1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

giant Ch siap2 berhadapan dengan giant I (nflation) … 220110 22 Januari 2010

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 6:41 pm

China’s future inflation is a present headache
6:13am EST
By Aileen Wang and Alan Wheatley – Analysis
BEIJING (Reuters) – Wang Zihua’s last pay rise was two years ago and the 56-year-old post office worker in the northern Chinese city of Harbin is concerned his 1,200 yuan monthly salary is being eaten away by rising prices.
... dalam rupiah gaji pegawai kantor pos ini = nyaris Rp. 2.000.000,- / bulan … BAYANGIN DI NEGARA CALON EKONOMI GLOBAL #2, maseh ada orang yang gajinya mepet gitu … DOI AJA RISAU INFLASI … itu sebabnya gw menyarankan : berinvestasi dengan kedewasaan investor supaya bisa mencapai future value yang tinggi : http://ekonomitakserius.blogspot.com/2010/01/blog-post.html

Chinese inflation remains tame, but prices have been creeping up in the past few months and policymakers may not only have to step up their rhetoric but also the pace of monetary tightening to prevent Wang’s fears from becoming a reality.
“I really worry that prices may rise more quickly in the future, especially for rice, meat and vegetables. After all, we can skip buying things like clothing and entertainment, but we can’t skip food,” Wang said.
Inflation picked up to 1.9 percent in December, its highest in 13 months, though still low by international standards.
Some economists have dismissed the rise as a result of volatile food prices and bad weather, but these factors could profoundly affect consumer and corporate behavior, in turn determining how fast prices may rise over the next few months.
China’s central bank has been trying to fulfill its promise to manage inflation expectations this year by cracking down on speculation in the property market, curbing rampant loan growth, guiding market rates higher and lifting bank reserve requirements.
However, double-digit economic growth in the fourth quarter of 2009, accelerating consumer price rises, and surging exports all shorten the odds that the central bank will go farther and raise interest rates perhaps as early as this quarter.
“It’s safe to say that this will only increase inflationary expectations, and inflationary expectations can be self-fulfilling. So there’s no point for them to wait,” Qu Hongbin, chief China economist with HSBC in Hong Kong, said of Thursday’s batch of strong economic data.
In fact, food prices have already risen by more than 5 percent in the year to December and with food accounting for a third of the consumer price basket, China is particularly vulnerable to food price shocks.
In 2008, food prices spiked more than 14 percent after pig stocks were decimated by the blue-ear disease, driving overall prices 5.9 percent higher.
What should be particularly unsettling for the People’s Bank of China is that its own survey results for the fourth quarter show an index of future price expectations outstripping another of future income confidence by the biggest margin in two years.
“If workers expect inflation to increase, they may argue for higher wages. If corporations see costs going up, they may want to raise prices,” said Wensheng Peng, chief China economist with Barclays Capital in Hong Kong.
“That channel is particularly important given what happened last year — expansion of bank credit. That in itself already generated some inflation expectations,” he said.
China’s growth has led the global economic recovery, so how aggressively Beijing tightens policy is crucial for international markets. Last week, investors pulled a net $348 million out of China-focused equity funds, the most in 18 weeks, fund tracker EPFR Global said in a report.
Whether China is too slow in responding to the inflation threat is hotly debated, though analysts agree that it faces an immense challenge.
After Chinese banks doled out a record 9.6 trillion yuan ($1,406 billion) in new loans last year, they added 1.1 trillion yuan worth of credit just in the first two weeks of January, causing the PBOC to take punitive action against some lenders.
Furthermore, with inflation creeping up, Chinese deposit rates provide only 35 basis points worth of incentive for consumers to keep their money in the bank.
That might keep driving savers to equity and real estate markets in search of higher returns, confounding Beijing’s efforts to tame asset price inflation.
Managing inflation expectations is a long established facet of modern central banking. They are a useful gauge of real borrowing costs and public understanding of monetary policy.
However, measuring where people and businesses expect prices to go is more art than science in China. It lacks a market for inflation-linked securities and has few established surveys to track consumer and business views.
For now, consumer inflation is expected to be quite mild at 3 percent this year, a Reuters poll showed on Thursday, well below the long-term trend of 6.4 percent.
Yu Song, a Goldman Sachs economist, expects prices to rise 3.5 percent this year — assuming the government decisively tightens policy.
He is concerned China will not adjust its exchange rate by enough to matter and exports will keep growing rapidly this year. That means the government will try to cool down domestic demand using incremental steps that may be insufficient to keep prices pressures bottled up.
“We may see inflation continuing to rise despite an apparently tightened policy stance,” Yu said in a note.
(Writing by Kevin Plumberg; Editing by Tomasz Janowski)


seharusnya, OMDO JUGA KENA SANKSI donk :P …220110

Filed under: Investasi dan Risiko — bumi2009fans @ 4:08 pm

Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sedang mengkaji tambahan sanksi atas kejahatan pasar modal, termasuk penyitaan aset-aset pelaku.

“Ini sedang digodok. Kita ingin agar sanksi atas kejahatan pasar modal ditingkatkan,” ujar Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (22/1/2010).

Menurut Fuad, sanksi atas kejahatan pasar modal yang berlaku saat ini cenderung tidak memberatkan, sehingga para pelaku kejahatan tidak merasa jera.

“Coba aja kita lihat, pelaku cuma dihukum 18 bulan, kemudian yang namanya penyitaan aset masih sulit dilakukan. Ini yang sedang coba kita ubah,” ujar Fuad.

Fuad mengakui kalau lemahnya mekanisme sanksi atas kejahatan pasar modal memang disebabkan karena UU pasar modal yang berlaku saat ini belum mengatur itu secara lebih detil.

“Nanti akan kita atur lebih detail, selain sanksi yang lebih berat, juga kemungkinan dilakukannya penyitaan aset-aset pelaku kejahatan dengan menggunakan UU pasar modal. Kalau sekarang, penyitaan aset tidak diatur dalam UU pasar modal, tapi menggunakan UU lain,” tegas Fuad.

Dengan revisi UU pasar modal yang sedang digodok Bapepam, diharapkan ke depannya, peluang terjadinya kejahatan pasar modal dapat diminimalisir.

“Nanti kita lihat deh coba hasilnya. Belum tahu kapan selesainya, tapi sedang dipersiapkan,” ujarnya.

Sumber: detikcom
Jumat, 22/01/2010 16:14 WIB
Bapepam Keluarkan 6 Aturan Baru di Kuartal I-2010
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Foto: dok.detikFinance Jakarta – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menargetkan dapat mengeluarkan enam peraturan baru, dalam lingkup pasar modal pada kuartal I-2010.

Peraturan yang dimaksud adalah:

IX.B.2 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan Oleh Emiten atau Perusahaan Publik
IX.F.1 tentang Ketentuan mengenai Penawaran Tender (Tender Offer )
IX.A.1 tentang Ketentuan Umum Pengajuan Pernyataan Pendaftaran
IX.A.7 tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan
IX.C.1 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum
IX.D.1 tentang Ketentuan mengenai Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Rights Issue .

Sejatinya, peraturan yang akan dikeluarkan berjumlah 24. Ini bersumber dari usulan dari masing-masing kepala biro dan kemudian diserahkan kepada Kepala Biro Perundang-undangan dan Bantuan Hukum Robinson Simbolon.

“Masing-masing kan usulkan enam peraturan, jadi jumlahnya 24. Targetnya enam di tiap kuartal,” kata Kepala Biro Sektor Keuangan Noorahman di Gedung Bapepam-LK Jalan Wahidin Lapangan Banteng Jakarta Jumat (22/1/2010).

Dari keenam daftar peraturan tersebut, ada sebagian yang merupakan peraturan baru. Sedangkan lainnya merupakan revisi dari peraturan yang sebelumnya dibuat.

Tentu Bapepam-LK melihat skala kebutuhan dan keterdesakan dari masing-masing peraturan. “Bisa saja revisi peraturan keluar duluan. Tergantung,” tambahnya.

Menurut Robinson, daftar 24 peraturan yang diusulkan dari masing-masing Kepala Biro baru ia dapatkan Jumat pagi ini. Dirinya sedang menyeleksi dan nantinya akan menentukan, mana-mana peraturan yang dikeluarkan terlebih dahulu.

“Baru saja saya terima. Ini masuk dalam program peraturan pasar modal tahun 2010. Nanti akan saya jelaskan lebih lanjut, dan bisa dimonitor,” tutur Robinson.

IPO Bisa Dilakukan Bertahap
Jum’at, 22 Januari 2010 – 15:00 wib
Widi Agustian – Okezone

Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA – Dengan penyempurnaan aturan yang tengah dibahas Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK), perusahaan di masa mendatang bisa melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) secara bertahap.

“IPO bisa dilakukan secara partial melalui penyempurnaan aturan prospektus,” kata Kepala Biro Bantuan Hukum dan Perundang-undangan Bapepam-LK Robinson Simbolon, di Gedung Bapepam, Jakarta, Jumat (22/1/2010).

Dilanjutkannya, kendati dilakukan secara secara partial, perseroan hanya perlu membuat satu prospektus. “Tapi izinnya hanya sekali, pada prospektus yang sama,” tuturnya.

Lebih jauh dia memisalkan, perusahaan yang berniat melepas 10 persen saham bisa dilakukan secara bertahap. Di mana enam persen di tahun pertama dan empat persen di tahun kedua.

Perusahaan memiliki jangka waktu selama dua tahun untuk menyelesaikan IPO yang dilakukannya. “Dua tahun kami anggap sudah terprediksi,” tambahnya.

Selain itu, alokasi pendanaan IPO juga tidak harus dilakukan pada waktu yang sama. Penggunaannya juga bisa dilakukan secara bertahap pada tahun berikutnya.

Dia mengatakan, Bapepam akan mengeluarkan enam peraturan pada kuartal pertama 2010. “Daftar peraturan bulan ini sedang siapkan, ada yang revisi dan baru,” ujar Robinson.

Diperkirakan sekira 24 peraturan yang akan diterbitkan pada 2010. Robinson menuturkan, memang ada skala prioritas untuk penerbitan peraturan pasar modal.


terseret BANJIR ansietas, saat beli yuk … 220110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 2:41 pm

Sesi II Tutup
Penurunan IHSG Mereda
Indeks di BEI terkoreksi 1,07% ke level 2.610, sedang rupiah bercokol di posisi 9.342/US$.
JUM’AT, 22 JANUARI 2010, 16:22 WIB

(VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
Kebijakan Obama Rontokkan Saham Asia
IHSG dan Rupiah Kompak Turun
IHSG dan Rupiah Tak Kompak
IHSG Menguat, Rupiah Stabil
IHSG Terpengaruh Bursa Mancanegara
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tetap bercokol di posisi negatif. Namun, pelemahan tersebut mereda dari akhir transaksi sesi siang tadi, di mana IHSG sempat terjungkal 57 poin.

Analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra berpendapat, potensi penurunan indeks hari ini memang sudah diprediksi akan berlanjut. Pasalnya, semalam Dow Jones mencatat koreksi tajam sebesar 213 poin (2,01 persen), akibat rencana Presiden Obama membatasi ruang bisnis perbankan AS yang dapat mengakibatkan penurunan laba bersih mereka.

“Perbankan AS dilarang menginvestasikan dananya di hedge fund, di mana hal itu selama ini merupakan salah satu instrumen investasi yang sangat menguntungkan,” kata dia melalui risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2010.

Sentimen negatif lainnya, kata dia, masih dari pengetatan kebijakan moneter China. Meski negara tersebut melaporkan pertumbuhan GDP pada kuartal IV-2009, yang melebihi perkiraan seiring dengan angka inflasi yang juga di atas perkiraan.

Terlihat, Maxi menambahkan, bursa regional Asia Pasifik sejak pagi tadi mengalami koreksi yang signifikan, terutama ditunjukkan indeks Nikkei.

IHSG pada penutupan transaksi akhir pekan ini, terkoreksi 28,04 poin (1,07 persen) ke level 2.610,34. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks sempat terjungkal 57,27 poin atau 2,18 persen di posisi 2.643,35.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,35 triliun dan volume tercatat 8,16 juta lot, dengan frekuensi 80.553 kali. Sebanyak 62 saham menguat, 106 melemah, 80 ditutup stagnan, serta 237 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 630,83 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 1,65 triliun.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 136,49 (0,65 persen) ke level 20.726,18, Nikkei 225 melemah 277,86 poin atau 2,56 persen menjadi 10.590,55, dan Straits Times tekoreksi 32,73 persen (1,15 persen) di posisi 2.818,25.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang melemah cukup besar di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp 1.450 atau 4,11 persen ke level Rp 33.800, PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah Rp 400 (2,25 persen) menjadi Rp 17.300, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) terkoreksi Rp 300 atau 2,18 persen di posisi Rp 13.400.

Rupiah Topang Pelemahan
Sementara itu, Maxi berpendapat, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menunjukkan pelemahan turut memberikan sentimen negatif bagi pasar saham.

“Rupiah pagi ini sempat berada di posisi 9.360 per dolar AS, dibandingkan posisi kemarin di 9.283/US$,” kata dia.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.342 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.400/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.388 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis, 21 Januari 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.305-9.312/US$.


• VIVAnews
Jumat, 22/01/2010 16:15 WIB
Merosot, IHSG Bertahan di Level 2.600
Nurul Qomariyah – detikFinance
…. akhirnya ihsg ditutup negatif, tapi tetap di atas BATAS PSIKOLOGIS 2600 ... pasar cepat belajar dari isu global dan cermat menyeleksi saham yang punya fundamental cakep … gw juga seh tetap menyelam sambil minum aer,yaitu menampungi saham2 tertentu di bawah dan jual di harga tinggi sebagian bwat mengurangi tekanan pada cashflow gw 🙂

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam namun masih mampu bertahan di level 2.600. IHSG juga berhasil memperkecil kemerosotannya.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung anjlok tajam di bawah level 2.600, merespons pelemahan bursa-bursa regional akibat jatuhnya bursa Wall Street.

Bursa-bursa regional merosot akibat pengetatan kredit di China dan juga rencana Presiden Obama untuk melarang bank memiliki hedge fund. Rencana Obama tersebut langsung membuat saham-saham perbankan merosot karena dikhawatirkan bisa menggerus laba bank. Lini hedge fund selama ini merupakan salah satu tambang laba perbankan.

IHSG dibuka pada level 2.602,211 dan sempat merosot jauh hingga 2.580,168. Kemerosotan IHSG terjadi beriringan dengan jatuhnya bursa-bursa Asia lainnya.

Dan pada perdagangan Jumat (22/1/2010), IHSG akhirnya ditutup merosot 28,042 poin (1,06%) ke level 2.610,340. Indeks LQ 45 juga melemah 6,466 poin (1,25%) ke level 511,947.

Bursa-bursa regional berjatuhan.

Indeks Hang Seng merosot 136,49 poin (0,65%) ke level 20.726,18.
Indeks Komposit Shanghai juga turun 30,27 poin (0,96%) ke level 3.128,59.
Indeks Nikkei-225 melemah 277,86 poin (2,56%) ke level 10.590,55.

Bursa Eropa juga dibuka langsung melemah dengan indeks DAX 30 melemah 0,19%, CAC 40 Paris turun 0,56%, indeks FTSE 100 turun 0,13%.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 80.553 kali pada volume 4.079 juta lembar saham senilai Rp 4,356 triliun. Sebanyak 54 saham naik, 101 saham turun dan 74 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif di jajaran top gainer antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 8.100, BTN (BBTN) naik Rp 10 menjadi Rp 1.030, Indika Energy (INDY) naik Rp 25 menjadi Rp 2.575.

Sedangkan saham-saham paling aktif di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.450 menjadi Rp 33.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.700 menjadi Rp 31.700, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 menjadi Rp 31.700, PTBA turun Rp 500 menjadi RP 17.200, Indocement (INTP) turun Rp 300 menjadi Rp 13.400.


22/01/2010 – 12:02
Saham Sesi Siang
IHSG Terseret Saham Unggulan
Ahmad Munjin

INILAH.COM, Jakarta – Tengah sesi kali ini, IHSG melemah, seiring pelemahan bursa regional. Sentimen negatif pengetatan likuiditas China, memicu derasnya aliran dana keluar (capital outflow).

Pada perdagangan Jumat (22/1) sesi pertama, IHSG melemah 57,27 poin (2,17%) menjadi 2.581,11. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 12,769 poin ke level 505,64.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi pagi ini sangat ramai dengan volume transaksi 2,195 miliar lembar saham senilai Rp 2,152 triliun dan frekuensi 41.686 kali. Hanya 20 saham yang naik, sedangkan 159 saham turun dan 41 saham stagnan.

Semua sektor berkontribusi pada pelemahan indeks, dipimpin sektor aneka industri yang anjlok 3,65%, pertambangan 2,85%, perdagangan 2,42%, manufaktor 2,29%, dan sektor infrastruktur yang tumbang 2,09%. Koreksi indeks juga disebabkan pelemahan sektor keuangan yang turun 1,90%, industri dasar 1,80%, konsumsi 1,56%, pertanian 1,29%, dan sektor properti 1,14%.

Viviet S Putri, analis Anugerah Securindo memperkirakan pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan melemah, seiring masih negatifnya sentimen dari pengetatan likuiditas di China. “Indeks akan mengarah ke level support 2.580 dan 2.638 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (22/1).

Menurutnya, koreksi indeks juga mengikuti rontoknya bursa regional di Eropa, AS, dan Asia. Sentimen negatif berasal dari perekonomian China, yang sejak awal sudah mewanti-wanti, laju perekonomian negaranya terlalu pesat. “Mereka mengkhawatirkan terjadinya gelembung (bubble) ekonomi,” ujarnya.

Kekhawatiran ini terbukti dengan rilis data pertumbuhan ekonomi China yang mencapai 10,7% (year on year) di 2009 dari tahun sebelumnya yang hanya 9%. Hal itu menambah keyakinan pemerintah China untuk mengetatkan likuiditas. “Salah satu caranya dengan menyerukan perbankan membatasi kucuran kredit perbankan, sebab sektor kredit di China sudah overheating,” paparnya.

Pemerintah China mengkhawatirkan bubble ekonomi akibat pengucuran kredit yang terlalu masif. Mereka berkaca pada kasus subprime mortgage di AS yang berdampak pada ketidakmampuan kreditor untuk membayar. “Karena itu, sentimennya menjadi sangat negatif,” imbuhnya.

Selain itu, China juga sudah menaikan Giro Wajib Minimum (GWM) perbakan dari 15,5% menjadi 16%. Level ini merupakan posisi tertinggi di dunia yang rata-rata hanya 5%. “Pengetatan likuiditas di China sangat berpengaruh karena pertumbuhan negara itu, merupakan yang tertinggi di dunia,” ucapnya.

Sentimen China juga memicu penguatan dolar AS. Sebab, investor yang semula menyimpan dananya di komoditas untuk lindung nilai ,termasuk minyak kembali mengalihkannya ke dalam portofolio dolar AS.

Karena itu, saat ini mata uang AS itu menguat dan rupiah tertekan ke level 9.400-an berdasarkan data Bloomberg. “Pada saat yang sama harga minyak turun ke level US$75 per barel  sehingga berimbas negatif bagi saham di sektor pertambangan,” timpalnya.

Dalam kondisi ini Viviet menyarankan wait and see atas saham PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Adaro Energy (ADRO), PT Astra Internasional (ASII), dan PT Delta Dunia Petroindo (DOID). “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya.
Siang ini, saham-saham unggulan yang melemah cukup besar antara lain PT Astra International (ASII) turun Rp 1.450 di posisi Rp 33.800, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 32.250, PT United Tractors (UNTR) terkoreksi Rp 700 menjadi Rp 17.000, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) melemah Rp 550 ke level Rp 17.150.

Demikian pula saham Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 23.550, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 13.300, Astra Agro (AALI ) turun Rp 350 ke Rp 24.400, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 125 ke Rp 2.600. [ast/mdr]
Jumat, 22/01/2010 16:46 WIB
Asing Lepas Saham Rp 1 Triliun
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini didominasi tekanan jual investor asing. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) hari ini mencapai Rp 1,014 triliun.

Berdasarkan data perdagangan BEI seperti dikutip detikFinance, Jumat (22/1/2010), transaksi jual asing hari ini sebesar Rp 1,811 triliun, sedangkan transaksi beli asing hanya sebesar Rp 797,192 miliar. Net sell asing tercatat sebesar Rp 1,014 triliun.

Angka tersebut setara dengan 23,27% dari total nilai transaksi BEI hari ini yang sebesar Rp 4,356 triliun. Total nilai transaksi jual dan beli asing hari ini mencapai Rp 2,658 triliun atau setara dengan 59,87% dari total nilai perdagangan.

Sasaran terbesar aksi penjualan asing, seperti biasa, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang net sell-nya mencapai Rp 328,163 miliar, disusul PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 144,542 miliar.

Posisi net sell PT United Tractors Tbk (UNTR) menduduki peringkat 3 sebesar Rp 124,225 miliar. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp 113,549 miliar, dilanjutkan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 62,395 miliar.

Net sell asing di PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar Rp 59,316 miliar, kemudian PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sebesar Rp 51,672 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 48,026 miliar, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp 47,49 miliar.

Kebanyakan, saham-saham sektor tambang batubara menjadi sasaran aksi jual asing. Aksi jual massif ini membuat IHSG jatuh tajam hari ini.

IHSG dibuka turun tipis ke level Rp 2.636,962 dari penutupan kemarin di level 2.638,382. Tak lama IHSG langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.580,168, turun 58,214 poin (2,2%).

Namun seiring dengan adanya sedikit perlawanan dari kubu pembeli, IHSG berhasil ditutup di atas level 2.600, turun 28,042 poin (1,07%) ke level 2.610,340.

… seperti yang gw ekspektasikan, ASIEN-K itu GAMPANK PANIK … lalu berusaha menyeret investor lokal untuk kabur juga sehingga harga saham MURAH, lalu ASIEN-K BELI LAGE DI HARGA LEBE MURAH … taktik transaksi yang KUNO DAH, dasar primitif 😛 : https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/20/uang-panas-serius-full-masuk-indo-asia-200110/


kebijakan tiongkok menohok ihsg, lalu Obama juga … 220110

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:56 am

Jumat, 22/01/2010 01:05 WIB

Pemodal wait and see

oleh :

JAKARTA: Pemodal diperkirakan menunggu dan mencermati (wait and see) sentimen tambahan di pasar domestik dan global, sebelum mengakumulasi pembelian setelah kemarin terkoreksi signifikan.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diduga bergerak pada teritori negatif, seiring dengan tren transaksi akhir pekan.

Analis PT Yulie Sekurindo Tbk Sofyan mengatakan sentimen luar negeri yang dicermati pemodal di antaranya kebijakan pengetatan likuiditas di China yang telah membuat indeks Hang Seng terkoreksi.

“Dari dalam negeri, berlarut-larutnya penyelesaian skandal Bank Century membuat pemodal tertekan secara psikologis karena khawatir dampak politik. Mereka memilih wait and see,” tuturnya kemarin.

Kecenderungan pemodal wait and see, lanjutnya, terlihat dari nilai transaksi beberapa hari terakhir yang berkisar Rp2 triliun-Rp3 triliun, hanya separuh dari rata-rata nilai transaksi tahun lalu Rp6 triliun.

Pembelian selektif diduga terjadi terhadap beberapa saham unggulan yang terindikasi membukukan laporan keuangan positif. Di sisi lain, saham energi dan pertambangan pun berpotensi menguat jika harga minyak mentah dunia kembali menguat.

Kemarin, IHSG melemah 1,08% (28,88 poin) ke level 2.638,38. Dari nilai transaksi Rp3,2 triliun, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net selling) Rp458 miliar.

Bursa utama regional bergerak variatif seperti Hang Seng yang anjlok 1,99%, sedangkan Nikkei-225 melonjak 1,22% (130,89 poin). “Melihat kecenderungan hari ini, indeks akan sedikit terkoreksi meski tidak banyak. Kemungkinan penguatan sangat tipis karena pasar tidak ramai.”

Dia memperkirakan IHSG akan bergerak dengan titik topang 2.623 dan 2.615, sedangkan titik resistan bergerak dari level 2.655 dan 2.662.

Indeks BISNIS-27 terhempas cukup kuat kemarin dan ditutup melemah 1,43% atau 3,53 poin ke level 243,87. Sentimen negatif indeks Dow Jones diikuti oleh koreksi indeks regional Asia Pasifik seperti Hang Seng dan STI Singapura.

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia


Harry Setiadi Utomo

Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

Jumat, 22/01/2010 08:11 WIB

MSCI Asia Pacific Index turun 0,8%

oleh : M. Yunan Hilmi

TOKYO (Bloomberg): Bursa Asia melanjutkan penurunan untuk hari kelima akibat kekhawatiran atas perubahan regulasi perpajakan yang bisa menekan laba perusahaan pertambangan.

Saham BHP Billiton Ltd, pertambangan terbesar di dunia, tenggelam 2,7% setelah koran Sydney Morning Herald memberitakan aturan pajak baru menggantikan pengenaan royalti atas proyek pertambangan.

Saham Rio Tinto Group, perusahaan tambang terbesar ketiga di dunia, turun 3,2%. Toyota Motor Corp, yang meraup 32% pendapatan dari pasar Amerita Utara, turun 2,5% setelah berencana merecall kendaraan di AS dan penguatan yen atas dolar AS.

MSCI Asia Pacific Index turun 0,8% menjadi 122,83 pada pukul 9:43 a.m. di Tokyo, melanjutkan penurunan sepekan menjadi 3,1%. Meski begitu, indeks masih 48% lebih tinggi dari tahun lalu.

“Sepertinya tidak akan terjadi koreksi. Seberapa jauh penurunannya masih belum terlihat. Pendorong saham tahun ini masih terkait dengan laba perusahaan sehingga tren pasar masih naik,” ujar Shane Oliver, kepala strategi investasi AMP Capital Investors di Sydney.

S&P/ASX 200 Index Australia turun 1,8%. Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 2,1%.

Saham BHP tenggelam 2,7% menjadi A$41,54, Rio merosot 3,2% menjadi A$73,12. Saham Toyota turun 2,5% menjadi 4.085 yen menyusul penguatan yen yang bisa menggerus nilai penjualan luar negeri perusahaan Jepang.(yn)


22/01/2010 – 06:44
China Pukul Bursa, Rekomendasi ‘Average Buy’
Natascha & Vina Ramitha
INILAH.COM, Jakarta – Imbas kebijakan pengetatan likuiditas oleh China masih akan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Jumat (22/1). Rekomendasi average buy pada saham PTBA, BUMI, ELTY, dan KLBF.

Alex Soedarto, analis pasar modal Minapadi Investama memprediksikan, IHSG pada akhir pekan ini berpotensi tertekan, menuju level 2.500-an. Apalagi, tidak ada sentimen positif yang mendukung penguatan secara signifikan. “Ada tekanan jual di IHSG dan berlanjut hingga perdagangan hari ini,” ujar Alex dalam perbincangannya dengan INILAH.COM, Kamis (21/1) petang.

Menurutnya, data korporasi AS tidak menopang indeks global. Pasar pun tidak melakukan antisipasi karena tidak ada data-data ekonomi penting yang akan dirilis lagi. Sementara kebijakan pengetatan likuiditas oleh pemerintah China sudah mulai memukul perbankan dan keuangan Asia. Negeri Tirai Bambu itu mulai memberlakukan larangan bagi perbankan utama untuk mengucurkan kredit.

“Hal ini memicu arus penarikan dana, baik oleh individu maupun perusahaan. Akibatnya, pasar akan sedikit mengalami syok,” ujarnya. Tekanan pada bursa, juga dipengaruh situasi dalam negeri karena masalah keamanan pada sejumlah bank besar. Apalagi di bursa, kapitalisasi pasar sektor perbankan cukup besar.

Dalam kondisi seperti ini, Alex merekomendasikan average buy, yaitu menambah lagi jumlah saham yang sudah dimiliki. Hal ini mengingat masih adanya potensi upside hingga Maret mendatang. “Namun jika tak ada modal, cukup dengan trading harian saja,” katanya.

Salah satu emiten yang bisa dipilih adalah saham tambang PT Bukit Asam (PTBA), terutama karena perusahaan ini memiliki kontrak jangka panjang yang prospektif. “Hal itu bisa memicu kenaikan harga saham,” ulasnya.

Saham lain yang juga direkomendasikan Alex adalah PT Kalbe Farma (KLBF), terkait valuasinya yang masih murah. Selain juga beberapa saham kelompok Bakrie, seperti PT Bakrieland Development(ELTY) dan PT Bumi Resources (BUMI). “Saham Bakrie ini masih menarik untuk trading ,” ucapnya.

Pada perdagangan Kamis (21/1), IHSG ditutup anjlok 28,884 poin (1,08%) ke level 2.638,382. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 3,841 miliar lembar saham, senilai Rp 3,739 triliun dan frekuensi 77.439 kali. Sebanyak 65 saham naik, 113 saham turun dan 82 saham stagnan.

Saham-saham perbankan memimpin pelemahan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp200 ke Rp7.900, PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp175 ke Rp4.825, Bank Mandiri (BMRI) melemah Rp150 ke Rp4.700.
Beberapa emiten lain melemah antara lain PT Merck (MERK) teroreksi Rp8.000 ke Rp72.000, PT Indo Tambang (ITMG) turun Rp750 ke Rp33.400, PT United Tractors (UNTR) melemah Rp650 ke Rp17.700, PT Bukit Asam (PTBA) merosot Rp200 ke Rp17.700, dan PT International Nickel Indonesia (INCO) terkoreksi Rp100 di posisi Rp3.657.

Sedangkan emiten-emiten yang berhasil menguat antara lain PT Delta (DLTA) naik Rp7.000 ke Rp89.000, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) terangkat Rp625 ke Rp5.400, PT Astra Agro (AALI) naik Rp250 ke Rp24.750, PT Bank Tabungan Negara (BBTN) (BBTN) menguat Rp80 ke Rp1.020, PT Bisi International (BISI) naik Rp80 ke Rp1.570, PT XL Axiata (EXCL) melonjak Rp50 ke Rp2.500, serta PT Adira Finance (ADMF) naik Rp 50 ke Rp 7.750. [ast/mdr]
22/01/2010 – 06:12
Wall Street Tertekan Rencana Obama
Mosi Retnani Fajarwati

INILAH.COM, New York – Pasar saham tergelincir usai Presiden Barack Obama berencana untuk memperketat pengawasan terhadap perbankan.

Obama mengataka, dirinya berencana untuk memperketat aturan pinjaman dan perdagangan di bank agar tidak lagi membahayakan sistem finansial, seperti sebelumnya. Namun di sisi lain, hal itu akan memperkecil pendapatan perbankan.

Langkah tersebut bisa dikatakan sebagai perubahan struktural di Bank of America, Citigroup Inc. dan JPMorgan Chase & Co. Saham perseroan tersebut pun langsung terpuruk dengan turun lebih dari 4%.

Pelemahan industri manufaktur juga membawa kekawatiran pemulihan ekonomi tidak berjalan cepat seperti yang diharapkan. The Philadelphia Federal Reserve mengatakan, manufaktur Januari lebih rfendah dibanding Desember secara regional. Indeks ragional manufaktur mereka menyatakan, kondisi manufaktur turun menjadi 15,2 dari sebelumnya 22,5 pada bulan lalu.

Tekanan lain pada bursa akan datang pada perdagangan Jumat (22/1). Google Inc. melaporkan pendapatan kuartal IV tumbuh dobel digit, namun hal itu jauh dibawah ekspektasi sebelumnya.

Kekawatiran akan pemulihan ekonomi AS meningkat, usai Departemen Tenaga Kerja menyatakan bahwa klaim insentif pengangguran meningkat diluar ekspektasi. Klaim tersebut meningkat 36 ribu menjadi 482 ribu pekan lalu. Para ekonom sebelumnya memprediksikan penurunan yang lebih rendah dari itu.

Pada penutupan perdagangan Kamis (21/1), Dow Jones turun 213,27 poin (2%) ke 10.389,88. Itu merupakan poin dan persentase terendah sejak 30 Oktober lalu. S&P 500 turun 21,56 poin (1,9%) ke 1.116,48 dan Nasdaq turun 25,55 poin (1,1%). [mre/cms]
Saham-saham di Bursa Wall Street kembali rontok merespons negatif rencana Presiden Barack Obama untuk membatasi langkah perbankan. Hal itu dikhawatirkan bisa menggerus laba perbankan.

Obama menyatakan, bank-bank bakal tidak diperbolehkan lagi memiliki, mensponsori ataupun menginvestasinya dananya di hedge fund guna meraup laba. Padahal linis bisnis itu menjadi salah satu mesin peraup laba bagi sebagian besar.

“Sepertinya bank-bank akan berjatuhan jika diberi peraturan seperti ini,” ujar Tom Sowanick, analis dari The Omnivest Group seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/1/2010).

Pada perdagangan Kamis (21/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot 213,27 poin (2,01%) ke level 10.389,88. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 21,56 poin (1,89%) ke level 1.116,48 dan Nasdaq melemah 25,55 poin (1,12%) ke level 2.265,70.

Dow Jones mengalami kemerosotan besar dalam dua hari berturut-turut sejak Juni 2009. Indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak penurunan harian terburuk sejak Oktober 2009.

Saham-saham bank berjatuhan, dengan Goldman Sach merosot hingga 4,1%. Padahal Goldman baru saja mengumumkan laba kuartal IV-2009 yang melebihi ekspektasi analis. Saham JPMorgan Chase & Co anjlok 6,6%, Morgan Stanley anjlok 4,2%, Citigroup merosot 5,5%, Bank of America turun 6,2%.

Kemerosotan saham-saham energi juga turut memberi pengaruh besar bagi kejatuhan indeks saham di Wall Street. Saham energi merosot setelah harga minyak mentah anjlok 2% ke level US$ 75,92 per barel. Saham Exxon Mobil turun 2%, Chevron Corp turun 2,4%.

Volume perdagangan cukup tebal, dengan nilai transaksi di New York Stock Exchange mencapai 1,5 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,89 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.

Sumber: detikcom
HONG KONG, Jan 22, 2010 (AFP)
Financial firms bore the brunt of the pain as stock markets tumbled in Asia on Friday after US President Barack Obama said he would crack down on Wall Street’s “reckless” big banks.

Regional investors followed the lead of the Dow Jones index, which suffered its worst fall of the year after Obama said he wanted to put limits on banks to avoid a repeat of the financial crisis that sent shockwaves around the world.

Asia’s financial centres were hammered, with Hong Kong two percent down in early trade, while Tokyo slumped 2.72 percent, Sydney gave up 1.66 percent and Singapore dropped 1.45 percent.

“Never again will the American taxpayer be held hostage by a bank that is too big to fail,” vowed Obama.

The president Thursday unveiled plans to limit “excessive” risk-taking and “protect” US taxpayers by preventing banks or financial institutions from owning, investing in or sponsoring hedge fund or private equity funds.

Blaming the banks for causing the economic crisis, he said: “My resolve to reform the system is only strengthened when I see a return to old practices at some of the very firms fighting reform.”

He said he was also galvanised to act “when I see record profits at some of the very firms claiming that they cannot lend more to small business, cannot keep credit card rates low, and cannot refund taxpayers for the bailout.”

He vowed: “If these folks want a fight, it’s a fight I’m ready to have.”

However, his words went down badly in Wall Street, which tumbled 2.01 percent.

The news capped a tough week for the markets, which have broadly been lower on fears that Beijing is set to tighten credit as it tries to rein in its scorching economy.

“People are scrambling to sell because of uncertainty over Obama’s banking proposal,” said a dealer with a Singapore brokerage. “The China factor of course is still fresh in everyone’s mind.”

Those worries were stoked on Thursday after Beijing said its economy expanded 10.7 percent in the December quarter, while inflation reached a 13-month high.

Shanghai was 1.08 percent off on Friday.

“We had a weak lead from Wall Street on the potential moves from China to slow things down, and Mr Obama is going forward on bank regulation,” Burrell Stockbroking director Richard Herring said in Sydney.

“We had a good run over the Christmas period, so maybe there’s just a little unwinding of some Christmas excess.”

Despite the markets’ woes, Tiger Airways made its debut on Singapore’s stock exchange, becoming the first Asian carrier to list in five years.

The budget airline, which was one of the most actively bought stocks Friday, was at 1.53 Singapore dollars, slightly up from its initial public offering price of 1.50 dollars.

The dollar fell to 90.23 yen in Tokyo morning trade from 90.50 in New York late Thursday. The euro rose to 1.4092 dollars from 1.4082 but dropped to 127.15 yen from 127.44.

Oil was also lower, with New York’s main contract, light sweet crude for March delivery, dipping 24 cents to 75.84 dollars a barrel, while Brent North Sea crude shed eight cents to 74.50 dollars.

Hong Kong gold opened at 1,094.50-1,095.50 US dollars an ounce, down from Thursday’s close of 1,113.50-1,114.50 dollars.


ihsg antara teori dan fakta … 220110

Filed under: Teknik Maen Saham — bumi2009fans @ 6:46 am

The Jakarta Stock Price Index is a modified capitalization-weighted index of all stocks listed on the regular board of the Indonesia Stock Exchange. The index was developed with a base index value of 100 as of August 10, 1982.