1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

tentu saja, info FUNDAMENTAL positif yang diburu … 180110 18 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 2:23 pm

19/01/2010 – 10:49
Deutsche: Inflasi 2010 Dilevel 6%
Agustina Melani

(istimewa)
INILAH.COM, Jakarta – Deutsche Bank memprediksi, tingkat inflasi berada di level 4-6 persen dan produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh sebesar 5,5 persen pada 2010.

Pertumbuhan ekonomi global yang mulai pulih memungkinkan Indonesia untuk membangun ketahanan ekonomi akibat dari krisis keuangan global. “Tingkat pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan pasar keuangan domestik yang kuat membuat Indonesia relatif kebal terhadap krisis keuangan global,” ujar Ekonom Senior Deutsche Bank Taimur Baig.

Lebih lanjut ia mengatakan, hal tersebut menjadi landasan kuat bagi perekonomian yang stabil dan pertumbuhan berkelanjutan pada 2010. Deutsche Bank juga memperkirakan permintaan domestik telah mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,3 persen pada 2009. Sebagian besar didukung pertumbuhan konsumsi.

Investasi dan perdagangan cenderung akan menjadi pendorong utama pertumbuhan PDB pada 2010. “Dengan sektor pertanian dan manufaktur yang semakin kokoh sepanjang tahun lalu perekonomian Indonesia melangkah ke 2010 dengan pijakan yang kuat,” ujar Baig.

Untuk inflasi ditargetkan sekitar 4-6 persen meskipun rata-rata dapat mencapai 6 persen pada 2010. “Walaupun tekanan pada harga akan meningkat karena penyesuaian biaya administratif dan peningkatan harga komoditas, penguatan rupiah, dan pengetahuan moneter menjadi faktor utama yang akan menjaga tingkat inflasi sesuai target Bank Indonesia,” katanya lagi.

Rupiah juga akan menguat menjadi Rp9.130 sementara Bank Indonesia diprediksikan akan menaikkan suku bunga sebesar 1 persen menjadi 7,5 persen hingga akhir tahun. Deutsche Bank yakin Indonesia tidak rentan terhadap potensi dampak arus dana keluar dari investor asing seperti dulu.

“Penandatangan perjanjian transaksi pertukaran mata uang asing senilai US$15miliar dengan china untuk memfasilitasi perdagangan bilateral, penggandaan transaksi pertukaran mata uang asing Indonesia-Jepang yang mencapai US$12 miliar serta fasilitas dana siaga senilai US$2 miliar dari Bank Dunia telah memberikan tingkat stabilitas ekonomi yang kami percaya dapat meminimalisir akibat volatilitas terkait dengan arus keluar modal di masa lalu,” tutur Baig.

Pertumbuhan kredit diprediksikan meningkat sebesar 18 persen yang sebagian besar disebabkan oleh peningkatan belanja pemerintah untuk pembangunan sektor infrastruktur serta pertumbuhan sektor perdagangan dan komoditas yang diprediksi akan membaik.

Deutsche Bank juga memprediksikan pertumbuhan PDB dunia mencapai 3,9% pada 2010. PDB AS tumbuh sekitar 3,6% dan Jepang sekitar 1,1% pada 2010. Untuk euroland sekitar 1,5% bagi negara uni Eropa memakai mata uang Euro. [san/cms]

Ketahanan ekonomi Indonesia akan semakin kuat di tahun 2010. Pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus melaju hingga 5,5%, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang 4,3%, didominasi oleh sektor investasi dan perdagangan.

Demikian disampaikan Senior Ekonom Deutsche Bank Taimur Baig dalam Global Economic Outlook Conference Series 2010 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (19/1/2010).

“Pertumbuhan ekonomi global yang mulai pulih, memungkinkan Indonesia untuk membangun ketahanan ekonominya terhadap akibat dari krisis keuangan global. Deutsche Bank menargetkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia akan tumbuh 5,5% pada 2010,” kata Baig.

Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,5% disumbang oleh sektor investasi dan perdagangan. Setelah satu tahun sebelumnya, ekonomi, sebagian besar didukung oleh pertumbuhan konsumsi.

“Sektor pertanian dan manufaktur yang semakin kokoh sepanjang tahun lalu, perekonomian Indonesia melangkah ke 2010 dengan pijakan yang kuat,” jelasnya.

Tingkat inflasi juga terjadi koreksi. Angka yang sajikan Deutsche Bank tetap berada di kisaran 4-6% sesuai prediksi Bank Indonesia. Namun angka rata-ratanya dapat mencapai 6% pada tahun ini.

“Tekanan terhadap harga akan meningkat, karena penyesuaian biaya administratif dan peningktan harga komoditas. Penguatan rupiah akan menjadi Rp 9.130 per dolar AS pada tahun 2010,” paparnya,

Selain itu, Bank Indonesia diprediksi akan menaikkan suku bunganya (BI Rate) menjadi 7,5% hingga akhir tahun 2010.

Tahun ini, pertumbuhan kredit akan terjaga dan cenderung meningkat. Peningkatan dapat mencapai 18%, yang sebagian besar disebabkan peningkatan belanja pemerintah, khususnya sektor infrastruktur serta perdagangan dan komoditas.

“Secara global, pertumbuhan PDB dunia mencapai 3,9% di tahun 2010. Sementara AS diprediksi akan tumbuh 3,6%, Jepang diperkirakan tumbuh 1,1%, dan pertumbuhan negara Uni Eropa 1,5%,” imbuhnya.

Sumber: detikcom
Selasa, 19/01/2010 11:23 WIB

Investasi & perdagangan penopang utama 2010

oleh : Nana Oktavia Musliana

JAKARTA (Bisnis.com): Investasi dan perdagangan akan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini.

Hal itu terungkap dalam laporan proyeksi ekonomi 2010 yang disampaikan Duetsche Bank, tadi pagi.

Menurut bank tersebut, pada 2009 ekonomi tumbuh karena ditopang oleh pertumbuhan di sisi konsumsi, terutama dari domestik.

Taimur Baig, Ekonom Senior Deutsche Bank, mengatakan tingkat pertumbuhan ekonomi berkesinambungan dan pasar keuangan domestik yang kuat membuat Indonesia relatif kebal terhadap krisis keuangan global.

Deutsche Bank memperkirakan Indonesia akan tumbuh 5,5% pada 2010 dengan laju inflasi 4%–6% sesuai target Bank Indonesia.(er)

bisnis.com
Senin, 18/01/2010 00:00 WIB

Investor soroti isu fundamental

oleh :

JAKARTA: Pemodal diperkirakan menyusun strategi investasi di pasar saham dengan menggunakan ekspektasi dan informasi fundamental emiten, di tengah kombinasi sentimen negatif dan positif bursa global.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi bergerak menyamping (sideways), seiring dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

Sinyal Pemerintah China mempercepat kebijakan uang ketat dengan menaikkan giro wajib minimum (GWM) dinilai hanya memberikan dampak signifikan dalam jangka pendek, di tengah arah koreksi harga minyak dunia.

“Dengan tertekannya harga energi dunia, pemodal akan beralih dari saham komoditas dengan menggunakan pertimbangan fundamental sebagai landasan mengambil posisi transaksi pekan ini,” tutur Analis PT GMT Asset Management Niko Simatupang, kemarin.

Investor, lanjutnya, akan memperhatikan kinerja fundamental para emiten dan aksi korporasi yang mereka lakukan sebagai dasar keputusan bertransaksi sepanjang pekan ini.

Informasi awal kinerja keuangan 2009 juga menjadi sentimen awal pendorong pergerakan saham unggulan.

Niko menilai saham sektor komoditas yang selama ini memimpin pergerakan IHSG kemungkinan tertekan aksi ambil untung (profit taking) lanjutan. “Penurunan harga minyak mentah dunia menjadi penyebab utama,” ujarnya.

Di pasar New York akhir pekan lalu, harga energi utama dunia itu turun 1,75%, atau sebesar US$1,39 per barel, ke level harga US$78 dalam sehari.

Posisi itu melemah 6,23% dibandingkan dengan rekor harga tertinggi pada 6 Januari 2010 sebesar US$83,18 per barel.

“Saham perbankan yang biasanya menjadi sektor kedua penggerak IHSG juga masih belum memiliki momentum kenaikan di tengah prospek kenaikan BI Rate pada pertengahan tahun,” papar Niko.

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s