/01/2010 – 12:02
BUMI Picu Sesi I IHSG Ditutup Jeblok 9,06 Poin
Susan Silaban

INILAH.COM, Jakarta – Pergerakan IHSG pada perdagangan separuh hari ini ditutup jeblok 9,06 poin (0,34%) ke level 2.638,03.

Separuh hari ini, nilai transaksi sekitar Rp1,23 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 1,91 miliar lembar saham yang ditopang oleh 52 saham menguat, 111 saham masih koreksi, dan 58 saham masih stagnan.

Indeks koreksi pun tak mampu digerek oleh indek saham JII dan indeks saham LQ45 yang koreksi. Indeks saham JII jeblok 2,60 poin ke level 437,56 dan indeks saham LQ45 pun jeblok 2,23 poin ke level 518,88. Begitu juga dengan semua sektor di lantai bursa kian memerah. Sektor tambang anjlok 20,15 poin ke level 2.354.

Adapun saham-saham yang jeblok signifikan adalah MBAI turun Rp900 ke Rp3.900,HMSP turun Rp300 ke Rp13.600, UNTR turun Rp200 ke Rp18.250, ITMG turun Rp200 ke Rp34.000, GDYR turun Rp150 ke Rp9.300, INTP turun Rp150 ke Rp13.650, PGASturun Rp100 ke Rp3.725, serta BUMI turun Rp75 ke Rp2.725.

Sementara itu, saham-saham yang naik signifikan adalah ISAT naik Rp200 ke Rp5.650,AUTO naik Rp100 ke Rp6.500, RALS naik Rp80 ke Rp800, SMAR naik Rp75 ke Rp3.200, PTBA naik Rp50 ke Rp17.900. [san/cms]

Rumor Sri Mulyani Dicopot
Pelaku Pasar Bisa Berlaku Ekstrem
Senin, 18 Januari 2010 – 11:36 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

JAKARTA – Kabar panas terkait Bank Century terus bergulir. Kali ini menghampiri Menteri Keuangan Sri Mulyani yang akan dicopot dari jabatan fungsionalnya pada Februari 2010. Rumor tersebut diharapkan tidak membawa imbas negatif kepada isu perekonomian dalam negeri. Apalagi ditanggapi dengan secara serius oleh pelaku pasar modal dan pasar uang.

“Saya kira itu baru rumor saja, belum tahu kebenarannya. Jangan dulu mengambil langkah yang ekstrem hingga Sri Mulyani (Menkeu) dicopot bulan Februari itu, apalagi imbasnya jelek ke investor dan perekonomian kita,” ujar ekonom sekaligus Direktur INDEF Fadhil Hasan, saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Senin (18/1/2010).

Diberitakan sebelumnya, seorang elite Partai Golkar menyebutkan, ada kesepakatan antara Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melengserkan Sri Mulyani.

Bahkan disebutkan juga, Kepala Badan kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimnayu akan menggantikan Sri Mulyani. Padahal pekan lalu, Anggito batal dilantik menjadi Wakil Menkeu. Sumber lain menyebutkan Anggito dinilai dekat dengan Ical dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Disebutkan juga, Presiden SBY kecewa atas keputusan Sri Mulyani menyetujui dana bail out Bank Century senilai Rp6,7 triliun.

Sosok Sri Mulyani adalah sosok yang dipercaya para investor baik lokal maupun asing, karena kerap menerbitkan surat utang dengan tawaran yield yang tinggi.”Investor asing sangat menyukai sosok Sri Mulyani karena selalu menawarkan bunga tinggi, meskipun ada beberapa target yang meleset,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, yield obligasi Indonesia lebih tinggi dibanding negara Asia lainnya yaitu sebesar 4,32 persen, sementara di Korea sebesar 4,15 persen, dan Filipina hanya 3,89 persen.

Dia pun menilai, keberadaan surat berharga seharusnya hanya sebagai instrumen moneter, namun justru sekarang jadi alat investasi asing. Selain itu, strategi pinjaman yang sangat agresif serta berlebihan dengan tingkat bunga sangat tinggi berpotensi merugikan negara.

Hal itu disebabkan aliran dana spekulatif (hot money) yang masuk selain berdampak positif bagi nilai tukar rupiah dan indeks, namun juga akan meningkatkan risiko finansial melalui potensi arus balik modal.

Sebelumnya diberitakan, dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, Sri Mulyani sempat mengungkapkan penilaiannya bahwa Ical tidak senang dengan dirinya. Hal itu diduga berkaitan dengan persoalan tunggakan pajak PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 2,1 triliun.
(css)

Istana Bantah Sri Mulyani Akan Dicopot
Senin, 18 Januari 2010 – 12:04 wib

Maria Ulfa Eleven Safa – Okezone

JAKARTA – Pertemuan antara Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menghasilkan deal politik untuk mencopot Menteri Keuangan, Sri Mulyani dibantah pihak istana kepresidenan.

“Presiden SBY tidak pernah melakukan deal politik dengan Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie,” terang staf khusus kepresidenan, Andi Arief kepada okezone, Senin (18/1/2010).

Menurut Andi, Presiden SBY tengah fokus dalam program 100 hari. “Presiden SBY tidak pernah melakukan deal tertutup dengan siapapun. Selama enam tahun saya ikut beliau, saya tidak pernah lihat Presiden melakukan deal-deal tertutup,” tambahnya.

Presiden SBY, sambung dia, akan tetap mempertahankan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

“Sri Mulyani tetap pada posisinya. Tidak ada yang dikorbankan atau ada yang kecewa. Presiden ingin kasus Century terang benderang,” tandasnya.(bul)

(hri)

EKONOMI
18/01/2010 – 12:06
Analis: Pergantian Sri Mulyani Picu Reaksi Negatif
Agustina Melani

INILAH.COM, Jakarta – Adanya isu pergantian Menkeu, para analis memprediksi, berpengaruh besar terhadap pasar modal. Namun, hasil pansus Century sepertinya tak berpengaruh signifikan. Anggito Abimanyu bisa menjadi pengganti Sri Mulyani.

Kepala riset PT Bhakti Securities Edwin Sebayang mengatakan, kasus Century tidak terlalu signifikan terhadap pasar modal. Hal ini dikarenakan kapitalisasi bank Century kecil dan tidak terlalu likuid. Selainn bitu, selama kondisi sosial dan politik bergejolak maka tidak terlalu berpengaruh terhadap pasar modal.

“Selama tidak ada kerusuhan maka pasar akan baik-baik saja, kalau memang ada yang dikorbankan untuk kepentingan lebih besar sama seperti penggantian direksi pada suatu perusahaan. Sistem tetap berjalan dan tidak ada masalah,” kata Edwin, saat dihubungi INILAH.COM, Senin (18/1).

Hal senada diungkapkan oleh Analis Valbury Securities Nico Omer. Nico menuturkan, hasil pansus Century akan berpengaruh sedikit terhadap pasar modal. “Pasar modal sudah sangat dewasa menanggapi hal tersebut,” kata Nico.

Nico mengatakan, hasil pansus tergantung pengganti Sri Mulyani. Kemungkinan Sri Mulyani akan digantikan oleh Anggito Abimanyu. Tapi tidak terlalu berpengaruh terhadap pasar modal karena selama 2 bulan pansus berjalan tetapi pasar modal lebih tenang. “Kemungkinan Anggito akan meneruskan kebijakan Sri Mulyani,” tuturnya. [san/cms]

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s