1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

ihsg berdasarkan analisis para prof … 190110 19 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:53 am

Tekanan Jual Investor “Hantui” IHSG Hari Ini
Selasa, 19 Januari 2010 – 08:05 wib
TEXT SIZE :
Widi Agustian – Okezone

Foto: Koran SI
JAKARTA – Tekanan jual masih akan menyelimuti pasar saham pada perdagangan hari ini, Selasa (19/1/2010). Akibatnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak mix.

“Stochastic masih memberi ruang bagi tekanan jual sehingga hari ini IHSG masih cenderung mix,” kata Trimegah Securities dalam analisa hariannya kepada okezone di Jakarta.

Secara short term, indeks saat ini sebenarnya masih berada dalam tren untuk naik (uptrend), hanya saja sentimen negatif dari eksternal memang menjadi hambatan terbesar indeks untuk kembali naik. “Sentimen negatif dari regional dan kembali turunnya harga minyak memicu tekanan jual terhadap saham unggulan berbasis komoditas,” jelasnya.

Menurutnya, walau Pansus Hak Angket Bank Century masih berjalan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), kondisi domestik ia nilai masih cukup kondusif. “Mampu menahan tekanan jual,” tukasnya.

Menurutnya, IHSG akan berada pada kisaran support resistance di level 2.620-2.660.

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG melemah 4,542 poin atau setara 0,17 persen menjadi 2.642,548.

Tercatat nilai transaksi sebanyak Rp2,761 triliun dengan volume sebanyak 5,816 miliar lembar saham, dan total transaksi sebanyak 76.173. Sebanyak 64 saham mengalami kenaikan, sementara sebanyak 122 saham melemah, dan 69 saham terpantau stagnan.

Seluruh saham cenderung bergerak melemah, seperti sektor agribisnis yang melemah 12,270 poin, konsumsi turun tipis 0,66 poin dan sektor perbankan berhasil naik tipis sebesar 2,5 poin. Sementara sektor pertambangan memimpin pelemahan saham yang turun hingga 15,52 poin.

Sementara, bursa regional cenderung bergerak melemah, antara lain indeks Nikkei 255 anjlok 127,02 poin atau setara 1,16 persen ke posisi 10.855,08, indeks Shanghai Composite di China malah naik 12,946 poin ke posisi 3.237,098, dan indeks Seoul Composite naik 9,98 poin ke level 1.711,78. Namun, indeks Hang Seng ikut turun 194,15 poin ke posisi 21.460,01.
(css)

Selasa, 19/01/2010 07:22 WIB
IHSG Masih Berjalan Pelan
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan kemarin ditutup melemah bersamaan dengan pelemahan bursa-bursa regional mengekor anjloknya Wall Street pada akhir pekan lalu. Investor malas-malasan sehingga nilai perdagangan cukup tipis.

Pada perdagangan Senin (18/1/2010), IHSG ditutup turun 4,542 poin (0,17%) ke level 2.642,548. Indeks LQ 45 turun 1,250 poin (0,23%) ke level 519,873.

Kegamangan masih menaungi perdagangan saham pada Selasa (19/1/2010). IHSG diprediksi masih akan bergerak variatif pada nilai transaksi yang tidak terlalu tebal. Tanpa sentimen besar di pasar, investor memilih menunggu musim laporan keuangan yang akan segera hadir.

Bursa regional juga masih bergerak ragu-ragu. Sementara bursa Wall Street masih libur perdagangan hingga hari Senin.

Bursa Jepang mengawali perdagangan Selasa ini dengan flat, dengan Indeks Nikkei-225 dibuka menguat tipis 5,38 poin (0,05%) ke level 10.860,46.

Selasa, 19/01/2010 00:00 WIB

REKOMENDASI

oleh :

Trimegah Securities:

Sentimen negatif dari regional dan turunnya harga minyak memicu tekanan jual terhadap saham unggulan berbasis komoditas. Kondisi domestik yang kondusif menahan tekanan jual, sehingga ditutup tipis di wilayah negatif. Stochastic memberi ruang bagi tekanan jual, sehingga hari ini IHSG cenderung mixed di kisaran 2.620-2.660.

Panin Sekuritas:

Rebound saham perbankan gagal mengangkat IHSG ke zona positif. Tekanan jual saham pertambangan menyebabkan IHSG melemah 0,17% ke posisi 2.642,54. Secara technical, IHSG berada dalam pola sideways setelah rally sejak pertengahan Desember 2009. Investor menahan minat beli mengingat indeks sudah naik signifikan. Hari ini kami perkirakan IHSG bergerak ke kisaran support-resistance 2.630-2.654.
Selasa, 19/01/2010 07:22 WIB

S&P/ASX 200 Index Australia naik 0,2%

oleh : M. Yunan Hilmi

TOKYO (Bloomberg): Bursa Australia bergerak naik seiring dengan tingginya harga logam dan minyak yang mendorong kinerja pendapatan produsen komoditas.

S&P/ASX 200 Index naik 0,2% pukul 10:13 a.m. di Sydney. Kontrak berjangka Nikkei 225 Stock Average Jepang yang berakhir Maret sedikit lebih tinggi pada 10.850 di Osaka pagi ini.

Saham BHP Billiton Ltd, perusahaan pertambangan terbesar di dunia, naik 0,6% di Sydney setelah Citigroup Inc memasukkan saham ini dalam daftar ‘most favored’. Kenaikan juga terlihat pada saham pesaingnya yaitu Rio Tinto Group sebesar 0,5%.

Adapun saham Newcrest Mining Ltd, pertambangan emas terbesar di Australia, naik 0,7%.

“Permintaan hasil tambang tumbuh, tidak hanya di China dan India, tetapi juga di negara lain seperti di Afrika,” ujar Kenichi Hirano, general manager dan analis Tachibana Securities Co, Tokyo.

NZX 50 Index Selandia Baru sedikit berubah di in Wellington. Sementara bursa AS tutup liburan nasional pada 18 Januari.

MSCI Asia Pacific Index bertambah 4,8% tahun ini didorong oleh pertumbuhan manufaktur di China dan kenaikan lapangan kerja di Australia. Dua faktor itu mampu menumbuhkan keyakinan ekonomi regional makin membaik.

Minyak untuk pengiriman Februari naik 0,3% di New York kemarin. Di London, harga logam termasuk tembaga dan seng, bertambah 0,7%. Sementara emas untuk pengiriman segera naik 0,2%.(yn)

bisnis.com
Prediksi IHSG
Akumulasi Saham Berfundamental Kuat
Sahamnya seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) & PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
SELASA, 19 JANUARI 2010, 06:51 WIB
Antique

Seorang pialang memantau pergerakan saham. (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia masih rawan tekanan jual, seperti perdagangan awal pekan ini yang ditutup terkena aksi ambil untung (profit taking) investor.

“IHSG masih minim sentimen positif,” ujar Direktur PT Paramitra Alfa Sekuritas Ukie Jaya Mahendra kepada VIVAnews di Jakarta, Senin sore, 18 Januari 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Selasa, 19 Januari 2010, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.615 dan batas atas (resistance) 2.661.

Pada transaksi Senin, indeks kembali berakhir negatif karena bercokol di posisi 2.642,55, turun tipis 4,54 poin (0,18 persen) dari perdagangan Jumat, 15 Januari 2010, yang menguat 1,91 poin atau 0,07 persen ke level 2.647,09.

Sedangkan bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng turun 31,65 (0,15 persen) ke level 21.716,95, tetapi Nikkei 225 menguat 172,65 atau 1,61 persen menjadi 10.907,68, dan Straits Times terangkat 23,67 persen (0,82 persen) di posisi 2.912,05.

Sementara itu, bursa Wall Street libur pada perdagangan Senin sore waktu New York, atau Selasa dini hari WIB.

Menurut Ukie, IHSG hari ini bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, seperti transaksi kemarin. Sebab, masih minim sentimen positif yang mempengaruhinya.

Apalagi, dia mengakui, bursa Dow Jones libur dari perdagangan karena memperingati Martin Luther King Day. “Dari dari dalam, investor juga menunggu laporan keuangan emiten tahun 2009,” kata Ukie.

Ditambah, Ukie melanjutkan, kasus Bank Century masih hangat dan tetap menjadi perhatian para pelaku pasar modal asing maupun lokal. “Bursa regional Asia sepertinya pun bergerak flat (mendatar),” tuturnya.

Rekomendasi
Ukie menyarankan, akumulasi saham-saham yang mempunyai fundamental kuat, karena mampu bertahan (defensif) terhadap krisis ekonomi dulu dan sekarang.

Sahamnya, kata dia, seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

Selasa, 19/01/2010 00:00 WIB

PREDIKSI
Investor tahan selera beli

oleh :

JAKARTA: Investor diduga menunggu sentimen positif bursa, sebelum memutar dananya ke saham unggulan yang kemarin terkoreksi, terutama sektor pertambangan.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menyamping, sesuai dengan pola teknis yang terbentuk kemarin.

Analis PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono mengatakan IHSG secara teknis masih berada dalam pola pergerakan menyamping, setelah menguat signifikan (rally) sejak pertengahan Desember 2009.

“Investor mulai menahan minat beli mereka mengingat indeks sudah naik signifikan,” tuturnya kemarin.

Akibatnya, IHSG diperkirakan masih sulit berbalik menguat secara signifikan. Pada hari ini, Purwoko memproyeksikan IHSG bergerak pada kisaran titik topang 2.630 dan titik resistan 2.654.

Kemarin, IHSG anjlok 0,17% (4,542 poin) ke level 2.642,55. Bursa-bursa utama regional juga terkoreksi seperti Hang Seng yang turun 0,9%, dan Nikkei-225 anjlok 1,16%.

“Rebound-nya saham perbankan gagal mengangkat IHSG ke zona positif. Tekanan jual saham pertambangan menyebabkan IHSG melemah 0,17% pada 2.642,55. Turunnya harga komoditas menjadi katalis negatif bagi saham berbasis komoditas.”

Nilai transaksi kemarin mencapai Rp2,76 triliun dengan transaksi jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp296 miliar. Volume transaksi membengkak menyusul transaksi tutup sendiri (crossing) 1,5 miliar saham baru (rights issue) PT Darma Henwa Tbk pada harga Rp15 senilai Rp23,18 miliar.

Pada awal pekan ini, Indeks BISNIS-27 terkoreksi sebesar 0,09% ditutup di level 244,54 dengan penekan utama koreksi saham Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM).

Saham-saham pertambangan terkoreksi mengikuti harga minyak dunia yang bergerak melemah ke level US$77,95 per barel dan harga emas yang melemah ke level US$1.130 per ounce.

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

&

Harry Setiadi Utomo

Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

bisnis.com
Perdagangan Saham
Indeks di Eropa Naik, Wall Street Libur
Para investor antusias menyimak kabar aliansi korporat sektor energi dan makanan di Eropa
SELASA, 19 JANUARI 2010, 07:51 WIB
Renne R.A Kawilarang

VIVAnews – Indeks harga saham di bursa-bursa utama Eropa memperlihatkan hasil yang memuaskan di tengah kabar sejumlah kesepakatan korporat. Sementara itu bursa saham Wall Street Senin tutup bersamaan dengan hari libur peringatan Martin Luther King.

Pada penutupan transaksi Senin sore waktu Eropa (Senin malam WIB), indeks FTSE 100 di Inggris naik 39,02 poin (0,7 persen) menjadi 5.494,39. Indeks DAX di Jerman naik 42,98 poin (0,7 persen) menjadi 5.918,55. Begitu pula dengan indeks CAC 40 di Prancis, naik 23,08 poin (0,6 persen) menjadi 3.977,46.

Para investor antusias menyimak kabar bahwa dua perusahaan energi utama di Eropa, yaitu International Power PLC asal Inggris dan Gaz de France SA asal Prancis, berencana melakukan aliansi atau merger. Namun pihak International Power menyatakan bahwa pembicaraan saat ini belum mencapai hasil yang memuaskan.

Selain itu, produsen cokelat asal Inggris, Cadbury PLC, juga mendapat sorotan apakah akan meneriwa tawaran merger dari Kraft Food Inc. Harga saham Cadbury naik 1,5 persen, namun tidak sedikit investor yang masih agak skeptis apakah aliansi itu bisa terwujud.

“Sejumlah pelaku pasar merasa isu ini sudah berjalan berlarut-larut sehingga tak yakin apakah kesepakatan ini bakal terwujud,” kata David Jones, pengamat dari IG Index.

Namun, para pengamat menilai bahwa penjajakan aliansi korporat itu bisa terwujud dalam beberapa bulan mendatang saat ekonomi global pulih dari resesi. Kabar aliansi korporat, baik dalam bentuk merger atau akuisisi, bisa menambah kepercayaan investor mengenai masa depan pemulihan ekonomi. (AP)

• VIVAnews

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s