1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

teori ihsg lage … 200110 20 Januari 2010

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 9:49 pm

Mekanisme Pembentukan IHSG
Tim Liputan 6 SCTV
15/07/2010 13:11
Liputan6.com, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan atau yang lebih dikenal dengan IHSG, tentu menjadi sebuah istilah yang akrab di telinga sebagian masyarakat. Terlebih bagi para investor pasar saham. Namun, tak banyak yang mengetahui komponen apa saja yang menjadi pembentuk nilai IHSG. Padahal, IHSG sering dijadikan acuan guna melihat respresentasi pergerakan pasar saham secara keseluruhan.

Kali ini diberikan gambaran mengenai komponen-komponen pembentuk IHSG serta faktor-faktor apa saja yang membuat IHSG berubah-ubah seiring terjadinya transaksi di lantai bursa. Pertama-tama akan dihadirkan metode-metode yang umumnya digunakan untuk menyusun indeks saham.

Secara umum, ada dua jenis rumusan untuk membentuk indeks saham. Pertama rumus atau metode yang dikenal dengan nama Weighted Average. Rumusnya adalah (Sigma)PxQ/Nd kemudian dikali dengan 100. P adalah harga saham di pasar reguler. Q adalah bobot saham (jumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia). Nd adalah nilai dasar, yaitu nilai yang dibentuk berdasarkan jumlah saham yang tercatat di BEI yang masuk dalam daftar penghitungan indeks. Nilai dasar bisa berubah jika ada aksi korporasi yang menyebabkan jumlah saham berkurang atau bertambah.

Sederhananya, setiap saham dihitung terlebih dahulu kapitalisasi pasar. Kemudian dijumlahkan seluruh kapitalisasi pasar per saham atas saham-saham yang diperhitungkan dalam indeks, lalu dibagi dengan nilai dasar, kemudian dikalikan dengan 100. Nah, kapitalisasi pasar per saham yang di total ini berbeda dengan nilai kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI, karena ada saham-saham yang tidak perhitungkan dalam penghitungan indeks. Saham-saham yang tidak diperhitungkan ini menjadi rahasia BEI.

Pihak BEI memiliki kriteria sendiri atas saham-saham yang bisa dimasukkan dalam penghitungan IHSG. Jadi boleh dibilang, IHSG merupakan nilai representatif atas rata-rata harga seluruh saham di BEI berdasarkan jumlah saham tercatat. Itulah kenapa disebut sebagai Weightened Average nilai harga rata-rata terhadap bobot atau jumlah saham.

Rumus kedua adalah apa yang disebut sebagai Average. Penghitungannya mirip dengan rumus pertama. Hanya saja, tidak memasukkan bobot atau jumlah saham tercatat dalam penghitungan. Rumusnya adalah (Sigma)P/Nd dikali 100. Metode ini dipakai oleh indeks saham industri Dow Jones (Dow Jones Industrial Average/DJIA). Alasan indeks ini tidak memasukkan bobot sebagai pengali harga saham karena DJIA merupakan indeks 30 saham terpilih di bursa New York. Sebanyak 30 saham yang masuk dalam DJIA diasumsikan telah memiliki bobot yang setara, sehingga penghitungan bobot dianggap tidak perlu lagi. Sebagai catatan, 30 saham ini boleh dibilang mewakili setiap industri di Amerika Serikat (AS) dan memiliki likuiditas transaksi yang tinggi.

Kalau boleh disamakan, indeks LQ45 memiliki karakter yang mirip dengan DJIA,meskipun rumus penghitungan yang dipakai tetap sama seperti rumus yang dipakai dalam menghitung IHSG. Nah, sekarang akan dibahas mengenai faktor-faktor apa saja yang membuat level IHSG bergerak naik atau turun. Pertama tentunya harga saham. Namun tidak hanya itu. Kenaikan atau penurunan tajam harga satu saham memang berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Namun seberapa besar kenaikan itu mempengaruhi IHSG tergantung pada bobot saham tersebut.

Jadi sederhananya, kenaikan atau penurunan IHSG sangat bergantung pada pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar. Berangkat dari sinilah kemudian muncul beberapa saham yang disebut-sebut sebagai motor penggerak IHSG. Sebut saja saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Saham ini memiliki saham tercatat mencapai 20,159 miliar saham. Dengan harga saat ini sebesar Rp 8.700, maka kapitalisasi pasar TLKM mencapai Rp 175,383 triliun. Nilai itu mencapai 10% dari total nilai kapitalisasi pasar seluruh saham di BEI yang masuk dalam penghitungan IHSG. Kapitalisasi pasar BEI saat ini sekitar Rp 1.700 triliun. Dengan kapitalisasi pasar sebesar itu, kenaikan atau penurunan harga sebesar Rp 50 poin saja akan memberikan pengaruh pada level IHSG.

Saham TLKM memang tercatat sebagai saham dengan kapitalisasi terbesar di BEI. Lainhalnya dengan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Saham BNBR yang tercatat di BEI mencapai 93,721 miliar saham, jauh lebih besar dari TLKM. Akan tetapi, harga saham BNBR saat ini sebesar Rp 127 yang berarti nilai kapitalisasi pasar BNBR sebesar Rp 11,902 triliun. Angka tersebut tidak sampai 1% dari kapitalisasi pasar BEI. Jadi, meskipun BNBR mengalami kenaikan harga atau penurunan harga sebesar 35% pun tidak akan memberi pengaruh besar terhadap perubahan level IHSG. Lain halnya jkalau suatu saat harga saham BNBR mencapai Rp 5.000, dapat dipastikan kenaikan atau penurunan tipis harga saham BNBR akan memberi pengaruh besar pada level IHSG.

Oleh sebab itu, jika level IHSG naik tajam, dapat dipastikan hal itu didorong oleh kenaikan harga-harga saham berkapitalisasi besar atau yang lebih dikenal sebagai Big Cap. Jadi wajar saja, kalau saham TLKM naik tajam, level IHSG pun akan terkerek naik secara tajam pula. Kelemahan penghitungan ini adalah karena rumus ini memasukkan saham-saham yang kurang aktif diperdagangkan serta memasukkan faktor bobot atau jumlah saham secara keseluruhan dalam penghitungannya. Contohnya, saham TLKM hanya ditransaksikan sebanyak 1 lot dan mengalami kenaikan sebesar Rp 300 hari ini.

Kapitalisasi pasar yang terbentuk mewakili seluruh 20,159 miliar saham TLKM. Jadi level IHSG sudah pasti akan terangkat. Dan metode ini ikut memasukkan saham-saham yang kurang aktif diperdagangkan, malah terkadang tergolong saham tidur. Ini akan memangkas representasi pasar IHSG secara riil, karena saham-saham yang tidak ditransaksikan ikut dimasukkan dalam penghitungannya. Kendati demikian, BEI menganggap metode yang dipakai ini sudah cukup mewakili pergerakan seluruh saham harian di lantai bursa. (http://www.vibiznews.com)
Indeks Saham
Senin, 18 Januari 2010 – 09:47 wib

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan sebuah indikator yang menunjukkan kondisi atau situasi pasar. IHSG, apakah itu naik tinggi, naik sedang-sedang saja, stagnan, turun dalam atau turun tipis , menginformasikan banyak hal kepada pelaku pasar.

IHSG naik tinggi misalnya, dia memuat informasi tidak hanya besarnya minat beli terhadap saham-saham yang diperdagangkan di bursa saat itu. Lebih dari itu, dia juga akan menuntun pelaku pasar pada jenis informasi apa yang menyebabkan IHSG naik tinggi.

IHSG memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap setiap perkembangan informasi yang terjadi di sekelilingnya. Jika situasi makro tidak kondusif, maka dia bersikap seperti orang ngambek, enggan bergerak dan bahkan turun ke bawah. Sebaliknya, jika kondisi sekeliling kondusif maka dia memiliki tenaga besar untuk bergerak naik. Sensitifitas seperti itu, membuat IHSG kini menjadi salah satu acuan paling sederhana untuk membaca kondisi makroekonomi yang melingkupinya.

IHSG juga menunjukkan apakah investasi di portofolio saham di pasar modal menghasilkan keuntungan atau sebaliknya, seberapa besar keuntungan secara rata-rata dan sebagainya. Jika selama satu tahun IHSG naik 40 persen, berarti secara rata-rata investasi di pasar modal memberikan keuntungan 40 persen. Begitu juga jika IHSG turun sebesar 25 persen misalnya, berarti secara rata-rata investasi di saham mengalami kerugian sebesar 25 persen.

Harus dipahami, bahwa IHSG, sesuai dengan singkatannya merupakan indeks gabungan dari seluruh saham yang tercatat dan diperdagangkan di bursa. Dia menunjukkan indikator rata-rata tertimbang dari seluruh saham. Perlu diketahui bahwa setiap saham memiliki indeks individu, yang saat listing perdana -dengan formula hitungan rata-rata tertimbang — bernilai 100.

Nah, jika saat ini IHSG berada di posisi 2.500-an maka sebenarnya itu menunjukkan nilai rata-rata tertimbang dari seluruh indeks individu saham yang tercatat di bursa. Ada juga saham yang indeks individunya tidak diikutkan dalam perhitungan IHSG karena pertimbangan tertentu.

Di pasar, ada cukup banyak jenis indeks saham. Selain IHSG, ada juga indeks LQ 45, indeks sektoral, Jakarta Islamic Index (JII), indeks Kompas 100, indeks Papan Utama, indeks Papan Pengembangan, indeks Bisnis 27 dan lainnya. Indeks LQ 45 merupakan rata-rata tertimbang dari 45 indeks individu saham yang dinilai unggulan, indeks sektoral berarti indeks khusus saham-saham sesuai dengan sektor usahanya. Di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat ada sepuluh jenis indeks sektoral seperti indeks sektor pertanian, indeks sektor pertambangan, indeks sektor keuangan, indeks sektor infrastruktur, indeks sektor aneka industri dan lainnya.

Keberadaan macam-macam jenis indeks tersebut – selain IHSG – tentu saja amat bermanfaat bagi pelaku Pasar Modal. Indeks sektoral misalnya. Dengan adanya indeks sektoral, pelaku Pasar Modal bisa melihat dan menilai kondisi saham-saham sektor tertentu dengan hanya menyimak indikator indeks sektoralnya. Pelaku pasar juga bisa melakukan perbandingan tentang prospek sektor yang satu dengan sektor lainnya.

Selama 2009 lalu misalnya, dengan menyimak indeks sektoral, pelaku pasar akan tahu sektor apa yang memberikan keuntungan (return) tertinggi ke investor dan sektor apa yang memberikan keuntungan terendah.

Sepanjang 2009, ternyata sektor yang memberi return paling tinggi ternyata sektor aneka industri yang tumbuh sebesar 179 persen dari titik 214,94 pada akhir 2008 menjadi 601,47 di penghujung 2009 lalu. Sektor pertambangan yang dielu-elukan pasar ternyata tercatat sebagai pemberi keuntungan terbesar kedua dengan return sebesar 151,06 persen dari posisi 877,68 menjadi 2.203,48. Sedangkan sektor properti tercatat pemberi return terkecil sebesar 41,85 persen dari posisi 103,49 menjadi 146,80.

Dengan menyimak indeks sektoral, investor atau pelaku pasar bisa mengkalkulasi bagaimana prospek setiap sektor pada tahun berikutnya. Apakah Anda menilai sektor properti masih menjanjikan karena tahun lalu hanya tumbuh paling kecil, atau Anda menganggap sektor pertambangan masih cukup menggelora. Semua itu akan menjadi pertimbangan untuk keputusan investasi yang akan Anda buat. (Tim BEI)(//ade)

… teori ihsg sebelumnya: https://transaksisaham.wordpress.com/2009/10/28/ihsg-lage-281009/ ; https://transaksisaham.wordpress.com/2009/10/15/semoga-ga-bink-unk-ihsg-lage/; dan  https://transaksisaham.wordpress.com/2009/10/14/indeks-harga-saham-gabungan-ala-indo-141009/; https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/22/ihsg-antara-teori-dan-fakta-220110/

 

ihsg emang pengennya ijo kale … 200110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:56 pm

Rabu, 20/01/2010 16:11 WIB
IHSG Berjuang Keras untuk Naik 1 Poin
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Setelah sempat berjuang keras di menit-menit terakhir sebelum penutupan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mampu ditutup di teritori positif.

Mengawali perdagangan, IHSG terus bergerak positif hingga penutupan sesi I. IHSG dibuka pada level 2.666,071 dan sempat mencapai titik tertingginya di 2,689,775.

Namun memasuki sesi II, IHSG secara perlahan mulai tergerus. IHSG bolak-balik ke teritori negatif menjelang penutupan perdagangan.

Dan pada perdagangan Rabu (20/1/2010), IHSG ditutup menguat tipis 1,195 poin (0,04%) ke level 2.667,226. Indeks LQ 45 juga menguat tipis 0,479 poin (0,09%) ke level 525,499.

Sementara Bursa Hong Kong dan China ditutup merosot tajam akibat melemahnya saham-saham sektor perbankan menyusul ketidakpastian seputar kebijakan moneter China. Bursa-bursa regional lain pun ikut tergerus.

Indeks Hang Seng melemah 391,81 poin (1,81%) ke level 21.286,17.
Indeks Komposit Shanghai anjlok 95,02 poin (2,93%) ke level 3.151,85.
Indeks Nikkei-225 melemah 27,38 poin (0,25%) ke level 10.737,52.
Indeks Straits Times melemah 17,08 poin ke level 2.895,84.

Perdagangan berjalan cukup ramai, dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 91.776 kali pada volume 4.292 juta lembar saham senilai Rp 4,569 triliun. Sebanyak 64 saham naik, 114 saham turun dan 61 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat harganya di top gainer antara lain Bank Danamon (BDMN) naik Rp 300 menjadi Rp 5.400, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 150 menjadi Rp 8.000, BCA (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 5.050, Holchim Indonesia (SMCB) naik Rp 50 menjadi Rp 1.710, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 9.500.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 35.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 350 menjadi Rp 18.350, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 8,100, Indocement (INTP) turun Rp 100 menjadi Rp 13.800.

(qom/qom)
Sesi II Tutup
IHSG dan Rupiah Tak Kompak
Indeks di BEI naik tipis 0,04% ke level 2.667, sedang rupiah bercokol di posisi 9.335/US$.
RABU, 20 JANUARI 2010, 16:26 WIB
Antique

Bursa Efek Indonesia (VIVAnews/Tri Saputro)
BERITA TERKAIT
IHSG Menguat, Rupiah Stabil
IHSG Terpengaruh Bursa Mancanegara
Sempat Terkoreksi, IHSG Kembali Positif
Sentimen Mancanegara Topang Posisi IHSG
Ambil Untung Berlanjut, IHSG Tergerus 26 Poin
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali berakhir positif, meski dalam perjalannya sempat terkoreksi. Sedangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bergerak melemah.

Analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra berpendapat, sentimen positif dari bursa global memberikan pengaruh yang kuat pada penguatan IHSG. “Semalam indeks Dow Jones mencatat penguatan yang signifikan. Begitu pula bursa regional Asia Pasifik yang bergerak positif,” kata dia melalui risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 20 Januari 2010.

Harga berbagai komoditas logam, dia menambahkan, di London Metal Exchange (LME) yang bervariasi dengan kenaikan yang tinggi, seperti dicatat nikel turut memberikan sentimen positif ke pasar saham domestik.

IHSG pada penutupan transaksi hari ini, naik tipis 1,19 poin (0,04 persen) ke level 2.667,27. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks terangkat 14,05 poin atau 0,52 persen di posisi 2.680,12.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,57 triliun dan volume tercatat 8,58 juta lot, dengan frekuensi 91.776 kali. Sebanyak 67 saham menguat, 123 melemah, 68 ditutup stagnan, serta 227 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 1,31 triliun, sedangkan penjualan mencapai Rp 1,16 triliun.

Sedangkan bursa Asia saat IHSG tutup bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 391,81 (1,81 persen) ke level 21.286,17, Nikkei 225 melemah 27,38 atau 0,25 persen menjadi 10.737,52, dan Straits Times tekoreksi 18,18 persen (0,62 persen) di posisi 2.894,74.

Di Bursa Efek Indonesia, saham komoditas yang menguat cukup besar di antaranya PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang naik Rp 600 atau 1,78 persen ke level Rp 34.150.

Rupiah Melemah
Sementara itu, dealer valas PT Bank Mutiara Frans Darwin Sinurat berpendapat, sentimen pergerakan mata uang regional maupun global yang melemah terhadap dolar AS masih mempengaruhi laju rupiah.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.335 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.277/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.275 per dolar AS. Pada perdagangan Selasa, 19 Januari 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.230-9.232/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews

 

overweight on Indonesian stocks … 200110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 8:09 pm

IHSG Naik 43%, Laba Emiten Capai Rp124 T
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Agustina Melani
Pasar Modal – Senin, 29 November 2010 | 13:19 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 43% pada 2010 diikuti oleh tingkat keuntungan dari 374 emiten yang mencapai Rp124 triliun pada 2010.

Hal itu disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito dalam paparan Economic Outlook 2011 “Memanfaatkan Momentum Investasi dan Ekspansi”, Senin (29/11). “Kenaikan indeks diikuti dengan kenaikan fundamental emiten sehingga kita benar-benar tumbuh, ada kenaikan 25% dari profitable yang diraih emiten,” kata Eddy.

Sekitar 374 emiten meraih untung mencapai Rp124 triliun pada 2010 bila dibandingkan pada 2009 mencapai Rp99 triliun. Selain itu, kenaikan IHSG juga diikuti dengan keterlibatan investor lokal di pasar modal Indonesia.

“Investor ritel dan fund manager lokal juga tumbuh kuat. Saat ini perbandingan asing dan lokal cukup berimbang sekitar 50 berbanding 50. Local player memainkan peran cukup kuat,” ujar Eddy. [hid]

7 December 2009, 11:03 WIB (GMT+7)
Sharp Fokus : Dekade
DANAREKSA.com
We win one against the head! As we move from the ‘noughties’ (2000s) into the ‘tens’ (2010s), Indonesian stocks are well positioned to perform. In a sign of what is to come, the 2000s was the first decade Indonesian shares outperformed the world’s largest market, the US. Still, the ten year increase in our stocks was just 75% in USD terms; we can do much better over the next ten years.

Valuations are still attractive – as the JCI is trading at just 10.8x 2011 PE – and earnings growth in 2010 is expected to be a healthy 20% we remain overweight on Indonesian equities. Although we are just shy of our YE09 target of 2,700, we raise our YE10 index target to 3,300 or 17x 2010 PE, 14.7x 2011 PE. We have five key predictions for the year ahead.

Investment Grade. We predict Indonesia’s credit rating will return to investment grade from the current two notches below. This is based on two indicators returning to where they were the last time we were investment grade in the 90s: the debt to GDP ratio and the balance of payments surplus. A return to investment grade will help reduce interest rates and strengthen the currency.

GDP growth at new highs. We already expect 6% growth this quarter and predict by the end of next year, our growth will be faster than either India’s or China’s, putting Indo in front – ‘Indochina’! The economy is picking up faster than at any other time this decade. Faster growth will mean positive earnings surprises – just like this year.

Sebastian Sharp

 

go internet … 200110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 1:26 pm

Mengunduh Untung dari Demam Internet
Rabu, 20 Januari 2010 | 09:07 WIB

SHUTTERSTOCK
TERKAIT:
Haji Ismet, Raja Boneka Beromzet Rp 4 Miliar
Triyono, Guru yang Pengusaha Mainan Edukatif
Ujang, Anak Kemarin Sore dan Pertanian Organik
Kalla: Wirausaha Tidak Perlu Terlalu Banyak Teori
Berkah Laba dari Barbie Muslimah
KOMPAS.com — Kini boleh dibilang internet benar-benar tengah memasyarakat. Semakin banyak orang yang enggan berpisah dari internet barang sehari pun. Tak sedikit orang dan perusahaan yang makin bergantung pada internet, dari sekadar untuk menyapa teman lama sampai melancarkan urusan bisnis nan serius.

Tak heran, kini banyak warung internet (warnet) yang selalu penuh pengunjung. Kian banyak pula orang yang lebih suka mengakses internet di rumah dengan cara berlangganan layanan akses internet sendiri. Selain tak perlu keluar rumah, mereka lebih bebas menentukan waktu ngenet.

Sekarang banyak tawaran berlangganan internet di rumah. Selain menjadi pelanggan layanan internet service provider (ISP) kelas kakap, termasuk melalui operator telepon seluler, kita bisa juga berlangganan layanan dari ISP-ISP kecil.

Sebenarnya, nyaris tak ada beda antara ISP kelas rumahan ini dan ISP kelas kakap. Asal tahu saja, kebanyakan pebisnis ISP kelas rumahan ini sebenarnya mendapatkan akses internet dari ISP besar juga. “Intinya, kami berbagi jaringan kepada pelanggan,” ujar Mulyadi Bakir, penyedia ISP kelas rumahan.

Praktik bisnis ini memang mirip dengan bisnis warnet. Perbedaannya, pelanggan tidak perlu bertandang ke warnet bila ingin berselancar ke dunia maya. Penyedia layanan ISP akan menyediakan jaringan internet ke rumah pelanggan.

Ternyata, bisnis ini cukup mendapat sambutan yang positif. Selain karena kualitas internet lebih stabil ketimbang akses internet dari operator ponsel, akses internet melalui ISP umumnya juga lebih cepat ketimbang di warnet. Itu sebabnya, banyak orang lebih suka menggantungkan layanan dari ISP kelas rumahan ini.

Mandiri

Tengok saja pengalaman usaha Mulyadi yang menggeluti usaha internet rumahan ini sejak empat tahun lalu. Menamai usahanya dengan nama Warnet Rumahan, Mulyadi mengawali usaha dengan membuka warnet. Seiring dengan banyaknya permintaan pelanggan untuk pemasangan instalasi internet ke rumah, Mulyadi bertekad membangun jaringan. “Modal awalnya hanya Rp 40 juta untuk membuat menara dan jaringan,” cetus dia.

Berbeda dengan bisnis warnet yang digelutinya, usaha ISP yang dilakoninya lebih mudah. Dia, misalnya, tak perlu menyediakan komputer, pemilik rumah yang jadi pelanggan pasti punya komputer sendiri. Mulyadi hanya perlu membagi bandwidth atau kapasitas jaringan internet yang dibelinya dari ISP kelas kakap.

Cara Mulyadi menggulirkan bisnis ini lebih kurang seperti berikut. Dia berlangganan internet dari ISP perusahaan telekomunikasi dengan kapasitas bandwidth sebesar 1,7 megabyte berbiaya berlangganan Rp 1,1 juta per bulan.

Dari jatah bandwidth yang dia peroleh, Mulyadi bisa melebarkan jaringan internet ke sekitarnya melalui teknologi tanpa kabel. Pelanggan kudu membayar jaringan yang dipakainya Rp 250.000 per bulan. Sayang tawaran ini kurang menarik di mata pelanggan. Kata Mulyadi, banyak pelanggan lebih suka memanfaatkan jaringan internet yang dia sediakan dengan sistem perhitungan per jam. “Biayanya cuma Rp 3.500 per jam,” katanya.

Nah, dengan pola perhitungan per jam inilah Mulyadi justru memperoleh penghasilan lumayan, yakni Rp 400.00 per hari. Dalam sebulan Mulyadi bisa membukukan omzet Rp 12 juta. Setelah dikurangi biaya operasional serta gaji pegawai, keuntungan bersih yang dia dapat sekitar Rp 4 juta.

Rupanya, ada sebab pelanggannya lebih suka hitungan per jam seperti di warnet. “Pelanggan bisa memaksimalkan penggunaan internet di rumah saat membutuhkan tanpa perlu ongkos besar,” ujarnya. Mulyadi juga diuntungkan dalam pembagian kecepatan dan kestabilan layanan internet karena pelanggan umumnya tak memakai dalam waktu bersamaan.

Selain usaha ini, Mulyadi juga bisa memperoleh penghasilan lain dari melayani pemasangan dan instalasi jaringan internet di seluruh DKI Jakarta. Khusus untuk layanan internet berlangganan di rumah, jangkauan pasarnya baru seputar rumahnya di Cikokol, Tangerang.

Kalau tertarik ingin menjalankan bisnis serupa, sebelum membuka usaha, sebaiknya Anda terlebih dahulu mengurus izin mendirikan usaha serta izin menjadi distributor ISP dari Kementerian Komunikasi dan Informatika serta membangun menara. “Ini enggak gampang, tapi bisa dilakukan,” ujar Mulyadi berbagi tips.

Kemitraan

Jika tak mau repot dengan urusan perizinan, Anda bisa juga menjadi pengusaha internet rumahan dengan menjadi mitra usaha serupa yang telah lebih dulu beroperasi. Salah satu ISP yang menawarkan kemitraan adalah Net Home.

Saat ini Net Home baru menawarkan sistem kemitraan usaha yang berlokasi di daerah Bekasi dan sekitarnya. Namun, kini Net Home mulai mengepakkan sayap ke Depok dan Jakarta. Khusus untuk dua wilayah ini, Net Home baru menyediakan layanan set up jaringan internet dengan sistem beli putus.

Ini berbeda dengan wilayah Bekasi dan sekitarnya. Net Home sudah berani menawarkan kemitraan kepada investor. Bermodalkan Rp 13,5 juta, mitra berhak mendapatkan instalasi internet, bandwidth dengan kecepatan 128 kilobyte per detik, serta menara pemancar yang siap beroperasi.

Tak perlu khawatir sulit mengoperasikan bisnis ini meski Anda tidak memiliki keahlian atau pengetahuan yang cukup mengenai teknis jaringan internet. “Kami menyediakan teknisi yang siap melakukan perbaikan jaringan,“ ujar Deddy Kurniawan, pemasar Net Home, berhawa promosi.

Selain itu, Net Home juga akan ikut mencarikan pelanggan bagi semua mitranya. “Jika kami yang mendapat pelanggan, kami akan menyalurkan kepada mitra yang berada di daerah pelanggan itu,” ujarnya.

Tak hanya itu. Mitra juga punya hak selalu ikut serta dalam iklan dan promosi Net Home di semua media, baik di majalah, koran, maupun internet. Dengan berbagai fasilitas dan kewajiban tersebut, Net Home memakai sistem bagi hasil. Sebesar 60 persen dari total omzet diperoleh si mitra.

Omzet mitra usaha tentu saja diperoleh dari pembayaran biaya langganan konsumen yang tak lain pemakai yang menggunakan jejaring internet. Untuk menjadi pelanggan, mereka harus membayar biaya registrasi sebesar Rp 200.000. Biaya ini belum termasuk kabel dan radio penangkap sinyal alias jaringan internet (dekoder) yang bisa disediakan sendiri oleh pelanggan. “Kalau pelanggan menginginkan, kami bisa menyediakan semua alat ini,” kata Deddy.

Untuk itu, pelanggan harus menambah pembayaran total menjadi Rp 1 juta untuk biaya instalasi berikut modem. “Biaya pendaftaran berikut biaya instalasi menjadi hak Net Home,” ujar Deddy.

Lalu, dari mana mitra mendapat keuntungan? Tentu saja mereka bisa memperolehnya dari penerimaan layanan berlangganan internet oleh konsumen. Saban bulan pelanggan harus membayar biaya berlangganan sebesar Rp 250.000.

Dengan asumsi seperti ini, jika mitra punya minimal lima pelanggan saja, dia akan mendapatkan omzet Rp 1,25 juta dari uang berlangganan. Dari omzet ini, mitra memang harus menyetor Rp 750.000 ke Net Home. “Sisanya untuk si mitra,” ujarnya.

Menurut hitungan Deddy, dengan jumlah pelanggan stagnan hanya 10 pelanggan, mitra bisa balik modal dalam 14 bulan. “Semakin banyak jumlah pelanggan, waktu yang dibutuhkan untuk balik modal tentu semakin cepat,” lanjutnya.

Deddy yakin, semakin tingginya animo masyarakat untuk menggunakan internet, pasar dalam bisnis ini akan terus mengembang. Bahkan, jika dalam satu tahun bisa punya 45 pelanggan, omzet mereka mengembang jadi Rp 11,25 juta, dengan keuntungan sekitar Rp 5,62 juta per bulan untuk mitra. Tentu saja, si mitra harus tetap menjaga kualitas layanan internet tetap stabil dan cepat. “Berarti, ada konsekuensi penambahan bandwidth,” ujar Deddy.
Mereka tak lagi bisa mengandalkan kapasitas semula, yakni 128 kilobyte per detik yang hanya bisa melayani sekitar 15 pemakai internet. Namun, ini tak jadi soal bagi mitra karena penambahan bandwidth tidak berarti ada biaya tambahan. Net Home akan menambah langsung kebutuhan tambahan bandwidth tersebut.

Bagaimana, tertarikkah Anda mencoba peruntungan berbisnis akses internet ini?

 

uang panas SERIUS FULL masuk indo, asia … 200110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 9:23 am

Selasa, 19/01/2010 00:00 WIB

Hedge fund migrasi ke Asia
Kenaikan tarif pajak di Amerika Serikat dan Eropa jadi pemicu

oleh :

HONG KONG: Bank of America Merrill Lynch membantu lebih dari selusin lembaga lindung nilai (hedge fund) dengan nilai usaha miliaran dolar mendirikan kerajaan bisnis di Hong Kong dan Singapura setelah Eropa dan Amerika Serikat meningkatkan pajak di industri itu.

…. ATI-ATI DAH, JANGAN TERLALU SERAKAH PASANG INVESTASI SAHAM, JAGA DENGAN BELI DOLAR AMRIK JUGA … KARENA HEDGE FUNDS SUDAH TERKENAL CUMA PAKE CARA BODOH YAITU SETAON DOANK, aka JANGKA PENDEK DAN MENENGAH … jarang bener2 bertahan s/d lebe dari 3 taon … coba baca posting terbaru komentar dari INVESTOR RAKSASA CHINA : http://sahambumi.wordpress.com/2010/01/20/komentar-herman-analisis-para-pro-dan-cic-200110/ 21/01/2010 – 12:03
IHSG Sesi 1 Kembali Anjlok 23,92 Poin
Susan Silaban

… ada kaitan kah antara analisis pendek gw dan info soal hedge funds dan penjelasan CIC di posting gw ini :http://sahambumi.wordpress.com/2010/01/20/komentar-herman-analisis-para-pro-dan-cic-200110/ … lalu TERJADI LAH PERISTIWA BERIKUT: (moga2 koreksi sejenak doank) 21/01/2010 – 12:03
IHSG Sesi 1 Kembali Anjlok 23,92 Poin
Susan Silaban

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Keluarnya asing dari lantai bursa disertai dengan China yang mengerem pinjaman kredit menyebabkan IHSG pun terkulai 23,92 poin (0,90%) ke level 2.643,35.

Separuh hari ini, nilai transaksi di lantai bursa mencapai Rp1,373 triliun dengan volume perdagangan mencapai 14,948 miliar saham yang ditopang oleh 66 saham masih menguat, 88 saham lunglai, dan 65 saham masih stagnan.

Indeks saham di bursa pun sesi 1 ini ditutup memerah. Indeks saham JIIditutup turun 4,05 poin ke level 436,46, begitu juga dengan indeks saham LQ45 pun turun 5,90 poin ke level 519,56. Sektor tambang pun turun 12,41 poin ke level 2.346,51, namun sektor pertanian berhasil naik 5,11 poin ke level 1.910.

Adapun saham-saham yang anjlok hari ini adalah UNTR turun Rp750 ke Rp17.600, ASII turun Rp500 ke Rp35.300, UNVR turun Rp250 ke Rp11.400, LPPF turun Rp200 ke Rp1.600, BBRI turun Rp200 ke Rp7.900, ITMG turun Rp200 ke Rp33.950, BMRI turun Rp150 ke Rp4.700, HMSP turun 150 ke Rp13.850, PTBA turun Rp150 ke RP17.750, TLKM turun Rp100 ke Rp9.400.

Sementara itu, saham-saham yang naik adalah DLTA naik Rp7.000, BTPN naik Rp275 ke Rp5.050, AALI naik Rp200 ke RP24.750, DOID naik Rp60 ke Rp1.820, INTP naik rp50 ke Rp13.850, SMGR naik Rp50 ke Rp8.050, ECXL naik Rp50 ek Rp2.500, INKP naik Rp50 ke Rp2.175. [san/cms]

… BACA LAGE DAH:  dari financial times soal ocehan Obama soal hedge funds di perbankan amrik :  http://ekonomitakserius.blogspot.com/2010/01/kenangan-terindah-panik-hare-gene-maseh.html

“Sejumlah lembaga lindung nilai juga berencana membangun usaha pada beberapa kota di Asia,” ujar Dan McNicholas, Head of Asia Financing Sales Merrill Lynch dalam wawancara dengan TV Bloomberg, kemarin.

Manajer lembaga lindung nilai tertarik dengan iklim regulasi di Hong Kong, kawasan yang tumbuh dan memberikan peluang investasi potensial setelah AS dan Eropa merencanakan peningkatan pajak di industri keuangan.

Wali Kota London Boris Johnson mengatakan ada sekitar 9.000 bankir yang akan meninggalkan London yang menjadi kawasan pusat keuangan Inggris akibat pengumuman menaikkan pajak bonus sebesar 50% pada bulan lalu.

“Di daerah ini, iklim bisnis sangat ramah terhadap manajer dibandingkan dengan New York atau London. Di New York dan London anda melihat usulan kenaikan pajak dan pembatasan bisnis lain yang menyebabkan Hong Kong dan Singapura menjadi menarik,” jelas McNicholas.

Asia juga mengharapkan dapat menyerap lebih banyak lembaga lindung nilai global karena lembaga sejenis membutuhkan tempat merelokasi bisnisnya.

McNicholas menyebutkan lebih dari 15% arus modal lembaga lindung nilai yang berkisar antara US$50 miliar dan US$100 miliar diharapkan masuk ke Asia selama kuartal I/2010.

Pekan lalu, sumber Bloomberg menyebutkan Soros Fund Management LLC dan GLG Partners Inc merupakan dua dari sejumlah perusahaan yang berencana membuka kantor di Hong Kong.

“Tidak seperti 2006, sewaktu staf peneliti dan pialang junior datang ke Asia, Anda dapat melihat lebih banyak staf senior membuat perubahan dengan melirik pasar Asia,” jelas McNicholas.

Naikkan pajak

Pada bulan lalu, Inggris menaikkan pajak bonus perbankan di atas US$40,714 (25.000 pound) sebesar 50%.

Pemerintah juga menaikkan pajak penghasilan warganya yang memiliki pendapatan lebih dari 50.000 pound per tahun menjadi 50%, dari semula 40%.

Pada 2008, pemerintah memberlakukan pembayaran senilai 30.000 pound kepada warga yang tidak berdomisili di London yang dikeluarkan dari sistem pajak sebelumnya.

Uni Eropa mempersiapkan aturan terhadap lembaga lindung nilai yang akan membatasi jumlah pinjaman dan memaksa mereka menggunakan perbankan di Eropa.

Di AS, Presiden Barack Obama mengajukan peningkatan pajak atas pejabat eksekutif lembaga keuangan dalam anggaran pertama pemerintahannya pada tahun lalu.

Peningkatan itu secara umum akan berdampak pada pembelian perusahaan, lembaga lindung nilai, perusahaan gabungan, dan mitra perusahaan lain, termasuk realestat, serta investasi minyak dan gas.

Selain itu, sebanyak 50 perusahaan dengan aset finansial lebih besar dari US$50 miliar, masing-masing akan dikenakan pajak oleh Presiden Barack Obama guna membantu pengembalian dana pembayar pajak dalam program bailout dan memangkas defisit anggaran.

Pungutan yang didasarkan pada kewajiban bank rencananya mulai diberlakukan 30 Juni.

Kinerja ekuitas Asia mengungguli AS pada 2009, di mana indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang naik 68%, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 naik 23%.

Asia memimpin dunia keluar dari resesi terburuk sejak 1930-an, setelah pemerintah meningkatkan belanja, memangkas pajak, dan memotong suku bunga. (esu)

Bloomberg

bisnis.com
Tekanan Politik Mereda, Saham Berpotensi Naik
Rabu, 20 Januari 2010 | 08:42 WIB

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Transaksi Pasar Saham

JAKARTA, KOMPAS.com — Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Rabu (20/1/2010), diperkirakan masih akan menguat, meneruskan kenaikan kemarin.
“Hari ini kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Beberapa berita dari politik nasional yang menahan pergerakan indeks diperkirakan akan mulai mereda,” ujar analis riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono.
Ia memprediksi IHSG akan menguji level resistance 2.675-2.683. Sementara untuk support berada di 2.640-2.657.
Pada perdagangan kemarin, rebound-nya saham sektor pertambangan menjadi motor penggerak naiknya indeks. “Selain saham pertambangan, faktor eksternal yang memengaruhi pergerakan indeks adalah kenaikan bursa regional,” tambahnya.

 

tengok2 papan atas … 200110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:16 am

20/01/2010 – 16:06
Astra Anjlok, IHSG Naik Secuil 1 Poin
Susan Silaban

(inilah.com/Agung Rajasa)
INILAH.COM, Jakarta – Anjloknya bursa-bursa Asia, saham Grup Astra dan BUMI tak dirasakan oleh IHSG di lantai bursa. IHSG sore ini pun ditutup naik secuil 1,2 poin (0,05%) ke level 2.667,21.

Saham Grup Astra pasca wafatnya Direktur Utama Astra International, Michael Dharmawan Ruslim membuat harga saham ASII turun Rp400 ke Rp36.500. Walaupun saham Astra anjlok, namun nilai transaksi di bursa cukup kuat Rp4,20 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 39,40 miliar lembar saham yang ditopang oleh 67 saham menguat, 123 saham melemah, dan 68 saham koreksi.

Ternyata anjloknya saham Astra dan BUMI ini diseret oleh sektor tambang yang turun 1,60 poin ke level 2.358,93 sedangkan sektoer manufaktur bisa naik tipis 1,80 poin ke level 553,4. Indeks saham JII turun 0,63 poin ke level 440, namun tak berlaku bagi indeks LQ45 berhasil naik tipis 0,47 poin ke level 525.

Adapun saham-saham yang sore ini berhasil naik adalah ITMG naik Rp600 ke Rp34.150, UNVR naik Rp350 ke Rp11.650, BDMN naik Rp300 ke Rp5.400, BTPN naik Rp175 ke Rp4.775, EXCL naik Rp175 ke Rp2.450, GGRM naik Rp150 ke Rp24.200, SMGR naik Rp150 ke Rp8.000, ISAT naik Rp150 ke Rp5.900.

Sementara itu, saham-saham yang koreksi adalah ASII turun Rp450 ke Rp35.800, UNTR turun Rp350 ke Rp18.350, FASW turun Rp150 ke Rp1.450, HMSP turun Rp150 ke Rp14.000, PTBA turun Rp150 ke 17.900, AALI turun Rp150 ke Rp24.500, JKON turun Rp120 ke Rp610, SMDR turun Rp100 ke Rp3.750, BBRI turun Rp100 ke Rp8.100. [san/cms]
20/01/2010 – 12:53
IHSG Siang
Saham Unggulan Mantapkan IHSG
Ahmad Munjin

INILAH.COM, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menguat pasti mengikuti positifnya bursa regional dan Wall Street. Investor kembali mengakumulasi saham-saham unggulan.

Pada perdagangan Rabu (20/1) sesi pertama, IHSG naik 14,05 poin (0,53%) menjadi 2.680,12. Indeks saham unggulan LQ45 juga naik 3,29998 poin ke level 528,32. Jakarta Islamic Index (JII) ikut naik 2.05999 poin ke angka 443,21.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ramai, dengan volume 2.199 juta lembar saham senilai Rp 2,34 triliun dan frekuensi 48.893 kali. Sebanyak 79 saham naik, 71 saham turun dan 77 saham stagnan.

Penguatan indeks dipimpin sektor industri dasar yang naik 1,42%, disusul konsumsi 1,40%, dan keuangan 1,28%. Demikian juga sektor pertanian yang naik 0,09%, pertambangan 0,37%, properti 0,38%, dan manufaktur 0,84%. Hanya tiga sektor saham yang melemah, yaitu manufaktur 0,76%, infrastuktur 0,29%, dan aneka industri 0,35%.

Arga Paradita Sutiono, research analyst Asia Kapitalindo Securities memperkirakan, pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan menguat, didukung sentimen positif sektor perbankan. “Indeks akan mengarah ke level resistance 2.672 dan 2.638 sebagai level support-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (20/1).

Penguatan indeks juga mendapat dukungan dari bursa regional yang semuanya bergerak naik. Investor asing sudah mulai membanjiri bursa, terindikasi dari derasnya aliran capital inflow . “Secara teknikal pun, indeks masih ada peluang menguat,” ujarnya.

Bursa Asia berada di area positif, didukung pelemahan Yen. BHP memperkirakan produksi iron ore naik 11% di 2Q10 karena tingginya permintaan dari China dan beberapa negara maju.

Positifnya sektor perbankan dipicu sentimen asing yang memberikan pernyataan bahwa sektor perbankan Asia cukup baik, menyusul kinerja JP Morgan yang mencatatkan laba US$3,3 miliar sepanjang 2009 lalu. “Hal ini menimbulkan ekspektasi positif pemulihan ekonomi, terutama di sektor keuangan,” paparnya.

Arga menuturkan, sektor keuangan sebelumnya diekspektasikan belum bisa pulih beberapa bulan mendatang. Namun, JP Morgan membalikkan estimasi itu, dengan membukukan laba dari net interest margin. “Meski suku bunga rendah, tapi net interest margin-nya masih tinggi,” imbuhnya.

Pasar menilai, saham sektor perbankan cukup baik pada kuartal pertama ini, dan bisa dijadikan andalan. Terutama saat sektor tambang mengalami stagnasi, akibat harga minyak yang masih berkutat di kisaran US$78 per barel .

Menurut Arga, stagnannya harga minyak mengindikasikan kelebihan pasokan. Ekspektasi semula bahwa harga minyak akan naik, seiring meningkatnya permintaan minyak pada musim dingin, ternyata tidak terealisasi.

Sedangkan harga batu bara naik kembali ke level US$98 per metrik ton di Newcastle. Pasokan batubara masih terbatas, karena cuaca buruk yang menghambat distribusi. “Karena itu, sektor pertambangan batubara yang akan memberikan potential up nantinya,” tuturnya.

Di tengah kondisi ini, Arga merekomendasikan saham perbankan-multifinance, industri dasar, dan tambang batu bara. Selain sektor properti, konsumsi dan utility.

Saham-saham pilihannya adalah PT Bank Mandiri (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (BBTN), PT Unilever (UNVR), PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Adaro Energy (ADRO), dan PT Delta Dunia Petroindo (DOID). “Saya sarankan pasar untuk mencermati saham-saham tersebut,” ungkapnya.

Sedangkan untuk PT Indofood Sukses Makmur (INDF) dan PT Telkom (TLKM) selain dicermati, bisa juga long term buy. “Sebab, kedua saham ini masuk katagori defensif sehingga tidak terpengaruh siklus bisnis,” pungkasnya.

Siang ini, beberapa saham yang menguat antara lain Bank Danamon (BDMN) naik Rp 350 menjadi Rp 5.450, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 350 menjadi Rp 14.250, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) terangkat Rp 300 menjadi Rp 4.900, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) menguat Rp 600 ke level Rp 34.150, dan Indosat (ISAT) naik Rp 150 menjadi Rp 5.600. [ast/mdr]
Prediksi IHSG
Saham Papan Atas Layak Akumulasi
Sahamnya seperti PT Semen Gresik Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).
RABU, 20 JANUARI 2010, 06:55 WIB
Antique

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia cenderung bergerak mendatar (sideways).

“Pelaku pasar masih menanti sentimen,” ujar analis PT Sucorinvest Central Gani Gifar Indra Sakti kepada VIVAnews di Jakarta, Selasa sore, 19 Januari 2010.

Dia memproyeksikan, indeks Rabu, 20 Januari 2010, berpotensi bergerak di level batas bawah (support) 2.648 dan batas atas (resistance) 2.675.

Pada transaksi Selasa, indeks kembali berakhir positif karena bercokol di posisi 2.666,07, terangkat 23,52 poin (0,89 persen) dari perdagangan Senin, 18 Januari 2010, yang melemah 4,54 poin atau 0,18 persen ke level 2.642,55.

Sedangkan bursa Asia saat IHSG tutup bergerak variatif. Indeks Hang Seng naik 217,97 (1,02 persen) ke level 21.677,98, Nikkei 225 melemah 90,18 atau 0,83 persen menjadi 10.764,90, dan Straits Times terangkat 4,32 persen (0,15 persen) di posisi 2.916,34.

Sementara itu, bursa Wall Street pada perdagangan Selasa sore waktu New York, atau Rabu dini hari WIB kembali positif. Indeks harga saham Dow Jones terangkat 115,78 poin (1,09 persen) menjadi 10.725,43, indeks harga saham indikator Standard & Poor’s 500 naik 14,20 poin atau 1,25 persen ke level 1.150,23, dan indeks harga saham teknologi Nasdaq menguat 32,41 poin (1,42 persen) di posisi 2.320,40.

Menurut Gifar, IHSG akan bergerak sideways pada transaksi hari ini, karena belum ada sentimen positif kuat yang dapat mendorong indeks lebih tinggi lagi. “Selain itu, posisi IHSG sudah relatif mahal,” kata dia.

Sentimen bursa regional, dia menambahkan, juga masih sepi dan investor lebih melihat sinyalemen laporan kinerja akhir tahun 2009. “Tapi kalau regional positif, IHSG akan mengikutinya,” tutur Gifar.

Rekomendasi
Gifar menyarankan, akumulasi saham unggulan seperti PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS).

Alasannya, kata dia, selain chartnya masih berpotensi naik, iklim bisnis saham-saham tersebut di tahun ini berprospek positif.

antique.putra@vivanews.com
Rabu, 20/01/2010 08:12 WIB

IHSG hari ini diperkirakan di kisaran 2.640-2.683

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (bisnis.com): Aksi beli terhadap saham unggulan yang berada di area jenuh jual membuat IHSG menembus resistan 2.660 meski regional bergerak mix.

Trimegah Securities menyatakan bahwa sentimen yang cenderung kondusif membuka peluang IHSG menutup celah harga 2.671-2.712. IHSG hari ini diperkirakan bergerak di kisaran 2.640-2.683.

Sementara itu, Panin Sekuritas menilai rebound-nya saham sektor pertambangan menjadi motor penggerak naiknya indeks kemarin.

Faktor eksternal yang memengaruhi pergerakan indeks adalah kenaikan bursa regional. Hari ini Panin memperkirakan indeks bergerak mixed dengan kecenderungan menguat.

IHSG diperkirakan menguji level resistance 2.675-2.683, sedangkan support berada di 2.640-2.657.

Di sisi lain, Kresna Securities berpendapat bahwa IHSG mencoba melanjutkan kenaikan meski belum didukung sepenuhnya oleh peningkatan volume. Posisi moving average 5 dan 10 yang masih cukup jauh serta stochastic di 72,9 akan menjadi penghalang penguatan indeks.

Trading range pada hari ini diduga berada antara 2.648-2.675. Rekomendasi untuk saham ASII, LSIP, SMGR.
Wow, Dow Jones Melesat Ke Level Tertinggi!
Rabu, 20 Januari 2010 – 07:39 wib

Candra Setya Santoso – Okezone

NEW YORK – Sejumlah saham di bursa Wall Street berhasil menguat secara luas pada penutupan perdagangan Selasa 19 Januari waktu setempat, sehingga mengangkat dua indeks utama, Dow Jones dan S&P 500 hingga cetak level tertingginya selama 15 bulan terakhir.

Sejumlah investor mengatisipasi terhadap kemenangan salah satu partai di senat Massachusetts. “Pertarungan” antara dua partai ini akan sangat mempengaruhi jajak pendapat (voting) yang ada.

Pasalnya program utama perbaikan sektor kesehatan Presiden Obama akan dipertaruhkan di sini. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average naik lebih dari satu persen.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa pemilih di Massachusetts dapat menggantikan posisi Senator Edward Kennedy dari partai Demokrat. Partai Demokrat kehilangan 60-suara di Senat AS.

“Kemenangan Partai Republik justru berimbas positif terhadap pasar, pasalnya hal itu meningkatkan potensi kepadatan yang cukup besar di Washington. Terlihat dari agenda-agenda sosial Obama (Presiden Amerika Serikat),” jelas Kepala Analis Mizuho Securities Carmine Grigoli, seperti dikutip okezone dari Reuters, Rabu (20/1/2010).

Sementara itu, Wall Street juga mendapat dorongan dari saham sektor teknologi yang bersatu dalam mengantisipasi pendapatan selama 2009. Terpantau, penguatan dipimpin oleh emiten International Business Machines Corp yang naik 1,8 persen menjadi USD134,14 yang menjadi pendorong utama Dow Jones. IBM melaporkan pendapatan triwulan yang melesat, jauh dari prediksi sejumlah analis.

Namun, rally saham sektor kesehatan yang paling dalam terjadi di sesi reguler karena harapan kebijakan memperbaiki sektor tersebut kembali tersendat di Washington, sehingga akan memperlambat perbaikan di sektor kesehatan AS ke depannya.

Sentimen tersebut, membawa indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 115,78 poin atau setara 1,09 persen ke 10,725.43. Sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 Index (SPX) melonjak 14,20 poin atau setara 1,25 persen ke 1,150.23 dan indeks Nasdaq Composite Index (IXIC) naik 32,41 poin atau setara 1,42 persen ke level 2,320.40.
(css)

• VIVAnews
Rabu, 20/01/2010 09:04 WIB

S&P/ASX 200 mendaki 0,4% capai 4.880,60

oleh : Elsya Refianti

SYDNEY (Bloomberg): Indeks saham acuan Australia yakni S&P/ASX 200 menguat 0,4% menjadi 4.880,60 pada pukul 10:44 a.m. di Sydney. Indeks NZX 50 Selandia Baru mengalami gain 0,3% ke posisi 3.237,49 di Wellington.

Kontrak tembaga untuk pengiriman Maret naik 2,4% menjadi US$3,447 per pound di New York kemarin dipicu spekulasi permintaan akan tetap kuat di China.

BHP Billiton Ltd. (BHP AU), perusahaan tambang terbesar di dunia, terangkat 0,8% menjadi A$43,64. BHP mengonfirmasikan tengah dalam pembicaraan awal dengan ArcelorMittal mengenai penggabungan aset bijih besinya di Liberia dan Guinea. BHP juga mengatakan produksi bijih besi di kuartal kedua naik 11% mencapai rekor dipicu kenaikan permintaan dari pabrik baja China.

Rio Tinto Group (RIO AU), perusahaan tambang terbesar ketiga di dunia, naik 1,1% menjadi A$78,80.

Kontrak platinum untuk pengiriman April menguat 2,7% menjadi US$1.639,40 per ounce di New York kemarin. Sebelumnya, harga menyentuh US$1.647,70, level tertinggi bagi kontrak teraktif sejak 4 Agustus 2008.

Aquarius Platinum Ltd (AQP AU), produsen platina terbesar keempat di dunia, mendaki 2,4% menjadi A$7,59.

Platinum Australia Ltd (PLA AU), yang memiliki sejumlah pertambangan di Afrika Selatan dan Australia, mengalami gain 1,6% ke A$1,265. ASX Ltd (ASX AU) terangkat 1,2% menjadi A$34,85.

Computershare Ltd. (CPU AU) tersandung 1% menjadi A$12,28. Flight Centre Ltd (FLT AU), agen travel terbesar Australia, mendaki 5% menjadi A$19,95. Peringkat saham perusahaan itu dinaikkan menjadi outperform dari netral di Credit Suisse Group AG dan menjadi netral dari underweight di JPMorgan Chase & Co.

Orocobre Ltd (ORE AU) menanjak 46% menjadi A$2,04. Orocobre mengatakan telah mencapai satu kesepakatan dengan Toyota Group Co untuk mengembangkan satu proyek lithium di Argentina.(er)

bisnis.com