1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

sektor finansial maseh tumbuh, ihsg … 210110 21 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 7:09 am

Kamis, 21 Januari 2010 | 17:13

PASAR

Asing Melepas Saham Bank, IHSG Terdampar di 2.638,38

JAKARTA. Aksi jual terhadap saham-saham perbankan berlanjut hingga perdagangan saham Kamis (21/1) berakhir. Broker asing terlihat paling aktif menjual saham-saham tersebut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) merosot 28,88 poin atau 1,08% ke level 2.638,38.

Kasus pembobolan ATM yang dialami oleh nasabah sejumlah bank di Bali ternyata mengungkap dugaan adanya sindikat yang lebih besar yang berada di luar negeri. Sindikat tersebut membiayai kaki tangannya di Indonesia untuk melancarkan aksinya. Kerugian nasabah diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Penurunan harga saham-saham perbankan memiliki andil yang paling besar terhadap penurunan indeks, bobotnya mencapai 46,04%. Di barisan saham-saham yang paling rugi (top loser), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 3,47% menjadi Rp 4.875 disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang melorot 3,09% menjadi Rp 4.700. Lalu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) rontok 2,47% menjadi Rp 7.900.Broker yang paling banyak menjual saham BBCA adalah Credit Suisse Securities Indonesia, yaitu Rp 26,1 miliar. Di saham BBRI, broker dengan nilai jual terbesar adalah Macquarie Capital Securities dengan nilai penjualan Rp 42,5 miliar. Broker penjual saham BMRI yang terbesar adalah broker lokal Bahana Securities dengan nilai Rp 58,5 miliar.

Di luar saham emiten perbankan, penurunan indeks disumbang oleh penurunan harga pada saham PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 1,54% menjadi Rp 35.250 dan PT United Tractor Tbk (UNTR) yang turun 3,54% menjadi Rp 17.700.

Posisi saham-saham yang mengumpulkan keuntungan terbesar (top gainer) diisi oleh saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang melambung 8,51% menjadi Rp 1.020. Lalu, saham PT Perusahaan Gas Negara tbk (PGAS) naik 0,67% menjadi Rp 3.750, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) yang melejit 13,09% menjadi Rp 5.400, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik 1,02% menjadi Rp 24.750, dan PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) meroket 24,39% menjadi Rp 255.

Bursa Asia ditutup mixed. Indeks Nikkei 225 naik 1,22% ke level 10.868,41 dan indeks Shanghai naik 0,22% menjadi 3.158,86. Indeks Hang Seng melorot 1,99% ke level 20.862,67.Indeks Strait Times tergelincir 1,46% ke level 2.850,98 dan indeks Kospi naik 0,45% ke level 1.722,01.

Hari Widowati kontan
Kamis, 21/01/2010 16:08 WIB
Kehilangan 28 Poin, Koreksi IHSG Terburuk di 2010
Indro Bagus SU – detikFinance

(foto: dok detikFinance) Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini dengan koreksi sebesar 28 poin. Dorongan beli baru muncul menjelang penutupan pasar seiring dengan sentimen positif bursa-bursa Eropa.

IHSG terpuruk di zona negatif sejak awal perdagangan. Tekanan jual menguasai perdagangan hari ini tanpa ada daya beli yang memadai untuk membuat level IHSG terangkat melewati level pembukaan di 2.664,659. Rentang pergerakan IHSG hari ini berada dalam kisaran 2.621,360 hingga 2.664,659.

Koreksi besar saham-saham bank dan saham-saham tambang menjadi penyebab utama kejatuhan IHSG hari ini. Penopang utama IHSG dari kejatuhan hanya berasal dari saham-saham sektor perkebunan, meskipun menjelang penutupan sibuk bolak-balik antara zona negatif dan zona positif.

Indeks saham sektor keuangan anjlok 6,124 poin (1,91%) ke level 313,196. Indeks saham tambang turun 28,176 poin (1,19%) ke level 2.330,757. Indeks saham perkebunan naik 9,304 poin (0,48%) ke level 1.914,378.

Di tingkat regional, sebagian besar bursa-bursa di kawasan Asia mengalami koreksi cukup besar dipimpin oleh koreksi Indeks Hang Seng. Tekanan jual di kawasan Asia disinyalir berkaitan dengan kebijakan otoritas moneter China yang menerapkan pengetatan kredit.

Kebijakan tersebut bakal membuat likuiditas uang di kawasan Asia menyusut. Padahal, China saat ini menjadi penopang utama perekonomian di Asia. Kebijakan pengetatan kredit diperkirakan bakal berdampak negatif pada perdagangan China dengan Indonesia. Aksi jual investor disinyalir merupakan langkah antifsipatif guna melihat kelanjutan dan dampak dari kebijakan China terhadap perekonomian Asia jangka pendek.

Aktivitas transaksi investor asing juga didominasi aksi jual. Transaksi jual asing tercatat sebesar Rp 1,293 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 835 miliar. Nilai transaksi jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 458 miliar.

Menjelang penutupan pasar, terlihat ada daya beli yang mampu meredam koreksi IHSG dari titik terdalam. Dorongan beli muncul seiring adanya harapan yang datang dari bursa-bursa Eropa yang seluruhnya dibuka di zona positif pada sekitar pukul 15.00 WIB.

Pada perdagangan Kamis (21/1/2010), IHSG anjlok 28,884 poin (1,08%) ke level 2.638,382. Indeks LQ 45 juga melemah 7,086 poin (1,34%) ke level 518,413.

Bursa-bursa regional bergerak variatif meskipun didominasi koreksi tajam dipimpin bursa Hong Kong dan Bombay.
Indeks Shanghai naik 7,01 poin (0,22%) ke level .
Indeks Hang Seng merosot 423,50 poin (1,99%) ke level 20.862,67.
Indeks Nikkei-225 naik 130,89 poin (1,22%) ke level 10.868,41.
Indeks Straits Times turun 39,48 poin (1,36%) ke level 2.853,65.
Indeks Bombay turun 337,33 poin (1,93%) ke level 17.136,13.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 77.439 kali pada volume 3,841 miliar lembar saham senilai Rp 3,739 triliun. Sebanyak 65 saham naik, 113 saham turun dan 82 saham stagnan.

Saham-saham lain yang berada di jajaran top gainer antara lain : Anker Bir (DLTA) naik Rp 7.000 ke Rp 89.000, BTPN naik Rp 625 ke Rp 5.400, Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 24.750, BTN (BBTN) naik Rp 80 ke Rp 1.020, XL Axiata (EXCL) naik Rp 50 ke Rp 2.500, Adira Finance (ADMF) naik Rp 50 ke Rp 7.750.

Sedangkan saham-saham yang berada di jajaran top loser antara lain : Merck (MERK) turun Rp 8.000 ke Rp 72.000, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 33.400, United Tractors (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 17.700, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 17.700, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 7.900, BCA (BBCA) turun Rp 175 ke Rp 4.825, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 ke Rp 4.700.

(dro/qom)
21/01/2010 – 12:44
Sentimen Negatif China Ganduli IHSG
Ahmad Munjin

(inilah.com/Wirasatria)
INILAH.COM, Jakarta – Koreksi bursa regional telah menginfeksi IHSG sehingga terpuruk di zona merah. Saham sektor perbankan memimpin penurunan, terimbas koreksi saham sejenis di kawasan Asia.

Pada perdagangan Kamis (21/1) sesi pertama, IHSG melemah 23,92 poin (0,90%) menjadi 2.643,35 dan indeks saham unggulan LQ45 juga turun 6,2199 poin ke level 519,28.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi pagi ini kembali surut, dengan volume transaksi 1,823 miliar lembar saham senilai Rp 1,582 triliun dan frekuensi 35.831 kali. Hanya 66 saham naik, sedangkan 88 saham turun dan 65 saham stagnan.

Semua sektor berkontribusi pada pelemahan indeks, kecuali sektor pertanian dan industri dasar. Adapun koreksi dipimpin sektor keuangan yang turun 1,58%, sektor perdagangan 1,44%, dan konsumsi 1%. Pelemahan juga terjadi pada aneka industri sebesar 0,93%, infrastruktur 0,90%, pertambangan 0,52%, manufaktur 0,54%, dan properti 0,23%.

Sentimen negatif sektor perbankan bursa regional Asia, merontokkan saham perbankan domestik. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 ke Rp7.900, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp150 ke Rp4.700, PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp100 ke Rp3.725, PT Bank Danamon (BDMN) turun Rp50 ke Rp5.350,

Suryadi Chandra Kasih, Kepala Riset e-Trading Securities memperkirakan, pergerakan IHSG hingga penutupan nanti akan melemah seiring rontoknya bursa regional. Hal ini dipicu sentimen negatif dari ekspektasi dicabutnya stimulus fiskal di AS.

Menurutnya, indeks akan mengarah ke level support 2.635 dan 2.655 sebagai resistance-nya, “Tapi pelemahan indeks hari ini belum akan mengarah ke level 2.600 akibat pergerakan indeks yang tipis,”” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (21/1).

Suryadi menilai, pasar saat ini mengkhawatirkan paket stimulus fiskal AS yang disuntikkan pada 2009 kemarin, akan dicabut tahun ini. Pasalnya, penghentian stimulus ini mengindikasikan bahwa likuiditas akan kembali ketat di pasar. Karena itu, arus capital inflow ke pasar saham pun akan terkikis. “Alhasil, market tidak akan kembali hot seperti ini lagi,” tukasnya.

Saat ini, lanjutnya, pasar hanya akan meng-adjust pergerakan saham berdasarkan kekuatan masyarakat pasar sendiri. Hal ini akibat tidak lagi adanya campur tangan dari pemerintah ke pasar modal.

Suryadi mengatakan, pengetatan likuiditas telah terjadi juga di China, dimana negeri Tirai Bambu itu mempertahankan kebijakannya memangkas pertumbuhan kredit. Otoritas moneter China mengharuskan perbankan membatasi pinjaman dan memperketat persyaratan kredit yang ditargetkan mencapai 7,5 triliun yuan China atau sekitar US$1,1 triliun untuk tahun ini.

Sentimen negatif lain berasal dari penguatan dolar AS ke level 9.300-an, berlanjut pada turunnya harga komoditas terutama minyak mentah dunia yang kini di level US$77 per barel . “Karena itu, komoditas akan menjadi sentimen negatif bagi saham-saham pertambangan sehingga turut berkontribusi pada koreksi indeks,”timpalnya.

Di tengah kondisi ini, Suryadi merekomendasikan saham-saham seperti PT Delta Dunia Petroindo (DOID), PT Hexindo Adiperkasa (HEXA), dan PT Adaro Energy (ADRO),” ADRO adalah saham dalam katagori big capitalization,” ujarnya.
Demikian juga saham-saham seperti PT Indofood Sukses Makmur (INDF), PT Astra Internasional (ASII), dan PT Kalbe Farma (KLBF).
Sedangkan saham properti pilihannya adalah PT Summarecon Agung (SMRA), PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dan PT Ciputra Development (CTRA). “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya.

Koreksi IHSG didukung pelemahan bursa regional, seperti indeks Hang Seng merosot 122,91 poin (0,58%) ke level 21.163,26, indeks Nikkei-225 naik 92,20 poin (0,86%) ke level 10.828,20 dan indeks Straits Times turun 18,15 poin (0,63%) ke level 2.875,03.

Siang ini, saham-saham yang merosot antara lain United Tractors (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 17.600, Astra International (ASII) turun Rp 500 ke Rp 35.300 Indo Tambang (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 33.950, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 17.750 dan PT Bumi Resources (BUMI) turun Rp25 ke Rp2.750. [ast/mdr]
EKONOMI
21/01/2010 – 06:44
Akumulasi Saham CPO, Properti & Infrastruktur
Natascha & Vina Ramitha
INILAH.COM, Jakarta – Reaksi kuat terhadap kebijakan pengetatan likuiditas China akan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (21/1). Beberapa saham pilihan adalah AALI, LSIP, CTRA, SMRA, ADHI, dan WIKA.

Analis BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, IHSG masih berpeluang menguat hari ini. Namun, kenaikan ini tertahan kuatnya sentimen negatif pengetatan likuditas China di bursa kawasan. “Negatifnya bursa Asia juga akan mempengaruhi IHSG, sehingga meski ada potensi uptrend, kenaikan indeks akan tertahan,” ujar Maxi ketika dihubungi INILAH.COM, Rabu (20/1) petang.

Menurut Maxi, pengetatan likuiditas China ini sebenarnya tidak terlalu berimbas pada sektor finansial dan moneter Indonesia. Pasalnya, masih ada yang lebih dominan, seperti terkontrolnya tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi di atas target, dan nilai tukar yang stabil.

Ia pun beranggapan, sektor finansial Indonesia masih berpotensi untuk terus tumbuh. Hal ini didukung Bank Indonesia (BI) yang diprediksikan mempertahankan tingkat suku bunga di 6,5%, demi memicu pertumbuhan kredit perbankan. “Meski ada sedikit kenaikan pada daya beli yang menyebabkan tekanan inflasi,” lanjutnya.

BI pun dinilai tidak akan bertindak agresif menaikkan BI rate, karena ingin menjaga pertumbuhan kreditnya. Hal ini menyikapi kecenderungan bank sentral Asia lain yang menaikkan suku bunga acuan, menyusul langkah pengetatan likuiditas China.

Ada kekhawatiran permintaan industri di Asia akan turun, terpengaruh China. Sehingga bank sentral di Asia berencana menaikkan suku bunganya. “Hal ini menyebabkan indeks regional berfluktuasi,” paparnya.

Namun, ada pemicu lain yang bisa mengubah tren pelemahan bursa Asia, yakni pergerakan bursa Wall Street yang mulai merambat naik. “Pemerintah AS terus melanjutkan stimulus ekonomi dan menyebabkan kenaikan bursa itu,” ungkapnya.

Maxi merekomendasikan saham berfundamental solid, terutama yang masih mencatatkan pertumbuhan. Salah satunya adalah energi, terutama yang berbasis batubara. Hal ini terkait kebutuhan batubara sebagai substitusi minyak mintah. “Saya rekomendasikan beli untuk saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA),” katanya.
Saham lain yang juga menarik adalah perkebunan minyak kelapa sawit (CPO). Menurutnya, harga CPO year to date masih jauh di bawah harga puncak pada 2009 lalu, padahal kebutuhan terus meningkat, hampir mendekati level tahun lalu. “Pilih saham PT Astra Agro Lestari (AALI) dan PT London Sumatra (LSIP),” ucapnya.

Maxi juga merekomendasikan saham yang masih berada di bawah harga wajar, seperti sektor properti. Pilihannya adalah PT Ciputra Development (CTRA) dan PT Summarecon Agung (SMRA). Demikian juga saham infrastruktur yang berbasis konstruksi, seperti PT Adhi Karya (ADHI) dan PT Wijaya Karya (WIKA),” Emiten ini masih bisa naik,” pungkasnya.

Pada perdagangan Rabu (20/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  ditutup menguat tipis 1,195 poin (0,04%) ke level 2.667,226. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup aktif, dimana volume transaksi tercatat 4.292 juta lembar saham, senilai Rp 4,569 triliun dengan frekuensi 91.776 kali. Sebanyak 64 saham naik, 114 turun dan 61 stagnan.
Beberapa emiten yang menguat antara lain Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 600 ke level Rp 34.150, Unilever Indonesia (UNVR) yang naik Rp350 menjadi Rp11.650, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 300 menjadi Rp 5.400, dan Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN ) naik Rp175 ke level Rp4.775.

Demikian pula Semen Gresik (SMGR) yang naik Rp 150 menjadi Rp 8.000, PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 5.050, Holcim Indonesia (SMCB) naik Rp 50 menjadi Rp 1.710, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 9.500.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain Astra International (ASII) turun Rp 450 menjadi Rp 35.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 350 menjadi Rp 18.350, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp250 menjadi Rp17.800, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 8,100, Indocement (INTP) turun Rp 100 menjadi Rp 13.800. [ast/mdr]

 

bekerja bener dulu, baru yang ga bener dah … 210110

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 6:58 am

Beraksi Lewat SMS
3000 Nasabah Ditipu, Rp 3 Miliar Dikuras
Rabu, 20 Januari 2010 – 20:33 WIB
| More
TANJUNG PRIOK (Pos Kota) – Sindikat penipu via SMS dengan modus mengiming-imingi korban mendapat hadiah, digulung aparat Polres Jakarta Utara, Selasa (19/1) malam. Dalam tiga tahun beraksi, komplotan ini meraup uang tunai miliaran rupiah dengan membobol rekening nasabah bank.
“Dari hasil kejahatan mereka, total jumlah uang yang berhasil dikuras mencapai Rp3 miliar. Sebanyak 3.000 nasabah bank yang tersebar di berbagai kota menjadi korban sindikat ini,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jakut Kompol Adex Yudiswan, Rabu (20/1).
Komplotan ini diotaki oleh Doni Saputra,21, pemuda yang pernah bekerja sebagai pesuruh di sebuah bank. Dari pengalaman yang ditimbanya bekerja di bank, ia membentuk komplotan penipu dan memiliki anak buah, masing-masing Arya Kamandanu alias Kanang, 20, Yandri, 27, Telet bin Mayam, 29, dan Amir bin Ling, 25. Dalam menjerat korbannya, masing-masing berbagi tugas.
Pengungkapan kasus itu berawal dari laporan Anri Julianto, 29, yang tabungannya sebesar Rp. 1,9 juta ludes dikuras kawanan itu. Warga Jl. Ancol Selatan, RT 02/06, Sunter Agung, Tanjung Priok ini awalnya mendapat SMS yang isinya menyatakan ia mendapat hadiah mobil.
Korban yang tak sadar sudah masuk dalam perangkap penipu, menghubungi nomor HP pengirim SMS yang menyebutkan dari salah satu operator telepon. Satu pelaku yang menerima telepon, memandu korban agar mendatangi ATM untuk proses transfer hadiah.
Berdalih memudahkan proses pengiriman uang hadiah, pelaku kemudian meminta agar
korban melakukan pendaftaran (registrasi) sistem transaksi menggunakan HP (phone banking).
“Pelaku selanjutnya kembali menuntun korban untuk melakukan registrasi. Setelah meminta nomer rekening tabungan dan nomor PIN korban, pelaku berjanji akan segera mentransfer uang hadiahnya,” lanjut Adex.
Berbekal PIN dan nomer rekening tersebut, dengan mudah pelaku bisa mengetahui jumlah saldo yang dimiliki korban melalui HP. Tabungan korban yang berjumlah Rp. 1,9 juta dengan mudah dikuras kawanan ini dengan cara memindah bukukan tabungan korban ke rekening milik salah satu pelaku.
Hal itu baru diketahui Anri setelah dirinya berniat mengambil uang. Pemuda yang sehari-harinya bekerja sebagai petugas kemanan itu kaget setelah melihat tabungannya ludes. Dari keterangan pihak Bank Mega, tempat korban menabung , diperoleh penjelasan kalau uang tabungan telah dipindahbukukan ke rekening No. 010680020180xxx atas nama Lendra.
DISERGAP DI BEKASI
Petugas Polres Jakarta Utara yang mendapat laporan langsung melakukan pelacakan. Hasilnya diperoleh informasi bahwa kawanan ini bermukim di Perumahan Taman Pondok Gede, Blok D1, No. 3, Bekasi. Lima pelaku berhasil ditangkap di rumah tersebut.
Doni, pimpinan komplotan, mengaku lebih dari 3 tahun beraksi dan sudah menipu sekitar 3.000 nasabah. ‘Saya belajar otodidak, dan sedikit belajar dari tempat bank saya dulu bekerja,” kata lelaki asal Palembang ini.
Doni yang bertugas membimbing para korban, bekerja dibantu oleh keempat temannya. “Ada yang bertugas menghubungi korban, mengirim SMS dan mengambil uang,” lanjut Doni. Mereka mencari nomor telepon calon korban yang ditipu secara acak.
Komplotan ini juga memiliki banyak rekening bank, yang berfungsi untuk menampung uang jarahan. Kawanan ini juga membekali diri dengan sejumlah KTP palsu. “Uang hasil kejahatan kita bagi-bagi. Selain buat foya-foya juga buat beli rumah di kampung di Palembang,” kata Doni.
Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, sejumlah barang bukti disita petugas, di antaranya puluhan buku tabungan dari berbagai bank, puluhan kartu ATM, belasan HP dan SIM Card serta uang sebesar Rp24,5 juta. “Kami masih mengembangkan kasus ini,” kata Adex. (yahya/b)