1NVEST0R MAND1R1 maen SAHAM bener

belajar MANDIRI, akan JAUH LEBE SUKSES (SEJAK 210809)

terseret BANJIR ansietas, saat beli yuk … 220110 22 Januari 2010

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 2:41 pm

Sesi II Tutup
Penurunan IHSG Mereda
Indeks di BEI terkoreksi 1,07% ke level 2.610, sedang rupiah bercokol di posisi 9.342/US$.
JUM’AT, 22 JANUARI 2010, 16:22 WIB
Antique

(VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
BERITA TERKAIT
Kebijakan Obama Rontokkan Saham Asia
IHSG dan Rupiah Kompak Turun
IHSG dan Rupiah Tak Kompak
IHSG Menguat, Rupiah Stabil
IHSG Terpengaruh Bursa Mancanegara
Web Tools

VIVAnews – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tetap bercokol di posisi negatif. Namun, pelemahan tersebut mereda dari akhir transaksi sesi siang tadi, di mana IHSG sempat terjungkal 57 poin.

Analis PT BNI Securities Maxi Liesyaputra berpendapat, potensi penurunan indeks hari ini memang sudah diprediksi akan berlanjut. Pasalnya, semalam Dow Jones mencatat koreksi tajam sebesar 213 poin (2,01 persen), akibat rencana Presiden Obama membatasi ruang bisnis perbankan AS yang dapat mengakibatkan penurunan laba bersih mereka.

“Perbankan AS dilarang menginvestasikan dananya di hedge fund, di mana hal itu selama ini merupakan salah satu instrumen investasi yang sangat menguntungkan,” kata dia melalui risetnya kepada VIVAnews di Jakarta, Jumat, 22 Januari 2010.

Sentimen negatif lainnya, kata dia, masih dari pengetatan kebijakan moneter China. Meski negara tersebut melaporkan pertumbuhan GDP pada kuartal IV-2009, yang melebihi perkiraan seiring dengan angka inflasi yang juga di atas perkiraan.

Terlihat, Maxi menambahkan, bursa regional Asia Pasifik sejak pagi tadi mengalami koreksi yang signifikan, terutama ditunjukkan indeks Nikkei.

IHSG pada penutupan transaksi akhir pekan ini, terkoreksi 28,04 poin (1,07 persen) ke level 2.610,34. Sedangkan pada akhir sesi I tadi, indeks sempat terjungkal 57,27 poin atau 2,18 persen di posisi 2.643,35.

Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 4,35 triliun dan volume tercatat 8,16 juta lot, dengan frekuensi 80.553 kali. Sebanyak 62 saham menguat, 106 melemah, 80 ditutup stagnan, serta 237 saham tidak terjadi transaksi.

Pemodal asing melakukan pembelian saham Rp 630,83 miliar, sedangkan penjualan mencapai Rp 1,65 triliun.

Bursa Asia saat IHSG tutup juga bergerak negatif. Indeks Hang Seng turun 136,49 (0,65 persen) ke level 20.726,18, Nikkei 225 melemah 277,86 poin atau 2,56 persen menjadi 10.590,55, dan Straits Times tekoreksi 32,73 persen (1,15 persen) di posisi 2.818,25.

Di Bursa Efek Indonesia, saham unggulan yang melemah cukup besar di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp 1.450 atau 4,11 persen ke level Rp 33.800, PT United Tractors Tbk (UNTR) melemah Rp 400 (2,25 persen) menjadi Rp 17.300, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) terkoreksi Rp 300 atau 2,18 persen di posisi Rp 13.400.

Rupiah Topang Pelemahan
Sementara itu, Maxi berpendapat, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menunjukkan pelemahan turut memberikan sentimen negatif bagi pasar saham.

“Rupiah pagi ini sempat berada di posisi 9.360 per dolar AS, dibandingkan posisi kemarin di 9.283/US$,” kata dia.

Berdasarkan data transaksi perdagangan Bloomberg pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah bercokol di posisi 9.342 per dolar AS dari transaksi siang tadi yang berada di level 9.400/US$.

Sedangkan berdasarkan data kurs transaksi BI, rupiah sore ini berakhir di posisi 9.388 per dolar AS. Pada perdagangan Kamis, 21 Januari 2010, mata uang lokal tersebut berakhir di kisaran level 9.305-9.312/US$.

antique.putra@vivanews.com

• VIVAnews
Jumat, 22/01/2010 16:15 WIB
Merosot, IHSG Bertahan di Level 2.600
Nurul Qomariyah – detikFinance
…. akhirnya ihsg ditutup negatif, tapi tetap di atas BATAS PSIKOLOGIS 2600 ... pasar cepat belajar dari isu global dan cermat menyeleksi saham yang punya fundamental cakep … gw juga seh tetap menyelam sambil minum aer,yaitu menampungi saham2 tertentu di bawah dan jual di harga tinggi sebagian bwat mengurangi tekanan pada cashflow gw 🙂

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam namun masih mampu bertahan di level 2.600. IHSG juga berhasil memperkecil kemerosotannya.

Mengawali perdagangan, IHSG langsung anjlok tajam di bawah level 2.600, merespons pelemahan bursa-bursa regional akibat jatuhnya bursa Wall Street.

Bursa-bursa regional merosot akibat pengetatan kredit di China dan juga rencana Presiden Obama untuk melarang bank memiliki hedge fund. Rencana Obama tersebut langsung membuat saham-saham perbankan merosot karena dikhawatirkan bisa menggerus laba bank. Lini hedge fund selama ini merupakan salah satu tambang laba perbankan.

IHSG dibuka pada level 2.602,211 dan sempat merosot jauh hingga 2.580,168. Kemerosotan IHSG terjadi beriringan dengan jatuhnya bursa-bursa Asia lainnya.

Dan pada perdagangan Jumat (22/1/2010), IHSG akhirnya ditutup merosot 28,042 poin (1,06%) ke level 2.610,340. Indeks LQ 45 juga melemah 6,466 poin (1,25%) ke level 511,947.

Bursa-bursa regional berjatuhan.

Indeks Hang Seng merosot 136,49 poin (0,65%) ke level 20.726,18.
Indeks Komposit Shanghai juga turun 30,27 poin (0,96%) ke level 3.128,59.
Indeks Nikkei-225 melemah 277,86 poin (2,56%) ke level 10.590,55.

Bursa Eropa juga dibuka langsung melemah dengan indeks DAX 30 melemah 0,19%, CAC 40 Paris turun 0,56%, indeks FTSE 100 turun 0,13%.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 80.553 kali pada volume 4.079 juta lembar saham senilai Rp 4,356 triliun. Sebanyak 54 saham naik, 101 saham turun dan 74 saham stagnan.

Saham-saham paling aktif di jajaran top gainer antara lain Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 menjadi Rp 8.100, BTN (BBTN) naik Rp 10 menjadi Rp 1.030, Indika Energy (INDY) naik Rp 25 menjadi Rp 2.575.

Sedangkan saham-saham paling aktif di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.450 menjadi Rp 33.800, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.700 menjadi Rp 31.700, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 menjadi Rp 31.700, PTBA turun Rp 500 menjadi RP 17.200, Indocement (INTP) turun Rp 300 menjadi Rp 13.400.

(qom/qom)

22/01/2010 – 12:02
Saham Sesi Siang
IHSG Terseret Saham Unggulan
Ahmad Munjin

INILAH.COM, Jakarta – Tengah sesi kali ini, IHSG melemah, seiring pelemahan bursa regional. Sentimen negatif pengetatan likuiditas China, memicu derasnya aliran dana keluar (capital outflow).

Pada perdagangan Jumat (22/1) sesi pertama, IHSG melemah 57,27 poin (2,17%) menjadi 2.581,11. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 12,769 poin ke level 505,64.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi pagi ini sangat ramai dengan volume transaksi 2,195 miliar lembar saham senilai Rp 2,152 triliun dan frekuensi 41.686 kali. Hanya 20 saham yang naik, sedangkan 159 saham turun dan 41 saham stagnan.

Semua sektor berkontribusi pada pelemahan indeks, dipimpin sektor aneka industri yang anjlok 3,65%, pertambangan 2,85%, perdagangan 2,42%, manufaktor 2,29%, dan sektor infrastruktur yang tumbang 2,09%. Koreksi indeks juga disebabkan pelemahan sektor keuangan yang turun 1,90%, industri dasar 1,80%, konsumsi 1,56%, pertanian 1,29%, dan sektor properti 1,14%.

Viviet S Putri, analis Anugerah Securindo memperkirakan pergerakan indeks hingga penutupan sore nanti akan melemah, seiring masih negatifnya sentimen dari pengetatan likuiditas di China. “Indeks akan mengarah ke level support 2.580 dan 2.638 sebagai level resistance-nya,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (22/1).

Menurutnya, koreksi indeks juga mengikuti rontoknya bursa regional di Eropa, AS, dan Asia. Sentimen negatif berasal dari perekonomian China, yang sejak awal sudah mewanti-wanti, laju perekonomian negaranya terlalu pesat. “Mereka mengkhawatirkan terjadinya gelembung (bubble) ekonomi,” ujarnya.

Kekhawatiran ini terbukti dengan rilis data pertumbuhan ekonomi China yang mencapai 10,7% (year on year) di 2009 dari tahun sebelumnya yang hanya 9%. Hal itu menambah keyakinan pemerintah China untuk mengetatkan likuiditas. “Salah satu caranya dengan menyerukan perbankan membatasi kucuran kredit perbankan, sebab sektor kredit di China sudah overheating,” paparnya.

Pemerintah China mengkhawatirkan bubble ekonomi akibat pengucuran kredit yang terlalu masif. Mereka berkaca pada kasus subprime mortgage di AS yang berdampak pada ketidakmampuan kreditor untuk membayar. “Karena itu, sentimennya menjadi sangat negatif,” imbuhnya.

Selain itu, China juga sudah menaikan Giro Wajib Minimum (GWM) perbakan dari 15,5% menjadi 16%. Level ini merupakan posisi tertinggi di dunia yang rata-rata hanya 5%. “Pengetatan likuiditas di China sangat berpengaruh karena pertumbuhan negara itu, merupakan yang tertinggi di dunia,” ucapnya.

Sentimen China juga memicu penguatan dolar AS. Sebab, investor yang semula menyimpan dananya di komoditas untuk lindung nilai ,termasuk minyak kembali mengalihkannya ke dalam portofolio dolar AS.

Karena itu, saat ini mata uang AS itu menguat dan rupiah tertekan ke level 9.400-an berdasarkan data Bloomberg. “Pada saat yang sama harga minyak turun ke level US$75 per barel  sehingga berimbas negatif bagi saham di sektor pertambangan,” timpalnya.

Dalam kondisi ini Viviet menyarankan wait and see atas saham PT Holcim Indonesia (SMCB), PT Adaro Energy (ADRO), PT Astra Internasional (ASII), dan PT Delta Dunia Petroindo (DOID). “Saya rekomendasikan buy on weakness untuk saham-saham tersebut,” pungkasnya.
Siang ini, saham-saham unggulan yang melemah cukup besar antara lain PT Astra International (ASII) turun Rp 1.450 di posisi Rp 33.800, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 32.250, PT United Tractors (UNTR) terkoreksi Rp 700 menjadi Rp 17.000, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) melemah Rp 550 ke level Rp 17.150.

Demikian pula saham Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 23.550, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 13.300, Astra Agro (AALI ) turun Rp 350 ke Rp 24.400, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 125 ke Rp 2.600. [ast/mdr]
Jumat, 22/01/2010 16:46 WIB
Asing Lepas Saham Rp 1 Triliun
Indro Bagus SU – detikFinance

Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini didominasi tekanan jual investor asing. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) hari ini mencapai Rp 1,014 triliun.

Berdasarkan data perdagangan BEI seperti dikutip detikFinance, Jumat (22/1/2010), transaksi jual asing hari ini sebesar Rp 1,811 triliun, sedangkan transaksi beli asing hanya sebesar Rp 797,192 miliar. Net sell asing tercatat sebesar Rp 1,014 triliun.

Angka tersebut setara dengan 23,27% dari total nilai transaksi BEI hari ini yang sebesar Rp 4,356 triliun. Total nilai transaksi jual dan beli asing hari ini mencapai Rp 2,658 triliun atau setara dengan 59,87% dari total nilai perdagangan.

Sasaran terbesar aksi penjualan asing, seperti biasa, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang net sell-nya mencapai Rp 328,163 miliar, disusul PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp 144,542 miliar.

Posisi net sell PT United Tractors Tbk (UNTR) menduduki peringkat 3 sebesar Rp 124,225 miliar. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp 113,549 miliar, dilanjutkan saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 62,395 miliar.

Net sell asing di PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar Rp 59,316 miliar, kemudian PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sebesar Rp 51,672 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 48,026 miliar, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp 47,49 miliar.

Kebanyakan, saham-saham sektor tambang batubara menjadi sasaran aksi jual asing. Aksi jual massif ini membuat IHSG jatuh tajam hari ini.

IHSG dibuka turun tipis ke level Rp 2.636,962 dari penutupan kemarin di level 2.638,382. Tak lama IHSG langsung melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.580,168, turun 58,214 poin (2,2%).

Namun seiring dengan adanya sedikit perlawanan dari kubu pembeli, IHSG berhasil ditutup di atas level 2.600, turun 28,042 poin (1,07%) ke level 2.610,340.

(dro/qom)
… seperti yang gw ekspektasikan, ASIEN-K itu GAMPANK PANIK … lalu berusaha menyeret investor lokal untuk kabur juga sehingga harga saham MURAH, lalu ASIEN-K BELI LAGE DI HARGA LEBE MURAH … taktik transaksi yang KUNO DAH, dasar primitif 😛 : https://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/20/uang-panas-serius-full-masuk-indo-asia-200110/

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s