1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

kebijakan tiongkok menohok ihsg, lalu Obama juga … 220110 22 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:56 am

Jumat, 22/01/2010 01:05 WIB

PREDIKSI
Pemodal wait and see

oleh :

JAKARTA: Pemodal diperkirakan menunggu dan mencermati (wait and see) sentimen tambahan di pasar domestik dan global, sebelum mengakumulasi pembelian setelah kemarin terkoreksi signifikan.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diduga bergerak pada teritori negatif, seiring dengan tren transaksi akhir pekan.

Analis PT Yulie Sekurindo Tbk Sofyan mengatakan sentimen luar negeri yang dicermati pemodal di antaranya kebijakan pengetatan likuiditas di China yang telah membuat indeks Hang Seng terkoreksi.

“Dari dalam negeri, berlarut-larutnya penyelesaian skandal Bank Century membuat pemodal tertekan secara psikologis karena khawatir dampak politik. Mereka memilih wait and see,” tuturnya kemarin.

Kecenderungan pemodal wait and see, lanjutnya, terlihat dari nilai transaksi beberapa hari terakhir yang berkisar Rp2 triliun-Rp3 triliun, hanya separuh dari rata-rata nilai transaksi tahun lalu Rp6 triliun.

Pembelian selektif diduga terjadi terhadap beberapa saham unggulan yang terindikasi membukukan laporan keuangan positif. Di sisi lain, saham energi dan pertambangan pun berpotensi menguat jika harga minyak mentah dunia kembali menguat.

Kemarin, IHSG melemah 1,08% (28,88 poin) ke level 2.638,38. Dari nilai transaksi Rp3,2 triliun, investor asing mencatatkan penjualan bersih (net selling) Rp458 miliar.

Bursa utama regional bergerak variatif seperti Hang Seng yang anjlok 1,99%, sedangkan Nikkei-225 melonjak 1,22% (130,89 poin). “Melihat kecenderungan hari ini, indeks akan sedikit terkoreksi meski tidak banyak. Kemungkinan penguatan sangat tipis karena pasar tidak ramai.”

Dia memperkirakan IHSG akan bergerak dengan titik topang 2.623 dan 2.615, sedangkan titik resistan bergerak dari level 2.655 dan 2.662.

Indeks BISNIS-27 terhempas cukup kuat kemarin dan ditutup melemah 1,43% atau 3,53 poin ke level 243,87. Sentimen negatif indeks Dow Jones diikuti oleh koreksi indeks regional Asia Pasifik seperti Hang Seng dan STI Singapura.

Oleh Arif Gunawan S.

Bisnis Indonesia

&

Harry Setiadi Utomo

Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

bisnis.com
Jumat, 22/01/2010 08:11 WIB

MSCI Asia Pacific Index turun 0,8%

oleh : M. Yunan Hilmi

TOKYO (Bloomberg): Bursa Asia melanjutkan penurunan untuk hari kelima akibat kekhawatiran atas perubahan regulasi perpajakan yang bisa menekan laba perusahaan pertambangan.

Saham BHP Billiton Ltd, pertambangan terbesar di dunia, tenggelam 2,7% setelah koran Sydney Morning Herald memberitakan aturan pajak baru menggantikan pengenaan royalti atas proyek pertambangan.

Saham Rio Tinto Group, perusahaan tambang terbesar ketiga di dunia, turun 3,2%. Toyota Motor Corp, yang meraup 32% pendapatan dari pasar Amerita Utara, turun 2,5% setelah berencana merecall kendaraan di AS dan penguatan yen atas dolar AS.

MSCI Asia Pacific Index turun 0,8% menjadi 122,83 pada pukul 9:43 a.m. di Tokyo, melanjutkan penurunan sepekan menjadi 3,1%. Meski begitu, indeks masih 48% lebih tinggi dari tahun lalu.

“Sepertinya tidak akan terjadi koreksi. Seberapa jauh penurunannya masih belum terlihat. Pendorong saham tahun ini masih terkait dengan laba perusahaan sehingga tren pasar masih naik,” ujar Shane Oliver, kepala strategi investasi AMP Capital Investors di Sydney.

S&P/ASX 200 Index Australia turun 1,8%. Nikkei 225 Stock Average Jepang turun 2,1%.

Saham BHP tenggelam 2,7% menjadi A$41,54, Rio merosot 3,2% menjadi A$73,12. Saham Toyota turun 2,5% menjadi 4.085 yen menyusul penguatan yen yang bisa menggerus nilai penjualan luar negeri perusahaan Jepang.(yn)

bisnis.com

22/01/2010 – 06:44
China Pukul Bursa, Rekomendasi ‘Average Buy’
Natascha & Vina Ramitha
INILAH.COM, Jakarta – Imbas kebijakan pengetatan likuiditas oleh China masih akan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Jumat (22/1). Rekomendasi average buy pada saham PTBA, BUMI, ELTY, dan KLBF.

Alex Soedarto, analis pasar modal Minapadi Investama memprediksikan, IHSG pada akhir pekan ini berpotensi tertekan, menuju level 2.500-an. Apalagi, tidak ada sentimen positif yang mendukung penguatan secara signifikan. “Ada tekanan jual di IHSG dan berlanjut hingga perdagangan hari ini,” ujar Alex dalam perbincangannya dengan INILAH.COM, Kamis (21/1) petang.

Menurutnya, data korporasi AS tidak menopang indeks global. Pasar pun tidak melakukan antisipasi karena tidak ada data-data ekonomi penting yang akan dirilis lagi. Sementara kebijakan pengetatan likuiditas oleh pemerintah China sudah mulai memukul perbankan dan keuangan Asia. Negeri Tirai Bambu itu mulai memberlakukan larangan bagi perbankan utama untuk mengucurkan kredit.

“Hal ini memicu arus penarikan dana, baik oleh individu maupun perusahaan. Akibatnya, pasar akan sedikit mengalami syok,” ujarnya. Tekanan pada bursa, juga dipengaruh situasi dalam negeri karena masalah keamanan pada sejumlah bank besar. Apalagi di bursa, kapitalisasi pasar sektor perbankan cukup besar.

Dalam kondisi seperti ini, Alex merekomendasikan average buy, yaitu menambah lagi jumlah saham yang sudah dimiliki. Hal ini mengingat masih adanya potensi upside hingga Maret mendatang. “Namun jika tak ada modal, cukup dengan trading harian saja,” katanya.

Salah satu emiten yang bisa dipilih adalah saham tambang PT Bukit Asam (PTBA), terutama karena perusahaan ini memiliki kontrak jangka panjang yang prospektif. “Hal itu bisa memicu kenaikan harga saham,” ulasnya.

Saham lain yang juga direkomendasikan Alex adalah PT Kalbe Farma (KLBF), terkait valuasinya yang masih murah. Selain juga beberapa saham kelompok Bakrie, seperti PT Bakrieland Development(ELTY) dan PT Bumi Resources (BUMI). “Saham Bakrie ini masih menarik untuk trading ,” ucapnya.

Pada perdagangan Kamis (21/1), IHSG ditutup anjlok 28,884 poin (1,08%) ke level 2.638,382. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 3,841 miliar lembar saham, senilai Rp 3,739 triliun dan frekuensi 77.439 kali. Sebanyak 65 saham naik, 113 saham turun dan 82 saham stagnan.

Saham-saham perbankan memimpin pelemahan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp200 ke Rp7.900, PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp175 ke Rp4.825, Bank Mandiri (BMRI) melemah Rp150 ke Rp4.700.
Beberapa emiten lain melemah antara lain PT Merck (MERK) teroreksi Rp8.000 ke Rp72.000, PT Indo Tambang (ITMG) turun Rp750 ke Rp33.400, PT United Tractors (UNTR) melemah Rp650 ke Rp17.700, PT Bukit Asam (PTBA) merosot Rp200 ke Rp17.700, dan PT International Nickel Indonesia (INCO) terkoreksi Rp100 di posisi Rp3.657.

Sedangkan emiten-emiten yang berhasil menguat antara lain PT Delta (DLTA) naik Rp7.000 ke Rp89.000, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) terangkat Rp625 ke Rp5.400, PT Astra Agro (AALI) naik Rp250 ke Rp24.750, PT Bank Tabungan Negara (BBTN) (BBTN) menguat Rp80 ke Rp1.020, PT Bisi International (BISI) naik Rp80 ke Rp1.570, PT XL Axiata (EXCL) melonjak Rp50 ke Rp2.500, serta PT Adira Finance (ADMF) naik Rp 50 ke Rp 7.750. [ast/mdr]
22/01/2010 – 06:12
Wall Street Tertekan Rencana Obama
Mosi Retnani Fajarwati

INILAH.COM, New York – Pasar saham tergelincir usai Presiden Barack Obama berencana untuk memperketat pengawasan terhadap perbankan.

Obama mengataka, dirinya berencana untuk memperketat aturan pinjaman dan perdagangan di bank agar tidak lagi membahayakan sistem finansial, seperti sebelumnya. Namun di sisi lain, hal itu akan memperkecil pendapatan perbankan.

Langkah tersebut bisa dikatakan sebagai perubahan struktural di Bank of America, Citigroup Inc. dan JPMorgan Chase & Co. Saham perseroan tersebut pun langsung terpuruk dengan turun lebih dari 4%.

Pelemahan industri manufaktur juga membawa kekawatiran pemulihan ekonomi tidak berjalan cepat seperti yang diharapkan. The Philadelphia Federal Reserve mengatakan, manufaktur Januari lebih rfendah dibanding Desember secara regional. Indeks ragional manufaktur mereka menyatakan, kondisi manufaktur turun menjadi 15,2 dari sebelumnya 22,5 pada bulan lalu.

Tekanan lain pada bursa akan datang pada perdagangan Jumat (22/1). Google Inc. melaporkan pendapatan kuartal IV tumbuh dobel digit, namun hal itu jauh dibawah ekspektasi sebelumnya.

Kekawatiran akan pemulihan ekonomi AS meningkat, usai Departemen Tenaga Kerja menyatakan bahwa klaim insentif pengangguran meningkat diluar ekspektasi. Klaim tersebut meningkat 36 ribu menjadi 482 ribu pekan lalu. Para ekonom sebelumnya memprediksikan penurunan yang lebih rendah dari itu.

Pada penutupan perdagangan Kamis (21/1), Dow Jones turun 213,27 poin (2%) ke 10.389,88. Itu merupakan poin dan persentase terendah sejak 30 Oktober lalu. S&P 500 turun 21,56 poin (1,9%) ke 1.116,48 dan Nasdaq turun 25,55 poin (1,1%). [mre/cms]
Saham-saham di Bursa Wall Street kembali rontok merespons negatif rencana Presiden Barack Obama untuk membatasi langkah perbankan. Hal itu dikhawatirkan bisa menggerus laba perbankan.

Obama menyatakan, bank-bank bakal tidak diperbolehkan lagi memiliki, mensponsori ataupun menginvestasinya dananya di hedge fund guna meraup laba. Padahal linis bisnis itu menjadi salah satu mesin peraup laba bagi sebagian besar.

“Sepertinya bank-bank akan berjatuhan jika diberi peraturan seperti ini,” ujar Tom Sowanick, analis dari The Omnivest Group seperti dikutip dari Reuters, Jumat (22/1/2010).

Pada perdagangan Kamis (21/1/2010), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot 213,27 poin (2,01%) ke level 10.389,88. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 21,56 poin (1,89%) ke level 1.116,48 dan Nasdaq melemah 25,55 poin (1,12%) ke level 2.265,70.

Dow Jones mengalami kemerosotan besar dalam dua hari berturut-turut sejak Juni 2009. Indeks Dow Jones dan S&P 500 mencetak penurunan harian terburuk sejak Oktober 2009.

Saham-saham bank berjatuhan, dengan Goldman Sach merosot hingga 4,1%. Padahal Goldman baru saja mengumumkan laba kuartal IV-2009 yang melebihi ekspektasi analis. Saham JPMorgan Chase & Co anjlok 6,6%, Morgan Stanley anjlok 4,2%, Citigroup merosot 5,5%, Bank of America turun 6,2%.

Kemerosotan saham-saham energi juga turut memberi pengaruh besar bagi kejatuhan indeks saham di Wall Street. Saham energi merosot setelah harga minyak mentah anjlok 2% ke level US$ 75,92 per barel. Saham Exxon Mobil turun 2%, Chevron Corp turun 2,4%.

Volume perdagangan cukup tebal, dengan nilai transaksi di New York Stock Exchange mencapai 1,5 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Di Nasdaq, transaksi mencapai 2,89 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,28 miliar.

Sumber: detikcom
HONG KONG, Jan 22, 2010 (AFP)
Financial firms bore the brunt of the pain as stock markets tumbled in Asia on Friday after US President Barack Obama said he would crack down on Wall Street’s “reckless” big banks.

Regional investors followed the lead of the Dow Jones index, which suffered its worst fall of the year after Obama said he wanted to put limits on banks to avoid a repeat of the financial crisis that sent shockwaves around the world.

Asia’s financial centres were hammered, with Hong Kong two percent down in early trade, while Tokyo slumped 2.72 percent, Sydney gave up 1.66 percent and Singapore dropped 1.45 percent.

“Never again will the American taxpayer be held hostage by a bank that is too big to fail,” vowed Obama.

The president Thursday unveiled plans to limit “excessive” risk-taking and “protect” US taxpayers by preventing banks or financial institutions from owning, investing in or sponsoring hedge fund or private equity funds.

Blaming the banks for causing the economic crisis, he said: “My resolve to reform the system is only strengthened when I see a return to old practices at some of the very firms fighting reform.”

He said he was also galvanised to act “when I see record profits at some of the very firms claiming that they cannot lend more to small business, cannot keep credit card rates low, and cannot refund taxpayers for the bailout.”

He vowed: “If these folks want a fight, it’s a fight I’m ready to have.”

However, his words went down badly in Wall Street, which tumbled 2.01 percent.

The news capped a tough week for the markets, which have broadly been lower on fears that Beijing is set to tighten credit as it tries to rein in its scorching economy.

“People are scrambling to sell because of uncertainty over Obama’s banking proposal,” said a dealer with a Singapore brokerage. “The China factor of course is still fresh in everyone’s mind.”

Those worries were stoked on Thursday after Beijing said its economy expanded 10.7 percent in the December quarter, while inflation reached a 13-month high.

Shanghai was 1.08 percent off on Friday.

“We had a weak lead from Wall Street on the potential moves from China to slow things down, and Mr Obama is going forward on bank regulation,” Burrell Stockbroking director Richard Herring said in Sydney.

“We had a good run over the Christmas period, so maybe there’s just a little unwinding of some Christmas excess.”

Despite the markets’ woes, Tiger Airways made its debut on Singapore’s stock exchange, becoming the first Asian carrier to list in five years.

The budget airline, which was one of the most actively bought stocks Friday, was at 1.53 Singapore dollars, slightly up from its initial public offering price of 1.50 dollars.

The dollar fell to 90.23 yen in Tokyo morning trade from 90.50 in New York late Thursday. The euro rose to 1.4092 dollars from 1.4082 but dropped to 127.15 yen from 127.44.

Oil was also lower, with New York’s main contract, light sweet crude for March delivery, dipping 24 cents to 75.84 dollars a barrel, while Brent North Sea crude shed eight cents to 74.50 dollars.

Hong Kong gold opened at 1,094.50-1,095.50 US dollars an ounce, down from Thursday’s close of 1,113.50-1,114.50 dollars.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s